Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Menghadapi Orang Gila Perlu Tenaga


__ADS_3

David yang berada di depan rumah Sifa mulai mengetuk pintunya. Dan tidak lama setelah itu, dia di persilakan masuk oleh pembatu di rumah Sifa.


" Silakan masuk den, non Sifa mengurung diri di dalam kamarnya dan tidak mau keluar sejak aden mengantarkannya. Dia bahkan tidak mau makan. Mohon bantuannya den. "


" Bi, sebelum saya masuk menemui gadis itu, bisa tolong ceritakan kenapa sampai kalian harus menelpon saya hanya untuk hal ini? orang tuanya kemana?"


" Begini den, selama ini, nona tidak pernah mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Mereka sama sama sibuk dengan urusannya masing masing. Mereka bicara dengan nona hanya untuk menuntut nona agar tetap belajar dan mendapatkan prestasi. Semua tuntutan itu mungkin menjadi beban berat untuk nona. Dan akhirnya saya melihat nona menjadi pribadi yang ambisius dan tidak pernah mau menerima kegagalan. Dan saat ini saat nona sakit begini, orang tuanya tetap tidak mau datang dan merawat nona. Mereka hanya menyuruh saya saja yang merawat nona saat ini. Tetapi nona tidak mau saya dekati. Saya takut kalau nanti nona sakit den."


David mendengar hal itu, merasa sedikit kasihan kepada Sifa. Tetapi dari yang dia dengar dari sepupunya, Sifa kalau sudah nanti mengklim sesuatu menjadi miliknya, itu akan sulit untuk menjauhkannya.


" Aku akan melihat kekamarnya sekarang bi, tolong siapkan bubur untuk makanan dia nanti. Tapi bi, saya harap bibi bisa mencarikan dokter yang bisa menangani nona bibi ini. Maaf. Tapi saya juga punya kesibukan sendiri yang tidak bisa saya tinggalkan hanya untuk mengurus dia saja. "

__ADS_1


Pengasuh Sifa paham kalau David itu keberatan dengan permintaan dirinya saat ini. Dan kali ini David mau membantu tapi tidak untuk berikutnya.


Dan pengasuh Sifa harus mencarikan solusi lain nantinya.


David saat masuk kedalam kamar Sifa, dia melihat keadaan Sifa yang meringkuk di balik selimut di pjokan kamar.


Melihat hal ini David merasa kasihan. Tetapi tidak mau menjadi korban berikutnya nanti saat Sifa sembuh.


" Hei... kamu mau sampai kapan bersembunyi begitu?"


Saat melihat David, dia bisa membuka semua penutup dirinya dan dia merasa aman saat ini.

__ADS_1


" Kamu katanya belum makan, ayo makan dulu. kondisi kamu tidak akan membaik kalau kamu terus begini saja. "


Sifa datang menurut kepada David. Dan David melihat kalau apa yang di pakai Sifa saat ini masih sama dengan yang di pakai sebelumnya.


" Kamu makan ini dulu. setelah itu kamu bersihkan badan kamu dan ganti pakaian. Apa kamu tidak merasa risih karena apa yang kamu pakai saat ini?"


Sifa tidak mendengarkan dirinya saat bicara. Dan David yang melihat dirinya tidak di pedulikan merasa kesal.


" Aku merasa perlu kesabaran ektra untuk menghadapi orang ini. Memang harus menyiapkan kesabaran ekstra untuk menghadapi orang gila ini. "


David berkali kali menghela napasnya saat menghadapi sifa. Dan setelah semua urusan dengan Sifa selesai, David langsung pulang kerumahnya. Dia tidak mau lagi berurusa dengan Sifa atau siapapun lagi.

__ADS_1


Dia tidak suka mengurusi sesuatu yang menurut dia merepotkan dirinya.


Sedangkan Anton, dia mulai merasa nyaman dalam kegiatannya belajar di sekolahnya. Tidak ada lagi yang menggagu dirinya saat dia belajar lagi.


__ADS_2