Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode 13


__ADS_3

Akhirnya setelah berbicara walaupun Keat sebuah rekaman Annisa lega.


" Terima kasih ya.. nona sudah mau membantu saya dan terima kasih juga sudah membangun untuk tuan besar segera bangkit." Ucap Bella tulus dan memegang tangan Annisa.


" Hehe Kaka tidak usah sungkan hehe jika butuh bantuan aku lagi insya Allah aku akan bantu sebisa mungkin yang aku bisa." ucap Annisa sambil terkekeh dan juga membalas genggaman tangan Bella.


" Oh iya saya mau pamit dulu sama nona dan nona pun harus bisa jaga diri jika saya tidak ada dan mungkin saya pun tidak akan ada setiap saat untuk membantu nona." Ucap Bella.


" Kaka tidak usah khawatir ya, soalnya besok juga aku sudah pindah ke rumah temennya ibu Chintia dan juga aku pasti akan bisa jaga diri ko. Ucap Annisa menenangkan Bella.


" Baiklah nona jika nona bisa jaga diri nona dan kalau begitu kita keluar nona karena mulai dari sekarang kamar ini bukanlah kamar saya lagi nona."


" Ya sudah ayo kalau begitu kita keluar bareng bareng aja ka." Ucap Annisa sambil membawakan barang Bella.


" Tidak usah di bawa nona, biar saya saja yang bawa ini, karena ini sangat berat." ucap Bella sambil melepaskan tas yang Annisa bawa.


" Tidak apa apa ka, selagi aku bisa bawa kenapa ngga aku bantu." ucap Annisa sambil tersenyum.


" Tapi nona ini kan Sangat banyak sekali isinya dan takutnya tangan nona nanti sakit." ucap Bella khawatir.


" Tenang aja ka aku pasti kuat dan bisa ko." ucap Annisa meyakinkan Bella.


" Baiklah nona jika memang nona memaksa DNA terima kasih karena nona mau membantu saya." Ucap Bella berterima kasih.


Setelah membawa barang barang pribadi Bella, Bella dan Annisa pun keluar dari kamar mereka dan mereka pun menuju tempat di mana tuan Dimas berada.


" Permisi tuan, saya mau ijin pamit dari sini dan sebelum saya pamit dari sini tuan atau beserta yang lain boleh memeriksa tas yang saya bawa dan menggeledah nya. Takutnya saya membawa barang atau yang lainnya.


" Tidak usah saya percaya sama kamu dan ini uang pesangon dari saya dan ini juga uang gaji kamu." Ucap tuan Dimas sambil menyerahkan 2 amplop coklat kepada Bella.


" Tidak usah tuan, saya bekerja di sini pun sudah ada yang menggaji jadi tuan tidak perlu repot repot." ucap Bella sopan.


" Baiklah kalau begitu saya pamit tuan." ucap Bella undur diri.


" Baiklah dan hati hati di jalan dan sampaikan salam permintaan maaf saya." Ucap tuan Dimas yang sedang menahan air matanya.


" Baiklah tuan." ucap Bella sambil ternyumn kepada tuan Dimas.


Setelah Bella undur diri tuan Dimas pun menatap dua pelayan yang tadi berdebat dengan dirinya.


" Silhkan kalian keluar dari rumah saya sekarang juga !!." Teriak tuan Dimas.

__ADS_1


" Maaf tuan kami tetap tidak bisa." Ucap pelayan 1 dan 2 secara bersamaan.


" Pelayan !!!." Teriak tuan Dimas memanggil pelayan yang lain.


" Iya tuan." ucap pelayan 4.


" Cepat bereskan barang barang mereka dan lempar semua barangnya di luar pagar paham kalian !!." Teriak tuan Dimas untuk menyuruh pelayan lain membereskan baju baju pelayan 1 dan 2.


" Baik tuan." ucap serempak pelayan 4 dan pelayan yang lain.


" Tuan anda tidak berhak memecat dan anda juga tidak berhak mengusir kami dari sini, karena yang berhak mengusir kami adalah hanya nyonya Chintia saja dan bukan tuan !." Teriak pelayan 1.


" Hey di sini yang kepala keluarga saya dan yang menerima kalian juga saya, yang menggaji kalian saya, yang memberikan hadiah buat kalian itu saya, dan yang kalian pakai itu semua punya saya dan yang berhak itu saya !!." Teriakan tuan Dimas menggema seisi rumah dan karena teriakan tuan Dimas yang sangat kencang, lantang dan dengan suar tinggi membuat semua orang yang berada di rumah mulai ketakutan. Karena baru pertama kalinya mereka semua melihat tuan Dimas marah besar.


" Cepat pelayan dan bereskan serta seret mereka berdua keluar." ucapnya lagi sambil menunjuk ke arah pelayan 1 dan 2 yang saat ini mungkin sedang ketakutan karena teriakan tuan Dimas serta bentakan tuan Dimas.


" Baik tuan akan kami bereskan segera mungkin." ucap pelayan yang lain.


setelah para pelayan membubarkan dirinya dan menuju ke kamar pelayan 1 dan 2. Dan mereka semua pun membereskan baju baju milik pelayan 1 dan 2. Setelah di rasa cukup dan selesai semua pelayan yang membereskan baju baju mereka pun keluar dan meletakkan tas pelayan 1 dan 2 di gerbang pintu masuk.


Dan tidak lupa juga menyeret pelayan 1dan 2.


setelah semuanya selesai mereka pun pergi dari hadapan pelayan 1 dan 2.


" Awas aja akan aku balas kamu Dimas." Dendam pelayan 2.


" Terus sekarang kita harus bagaimana ? mana mungkin kita berdua pulang ke rumah tuan Sanjaya." Bingung pelayan 1.


" mending kita cari kontrakan dulu baru kita atur cara apa yang harus kita lakukan untuk mengambil harta mereka." ucap pelayan 2.


" Baiklah kalau begitu mari kita bereskan barang barang kita setelah itu baru kita pikirkan lagi." ucap pelayan 1.


Akhirnya mereka pun pergi menggunakan taksi dan mencari kontrakan untuk mereka tinggali sementara karena menurut mereka jika dirinya pulang ke rumah Sanjaya maka mereka akan dihempaskan dan juga di usir dari rumah itu. Dan tanpa mereka sadari ternyata Annisa menguping semua ucapan mereka dan Annisa pun buru buru kembali lagi ke tempat di mana ka Bella menunggu.


" Maaf ya.. ka nunggu aku lama hehe." kekehan Annisa.


" Tidak apa apa nona." sambil tersenyum.


" Oh iya ka apa Kaka punya anak buah untuk menjaga keluarga tuan Dimas dan nyonya Chintia.


" Nona tenang saja karena sejak awal tuan besar sudah memerintahkan orang lain terlebih dahulu untuk memantau situasi keluarga nyonya Chintia dan tuan Dimas." Ucap Bella

__ADS_1


" Ooh begitu ya.. ka." ucap Annisa mengangguk.


Tidak lama setelah mereka selesai mengobrol datanglah sebuah mobil yang berhenti di depan mereka.


" Halo bos selamat malam." ucap Jeki sambil menundukkan badannya.


" Hai juga jeki." balas Bella.


" Oh iya bos ini foto album yang bos minta dan ini sepertinya sudah lengkap seperti apa yang bos bilang dan minta." ucap Jeki sambil menyerahkan sebuah album.


" Coba aku cek dulu." Ucap Bella sambil menerima foto album yang di berikan Jeki.


.Bella pun membuka foto album satu persatu dan melihatnya.


" Ok jeki ini sepetinya sudah lengkap." ucap Bella sambil menutup album dan menyerahkan nya kepada Annisa.


" Ini nona yang anda minta dan nona pun bisa melihat satu satu dari album ini, oh iya nona saya akan memberikan sementara handphone saya kepada nona." ucap Bella sambil menyerahkan album foto dan juga handphone dirinya.


" Tapi ka." ucap Annisa yang terpotong oleh Bella.


" Karena nona tidak bisa menggunakannya bukan ?." Tebak Bella dan benar saja Annisa pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Baiklah nona saya akan mencoba mengajarkan nona cara menggunakan handphone, dan nona lihat serta dengarkan baik perkataan saja dan telunjuk saja ya..." ucap Bella menjelaskan panjang lebar.


" Baiklah ka akan aku dengar." Ucap Bella senang.


Akhirnya Bella pun mengajarkan Annisa cara menggunakan handphone dari A sampai Z dan ternyata tidak butuh waktu lama dalam memahami nya. Karena ternyata Annisa merupakan anak yang pintar, cerdas, tepat tanggap dalam hal apapun jika ada seseorang yang mengajarkannya.


" Apakah nona sudah faham sekarang ?." Tanya Bella lagi.


" Sangat faham ka." Ucap Annisa senang karena dirinya ternyata bisa memegang handphone untuk pertama kalinya dalam seumur hidupnya.


" Dan nona ini perkenalkan Jeki asisten saya sekaligus teman masa kecil saya." ucap Bella memperkenalkan temannya sekaligus asistennya.


" Dan Jeki perkenalkan ini nona muda anaknya nyonya Halimah dan juga tuan Bramantyo." ucap Bella dan benar saja Jeki langsung melotot karena dirinya tidak percaya bahwa yang di hadapan ini adalah anak majikannya yang dulu pernah merawat dirinya.


" Halo assalamualaikum ka jeki." ucap salam Annisa sambil tersenyum.


Hay Hay Hay selamat malam semuanya hehe iya dan seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf ya kalo misalnya Ning punya banyak kesalahan hehe dan seprti biasa Ning minta maaf kalau banyak typo hehe.


terima kasih 😁😁

__ADS_1


salam sayang šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2