PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 32


__ADS_3

Pagi hari semua orang tengah di sibukkan dengan berbagai persiapan masing masing, Arana juga telah tampil cantik nan menawan dengan balutan gaun berwarna biru Dongker yang terlihat sederhana namun sangat indah saat di kenakan oleh Arana.


Gaun biru Dongker yang Arana pakai meninggalkan kesan tegas dan mendominasi dalam diri Arana, auranya begitu sangat kuat di lengkapi dengan wajah cantik bak bidadari terlihat begitu sempura, tak salah jika pangeran Jikxi bisa terpikat oleh Arana dengan begitu mudah nya.


Segera setelah semua nya siap keluarga mentri Huan langsung pergi menuju kerajaan.


Di dalam kerajaan persiapan pertunangan pangeran Jikxi dengan putri kedua mentri Huan terlihat sangat luar biasa, bangunan indah nan megah kini di hiasi oleh berbagai karangan bunga dengan berbagai varian warna, para tamu undangan pun telah hadir di sana.


Keluarga kerajaan juga telah siap untuk menanti calon anggota baru keluarga mereka yang kini masih di dalam perjalanan.


Pangeran Jikxi juga telahq bersiap dengan baju berwarna senada yang arana kenakan hari ini, tubuh nya yang tinggi dengan badan kekar yang elastis terbungkus rapih oleh baju berwarna Dongker, aura kewibawaan terpancar nyata dalam diri pangeran Jikxi hari ini, raut wajah tampan yang terlihat dingin itu terlihat begitu menawan di pandang mata, jika para wanita melihat nya tentu saja mereka tidak akan tahan untuk tidak mendambakan nya.


Banyak di antara para nona bangsawan maupun rakyat biasa yang selalu berusaha untuk mengambil hati pangeran Jikxi, entah melalui cara apapun mereka sangat ingin menggapai pangeran Jikxi.


Tetapi mereka semua harus menggigit jari hari ini, sebab mulai sekarang dan seterusnya dalam hati pangeran Jikxi hanya akan ada Arana seorang, dan hanya Arana lah yang mampu menduduki tahta di dalam hati pangeran Jikxi, tidak ada orang lain yang lebih layak dari Arana.


Pangeran Jikxi beserta anggota kerajaan yang lain nya menyambut kedatangan keluarga mentri Huan saat rombongan mentri Huan telah sampai di kerajaan.


Dengan lembut pangeran Jikxi menyambut kereta Arana sambil mengulurkan tangannya dan di sambut dengan uluran tangan Arana yang langsung menggenggam erat tangan pangeran Jikxi.


Pangeran Jikxi dan Arana berjalan seiringan, banyak pasang mata yang merasa iri dengan keserasian mereka berdua.


Pangeran Jikxi terlihat tampan dengan aura wibawa yang begitu melekat dalam dirinya dan terlihat sangat pas kala di sandingkan dengan Arana yang memiliki wajah cantik nan rupawan namun memiliki aura tegas dan sangat mendominasi, keduanya juga memiliki sifat yang sama yaitu dingin.


Namun hal itu justru membuat mereka berdua terlihat seperti pasangan yang sangat luar biasa, dan seperti sudah di takdir kan oleh langit dan bumi untuk bersama, sungguh pasangan yang sangat serasi serta melengkapi satu sama lain.

__ADS_1


Acara pertunangan di gelar dengan sangat lancar sampai Arana telah resmi menyandang status sebagai putri kerajaan dengan gelar putri Araxi, yang di berikan langsung oleh kaisar kepada Arana.


Setelah acara berjalan dengan sangat lancar, barulah hal hal ganjal mulai terlihat oleh kaisar, kaisar mengamati ada yang salah dengan penampilan putri Araxi tunangan pangeran Jikxi itu, nampak aura tak puas terlihat jelas dalam raut wajah kaisar kala mengetahui apa kekurangan Arana.


"Putri, apakah ada hal yang tidak kau sukai dalam keputusan zen?" tanya kaisar secara tiba tiba yang membuat para tamu memandang Arana dengan tatapan penuh tanya.


Pangeran Jikxi pun ikut memandang gadis kecil yang kini telah resmi menjadi tunangan nya itu, memang banyak celah yang Arana perlihatkan hari ini, seperti tidak mengenakan pakaian resmi yang telah kaisar kirimkan ke kediaman mentri Huan dan juga perhiasan seorang putri yang telah permaisuri berikan, melihat hal itu pangeran Jikxi tentu saja tahu apa yang terjadi kepada gadis kecil nya itu.


"Menjawab yang mulia, hamba tidak merasa keberatan dengan segala keputusan yang telah yang mulia berikan kepada hamba yang rendah ini" kata Arana dengan teguh.


Tetapi jawaban Arana tidak memuaskan hati Kaisar dan justru memanggil amarah yang terlihat jelas di wajah kaisar saat ini.


"Lalu mengapa hari ini kau tidak mengenakan semua hal yang telah yang mulia kaisar berikan kepada mu?! apa kau berencana mempermalukan kaisar di depan para tamu undangan?!" kata permaisuri dengan penuh amarah sambil menatap tajam Arana.


Sedari awal permaisuri memang telah menangkap hal yang janggal dalam diri Arana, tetapi dirinya menunggu momen di mana kaisar akan tersadar dengan sendirinya, dengan hal itu permaisuri bisa membuat kaisar sadar jika Arana tidak pantas untuk bersanding dengan pangeran Jikxi.


"Menjawab yang mulia, hamba tidak mengerti maksud dari perkata yang mulia permaisuri, apakah anda boleh menjelaskan nya?" ujar Arana dengan tatapan penuh tanya kepada permaisuri, Arana terlihat sangat polos seperti gadis yang tidak mengetahui tentang apapun.


Para tamu lalu melihat penampilan Arana dan tersadar dengan semua barang yang melekat di dalam diri Arana, meski artana terlihat sangat luar biasa hari ini, tetapi dari segi pakaian dan perhiasan semua itu tidak menunjukkan rasa hormat kepada kaisar atau pun permaisuri sedikit pun, karena Arana telah berani tidak mengenakan apa yang telah di berikan oleh kaisar kepada calon putri dari tunangan pangeran nya.


"Jangan bertingkah seperti orang bodoh?! semua orang juga tahu jika hari ini kau tidak mengenakan pakaian dan perhiasan resmi yang telah kaisar kirimkan untuk mu!" kata jendral Pang yang telah tidak sabar melihat Arana yang terus bersikap lancang kepada kaisar di hari pertama Arana menjadi putri kerajaan, dan lagi gadis itu masih berpura pura polos di hadapan semua orang, jendral Pang paling membenci orang orang yang memiliki tipu muslihat seperti Arana.


"Mohon ampun yang mulia, tetapi semua barang yang hamba kenakan saat ini, merupakan barang yang hamba terima" ujar Arana dengan berlutut sambil memohon pengampunan kala melihat tatapan sinis dari semua orang yang tertuju kepada dirinya.


"lancang!cepat berdiri!" marah pangeran Jikxi ketika melihat Arana berlutut, langsung saja pangeran Jikxi menarik paksa Arana agar berdiri tegak di samping nya seperti semula.

__ADS_1


Pangeran Jikxi tidak akan membiarkan Arana bersujud kepada siapapun tak kecuali dirinya, hanya pangeran Jikxi yang memiliki hak penuh atas diri Arana, sebab gadis kecil itu telah resmi menjadi wanita nya mulai dari sekarang.


Semua orang tercengang kala melihat raut marah pangeran Jikxi yang terlihat sangat menakutkan.


"siapa yang berani mengambil semua barang milik calon permaisuri ku?!" hardik pangeran Jikxi sambil menatap tajam keluarga mentri Huan.


"mohon ampun yang mulia, tetapi hamba mengingat jika hamba telah memberikan putri hamba semua barang yang sesuai dengan pemberian dari kaisar sebelum nya" kata mentri Huan ketakutan sambil bersujud penuh penyesalan.


"Arana! katakan kepada kaisar yang sejujurnya mengapa kau tidak mengenakan apa yang telah di berikan oleh kaisar?! jangan bersikap lancang! ini sama saja kau merusak citra yang mulia di depan banyak orang! cepat katakan yang sejujurnya!" ujar mentri Huan dengan sangat marah menatap tajam Arana yang kini berdiri di samping pangeran Jikxi.


Meski mentri Huan juga mengambil sedikit barang berharga milik Arana, tetapi mentri Huan tidak berani mengambil perhiasan serta pakaian resmi milik putri yang kaisar berikan. Menteri Huan ingat jika dirinya telah memberikan semua barang itu kepada Arana, agar tidak menimbulkan sebuah kecurigaan di hadapan Arana atau pun pangeran Jikxi, dan lagi pula Arana ana tidak tahu apa saja yang di berikan oleh kaisar jadi mengambil sedikit barang dari putri nya itu tidak termasuk melanggar aturan.


"Tapi yang mulia hamba yang rendah ini telah mengatakan hal yang sebenarnya, bahkan yang mulia bisa memeriksa kediaman hamba jika yang mulia tidak percaya." ujar Arana dengan tatapan penuh kesedihan seperti orang yang sedang tertindas.


Awalnya Bai min merasa sangat gembira kala melihat kaisar dan permaisuri murka kepada Arana tetapi saat Arana mengatakan memeriksa kediaman, Bai min langsung ketakutan.


"aku harus mencari cara, supaya kaisar tidak memeriksa kediaman" ujar Bai min dalam hati, karena mengingat semua barang pemberian kaisar masih di dalam kediaman miliknya dan belum bai min pindahkan di tempat yang lebih aman.


"Mohon ampun yang mulia, hamba rasa adik hamba ini masih terlalu kecil sehingga mengambil tindakan yang ceroboh, mungkin dia salah mengenali barang karena banyak orang yang telah menghadiahi dirinya beberapa waktu lalu sebelum acara berlangsung, mohon yang mulia memaklumi sifat adik hamba yang bodoh dan ceroboh ini" kata Bai min sambil bersujud dengan tatapan penuh rasa salah untuk adik nya di hadapan kaisar.


Bai min terlihat seperti seorang kaka yang begitu pengertian kepada adik nya, banyak orang yang memuji bai min karena mau membantu kecerobohan Arana, tidak seperti Arana yang enggan mengakui kecerobohan nya sendiri di depan kaisar.


Semua orang mengkritik Arana yang sangat bodoh karena tidak dapat membedakan mana pemberian kaisar dengan pemberian orang lain, apa lagi perbedaan nya terlihat sangat jelas hanya dengan melihat bahan kain yang Arana kenakan hari ini.


Arana mengenakan pakaian berbahan kasar serta mudah rapuh sangat tidak sesuai dengan selera kaisar, sedangkan kaisar tentu saja akan memberikan sesuatu dengan harga nilai tinggi untuk membedakan kasta dirinya dengan orang lain.

__ADS_1


🍁


__ADS_2