
Hari berganti, minggu pun berganti. Kini Mira dan Widi resmi sudah menjadi Siswi SMA di sekolah elit di kota. Mereka hari ini akan mulai tinggal di asrama sekolah dan akan memulai pelajaran satu minggu lagi.
Tetapi sebelum ikut memulai pelajaran, Mira dan Widi tetap ikut dalam acara penerimaan siswa baru di sekolah itu.
Widi sangat semangat dalam hal ini. Dia ingin berteman dengan banyak siswa disana. Banyak hal yang ingin dia lakukan di sekolah itu nanti. Apalagi Widi dalam masa pubertas dia mulai tertarik dengan lawan jenis. Hal ini membuat dia tambah semangat untuk masuk ke sekolah itu agar melihat siswa disana.
" Mir,,, besok aku gak sabar deh untuk datang ke sekolah dan bertemu banyak murid baru... iiii bayangin aja rasanya sangat senang. "
" Kamu masuk sekolah ini untuk cari pacar atau belajar sih? "
" heiii hidup itu di nikmati Mir, jangan selalu serius... Masa SMA itu masa paling indah dan tidak akan terlupakan. Jadi kamu harus mengukir banyak kenangan di SMA. "
" Kalau gitu, kenapa kamu mau ikut lompat kelas? bukannya kamu ingin mengukir banyak sejarah di SMA. Jadi kamu bisa pakai jalur biasa. "
" Aku ngelakuin itu y supaya dekat kamu lah Mir... "
" Dasar aneh... "
__ADS_1
" heiii ini namanya setia kawan tau..."
" Tapi masa depan kamu bukan tergantung teman kamu Wid... jadi kamu gak harus selalu ikut ikutan gitu. "
" nyebelin kamu selalu serius sekarang. huuuffft"
Mira berkata begitu karena dari beberapa hari yang lalu Widi selalu membicarakan masalah pria. Cara menarik perhatian lah atau cara berpenampilan yang di sukai pria. Itu sangat mengganggu untuk Mira. Karena dia merasa tujuan widi sekarang mulai berubah.Tidak seperti dulu lagi.
Mira sibuk mengurus keperluannya untuk besok ke sekolah. Sedangkan Widi sibuk melihat youtube mengenai tutorial make up untuk anak SMA.
Karena perubahan Widi ini baru terlihat dari sejak liburan sebelum berangkat ke asrama.
Mira agak takut dengan perubahan ini. dia tidak mau kehilangan teman lagi nanti apabila Widi tidak jadi Widi yang seperti sebelumnya.
Perubahan yang mencolok ini nanti bisa membuat jurang pemisah untuk Widi dan Mira karena prioritas mereka berbeda.
" Wid,,, kamu gak siapin alat untuk besok? apa kamu akan terus menonton itu? "
__ADS_1
" Aiiissshhhh tunggu bentar lah Mir, kok kamu tambah cerewet sih? nanti aku beresin. Aku pingin tampil cantik besok di sekolah tau. "
" Wid kita datang untuk belajar, bukan untuk dandan apalagi cari jodoh. "
" Kamu mana ngerti Mir, ini perlu di lakuin untuk dapat teman di sekolah elit. Disana banyak murid yang bergaya mewah untuk mendapat pengakuan dan teman. Aku juga mau itu. "
" ooo gitu.. aku hanya ingin belajar. dan aku harap satu tahun ini tidak aku sia siakan dengan berbagai macam drama sekolahan"
" makin lama, kamu makin nyebelin ya Mir,,, aku tau kamu bukan dari keluarga kaya, tapi setidaknya buat diri kamu layak di depan mereka nanti. Jangan malu maluin. "
" Cara berpikir kita beda Wid, Ok mulai sekarang apapun yang kamu mau lakuin, lakuin saja. Aku gak akan komentar atau melarang kamu. Kamu bebas melakukan apapun. Dan resiko juga kamu yang nanggung sendiri. "
" kamu bilang gini, kamu sudah gak mau berteman dengan aku? "
" bukan gitu, kamu teman aku, tapi tujuan kita sudah beda sejak kamu tau hal hal seperti ini. "
Mira setelah mengatakan itu langsung meninggalkan kamar dan membiarkan Widi sendri merenungi perkataan Mira.
__ADS_1