
Hari berganti dan hari ini sepulang sekolah Anton rencananya akan ke restoran saudaranya Fredi. Dia akan memulai pekerjaannya. Tapi saat ini dia harus menyelesaikan kegiatan di sekolahnya dulu.
" Hai... bukankah itu adek kelas kita yang di sebut sebut sangat tampan dan dia sudah menjadi incaran di sekolah ini? "
Kakak kelas di sekolah itu sedang menggosipkan Anton.
" Iya itu dia, dia tampan dan cerdas. Taoi sayang susah di dekati. Dia sangat dingin seperti kulkas dua pintu. "
" sangat menarik. Tapi apa dia bisa menahan godaan aku nanti? apa dia bisa menolak kecantikan aku? "
" Jangan terlalu percaya diri Jes... dia bukan laki laki yang mudah di goda. "
" aku suka tantangan Fa... aku akan taklukan dia dengan cepat. "
Dua senior yang membicarakan Anton itu adalah Jesi dan Sifa. Mereka terkenal karena kecantikannya. Jesi menjadi idola sekolah karena dia memang cantik tapi sayang di balik kecantikannya dia wanita yang angkuh dan sangat sangat sombong.
Sedangkan Sifa dia wanita yang sudah berteman dengan Jesi dari kecil dan sifatnya sebelas dua belas hampir sama. Tapi sayangnya Sifa itu hanya di pandang sebagai pembantunya Jesi oleh orang yang mengenalnya.
Karena Jesi selalu memerintah Sifa dan tidak pernah menghargainya. Sifa tau akan hal ini tapi dia tidak mungkin menjauh dari Jesi. Karena Jesi bisa memberikan dia kehidupan yang lebih baik.
Sehingga dia tidak di bully di sekolahnya.
__ADS_1
Sifa itu dari keluarga miskin tapi tidak ada orang yang tau kecuali Jesi. Jadi Sifa tidak ingin meninggalkan Jesi karena Jesi bisa menutupi kebohongannya soal kemiskinan dia.
Sekolah selesai dan Anton langsung pergi ke Restoran tempat saudara Fredi bersama Fredi.
" Kamu tenang saja Ton, aku sudah bicara dengan saudara aku dan dia mengijinkan kamu berkerja sesuai jam sekolah kamu dan pulang sebelum jam malam asrama."
" Hemmm makasi untuk bantuannya. "
" Waaaahhhhh ini luar biasa... kamu bisa mengucapkan kata itu ternyata. sungguh mengagumkan. "
" Ckck jangan lebai jadi orang. "
Mereka berbincang bincang sambil berjalan ke restoran.
Fredi mulai tau kalau Anton bukan tipe orang yang cuek sebenarnya. Dia hanya malas berbasa basi dengan hal yang tidak penting menurut dia.
Tapi Fredi juga sadar kalau Anton sedang menyimpan kemarahan di dalam hatinya. Sehingga dia tidak mau terlalu dekat dengan seseorang.
Fredi tertarik dengan sifat Anton karena Anton bisa sebagai tempat dia belajar. Fredi menyukai sosiologi dan Psikologi. Ilmu kejiwaan Fredi sukai dan sedang dia pelajari.
Jadi saat melihat Anton dia merasa banyak hal yang bisa dia pelajari dari Anton. Karena tatapan Anton saat dia marah sangat menarik untuk Fredi.
__ADS_1
Sesampainya mereka di restoran Fredi langsung mengajak Anton menemui saudaranya di ruangannya.
" Kak... ini dia teman yang aku ceritakan waktu ini kepada kakak. Dia yang ingin berkerja disini. "
" oooo kamu yang nama nya Anton ya? Senang bisa melihat kamu sekarang. Apa kamu bersedia berkerja sesuai aturan di tempat ini. maksudnya berkerja dengan team. Tapi jam pulang kamu akan saya sesuaikan dengan jam malam asrama. "
" Iya saya mau. saya akan berkerja sungguh sungguh disini.. "
" Bagus kalau gitu. saya David panggil saja kak David. "
" Saya merasa tidak sopan. untuk di tempat kerja memanggi begitu. Saya akan panggil Pak David saja kalau boleh. "
" Hahaaha... aku suka anak ini Fredi. kamu tidak salah memilih teman. dia sangat sopan. Jadi Anton kamu bisa mulai berkerja hari ini kalau kamu siap. Tapi kalau tidak bisa besok. Gak ada masalah. "
" Saya akan berkerja hari ini pak.. Kalau begitu saya permisi. "
" Baiklah.. kamu kekasir saja dan minta kasirnya menunjukan seragam kamu dan tempat gantinya.
Dia juga akan mengajarkan cara berkerja disini. "
" Baik.. terimakasi sekali lagi pak David. "
__ADS_1