
Quin xie menyeret Bai min kedalam paviliun milik Bai min lalu dengan kasar menarik jubah yang menutupi tubuh Bai min sebelumnya, untuk memperlihatkan betapa memalukan nya keadaan bai min saat ini kepada putri kesayangannya itu.
"ibu ada apa? mengapa ibu begitu kasar pada ku?." tanya Bai min yang masih tak mengerti dengan sikap ibu nya yang kini terlihat sangat kasar kepada dirinya.
"sadar lah Bai min, lihat penampilan mu sekarang!" bentak Quin xie yang tak habis pikir dengan putri kesayangannya yang ternyata sangat bodoh, karena tak menyadari seberapa memalukan nya tampilan diri Bai min sendiri.
Bai min yang kesal dengan tingkah ibu nya yang terlihat sangat aneh, langsung berlari menuju cermin untuk melihat apa yang salah dengan penampilan nya sekarang.
"bukan kah sebelum nya baik baik saja, mengapa ibu jadi menyebalkan seperti ini?" gumam Bai min dengan kesal lalu...
"aaaagggghhhh!!! ada apa dengan penampilan ku ini?! sangat memalukan!" teriak Bai min histeris kala melihat pantulan gambar dirinya di balik cermin yang terlihat seperti seorang pengemis jalanan dengan baju compang camping.
Pantas saja sehabis Bai min menari suasana ruangan terlihat begitu berbeda, Bai min mengira jika dirinya berhasil mempermalukan Arana dengan gerakan tarian nya yang di rasa cukup sempurna karena Bai min mampu mengikuti tempo lagu yang begitu cepat itu, tetapi siapa yang menyangka gerakan tarian nya justru membuat gaun indah yang bai min kenakan sebelum nya berubah menjadi baju compang camping karena pedang yang bai min mainkan sendiri, bukan kah ini sama hal nya dengan menggali kuburan Bai min sendiri.
"Hiks... ibu aku tak ingin hidup lagi hiks" tangis Bai min kala mengingat kebodohan nya sendiri, niat hati ingin mempermalukan Arana namun malah justru membuat diri sendiri menjadi sebuah lelucon di depan para bangsawan kekaisaran.
"sudah lah putri ku, meskipun ibu sangat malu karena ulah mu hari ini, tetapi ibu tau ini semua bukan kesalahan mu, kau hanya sedang mencoba yang terbaik untuk keluarga kita" bujuk Quin xie yang merasa iba melihat putri kesayangannya terlihat hancur di hadapan nya.
"ini semua karena Arana! awas kau Arana aku akan segera membalaskan rasa malu ini." geram Bai min dalam hati mengingat Arana yang mengajukan untuk menari tarian energik.
Di sisi lain Arana merasa puas setelah mempermalukan Bai min di depan banyak orang, walau ada hal yang membuat Arana merasa kurang beruntung hari ini, sebab pangeran Jikxi yang bisa bertindak sesuka hati kepadanya, tapi apa boleh buat pria menyebalkan itu merupakan seorang pangeran yang paling di segani dan juga sangat di takuti dalam kekaisaran ini, bahkan kaisar sendiri mungkin saja takut kepada putra nya itu, ya mau bagaimana kekuasaan berdiri di atas segala nya, meski begitu Arana sangat senang akhirnya dapat membuat Bai min merasa malu di depan banyak orang.
Dulu Bai min begitu menjaga kepribadian nya yang ingin selalu terlihat sempurna di depan semua orang, tetapi hari ini Arana telah mempermalukan Bai min dengan kebodohan Bai min sendiri.
"huh, jika saja pangeran Jikxi bekerja sama dengan baik, hari ini pasti akan berlalu dengan begitu sempurna" pikir Arana kala mengingat betapa bodohnya Bai min yang tidak menyadari penampilan memalukan nya sendiri.
"Aaahhh!!! mengapa aku harus terikat dengan pria seperti dia sih?" gumam Arana dengan nafas yang berat mengingat drama yang baru saja berlalu beberapa waktu lalu
Arana duduk termenung di atas pohon persik di halaman paviliun nya sambil mengingat semua kejadian yang terjadi di hari ini, rencana yang begitu sempurna untuk mempermalukan Bai min harus di iringi dengan hari yang begitu buruk karena ulah pangeran Jikxi.
__ADS_1
"Apa kau merasa keberatan dengan keputusan ku?" tanya pangeran Jikxi dengan tiba tiba yang mengagetkan Arana.
"akh!!!, sejak kapan kau berada di sana?" tanya Arana yang melihat pangeran Jikxi berada di bawah Pohon tepat Arana duduk di atasnya.
"turun lah, tidak baik seorang wanita berada di atas sana" ujar pangeran Jikxi yang meminta Arana untuk segera turun.
"heh, apa urusanmu? aku mau berada di mana pun tak ada sangkut pautnya dengan dirimu" kata Arana datar yang tak suka mendengar perkataan pangeran Jikxi yang terdengar seperti sebuah perintah.
"jika kau tak mau turun mana aku akan memaksa mu" ancam pangeran Jikxi yang tak ingin menerima penolakan.
"coba saja jika kau bisa" ujar Arana dengan nada meremehkan.
Pangeran Jikxi yang merasa di remehkan langsung melesat ke atas pohon dan membawa turun tubuh arana turun kebawah tanpa meminta persetujuan dari Arana.
"Hei! kau!" geram Arana yang tak menyangka jika pangeran Jikxi benar benar akan memaksa Arana untuk turun.
"kenapa? bukan kah kau sendiri yang sebelumnya meremehkan ku?." enteng pangeran Jikxi sambil memandang Arana yang terlihat sangat geram kepada nya.
"untuk menemui calon istri ku" ujar pangeran Jikxi
"hai jaga bicara mu itu, meskipun aku setuju untuk bertunangan denganmu, tetapi kau tetap tidak bisa menyebut bahwa aku ini calon istri mu sebelum dekrit pernikahan dari kaisar turun" kata Arana dengan nada tidak suka.
Memang sebelum dekrit pernikahan dari kaisar turun hubungan antara Arana dan pangeran Jikxi belum bisa di bilang sah, namun jika dekrit pernikahan itu telah turun Arana tak tau harus bagaimana mana nanti nya.
Sebab Arana tak berniat untuk urusan percintaan, selain karena umur Arana yang masih sangat kecil (13 tahun) Arana juga memiliki mimpi yang begitu banyak di luaran sana, Arana berencana setelah membalaskan dendam nya kepada keluarga mentri Huan, Arana ingin hidup bebas sesuai dengan keinginan nya sendiri, menjadi seorang pembisnis sukses yang paling terkenal dalam sejarah kekaisaran, telah menjadi salah satu tujuan hidup Arana selama ini.
Arana sungguh tak pernah memikirkan perihal pernikahan bahkan pernah membayangkan nya sekali pun tidak, jika para nona bangsawan telah bermimpi akan kisah asmara mereka setelah memasuki akademi, lain hal nya dengan arana yang tak pernah memusingkan tentang hal itu, apa lagi sampai umur Arana yang ke 13 tahun, orang tuanya tidak pernah mendaftar kan Arana untuk bersekolah di akademi, bahkan mungkin saja orang tua Arana memang tak berniat menyekolahkan Arana sama sekalu, tentu saja hal itu membuat kehidupan Arana hanya fokus kepada bisnis dan bisnis saja.
Arana ingin menghasilkan uang yang banyak untuk dirinya sendiri, agar bisa hidup mewah tanpa meminta sepeserpun dari kedua orang tua nya yang telah membuang perhatian mereka sedari Arana lahir kedunia.
__ADS_1
"Mengenai surat itu, kau tenang saja, aku pastikan nanti malam kau akan segera mendapatkan nya" enteng pangeran Jikxi.
"sebenarnya apa tujuan mu?" tanya Arana yang tek mengerti dengan jalan pikiran pangeran Jikxi.
Bukan kah pangeran Jikxi terkenal kejam dan tak tersentuh oleh wanita? mengapa Tiba tiba pangeran Jikxi mengajukan sebuah Pertunangan kepada Arana yang jelas jelas tak memiliki pendukung kuat di belakang nya, lain dengan para wanita yang berlomba lomba mendapatkan Pangeran Jikxi dengan status luar biasa di belakang mereka.
"Tujuan apa?" ujar pangeran Jikxi tak mengerti.
"bukan kah kau tak pernah suka terhadap wanita?, lalu mengapa kau tiba tiba ingin bertunangan dengan ku? terlebih aku masih sangat kecil" tutur Arana berterus terang kepada pangeran Jikxi.
"apa kau sungguh ingin tahu?" tanya pangeran Jikxi dengan seringai licik di wajah nya.
"tentu saja" kata Arana mantap.
"kau akan segera tahu jika waktu nya telah tiba, dan untuk saat ini kau hanya perlu menjadi tunangan ku lalu dua tahun kemudian aku akan segera meminang mu, jadi bersiaplah untuk dua tahun kedepan" ujar pangeran Jikxi.
"tapi aku tak ingin segera menikah." bantah Arana kala mendengar rencana pangeran Jikxi yang akan segera menikahi nya dua tahun kemudian, bukan kah itu sama dengan Arana akan segera kehilangan mimpi indahnya di luar sana.
"namun kau tak ada hak untuk menolak." enteng pangeran Jikxi.
"mengapa kau terus memaksa ku?, aku tidak mau cepat menikah" kekeh Arana yang tetap ingin mengejar semua mimpi nya.
"beri aku alasan" tegas pangeran Jikxi.
"aku masih memiliki banyak mimpi dan ingin mewujudkan semua mimpi mimpi ku itu" jelas Arana.
"baik lah, akan aku pikirkan" kata pangeran Jikxi yang membuat Arana merasa lega.
Arana mengira jika pangeran Jikxi berubah pikiran untuk tidak mempercepat hari pernikahan mereka, waktu dua tahun sangat lah singkat bagi arana, itu tidak cukup untuk arana bisa membalas dendam lalu hidup nyaman di luar sana.
__ADS_1
Tetapi dalam benak pangeran Jikxi justru dirinya berencana akan tetap mempercepat pernikahan mereka, dan untuk semua mimpi Arana, pangeran Jikxi akan membantu Arana untuk mewujudkan semua nya, jika di bilang pangeran Jikxi sangat mencintai Arana, jawaban nya tentu saja benar.
🍁