
" Em maaf nyonya apa boleh saya bertanya." ucap Bella yang masih memperhatikan nyonya Chintia dari tadi dan ketika Bella bertanya kepada dirinya nyonya Chintia segera menghapus air mata dan juga mengembalikan ekspresi seperti sebelumnya walaupun masih ada bekas mata merah dan bengkak.
" Iya boleh Bella." Suara serak nyonya Chintia namun masih tegas.
" Kalau nyonya berkenan bisakah nyonya mempertemukan tuan besar dengan cucunya." ucap Bella takut karena dirinya langsung menunduk ketika melihat wajah nyonya Chintia sudah berubah kembali.
" Saya tidak tau Bella apakah saya bisa atau tidak, karena saya belum yakin sama sekali." ucap nyonya Chintia lirih.
" Kenapa nyonya?." Bingung Bella.
" Karena anaknya Halimah sama sekali tidak tau siapa keluarga nya dan siapa kerabat dekat ibunya dan yang hanya dia tau adalah ibu nya tidak memiliki saudara dan juga kerabat dekat.
" Bagaimana nyonya bisa tau ?." Bingung Bella kali ini karena banyak rahasia yang di tutupi oleh nyonya Chintia dan sejak kapan nyonya Chintia tahu tentang keberadaan anak anak nyonya Halimah.
" Bagaimana aku bisa kasih kamu tau Bella, karena Annisa bilang sendiri kepadaku kalau dirinya tidak memiliki saudara dan kerabat dekat dari ibunya." gumam nyonya Chintia salam hati.
" Saya hanya tau di saat di bercerita dengan saya." jawab nyonya Chintia.
" Ooh begitu ya.. nyonya, jadi bagaimana nyonya apakah nyonya berkenan untuk mempertemukan tuan besar dengan cucunya?." Tanya Bella sekali lagi.
" Maaf Bella, untuk kali ini saya belum bisa bantu kamu dan mempertemukan dia dengan ayah." ucap nyonya Chintia.
" Baiklah kurasa cukup sampai di sini saja pembahasan nya dan saya minta tolong kepada kamu untuk merahasiakan ini, dan jika tidak ada pertanyaan lagi silahkan kamu keluar dari ruang kerja saya." ucap nyonya Chintia sambil berdiri.
" Baiklah nyonya kalau begitu saya undur diri namun jika sewaktu waktu nyonya membutuhkan saya maka panggil saja ya.. karena saya dan pasukan saya akan menyelamatkan semua anggota keluarga tuan besar." Ucap Bella sambil menganggukkan badan.
" Oh iya Bella jika ada yang bertanya tentang saya kepada kamu maka kamu bilang saja kepada mereka kalau saya sedang mengerjakan berkas berkas ya.. dan jangan pernah bilang kepada mereka terutama suami saya jika saya menangis dan silahkan kamu keluar dari ruangan saya." Ancam nyonya Chintia kepada Bella.
Setelah Bella keluar nyonya Chintia pun duduk kembali di kursi kebesaran nya dan seketika itu juga nyonya Chintia menangis kembali dan memikirkan nasib adik perempuan satu satunya.
" Kenapa ini terjadi sama kamu Halimah hiks hiks dan bagaimana kehidupan kamu ketika kamu masih berstatus sebagai istri Bramantyo, apakah kamu makan dengan layak, memiliki tempat tinggal dengan layak, memiliki pakaian yang layak dan apakah kamu di berikan nafkah oleh Bramantyo Halimah hiks hiks, jika saja aku tau akan terjadi seperti ini maka aku tidak akan pernah menyetujui pernikahan itu Halimah hiks hiks." ucap Chintia lirih sambil memegang dada yang merasa sesak hingga mengakibatkan nyonya Chintia jatuh pingsan.
Setelah keluar dari ruang kerja nyonya Chintia Bella pun saat ini memilki banyak pertanyaan yang terus saja ingin di tanyakan kepada nyonya Chintia tetapi dia sendiri juga tidak berani.
" Aku harus bagaimana, dan bagaimana mungkin aku bertanya kepada nyonya Chintia di saat kondisi seperti ini.Jika aku tidak bertanya kepada nyonya Chintia tentang keberadaan anak anak nyonya Halimah maka nyawa taruhannya." Gumam Bella dalam hati sambil berjalan menuruni tangga dan kembali lagi ke arah dapur
Sedangkan di dapur masih bersitegang Antar Puspita dan pelayanan 1dan 2.
" Ok bisa jelaskan sebenernya apa yang terjadi." Tanya Puspita.
__ADS_1
" Begini nona kami dituduh oleh pelayan tiga kalau kami adalah orang yang tidak tau diri dan juga orang yang tidak tau terima kasih kepada keluarga ini." ucap pelayan 1 berbohong.
" Iya bener nona karena sejak awal dia sudah tidak menyukai kami berdua padahal kami lebih dulu bekerja di sini dan seharusnya pelayan tiga itu menghormati kami yang sebagi senior." ucap pelayan 2 memprovokasi Puspita.
" Apa kalian jujur dengan omongan kalian ?.Tanya Puspita lagi meyakinkan.
" Benar nona." ucap pelayan 1 menunduk dan tidak lupa juga mengeluarkan air mata buaya.
" Jadi harus bagaimana saya memberikan pelajaran kepada pelayan 3 itu.
Karena senang mendengar omongan dari nona mudanya itu kalau dia akan menghukum si biang kerok dalam menyelesaikan misi.
" Bagaimana kalau dia di keluarkan dari pekerjaan sebagai pelayan nona." ucap pelayan 2.
" Jangan dulu di keluarkan nona tapi beri pelajaran dulu yang setimpal dengan apa yang dia perbuat kepada kami berdua." ucap pelayan 1.
" Baiklah kita beri pelajaran dulu sama dia karena sudah membuat kalian berdua di permalukan." ucap Puspita membela dan merasa geram dengan tingkah pelayan 3.
Karena senang nona muda nya ini akan memberikan hukuman kepada pelayan 3 maka dia tidak perlu bersusah payah untuk menyingkirkan nya.
Dan tanpa di ketahui oleh mereka Bella mendengar pembicaraan mereka, namun dirinya tidak akan merasa takut atau kalah tetapi justru membangkitkan jiwa Bella yang sudah lama mati.
" Wow pertunjukan yang sangat hebat dan luar biasa hahahaha tapi sayangnya kalian berdua sangat bodoh hahaha dan menurut kalian saya akun takut begitu hahaha justru kalian salah hahaha." Tawa Bella menggelar di dapur hingga para pelayan yang di luar pun mendengar teriakkan Bella.
" Kau bilang bahwa aku adalah orang yang tidak menghormati kalian begitu." Tunjuk ke pelayan 2.
" Dan kau teman manusia hina lihatlah dirimu dan bercermin lah jika apa yang kau omongkan itu benar karena aku tidak pernah menuduh kalian berdua dan bilang bahwa kalian itu tidak tahu diri dan tidak tau terima kasih !!." Teriakkan Bella lagi.
Karena teriakan Bella sangat keras dan menggelar membuat semua orang ketakutan dan menciut nyalinya termasuk dua manusia yang tidak tahu diri dan sedangkan Bryan dan Annisa merasa tidak terganggu dengan teriakan Bella karena teriakan ini pernah ia alami ketika sang ayah melakukan kekerasan kepada dirinya dan sang ibu dan berbeda dengan Bryan karena dirinya pernah melihat Bella untuk pertama kalinya berteriak sangat kencang di perusahaan dirinya. Ketika dirinya mengalami masalah dalam perusahaan dan orang yang membantu dirinya untuk menyelidiki dan juga menyelesaikannya adalah Bella juga.
" Stop jangan membuat kerusuhan di rumah ini !!!." Teriak Puspita Kepada Bella.
" Saya tidak akan pernah berhenti jika dua wanita hina ini angkat kaki dari rumah ini !! ." Teriak Bella keras dan tidak kalah keras dengan Puspita.
" Apa hak mu hah !! kau hanyalah seorang pelayan di sini dan kau hanya bekerja dan bukan menjadi bos !!." Teriak Puspita kepada Bella.
" Iya kau benar sekali nona aku memang bukan bos dan juga aku adalah pekerja pelayan di sini tetapi saya lebih memiliki harga diri di bandingkan dua manusia hina ini." ucap Bella.
" Jika saja aku tidak berikan amanat untuk menjaga keluarga ini maka aku lebih baik tak Sudi dan tidak mau bekerja di rumah orang jodoh seperti kalian." ucap Bella tegas.
__ADS_1
" Siapa yang kau bilang bodoh hah !!." Teriak Puspita.
" Kau nona, karena nona sangat bodoh di bandingkan dengan yang lain." ucap Bella tersenyum miring.
" Mengapa kau menyebut diriku bodoh hah, dan kau beraninya berkata seperti itu kepada anak majikan mu." Ucap Puspita.
" Iya saya berani menyebut anda seperti itu dan memang kenyataannya begitu ko dan anda juga adalah wanita yang mudah di tipu dan juga di perbudak hanya dengan kata kata kotor mereka." ucap Bella.
" Beraninya kau... akan a...." saat hendak akan memukul Bella namun Bella lebih dulu menangkis semua pergerakan yang akan di lakukan oleh nona mudanya dan di potong perkataannya oleh Bella.
" Apa kau tau nona siapa dua wanita itu hah !." Teriak Bella di samping telinga Puspita, hingga membuat sang empu ketakutan dan juga keringat dingin karena teriakan Bella.
" Kau bakalan tidak tau nona siapa mereka karena kau sangat bodoh dan jika kau pintar maka kau akan mengetahuinya." Lirih Bella yang membuat semua orang terbengong dengan apa yang terjadi barusan. Bukannya tadi dia teriak teriak dan sekarang malah melemah.
" Memangnya siapa mereka." Ucap Bella berani bertanya kepada Bella walaupun dirinya merasa takut.
" pelayan ke dua adalah istrinya Tuan Bramantyo dan mereka menikah di saat anak pertama tuan Bramantyo berumur 10 tahun tetapi mereka menjalin kasih sekita 5 tahun dan di saat anak pertam tuan Bramantyo umur 5 tahun dan sedangkan pelayan pertama adalah bekas pembantu di rumah tuan Bramantyo dan nyonya Halimah pertama kali.
Dan bukan hanya itu saja dia juga adalah simpanan tuan Bramantyo di saat anak tuan Bramantyo berumur 1,5 tahun." Jawab spontan Bella dan membuat anak Tuan Bramantyo kaget dan juga tidak menyangka bahwa ayahnya tega melakukan penghianatan.
" Dan apa kau tau juga nona." Tanya Bella kepada Puspita.
" Uang yang di miliki oleh nyonya Halimah di rampas oleh tuan Bramantyo beserta rumah, ATM, handphone, dan bisnis. itu pun di bantu oleh mereka berdua."
" Hah." kaget serempak kecuali Annisa karena dirinya merasa syok akibat ulah sang ayah.
" Dari mana kamu tau soal itu." Karena ada seseorang yang memberi tahu saya." Jawab enteng Bella sambil tersenyum miring
Hay Hay selamat sore hehe.
maaf ya.. jika up nya lama hehe dan sebetulnya sih siang tadi juga harusnya sudah beres tetapi karena kendala ini dan itu jadilah baru sekarang beresnya.
dan seperti biasa Ning mau minta maaf sala kalian semua kalau ada yang tersinggung dengan ucapan Ning baik tersirat maupun tidak hehe dan baik ucapan lisan dan tulisan.
dan maaf juga nih kalau misalnya alurnya kurang nyambung atau bagaimana lah hehe maklum aja ya... karena efek kendala jadi bleng bleng hehe.
sebelumnya mau ngucapin terima kasih.
Salam sayang š¤š¤š¤
__ADS_1