Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode10


__ADS_3

" Bisa kamu jelaskan lebih rinci Bella." Tanya tuan Dimas.


" Baiklah saya akan menjelaskan kepada kalian semuanya dan saya mohon untuk mendengarkan dan tidak boleh ada yang memotong ucapan saya ataupun bertanya di saat saya sedang menjelaskan karena saya tidak akan menjawab pertanyaan." Ucap Bella kepada semua orang.


" Baiklah kami semuanya akan mendengar kan apa yang kamu jelaskan kepada kami." ucap tuan Dimas.


" Baiklah saya akan bertanya kepada keluarga tuan Dimas pernahkah kalian tau kabar terakhir dari nyonya Halimah ?." Tanya Bella.


" Tidak, tetapi kami pernah bertemu dengan Halimah dan juga Bramantyo di saat anak mereka satu tahun dan setelah itu kami tidak tau lagi kabar mereka sama sekali." ucap tuan Dimas.


" Dan apa kalian semuanya tau di mana mereka tinggal setelah kalian tidak tau kabar mereka.


" Tidak." Jawab serempak.


" Jika kalian ingin tau jawabannya maka tanyakan saja pada pelayan 1 karena dirinya tau persis bagaimana kehidupan keluarga nyonya Halimah dan juga tuan Bramantyo." ucap Bella sambil melirik dan menunjuk ke arah pelayan 1 dan membuat semua orang pun menoleh dan menatap dirinya. Hingg sang empu merasa terpojok dan juga merasa menjadi tersangka saat ini.


" sialan kenapa mereka harus melihat kepada ku sih dan kenapa juga ada seseorang yang tau rahasiaku. Harusnya jika aku tau bakalan terjadi seperti ini mending aku tidak usah bekerja di sini." Gumam pelayan 1 namun masih bisa di dengar oleh pelayan 3.


" Ngapain kamu mengumpat dan juga kenapa sekarang kamu menyesal hah." sinis Bella kepada pelayan satu.


" Bagaimana dia bisa tau kalau aku sedang mengumpat kan aku mengumpat pun sangat pelan dan mana mungkin juga bisa mendengar umpatan aku. Dan mana mungkin pelayan 3 itu tau apa yang aku umpat dan yang aku pikirkan karena jarak ku dan dirinya sangat jauh." Gumam Bingung pelayan 1.


" Ngomong aja dan tidak usah mengumpat aku karena aku bisa mendengar apa yang kamu bicarakan." ucap Bella.


Semua orang hanya menyaksikan saja apa yang mereka berdua bicarakan karena menurut diri mereka itu sama saja tidak penting jika mereka ikut menyela atau berbicara. sedangkan Bryan dan juga Annisa merasa syok karena selama ini pelayan 3 itu menyimpan banyak rahasia yang belum pernah di ketahui boleh siapa pun baik oleh dirinya dan Annisa atau keluarga nya.

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan saat ini, apakah aku harus menghadapi nya atau bagaimana ? tetapi aku tidak tau sama sekali atau secuil informasi yang ingin aku dengar dari ibu. Apakah ibu sengaja menyimpan rahasia dan rasa sakit akibat ulah sang ayah ? dan apakah ibu tau tentang istri kedua ayah dan juga wanita simpanan nya." Gumam Annisa dalam hati yang masih tetap fokus menatap lurus ke depan dan mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan mengenai keluarga ibunya dan juga ayahnya dan akan terjadi kejadian apa lagi selanjutnya.


" Mengapa kamu harus mengalami ini Tante dan seberapa berat beban yang kamu pikul dan juga kamu hadapi hingga kamu bisa menutup semua kebusukan suami dirimu Tante, dan apakah Tante tau jika suami Tante yang dulu Tante bangga kan dan menoreh luka ke Tante memiliki istri lagi dan juga wanita simpanan tanpa sepengetahuan Tante dan apakah aku harus memberi tahu Annisa Tante tentang bagaimana keluarga ayahnya dan keluarga Tante dan apakah Annisa akan menerima semua kenyataan pahit ini Tante, tolong bantu aku Tante." Gumam Bryan dalama hati sambil melirik ke arah Annisa.


" Ayo dong ngomong dan jangan kaya jadi bisu dadakan, tadi aja ngomong terus dan memprovokasi orang lain." Ucap Bella.


" Aku heran deh sama kalian berdua ini mau maunya aja di jadikan istri dan wanita simpanan tetapi hanya untuk di jadikan alat saja." ucap Bella menyindir sambil melepaskan tangan Puspita yang sempat di tahan. Karena merasa tangannya sudah bebas dari pelayan 3 Puspita pun buru lari ke hadapan suaminya.


" Mau ngomong apa engga nih, apa kalian takut kalau kalian tidak di kasih jatah uang bulanan oleh tuan Bramantyo dan misalnya jika kalian ngomong kebenaran nya maka kalian berdua tidak dapet jatah uang bulanan kan ?. Tebak Bella dan senyum sinis kepada dua pelayan.


" Bagaimana dia bisa tau semua." ucap pelayan 2 sambil melihat dan menatap ke arah Bella.


" Tidak usah menatap aku seperti itu kaena aku tidak akan takut dan diam jika kalian berdua itu mengusik keluarga ini." ucap Bella lagi.


" Ya sudah deh kalau kalian tidak mau bicara kalian tidak akan aku kasih 100 juta hari ini." ucap Bella sambil memperlihatkan check uang 100 juta di tangannya yang masih berupa kertas kwitansi.


" Eh jangan di sobek check itu kan sayang banget." ucap pelayan 1.


" Dari pada di sobek mending check itu buat kita berdua aja ya..." ucap pelayan 2.


" Enak aja, dari pada check ini aku kasih kalian berdua mending aku sobek aja dan aku aku bakar." Ejek Bella dan sinis karena Bella sangat tau bahwa dua wanita ini sangat gila harta dan uang orang lain mangkanya dua wanita ini dan tuan Bramantyo beserta keluarga nya sangat cocok jika masuk penjara tetapi sayangnya setiap bukti perbuatan mereka belum bisa di berikan kepada pihak kepolisian karena Bella belum bisa dan belum yakin bahwa mereka akan di penjara.


" Jadi tidak ada yang menjelaskan sama sekali kepada saya." ucap tuan Dimas karena sedari tadi dirinya tidak mengetahui jawabannya dan malah melihat perdebatan mereka.


" Maaf sebelumnya tuan, tetapi yang seharusnya memberikan jawaban itu mereka berdua dan bukan saya, karena saya belum cukup dan banyak bukti yang akan membawa mereka ke dalam penjara." ucap Bella

__ADS_1


" Kenapa bisa begitu." Bingung tuan Dimas.


" Karena ada pihak polisi buang berpihak kepada mereka dan bukan hanya itu saja tuan, semua bukti yang pernah kami kumpulkan itu di bakar hingga tidak tersisa dan sejak kejadian itu kami semua selalu berusaha untuk mengamankan setiap bukti yang kami kumpulkan atas tindak kejahatan yang mereka lakukan." ucap Bella panjang lebar.


" Apakah termasuk mereka berdua juga yang terlibat." ucap tuan Dimas sambil menunjuk 2 pelayannya.


" Betul sekali tuan, tetapi ada satu orang yang sangat harus kita cari karena sebenarnya dialah yang menyimpan bukti." ucap Bella.


" Maksudnya bagaimana." Bingung tuan Dimas.


" Maksudnya adalah ketika terjadi tragedi pembakaran semua bukti yang telah kami kumpulkan itu ada seseorang yang tidak sengaja mengambil bukti tersebut namun, sampai sekarang orang itu tidak pernah kami temukan sampai sekarang dan anehnya bukti yang pernah di bakar oleh suruhan keluarga tuan Bramantyo itu masih sebagian dan sisanya lagi kebakar." ucap jelas bela.


" Kenapa bisa begitu." bingung tuan Dimas lagi.


" Mana saya tau tua." Sambil mengangkat bahu dan tangannya.


" Dan kalau misalnya tuan ingin bukti yang lebih jelas maka tuan harus mencari informasi nya dari mereka berdua karena tanpa berkas berkas pun bisa asalkan mereka berdua mau jadi saksi ketika nanti di pengadilan tapi sayangnya mereka berdua itu takut kalau nanti tuan Bramantyo dan keluarga tidak akan memberikan uang yang biasa mereka kasih dalam kesempatan." ucap jelas lagi kepada tuan Dimas.


" Ibu harusnya kasus seperti ini hanya kamu yang bisa dan hanya kamu lah orang yang pandai dalam mengambil tindakan. Dan jika kamu bangkit Kembali bersama anggota anggota kamu yang terdahulu mungkin hari ini kamu pasti bisa membereskannya." Gumam tuan Dimas.


Hay Hay Hay selamat siang semuanya dan selamat beristirahat bagi teman teman yang sedang bekerja dan selamat menunaikan ibadah sholat Dzuhur bagi yang menjalankannya hehe.


seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf dulu ya.. kepada semuanya jika Ning pernah salah dalam kata dan tulisan, baik tersirat dan tersurat. Dan mohon maaf ya... bila ada yang tersinggung sama tulisan Ning ini hehe dan mohon maaf jika alur ceritanya berbelit sedikit hehe.


terima kasih 😁😁

__ADS_1


salam sayang šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2