Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode16


__ADS_3

Ketika semua orang panik karena Annisa pingsan setelah menampar dan berteriak di depan wajah Puspita dan membuat Puspita langsung syok serta seluruh tubuhnya lemas ke lantai dan juga menangis sambil memikul mukul lantai.


" Apa yang aku lakukan hingga membuat Annisa jatuh pingsan." Tangis Puspita di sela sela terduduk lemas di lantai masih memikirkan apa yang dia lakukan kepada Annisa membuat Annisa pingsan.


" Apa yang membuat kamu membelanya Annisa dan kenapa kamu menampar Kaka." Bingung Puspita dengan sikap Annisa yang lebih membela pelayan tiga dan di saat Puspita masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Annisa membelanya suami dari Puspita menghampiri Puspita dan membantu Puspita untuk berdiri.


" Bangun jangan nangis lagi, dan jangan di masukin ke hati karena di saat Annisa menampar kamu itu di saat dia juga mengingatkan masa lalunya." Ucap Anggara suami dari Puspita sambil membawa Puspita untuk duduk di kursi sofa.


" Bagaimana keadaannya." Khawatir Puspita pada Annisa.


" Dia masih pingsan dan saat ini wajahnya juga semakin pucat." Ucap Anggara kepada Puspita dan sebenernya Anggara pun khawatir dengan kondisi Annisa saat ini namun apakah daya ketika dirinya di suruh keluar oleh sang ibu mertua.


" Apakah semua orang ada di sana dan menemani Annisa." Tanya Puspita yang meminta jawaban dari sang suami.


" Iya." Jawab singkat anggaran.


" Aku ingin ke sana dan melihat Annisa, apakah kamu bisa membantuku." Ucap Annisa meminta tolong kepada Anggara Agar dia mau membantu dirinya menemui Annisa dan juga melihat keadaannya.


" Jangan dulu ke sana, karena situasi nya tidak memungkinkan untuk dirimu ke sana." Jawab Anggara.


" Kenapa." Bingung Puspita.


" Cobalah untuk mengerti Puspita dan jangan jadi orang bodoh, egois, munafik sepeti yang di katakan Annisa." Ucap Anggara mengingatkan.


" Kenapa kamu bisa bilang begitu ?." Tanya Puspita kepada anggara karena dirinya bingung dan juga kesal karena sang suami juga menyebut dirinya seperti itu.


" Apakah kamu tidak berfikir kalau kamu memang seperti itu Puspita, dan kamu lebih banyak membuat masalah dan membela orang orang yang salah Hingga orang yang berbuat salah pun bangga dengan dirinya karena bisa membuat orang percaya bahwa dirinya benar. Jelas panjang lebar ucap Anggara.


" Dan apakah kamu tau karena tindakan kamu itu membuka memori lama Annisa yang berusaha dia tutup selama ini dan ibu juga bilang bahwa Annisa tidak boleh merasa tertekan, menangis, kecewa, dan sakit hati atau juga melihat pertengkaran yang melibatkan orang tidak bersalah namun di salahkan Karena Annisa bisa menilai dengan cara dia dan cara annis menilai tidak pernah meleset sejak dia masih Kanak kanak." Ucap Anggara menjelaskan bagaimana sang ibu begitu khawatir dengan keadaan dan kondisi Annisa saat ini.

__ADS_1


sedangkan di kamar semua orang begitu khawatir dan cemas karena sudah lama Annisa belum bangun sama sekali dan nyonya Chintia oun menyuruh Bryan untuk menelfon dokter keluarga.


" Bryan cepat telfon dokter keluarga kita untuk segera datang sekarang." Ucap nyonya Chintia menyuruh Bryan untuk menelfon dokter keluarga dan saat itu juga Bryan langsung menelfon dokter.


Kring Kring


" Halo om, ini Bryan bisa ngga ok kesini sekarang." Ucap Bryan kepada sang dokter yang tidak lain adalah adik ipar dari nyonya Chintia.


" iya ada Bryan, kenapa malam malam begini telfon dan apakah terjadi sesuatu di sana." Ucap dokter yang merasa Khawatir jika keluarga kakaknya mengalaminya masalah.


" Bisa tidak om ke sini sekarang." Ucap Bryan mengulang kata katanya agar om nya ini segera datang.


" Ok tunggu 30 menit dan om akan segera kesana." Ucap dokter yang langsung bersiap untuk berangkat kerumah kakaknya dan tidak lupa juga membawa peralatan medisnya beserta obat obatan yang kemungkinan akan berguna nantinya.


Setelah 30 menit kemudian dokternya pun sampai di rumah nyonya Chintia dan saat ingin pun dia sedang berjalan ke arah pintu masuk.


Ting tong tong tong.


ceklek.


" Ada dokter, silahkan masuk karena tuan Bryan tadi sudah memerintahkan para pelayan untuk mengantar dokter ke tempat di mana tuan muda Bryan ada." Jawab pelayan sopan dan mengiring dokter untuk ke tempat di mana tua mudahnya berada.


" Baik " ucap sang dokter singkat dan mengikuti langkah pelayan dari belakang sampai akhirnya berhenti di sebuah kamar.


Tok tok tok.


" Permisi tuan muda dokter Ryan sudah datang." Ucap pelayan di depan pintu kamar.


ceklek.

__ADS_1


" Masuklah om, dan terima kasih sudah mengantarnya dan silahkan kembali ke tempat kalian dan selamat beristirahat." Ucap Bryan yang mempersilahkan om masuk ke dalam kamar dan juag berterima kasih kepada pelayan yang sudah mengantar om nya setelah pelayan yang tadi pergi dan menghilang Bryan pun menutup pintu kembali.


" Ada apa ka me...." Ucap Ryan terhenti ketika melihat seseorang yang terbaring di ranjang dan seketika tubuhnya mendadak lemas dan juga dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ranjang.


" Coba om pe.... ." Ucapan Bryan terhenti ketika melihat om nya buru buru menuju ke ranjang yang ada Annisa dan betapa kagetnya ketika melihat om nya itu memeluk Annisa begitu erat dan menangis.


" Anakku hiks hiks hiks...." Ucap Ryan dan membuat semua orang mendadak kaget, syok, dan hening seketika.


Entah apa yang saat ini mereka pikirkan dengan kejadian ini bukan tanpa alasan atau kebetulan tapi seperti drama film dan membuat tuan Dimas melangkah mendekati sang adik yang saat ini sedang memeluk Annisa serta dia ingin bertanya apa yang dimaksud dengan ucapan sang adik.


" Ryan apa yang kamu bicarakan terlalu lucu." Ucap tuan Dimas sambil terkekeh geli karena ucapan sang adik yang tidak masuk akal dan menurut dirinya ini adalah hanya sebuah lelucon belaka saja.


" Ini memang benar anakku kan dan bukan anak Bramantyo, dia hanya memanfaat situasi ini saja karena dia ingin menghancurkan keluarga aku dan juga keluarga Halimah, dan apa Kaka tau siapa yang mengambil mahkota Halimah ? Kaka pasti tidak tau kan karena yang kalian pikirkan bahwa yang mengambil mahkota Halimah itu Bramantyo justru kalian salah dan kalian itu bodoh yang pertama kali mengambil mahkota Halimah itu aku aku dan bukan Bramantyo." Ucap Ryan panjang lebar.


" Alah paling alasan aja, dan mana mungkin Annisa itu anak kamu karena Kaka tau kalau kamu dan Halimah itu temenan sejak SMP dan mana mungkin juga Bramantyo itu melakukan hal keji seperti itu pada kamu apalagi membuat kamu dan Halimah melakukan hubungan terlarang." Ucap tuan Dimas yang masih tidak percaya jika Annisa adalah keponakan kandung dirinya dan juga anak pertama dari Ryan dan tuan Dimas pun menganggap semua ucapan dan omongan Ryan itu hanyalah sebuah bualan semata.


" Kaka tidak akan percaya dan Halimah pun tidak akan percaya padaku kalau Annisa ini adalah anakku dan apakah Kaka masih ingat 19 tahun yang lalu aku mual muntah, ingin makan makanan yang aneh dan pergi jalan jalan ke Suatu desa seminggu sekali, tidak pernah mau makan masakan rumah, mandi tiap malam dan malas mandi pagi, begadang ,dan susah bangun tidur apakah masih ingat itu." Ucap Ryan mengingatkan sang Kaka di saat 19 tahun yang lalu dan di mana sang Kaka pun marah marah tidak jelas gara gara ulang dan tingkah sang adik.


" Iya Kaka masih ingat dan mungkin hari itu di mana kamu membuat Kaka frustasi dan juga kesal karena tingkah kamu itu Ryan." ucap tuan Dimas yang sedang mengingat ketika 19 tahun yang lalu.


Hay Hay Hay selamat pagi menjelang siang semuanya hehe.


Alhamdulillah hari ini aku baru bisa up walaupun sebenarnya up malam hehe dan ini aku ketiknya dari malam hehe dan maklum lah banyak kendala yang mungkin tidak bisa aku tinggalin. hehe


seperti biasanya aku mau ngucapin permintaan maaf dan selamat bekerja bagi teman teman yang saat ini sedang bekerja dan selamat beristirahat bagi teman teman yang saat ini kondisinya kurang fit. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan ya.. buat teman teman semuanya.


dan mohon maaf bila ada kata yang menyinggung teman teman, dan mohon maaf bila banyak typo.


terima kasih 😁😁

__ADS_1


salam sayang šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2