Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Jebakan Untuk Mira


__ADS_3

Berbeda dengan Anton yang mulai berkerja, Mira sedang berusaha mati matian menghindari Vino.


" Ya tuhan ini lebih mengerikan dari di hina oleh seluruh siswa sekolah. Kenapa Vino selalu berusaha dekatin aku sih... "


Mira hanya bisa meratap sendiri di dalam hati.


Sejak hari pertama MOS Mira dan Widi jarang sekali bertemu karena kesibukan mereka masing masing.


Tapi di Asrama mereka tetap saling perhatian. Kadang kalau widi yang duluan pulang daru sekolah, dia akan menyiapkan makanan untuk mira nanti makan saat datang. Dan dia tinggal tidur duluan. Di makannan itu di tuliskan note agar Mira memakan makanannya.


Begitupun dengan Mira, dia melakukan hal yang sama kepada Widi. Mereka saling perhatian walaupun jarang bicara.


Banyak hal yang ingin Mira critakan kepada Widi, begitupun Widi. Dia ingin sekali membicarakan kepada Mira kejadian di sekolah saat dia berusaha di manfaatkan oleh senior disna untuk mempermalukan Mira.


Tapi Widi tau, itu hanya hasutan setan yang menguji persahabatan dia dan Mira. Jadi dia mengabaikannya dan sekarang berakibat dia di kucilkan di klompoknya. Dia di bully habis habisan oleh klompoknya.


Dia ingin mengatakan itu semua kepada Mira, tapi tidak punya kesempatan dan dia juga tidak ingin membebani Mira terus.

__ADS_1


Mira sangat kesal sekarang dengan tingkah Vino, dia sangat menyebalkan dan bahkan dia mencoba bermain lick kepada Mira dengan berusaha menyentuh Mira.


Mira jelas menghindar dari semua perilaku Vino itu, tapi Vino tidak menyerah dan semakin menjadi.


" Jadi adik adik semua siswa baru, besok adalah hari terakhir MOS ini di lakukan. Besok juga kalian harus menampilkan bakat kalian di depan semua siswa. apakah kalian semua sudah siap? "


" siap... " semua siswa menjawab serempak tapi tidak dengan Widi, dia merasa sangat buruk sekarang. Karena dia sedang di ancam agar menggagalkan pertunjukan Mira dengan cara apapun kalau tidak video dia yang sedang di bully akan di tampilkan di atas panggung.


Widi sangat terganggu dengan hal ini dia tidak ingin menyakiti Mira lagi dan dia juga tidak mau di permalukan oleh mereka.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang Mir,,, aku gak mau menyakiti kamu. Tapi aku gak mau juga di permalukan di depan umum. "


Takut jelas di rasakan oleh Widi, belum lagi dia merasa malu karena dia harus menjebak Mira nanti.


Saat sampai di kamar asramanya, Widi langsung melihat Mira di kamar. Dengan ragu dia berjalan ke kamar itu dan menemui Mira.


Mira melihat kedatangan Widi dia tersenyum lega. Senang dia bisa bertemu temannya ini.

__ADS_1


" Wid,,, kamu baik baik saja? Aku kangen kamu... "


" aku... baik Mir.. "


dari nada bicara widi terdengar jelas dia sedang ragu dan ada beban pikiran yang di pikulnya.


" Kamu kenapa Wid? kamu bisa crita dengan aku. Kita hadapi masalah bersama ok..."


" aku.... aku... aku gak apa Mir.. "


" kalau kamu belum bisa crita gak apa kok... aku akan tunggu kamu siap. "


Mendengar perkataan Mira membuat Widi tambah sedih dan dia tidak bisa membendung tangisnya lagi.


Widi menangis sangat lama dan Mira hanya menemani tanpa bicara dulu..


" Minum dulu Wdi... kalau sudah lebih tenang kamu bisa critakan semuanya dengan aku. "

__ADS_1


Widi menuruti Mira dan berusaha menenangkan diri dulu. Dia memutuskan membicarakan semuanya dengan Mira dan akan menghadapi semuanya bersama dengan temannya ini.


Dia tidak mau mengorbankan pertemanannya demi kenyamanan dia di sekolah itu.


__ADS_2