Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode19


__ADS_3

" Tidak tuan besar." Ucap Bella.


" Lalu ?." Tanya tuan besar angkasa menyelidik Bella.


" Sebelumnya saya mau minta maaf pada tuan besar, karena di sini saya tidak di perbolehkan untuk memberi tahukan kepada tuan besar tentang keberadaan nona muda dan nona muda juga berpesan agar tuan tidak marah pada nyonya Halimah dan juga membencinya." Ucap Bella yang mengingat pesan yang di berikan Annisa untuk tuan besarnya.


" Saya tanya kamu tau keberadaan dia di mana ?." Tanya tuan angkasa tegas.


" Sekali lagi saya mohon maaf tuan karena saya benar benar sudah di berikan amanat oleh nona muda untuk tidak membocorkan rahasia keberadaan nya." Ucap Bella yang masih berusaha untuk menyembunyikan kebenaran Annisa.


" Apa dia sekarang ada di rumah putri ?." Ucap tuan besar.


Deg.


" Bagaimana ini, jangan sampai tuan besar angkasa mengetahui keberadaan nona muda. Dan kalau misalnya diketahui maka nyawa nona muda pasti dalam bahaya." Ucap Bella dalam hati dan juga kebingungan karena tuan besarnya ini sudah mengetahui keberadaan Annisa.


" Kenap diam ? apa benar yang aku ucapkan barusan hem." Ucap tuan besar menatap tajam ke arah Bella.


" Tidak tuan." Ucap Bella menggelengkan kepalanya.


" Jangan berbohong kepada saya." Ucap tuan besar lagi.


" Saya tidak berbohong tuan, dan memang nona muda tidak berada di sana." Ucap Bella lagi.


" Ternyata kamu benar benar ingin membohongi saya ya.." Ucap tuan besar menatap sinis Bella.


" Jika tuan merasa bahwa saya telah membohongi tuan saya minta maaf, tapi saya melakukan ini pun atas perintah nona muda tuan, jika identitas nona terbongkar maka dengan mudah orang yang akan mengucurkan tuan lebih leluasa saat ini karena nona muda adalah penerus cucu pertama perempuan yang ada di keluarga tua. Dan bukan hanya itu saja tuan nona muda takut jika dengan kehadiran dirinya bisa membuat keluarga tuan menjadi lemah." Jelas panjang lebar Bella.


" Benarkah dia bilang sama kamu seperti itu." Tanya tuan angkasa.


" Iya tuan." Ucap Bella mengangguk kan kepalanya."


" Baiklah kali ini aku percaya sama kamu tapi jika suatu saat saya ingin bertemu dengan nya maka kamu harus mempertemukannya." Ucap tuan angkasa lagi.


" Saya tidak bisa janji tuan, karena itu adalah keputusan dari nona muda." Ucap Bella lagi.


"Baiklah terserah kamu saja dan atur saja." Ucap tuan angkasa sambil merebahkan badannya.


" Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri tuan, dan jika tuan butuh sesuatu maka tuan bisa memencet bel yang berada di atas meja." Ucap Bella membungkukkan badannya serta pamit undur diri.


Setelah Bella keluar tuan angkasa pun membuka selimutnya dan kembali serta duduk di tempat tidurnya serta memikirkan bagaimana nasib anak dan cucunya.

__ADS_1


" Apa kabar kamu cucuku. " Ucap lirih tuan angkasa.


" Maafkan kakek nak, jika kakek pernah menyakiti ibumu dan maaf kan kakek jika kamu harus menderita seperti ini ." ucap tuan angkasa.


" Kakek tidak marah sama ibumu nak, kakak hanya kecewa sama dengan semua pilihan ibumu, dan apa kamu tau nak ibumu adalah orang yang paling bodoh setelah bertemu dengan Bramantyo dan ibumu lebih susah di atur, selalu pulang malam, tidak pernah belajar, tidak pernah makan bersama lagi dengan semua keluarga, selalu membentak, pemarah dan egois nak." Ucap tuang angkasa lirih dan mengingatkan di mana saat Halimah menjadi lebih tidak bisa terkontrol dalam hal segala apapun dan lebih membuat ulah.


berbeda di tempat lain Bella saat ini sedang duduk di teras belakang dan memikirkan apa yang harus ia lakukan dan bagaimana caranya. hingga tiba tiba Jeki menepuk pundaknya Bella.


" Ada apa." Ucap Jeki menepuk pundak Bella.


" Hanya sedang memikirkan sesuatu saja." Ucap Bella tanpa menoleh ke arah Jeki yang saat ini duduk di samping Bella.


" Apa kamu saat ini sedang memikirkan nona muda ?." Tebak Jeki.


" Bukan hanya soal nona muda tapi soal bagaimana kita harus menemukan keberadaan nyonya Halimah karena itu satu satunya cara agar kita bisa membalaskan dendam kita kepada tuan Bramantyo." Ucap jelas Bella.


" Kenapa kamu harus menggunakan nyonya Halimah Bella." Bingung Bella.


" Karena nyonya Halimah adalah satu satunya orang pewaris perempuan di keluarga angkasa dan jika nyonya Halimah masuk kembali ke keluarga angkasa maka otomatis keluarga Sanjaya pun akan memaksa nyonya Halimah untuk kembali kepada keluarga Sanjaya.


" Jadi maksud mu walaupun mereka sudah bercerai keluarga Sanjaya akan tetap menuntut nyonya Halimah agar masuk lagi ke keluarga Sanjaya. Tapi apa alasannya."Bingung Jeki.


" Jadi intinya mereka ingin hartanya saja dan bukan nyonya Halimah begitu maksudnya." Ucap Jeki.


" Betul dan tetap sasaran." Ucap Bella membalikkan badannya ke samping di mana Jeki berada dan juga memberikan dua jempol sebagai tanda Jawaban benar.


" Lalu apa rencana selanjutnya." Tanya Jeki.


" Saat ini aku belum punya rencana sama sekali dan aku juga tidak memiliki sebuah ide apapun." Ucap Bella menghela nafas berat.


" Ok aku akan mencoba untuk mengusulkan nya, dan usulan ini mau di terima ataupun tidak itu terserah kamu. Bagaimana kalau kita di mulai dari nona muda saja karena kamu pernah bilang bahwasanya nona muda tidak memiliki basic bela diri sama sekali kan." ucap Jeki kepada Bella dan membuat Bella mengangguk kan kepalanya.


" Lalu." Tanya Bella kepada Jeki."


" Aku akan mencoba untuk mengajari nona muda dan itu pun kalau nona muda mau dan tidak keberatan." Ucap Jeki.


" Karena tidak mungkin juga kita bisa mengawasi, dan menjaga nona selama 24 jam karena kita semua juga memiliki kesibukan masing masing." Ucap Jeki lagi.


" Baiklah nanti aku akan mencoba untuk berbicara dengan nona muda." Ucap bella.


" Ya sudah, Karena sudah tidak ada yang di bicarakan lagi maka aku pamit dan permisi dulu." Ucap Jeki berdiri dari duduknya dan melangkah kan kakinya menuju ruang baca.

__ADS_1


Sedangkan di tempat kediaman nyonya Chintia Puspita mengajak Anggara untuk menemui Annisa dan dia juga ingin meminta maaf pada Annisa karena dia telah membuat Annisa pingsan.


Ceklek.


" Permisi ibu apakah Anggara boleh masuk." Ijin Anggara kepada sang ibu yang menengok ke arah dirinya.


" Masuklah." Ucap nyonya Chintia karena dirinya tadi mendengar suara pintu di buka dan dia pun menengok ke belakang dan ternyata anggara.


" Terima kasih Bu." Ucap Anggara sambil memegang tangan Puspita juga untuk masuk, namun belum sampai Puspita masuk Bryan menghentikan langkah Anggara yang ingin membawa Puspita.


" Jangan di berikan masuk." Ucap Bryan menatap Puspita.


" Mengapa nak." Tanya ayah Dimas bingung kepada anak laki lakinya itu.


" karena aku tidak ingin melihat dia ada di hadapan Annisa saat ini, dan mending suruh keluar saja." Ucap Bryan yang membuat Puspita merasa sakit hati karena mendapat pengusiran dari sang adik.


" Kamu tidak boleh seperti itu nak, dan kamu juga harus ingat bahwa dia adalah kakakmu." Ucap tegas tuan Dimas kepada Bryan.


" Iya dia memang Kaka kandung namun dia bukanlah Kaka yang baik bagi adik adiknya." Ucap Bryan yang menatap tajam ke arah Puspita hingga membuat nyali Puspita menciut dan juga tidak berani menatap Bryan yang saat ini sedang marah.


" Bryan !." Ucap Tegas ayah Dimas.


" Apa." Ucap Bryan santai kepada sang ayah.


" Jangan pernah berbicara seperti itu kepada Kakakmu ." Ucap nyonya Chintia yang ikut menimpali.


" Aku tidak akan berbicara seperti ini jika dia tidak membuat Annisa pingsan dan jangan pernah menganggap aku kalau aku ini adalah adikmu." Ucap Bryan lagi yang menahan emosinya.


Hay Hay Hay semuanya hehehe.


Selamat pagi semuanya dan selamat beraktifitas bagi teman teman semuanya.


Mohon maaf bila ada kata kata yang salah dan mohon maaf banget bila ada yang tersinggung dnegan penulisan Ning ini hehe.


sekali lagi mohon maaf yang sebesar besarnya.


dan maaf banget kalau misalnya banyak typo.


Terima kasih 😁😁


Salam sayang šŸ¤—šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2