
" Oh iya ka apakah Kaka bisa kirimkan salam aku buat ibu dan juga adek adekku, serta bilangin pada mereka bahwa aku baik baik saja di sini dan Kaka juga bisakah bilang ke ibu untuk tetap menjaga kesehatan nya dan juga jangan terlalu memaksa diri untuk bekerja." ucap Annisa memohon.
" Kenapa kamu tidak coba menggunakan Handphone saja nona karena itu lebih baik dan lebih cepat." ucap Bella menyarankan Annisa untuk menggunakan handphone.
" Maaf ka tapi Annisa tidak bisa menggunakan handphone sama sekali." Jujur Annisa.
" Benar kah nona." ucap Bella tidak percaya sama sekali karena menurut dirinya di jaman modern ini rata rata-rata mereka sudah bisa menggunakan handphone dan anak kecil sekalipun bisa.
" Memang begitu ko ka kenyataan nya dan karena sedari kecil sampai sekarang aku tidak pernah di berikan handphone walaupun dulu ibu pernah punya." Jujur Annisa.
" Maksudnya dari walaupun dulu ibu punya gimana nona." Tanya Annisa.
" Jadi begini ka, kalau ngga salah itu waktu aku masih kecil kayaknya ibu pernah punya handphone tapi setelah aku masuk kelas 4 SD kalau ngga salah ibu sudah tidak pernah megang lagi yang namanya handphone." ucap putri sambil mengingat kapan ibunya pernah punya handphone dan kapan ibunya tidak pernah memegang handphone lagi.
" Terus kalau mau kasih kabar gimana nona." Tanya Bella lagi.
" Paling nanti aku bakalan minta tolong ke orang lain untuk menelfon ibu." Ucap Annisa tersenyum.
" Memangnya nona menggunakan nomor siapa kalau ingin mengetahui keadaan ibu nona dan juga adik adik nona." Tanya Bella.
" Aku menggunakan nomernya ka Khafifah tentang ga aku ka." Ucap Bella memberitahu.
" Apa dia baik sama nona beserta keluarga nona." Tanya Bella.
" Bukan baik lagi ka tapi sangat sangat baik sekali sama keluarga ku dan aku masih ingat di saat aku baru pindah ke Klaten sekira tahun yang lalu, dan di sana sama sekali tidak punya sanak saudara dan teman pun tidak ada, tetapi dnegan ijin Allah aku mengenal keluarga ka Khafifah yang begitu baik dan ramah." Jelas Annisa.
" Em bolehkah saya meminta nomernya ka Khafifah yang di bilang nona barusan." Ijin Bella kepada Annisa untuk meminta nomernya tetangga Annisa, karena dengan begitu Bella bisa tetap memantau dengan jarak jauh laporan dari keluarga itu.
" Boleh ka , nanti aku kasih ke Kaka ya...dan kapan Kaka akan pergi ke Klaten ? Tanya Annisa.
" Sepertinya besok sore nona karena saya juga harus ijin dulu kepada tuan besar." Jelasnya lagi.
" Oh baiklah ka, dan kalau begitu aku pamit dulu ya.. ka sekaligus aku mau menyalin nomernya ka Khofifah." ucap Annisa berpamitan kepada Bella sambil bejalan ke arah pintu.
" Nona tunggu sebentar, bolehkah saya meminta bantuan kepada nona, hanya satu kali saja nona." Ucap Bella mengejar langkah Annisa yang sudah memegang handle pintu kamar Bella.
__ADS_1
" Meminta bantuan apa ka ?." ucap Annisa sambil membalikkan badannya menghadap Bella.
" Boleh kah kamu memberikan semangat buat tuan besar melalui sebuah rekaman." ucap Bella dan merasa takut kalau Annisa menolak permintaan dirinya.
" Memangnya kenapa dengan kakek ka ?." ucap Annisa menatap serius wajah Bella.
" Tuan besar saat ini sedang sakit dan beliau juga sedang berusaha untuk berjuang kembali demi mencari anak dan cucunya."
" Memangnya cucunya dan anaknya kemana ka dan kenapa harus di cari." Ucap Annisa polos padahal dirinya adalah cucunya yg ang saat ini di cari oleh tuan angkasa.
" Apa nona lupa atau bagaimana, kan nona adalah cucu dari tuan besar." ucap Bella sambil geleng geleng kepala karena tingkah nona mudanya ini ternyata pelupa.
" Hehe maaf ka, kan baru aku pertama kali aku punya kakek ternyata dan maklum aja kalau aku masih suka lupa." Kekeh Annisa sambil memperlihatkan gigi putihnya.
" Baiklah nona, dan apakah nona bersedia bantu saya.." ucap Bella lagi.
" Boleh ka, tapi ad syaratnya ya..." jawab Annisa sambil memberikan syarat.
" Apa itu nona." ucap Bella lagi.
" Syarat nya adalah bisa tidak Kaka memberikan semua foto keluarga dari ibu dan juga ayah tapi dalam bentuk yang sudah menjadi album ya.. ka." Ucap Annisa.
" Baik dan aku tunggu ya...ka, kalau begitu aku pamit dulu dan nanti aku balik lagi ke sini." ucap Bella sambil membuka pintu kamar bella
" Iya silahkan nona." ucap Bella sambil menatap punggung Annisa yang sudah keluar dari kamarnya.
Setelah di rasa Annisa pergi bella pun segera menelfon anak buahnya.
" halo jeki bisa kamu kirimkan semua album anggota keluarga Sanjaya lengkap dan juga keluarga tuan angkasa dan jangan lupa kamu pajang foto satu satunya dan beri nama siapa aja mereka dan jika ada yang sudah menikah kasih tau juga . Dan kirimkan sekarang ke rumah nyonya Chintia dan juga jemput saya malam hari ini juga." ucap Bella tegas.
" Baiklah bos kami semua akan menyiapkan apa yang bos minta." ucap anak buah Bella.
" Bagus dan cepatlah." jawab Bella tegas.
Setelah Bella berbicara di telfon Bella pun melanjutkan membereskan baju nya yang sempat tertunda dan setelah baju bajunya di rasa sudah masuk semua kedalam tas Bella pun mandi tengah malam karena merasa gerah dan setelah melakukan ritual mandinya Bella pun menunggu Annisa, setelah menunggu lama Annisa pun datang lagi ke kamar Bella.
__ADS_1
ceklek.
" Assalamualaikum ka... ijin masuk ya..." salam Annisa.
" iya waalaikumsalam masuk aja nona." jawab salam Bella dan menyuruh Annisa masuk ke kamarnya lagi.
" Oh iya ka ini nomer handphone nya ka Khofifah." ucap Annisa sambil menyerahkan nomer tetangga nya yang berada di kampung.
" oh iya makasih ya.. dan soal album nanti ada yang nganter ke sini sekalian jemput saya nona." ucap Bella sambil tersenyum kepada Annisa.
" iya ka sama sama, dan tadi katanya Kaka bilang nyuruh aku buat rekam suara aku untuk apa ?." Ucap Annisa jujur karena dirinya takut.
" Tidak susah takut nona karena saya hanya ingin menyampaikan pesan gembira ini pada tuan besar, mari nona kita mulai ya.. dan nona berbicara apa saja yang penting membuat tuan besar bangkit dan rasa sakit di tubuhnya segera di lawan oleh tuan besar." Jelas Bella.
" Baiklah ka Yo kita mulai saja." ucap Bella tersenyum.
Akhirnya Annisa pun menyetujui dan Bella pun tidak akan membuang waktu lama lama karena dirinya merasa menang dan dan juga senang. Dan akhirnya Bella pun mengambil handphone nya setelah itu membuka aplikasi rekaman dan duduk serta memberikan handphone kepada Annisa untuk berbicara.
" Ayo nona kita mulai saja ya.." ucap Bella kepada Annisa dan Annisa pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda jawabannya.
"*assalamualaikum kakek nya an.
bagaimana kabar kakek hari ini dan semoga kakek sehat sehat terus ya... dan jangan terlalu banyak pikiran ya... karena itu tidak baik bagi kesehatan kakek."
"Oh iya kakek, an ini* cucu pertama kakek atau anak dari ibu Halimah dan maaf ya.. an belum bisa dan belum berani ketemu kalian semua hehe dan kakek jangan marahin ka Bella kalau aku tau semuanya tentang keluarga ibu dan ayah ya.. walaupun aku masih sedikit trauma dengan masa lalu aku di mana aku tidak mendapatkan kasih sayang ayah sejak kecil hehe. " ucap Annisa yang merasakan sesak dan nada bicaranya pun sudah berubah dan sedangkan Bella hanya bisa melihat saja dan menatap Annisa yang sedang nelfon sambil berusaha menahan bedak, emosi, marah dan semuanya itu bercampur menjadi satu.
" Kakek jika suatu hari nanti kita di pertemukan kembali an mohon sama kakek jangan marahin ibu atau salahin ibu ya... dan An mohon juga kakek harus tetap sehat dan bisa beraktifitas lagi seperti sedia kala." ucap Annisa menasehati sang kakek. kalau begitu an tutup ya.. assalamualaikum kakek an yang paling an sayang dan An rindukan untuk perjumpaan kita." Ucap Annisa sambil menutup rekaman.
Hay Hay Hay selamat siang semuanya hehe.
maaf telat up hehe maklum nyari Waktu nya sambil curi curi hehe.
seperti biasa Ning mau minta maaf kepada semuanya hehe dan kalau misalnya alur ceritanya kurang sreg dan alurnya juga hehe.
mohon di maklumi ya..
__ADS_1
terima kasih šš
salam sayang š¤š¤š¤