
Mira masih berbincang dengan Bima saat ini. Tapi dalam obrolan itu terlihat Bima yang mendominasi dengan berbagai macam bualan soal dirinya.
Mira hanya menanggapi dengan anggukan kepala tanpa ada niat untuk menimpali obrolan itu. Dan semua perilaku Mira di lihat langsung oleh mentornya Vino.
Ketua osis ini sepertinya mendekati Mira bukan karena dia tertarik tapi karena ingin popularitas. Vino sepertinya tau kalau Mira adalah salah satu siswa yang mendapatkan keistimewaan di sekolahnya ini. Jadi Vino ingin mendekati Mira agar nanti dia di kenal lebih banyak siswa lagi.
Sayangnya Mira bukan Mira yang dulu. Mira bukan gadis ramah dan mudah mengumbar senyum lagi kepada orang asing yang dia tidak kenal. Jadi rencana Vino yang ingin menarik perhatian Mira gagal. Mira bahkan tidak melirik dia sama sekali. Tetapi Mira tau Vino berusaha menarik perhatiannya.
"Seperti kata orang seseorang yang cuek dan dingin berasal dari orang yang perhatian dan peka tetapi tidak di perdulikan. "
Itu terjadi kepada Mira sekarang. Dia sebenarnya peka tapi berusaha tidak perduli.
Karena semakin dia peduli akan semakin banyak masalah yang muncul kepadanya.
__ADS_1
Jangan sampai drama sebelumnya berlanjut karena dia meladeni mentornya ini. Jadi dia lebih memilih mendengarkan cerita Bima yang tidak dia mengerti.
Karena sikap cuek dan acuh Mira keladanya, Vino merubah strateginya. Dia harus menyingkirkan laki laki yang sedang dekat dengan Mira. Dia pikir kalau Bima adalah orang yang mengancam rencananya jadi dia akan menjauhkan Bima dari Mira.
Mira melihat tatapan Vino ke Bima. Dan hal itu membuat Mira tersenyum tipis karena tau kalau akan ada yang membantu dia bebas dari Bima.
" Kalian sekarang dengarkan saya.. Kita di suruh membuat suatu pertunjukan bakat. Apa ada usul mau melakukan apa? "
Vino mulai bicara, menginstrupsi kelompoknya agar memoerhatikan dia. Tapi karena Bima memang orang yang keras kelala dan arogan jadi dia tidak menganggap hal itu penting. Dia dulu selalu di segani dan di hormati jadi dia tidak tau cara menghormati orang lain.
Untuk menghindari pertengkaran ada salah satu siswi yang mengangkat tangan. Dia ingin mengajukan ide untuk mengalihkan perhatian Vino.
" Bagaimana kalau kita tunjukan bakat menari atau menyanyi? " Berhasil. Perhatian Vino terakihkan.
__ADS_1
" Apa ada yang bisa melakukannya? "
Semua diam mungkin karena tidak berani tampil di depan umum atau memang tidak ada bakat. Jadi semua diam. Mira sendiri dia memang tidak tertarik jadi ikut diam.
" apa ada ide lain lagi? "
" karena ini acara untuk menunjukan bakat di kelompok ini kenapa tidak semua yang ada di kelompok ini menunjuka bakat masing masing? mungkin ada yang bisa nyanyi, nari atau main musik di antara kita. Kita bisa buat drama musikal untuk itu.. jadi semua bisa berkonstribusi dan tidak ada saling mengandalkan. "
Mira mengucapkan idenya karena sudah cukup lama mereka terdian tidak ada yang berani menjawab.
Semua yang mendengar ini merasa itu ide yang bagus dan semua ikut berpartisipasi. Jadi tidak ada yang mengandalkan satu siswa saja.
"Bagaimana semua setuju dengan ide itu? "
__ADS_1
Semua mengangguk setuju dan sekarang mereka sedang memilih tema apa yang akan di bawakan dan jalur cerita seperti apa nantinya cerita mereka.
Vino melihat Mira dengan tatapan kagum sekaligus terlihat ambisius. Dia mulai mengklim kalau Mira miliknya seorang.