
" Apa yang Kaka barusan bilang." Tanya dokter Ryan kepada sang Kaka.
" Kaka bilang kamu seharusnya meminta maaf pada mereka karena mereka lebih menderita di bandingkan kamu dan anakmu juga." ucap tuan Dimas kepada dokter Ryan."
" Apa yang harus aku lakukan kan ka saat ini. jika benar dia anakku maka aku akan merasa berdosa telah meninggalkan mereka berdua tetapi jika bukan maka biarkanlah aku tetap menyayangi dirinya." Ucap dokter Ryan lirih dan juga sedih ketika jika kenyataan bahwa Annisa bukanlah lah anaknya maka serasa dunia ini akan runtuh dan di saat dokter Ryan menatap wajah teduh Annisa, Annisa mulai sadar dan mengerjakan matanya.
" Egh." Lenguhan Annisa ketika membuka mata setelah pingsan dan membuat nyonya Chintia langsung mendekati nya dan bertanya.
" Annisa apa kamu dengar ibu nak." Ucap Nyonya Chintia sambil duduk di ranjang dengan Annisa dan menggenggam tangan Annisa.
" Air." Ucap Annisa lirih dengan suara seraknya kecil namun masih bisa di dengar oleh dokter Ryan, dan seketika itu dokter Ryan dnegan sigap langsung mengambil kan air putih dan memberikannya kepada Annisa.
" Silahkan di minum dulu." Ucap dokter Ryan memberikan gelas yang berusi air putih dan seketika itu nyonya Chintia membantu Annisa untuk minum karena nyonya Chintia melihat tangan Annisa yang gemetaran dan juga sedikit susah serta lemas.
" Terima kasih." Ucap Annisa tersenyum manis dan berterima kasih kepada dokter Ryan dan juga nyonya Chintia.
" iya sama sama." Jawab Rempak nyonya Chintia dan dokter Ryan.
" Apakah kamu sudah merasa baikan Annisa." Tany tuan Dimas.
" Sudah ayah, maaf karena telah merepotkan kalian semua." Ucap Annisa meminta maaf dan menundukkan kepalanya.
" Buat apa meminta maaf." Ucap nyonya Chintia bingung.
" Karena Annisa sudah berani menampar ka Puspita dan juga mengeluarkan kata kata yang tidak pantas." Ucap Annisa lirih
" Tidak usah meminta maaf dan jangan pernah menundukkan kepala kamu Annisa." Ucap Nyonya Chintia sambil mengangkat dagu Annisa agar Annisa tidak menundukkan kepalanya.
" bener itu kata istri saya, jangan meminta maaf karena kamu tidak bersalah sama sekali, dan yang seharusnya meminta maaf itu Puspita dan bukan kamu." Ucap tuan Dimas
" Tap...." Ucapan Annisa terputus di kala Bryan yang langsung memotong pembicaraannya.
" Apa kamu sudah baik baik saja Annisa, apa ada yang sakit, atau butuh sesuatu yang ingin kamu makan, apa masih pusing." ucap Bryan yang banyak bertanya dan membuat tuan Dimas, nyonya Chintia dan juga dokter Ryan geleng geleng kepala karena tingkah laku sang anak lelaki satu satunya.
" Aku tidak apa apa kak." ucap Annisa kepada Bryan yang saat ini sedang khawatir kepada dirinya.
" Yakin kamu baik baik saja " selidik Bryan menatap wajah Annisa dan mencari kebohongan yang sedang di sembunyikan oleh Annisa namun , ternyata Bryan tidak menemukan kebohongan sama sekali. Dan Bryan selalu berfikir bahwa Annisa bisa membaca ekspresi seseorang.
" Iya." Ucap Annisa senyum kepada Bryan walaupun sebenarnya dia masih merasa sakit dna juga lemas, namun dia bisa menyembunyikan nya dengan sangat baik.
Di lain tempat saat ini Puspita masih berada di ruang keluarga.
" Anggara apakah menurut kamu Annisa akan memaafkan diriku." Tanya Puspita kepada sang suami.
" Kalau menurut aku Annisa akan memaafkan dirimu cuman dengan cara dia sendiri." Ucap Anggara kepada sang istri.
__ADS_1
" Maksudnya bagaimana?." Bingung Puspita.
" Kamu dengar kan baik baik ya... dan jangan memotong atau menyela di saat aku sedang berbicara. Ucap Anggara.
" Baik." ucap Puspita.
Anggara pun menceritakan kepada Puspita bahwa Annisa adalah tipe orang yang pemaaf namun cara memberikan maaf nya berbeda dengan orang lain. Dan bukan hanya itu saja Annisa adalah tipe pemaaf namun pengingat setiap perbuatan buruk mereka di otak memori nya.
" Bagaimana kamu bisa menyimpulkan seperti itu." Selidik Puspita.
" Aku bukan menyimpulkan tapi ini memang kenyataan yang sebenarnya." Ucap Anggara yang mencoba meyakinkan sang istri agar dia bisa percaya dengan apa yang barusan dia ucap.
" Lalu, jika benar itu omongan kamu dari mana kamu tau semua tentang Annisa." Tanya Puspita menatap tajam kepada sang suami, namun sang suami malah cuek saja dan tidak terganggu dnegan tatapan tajam dari sang istri.
" terserah kamu mau percaya atau tidak pun itu urusan kamu." Ucap Anggara.
Di mobil saat ini yang di tumpangi oleh bella dan Jeki mengalami keheningan dan Jeki pun berusaha untuk Bertanya.
" Bell." tanya Jeki memanggil Bella.
" Iya ada apa ?." Ucap Bella sambil melirik ke arah Jeki yang saat ini sedang menyetir mobilnya.
" apa aku boleh tau tentang Annisa." Tanya takut Jeki kepada bella.
setelah berbicara dan mengalami perjalanan yabg cukup melelahkan dan juga menguras energi. Akhirnya Bella dan Jeki pun sampai di pekarangan rumah besar dan megah siapa lagi kalau bukan rumah tuan angkasa.
" Jeki aku aku masuk dulu ya... soalnya aku ingin memberitahukan kabar gembira ini buat tuan besar." Ucap senang Bella karena hari ini dia bisa atau akan merasakan kembali kesehatan tuan besar.
" Pergilah dan jangan lupa nanti kamu ceritakan bagaimana kamu dan nona bisa bertemu dan bagaimana kamu bisa yakin bahwa dia adalah Nina kita." ucap Jeki kepada Bella dan berlalu pergi ke arah kamarnya sendiri.
" Iya nanti aku ceritakan. " Ucap Bella dengan suara sedikit keras agar teman sekaligus asistennya itu bisa mendengarnya.
Setelah kepergian Jeki Bella pun pergi ke ruangan di mana tuan angkasa saat ini sedang menjalani pengobatan dan bukan itu saja. Tuan angkasa juga saat ini sedang berjuang untuk mengalahkan penyakit jantungnya. Dan sebenarnya tuan angkasa ini tidak memiliki riwayat jantung.
Dan sampailah Bella di depan pintu kamar yang saat ini di pakai oleh tuan besar.
Tok tok tok tok.
" Permisi tuan besar, ini Bella apakah saya di perbolehkan untuk masuk." Tanya Bella dan juga meminta ijin kepada tuan angkasa dan saat ini di masih menunggu di depan pintu tuan angkasa.
" Masuk saja bel, karena pintu nya tidak di kunci." Ucap tuan besar dari dalam kamar dan menyuruh Bella untuk masuk.
Ceklek.
" Permisi tuan." Ucap Bella meminta ijin.
__ADS_1
" Iya masuklah." Ucap tuan besar.
Setelah di perbolehkan masuk oleh tuan besar Bella pun masuk dan langsung melangkah ke arah di mana tuan berasa sedang duduk. Dan Bella pun basa basi dulu untuk menetralkan jantungnya ketika dirinya akan memberi tahu tentang keberadaan nona mudanya.
" Bagaimana kabar tuan saat ini." Tanya basa basi Bella kepada tuan besar.
" masih seperti biasa dan juga masih belum terllau bisa bergerak." Ucap tuan angkasa yang saat ini langsung rebahan untuk merilekskan badannya.
" syukurlah tuan jika baik baik saja dan saya senang sekali jika suatu saat nanti tuan besar sehat kembali dan berkumpul dengan anak anak tuan besar." Ucap Bella tersenyum.
" Kapan kamu sampai ke sini Bella dan siapa yang menjemput kami." Tanya tuan angkasa yang langsung mengalihkan pembicaraan nya di saat sedang membahas anak anak dari tuan besar dan benar saja ternyata tuan besar langsung mengalihkan pembicaraan nya.
" Belum lama ini tuan dan mungkin belum sampai 30 menit sejak saya masuk ke sini tuan dan yang menjemput saya adalah teman saya sekaligus asisten saya tuan." Ucap Bella lagi.
" Ooh baiklah, kenapa kamu tidak istirahat dulu saja, karena perjalan dari rumah putri me sini itu lumayan cukup jauh." Tanya khawatir tuan angkasa.
" Tidak perlu tuan, karena sebelum saya kesini saya tidur dulu di dalam mobil." Ucap jelas Bella.
" Ooh baiklah kalau begitu." Ucap tuan besar menganggukkan kepalanya.
" Oh iya tuan besar saya ada hadiah buat tuan besar dan ini adalah sebuah rekaman dari orang yang mungkin tuan besar kenal dan akan membuat tuan besar bertanya tanya siapa kah dia." Ucap Bella sambil menyerahkan sebuah handphone yang satunya lagi dan membuka aplikasi rekaman nya setelah itu di berikan kepada tuan besar.
" apa ini." Ucap tuan besar bertanya kepada Bella karena dirinya merasa bingung ketika Bella memberikan handphone dirinya dan juga melihat sebuah aplikasi rekaman yang sebelumnya sudah di buka oleh Bella.
" Coba tuan dengar kan ya...." Ucap Bella kepada tuan besar dan tuan besar pun hanya menganggukkan kepala sebagai tanda iya.
Suara di dalam rekaman pun keluar dan seketika itu juga tuan besar melotot kan matanya karena mendengar suara yang sama persis namun berbeda ketika cara ia memanggil diri. dan lebih syok nya lagi ternyata dia tau soal dirinya Nyang memiliki seorang kakek, hingga rekaman itu pun dan tuan besar pun berhenti mendengarkan setelah itu memberikan handphone yang di pegangnya kepada Bella lagi.
" Ini ." ucap tuan besar dan menyerahkan handphone milik Bella.
" Dari mana kamu tau dan apakah kamu tau keberadaannya." Selidik tuan besar menatap wajah Bella dan juga menatap tajam ke arah Bella.
Hay Hay Hay selamat pagi semuanya hehe.
selamat menunaikan ibadah sholat subuh bagi yang menjalankannya ya... dan selamat beraktifitas saat ini bagi teman yang sedang berolahraga raga dan bersiap untuk pergi bekerja dan selamat beristirahat bagi teman teman yang saat ini sedang sakit." Tetap jaga kesehatan ya dan juga keselamatan ya..
Dan seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf buat teman teman semuanya bila Ning pernah punya salah baik sengaja maupun tidak, baik secara lisan dna juga tulisan, secara tersirat dan juga tersurat ya...
dan maaf banget kalau misalnya di penulisan kata yang ning buat ini membuat kalian ada yang tersinggung.
Dan maaf banget kalau misalnya banyak typo dan juga alur, tempat serta nama tokoh ya..
terima kasih šš
salam sayang š¤š¤
__ADS_1