
Vino dengan seenak hati sudah mengklim kalau Mira sudah menjadi miliknya. Dia tidak segan segan menunjukan sikapnya yang terlihat tertarik kepada Mira.
Hal yang di lakukan Vino itu membuat banyak murid perempuan merasa cemburu kepada Mira.
Mira sadar dengan hal ini dan dia hanya menghela nafas.
" Ini lebih merepotkan dari Bima. Aku merasa seperti lepas dari mulut harimau masuk ke mulut serigala. Sangat merepotkan. "
Mira hanya bisa mengeluh di dalam hati. Hari yang di lalui Mira saat ini terasa sangat lama. Dia sudah sangat capek menghadapi berbagai drama di sekolah ini.
Padahal ini belum sehari dia menjadi siswi SMA, tapi dia merasa sudah sangat lelah. Lelah dengan sikap orang orang di sekolah ini. Lelah dengan tatapan mereka dan cara mereka mengagungkan diri.
" Kak, maaf apa bisa kakak Vino agak menjauh sedikit dari saya? "
Mira ingin mencoba bicara baik baik dulu kepada Vino, siapa tau dia mau mendengarkan
" Lo kenpa Mir? "
" Saya merasa risih di tatap sama mereka semua kak, "
" hahahaha jangan di pikirin mereka hanya iri saja"
" Tapi mereka seperti itu karena sikap kak Vino ke saya, saya tidak mau mencari musuh kak."
" kenapa sikap aku Mir,? "
__ADS_1
vino pura pura bodoh dalam hal ini. Padahal dia sengaja membuat kekacauan ini.
" hah... kak, kita sedang dalam proses membuat alur crita drama kan.... bagaimana kalau bagi tugas saja biar cepat selesai? dramanya juga akan di tanpilkan di penutupan Mos kan.. "
semua mendengar perkataan Mira dan berpikir akan sangat merepotkan kalau mandiri begitu.
Mira tau mereka akan menolak jadi dia cepat cepat merubah perkataanya dan meyakinkan mereka.
" begini, maksud saya bagaimana kalau stelah membuat naskah dramanya kita latihan mandiri. sebelum hari H nya kita latihan bersama sekali. Jadi menghemat waktu yang ada dan tidak mengganggu aktifitas masing masing. "
" iya iya benar kami setuju itu. "
kebanyakan dari mereka setuju. Jadi terpaksa Vino juga setuju.
Dia akan tetap mengejar Mira dan menempeli Mira kemanapun. Biar semua orang tau kalau Mira miliknya.
" Kamu sengaja melakukan ini ya Mir? "
" maksud kakak apa ya? "
sekarang Mira yang giliran pura pura bodoh.
" kamu jangan pura pura bodoh Mir, aku tau kamu sengaja melakukannya karena ingin menghindari aku. "
" aku hanya ingin kedamaian kak, apa salah? aku datang kemari untuk belajar bukan cari sensasi. "
__ADS_1
" kamu munafik"
Vino marah dengan Mira karena perkataannya. Dan dia tanpa sadar mengeluarkan sisi aslinya di depan Mira.
" Terserah kakak mau bilang apa, tapi aku tidak suka di manfaatkan untuk sensasi kak, apalagi hal ini merugikan aku. "
" kamu wanita paling munafik yang pernah aku lihat. "
" Terserah kakak menilai apa"
" kurang ajar"
Mira tidak ada menjawab perkataan Vino terakhir itu, dia diam untuk meredam emosinya. Vino sudah menguji kesabaran Mira.
Tapi tidak ada orang yang mendengar perkataan mereka. Karena mereka bicara dengan suara kecil.
Vino saat ini sangat marah kepada Mira, karena belum apa apa sudah di tolak mentah mentah oleh Mira.
Ini pertama kalinya Vino menemui wanita seperti ini. Dan Mira juga dengan mudah bisa membuat dia lepas kendali.
Tapi hal ini menjadi semakin menarik untuk Vino.
Semakin besar keinginan dia untuk memiliki Mira
Obsesi Vino ke Mira luar biasa besar dan semua itu sangat berbahaya untuk Mira.
__ADS_1