PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 01


__ADS_3

Seorang Gadis berusia belasan tahun sedang menerima hukuman cambuk dari sang Ayah, entah sudah berapa lama cambuk itu melayang mengenai tubuh mungil nan halus itu, bisa di bayangkan betapa sakitnya rasa luka itu.


Namun luka itu terasa tak seberapa oleh sang Gadis, di bandingkan dengan dendam terpendam diri nya terhadap sang pelaku, yang sedang tersenyum penuh kemenangan menyaksikan sang gadis di siksa begitu lama oleh sang Ayah akibat perbuatannya.


Arana hananxi putri kedua perdana menteri Huan mei, mentri keuangan kekaisaran Minday atau lebih sering di sebut putri terbuang perdana menteri Huan, sedang menerima hukuman cambuk dari sang ayah, akibat ulah dari sang Kaka yang telah menjebak dirinya dan berakhir menerima hukuman dari perdana Mentri Huan.


Semua orang di seluruh penjuru kekaisaran tahu bahwa Mentri Huan dan permaisuri nya, hanya menyayangi putri pertama mereka Bai min xie, dan tak pernah memperlakukan putri kedua mereka Arana hananxi dengan baik, meski kedua gadis itu sama sama anak dari kedua nya.


Arana menatap dingin semua orang yang sedang menyaksikan dirinya di siksa, walau sekujur tubuh terasa pedih nan nyeri tapi tak ada satu kata memohon pun yang keluar dari mulut manisnya, Arana lebih memilih menahan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya dari pada memohon belas kasihan ataupun meminta maaf dengan apa yang bukan kesalahannya.


"Suatu hari nanti! aku pasti akan membalas semua ini!" ujar Arana dalam hati dengan penuh dendam, bukan kali pertama Arana mendapatkan hukuman di karena kan ulah sang kaka yang tanpa sebab selalu menyulitkan Arana, hal itu membuat Arana tumbuh dengan rasa dendam yang sangat mendalam untuk seluruh anggota keluarga nya terutama sang kaka.


Bukan tanpa alasan Arana membenci keluarga nya sedari dulu, sebab, dulu Arana pernah memohon pernah meminta belas kasihan kepada sang Ayah dan Ibunya, saat di hukum tanpa sebab namun semua yang dia lakukan hanya sia sia, Ayah dan lbu nya hanya akan percaya dengan apa yang di katakan kaka nya di banding dengan apa yang Arana katakan, sejak saat itu setiap kali Arana di permainan oleh kaka nya, dia akan mengingat rasa sakit hari ini untuk di balas kan kemudian hari.


Setiap apa yang telah keluarga perdana menteri Huan perbuat kepada Arana, akan selalu membekas dalam lubuk hati Arana dan dirinya berjanji suatu saat nanti Dia akan membalas berkali kali lipat kepada mereka yang telah menyakiti nya selama ini.


"Ayah lihat lah tatapan adik pada ku, aku sangat merasa bersalah kepadanya ayah." kata Bai min dengan suara sedu yang di sengaja untuk memprovokasi Ayah nya agar tidak berhenti menyiksa Arana


"apa apaan dengan tatapan mu itu, apa kau tidak mau mengakui kesalahan mu! hah?." bentak mentri Huan yang melihat tatapan dingin Arana


"lihat lah kaka mu, dia telah di lukai oleh mu tapi masih saja merasa bersalah untuk mu!." lanjut mentri Huan, hal itu membuat Bai min tersenyum puas ke arah Arana yang sudah terlihat sangat mengenaskan.


"Aku tidak bersalah, mengapa aku harus mengakui hal yang tidak pernah aku lakukan." ketus Arana tanpa ada rasa takut di wajah nya sama sekali.

__ADS_1


Arana lebih memilih terus di hukum dari pada harus meminta maaf atas apa yang tidak dia perbuat, apa lagi melihat permainan Bai min yang sangat muak kan mata, membuat arana enggan memohon kepada anggota keluarga nya.


Hari ini Arana di hukum sebab Bai min yang cemburu terhadap Arana yang sangat populer di kalangan luaran sana, walau Arana tidak pernah di perhatian oleh mentri Huan dan istri nya, namun arana tumbuh menjadi gadis berparas cantik nan menawan, siapa pun yang melihatnya akan langsung terpana.


Bai min yang merasa tersaingi oleh kecantikan Arana merasa tidak terima, dan berfikir untuk menghukum adiknya dengan sangat kejam, jika bisa dia ingin menghancurkan wajah cantik Arana, agar hanya Bai min yang akan menjadi pusat perhatian satu satu nya di kekaisaran ini.


Bai min menyuruh pelayan pribadinya untuk memancing mentri Huan ke taman di mana Bai min akan berperan seolah olah Arana ingin menenggelamkan dirinya ke dalam kolam di taman kediaman Arana.


Menteri Huan yang melihat putri kesayangannya akan tenggelam langsung bergegas menyelamatkan Bai min, dan setelah memastikan putri kesayangannya baik baik saja, tanpa basa basi langsung menyeret tubuh kecil Arana ke halaman dan langsung memberikan hukuman cambuk kepada nya dengan tanpa belas kasih.


"Kalo begitu aku tidak akan sungkan." ujar mentri huan menatap penuh amarah kepada Arana yang sangat keras kepala


Cambuk kembali di layangkan kepada arana, sampai arana tak sadarkan diri.


Nobu pengasuh Arana menatap penuh kasian terhadap nona yang telah Dia besarkan sedari kecil itu, tubuh kecil Nya kini telah di penuhi banyak darah segar yang terus mengalir dari luka cambuk yang baru saja Arana terima dari Ayah nya, melihat pemandangan mengerikan di hadapan Nya saat ini membuat Nobu merasa iba, hatinya terasa sakit melihat nona kesayangan nya di perlakukan begitu kejam oleh tuan nya yang tak lain Ayah dari Arana sendiri.


Dengan penuh kasih sayang serta hati hati, Nobu membersihkan setiap luka yang ada pada tubuh Arana dan tak lupa memberikan obat setelahnya, sambil mengingat semua yang terjadi hari ini di lapangan.


flash back


Nobu yang sudah tidak sanggup melihat nona nya di hukum oleh menteri huan langsung bersujud memohon ampun untuk arana.


"tuan hamba mohon tolong kasihani nona Arana, dia sudah tidak berdaya lagi Tuan, hamba mohon, jika anda terus menghukum nya nona Arana akan dalam bahaya tuan." kata Nobu sembari menangis menatap tubuh Arana yang sudah sangat lemah di belakangnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan Nobu mentri Huan baru menyadari jika Arana sudah tak sadarkan diri. entah sudah berapa banyak cambukan yang telah dia layangkan kepada putri kedua nya itu, yang jelas tubuh arana sudah sangat memprihatikan saat ini.


"hm! bawa dia! dan segera obati lukanya!." dingin metri Huan lalu berjalan pergi meninggalkan Arana yang tergeletak di tanah begitu saja.


Tak hanya metri Huan yang berlalu pergi begitu saja, semua orang yang menyaksikan penyiksaan itu pun langsung berlalu pergi tanpa berperasaan sama sekali.


Di antara semua orang yang menyaksikan penderitaan Arana, tak ada satu orang pun yang mau menolong arana selain Nobu pengasuh nya.


flash on


Tubuh Arana telah selesai di obati oleh Nobu, tapi Nobu tahu walau luka tubuh dapat lekas sembuh seiring pengobatan berlangsung, namun luka hati nona Nya tak akan pernah dapat di sembuhkan.


Nobu yang telah merawat Arana selama ini mengerti betul, jika Arana suatu hari nanti pasti akan mengobati luka hatinya sendiri terhadap keluarga mentri Huan yang telah menyiksa artana sedari kecil dengan cara Arana sendiri. dan mungkin pada saat itu tak akan ada satu orang pun yang dapat berlari keluar dari genggaman Arana.


"Apa yang sedang kau pikirkan nobu?." tanya Arana yang ternyata telah sadar sedari tadi.


"ah nona anda telah sadar, apa ada yang terasa tidak nyaman?." tanya Nobu sembari senang melihat Arana yang telah siuman tapi juga merasa sangat khawatir dengan kondisi tubuh Arana yang di penuhi luka cambuk yang sangat mengerikan.


"tenang lah Luka ini tak seberapa." ujar Arana yang tak memperdulikan luka pada tubuhnya, yang dia pikirannya saat ini hanya rencana balas dendam nya saja di suatu hari nanti.


Arana kini baru berusia 12 tahun, namun di dalam benak nya sudah tersimpan begitu banyak luka yang menyisakan dendam di dalam hati, entah bagaimana Arana akan memulai pembalasan dendam nya, yang pasti Arana tidak akan pernah membiarkan musuh musuh nya terlepas dari belenggu nya, semua yang telah menyakiti Arana di masa lalu akan menerima hukuman mereka di masa depan, itu janji Arana.


🍁

__ADS_1


jangan lupa beri dukungan kalian ya😘 agar author lebih semangat lagi dalam berkarya🥰 terimakasih 😘


__ADS_2