PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 34


__ADS_3

"Dalam arti, kau mengatakan jika putri pertama mu lah yang mengambil sisa nya." kata kaisar dengan nada mengejek.


"bukan yang mulia, hamba tahu dengan jelas jika putri pertama hamba tidak akan berbuat hal bodoh seperti itu, tetapi mohon yang mulia menyelidiki kebenaran nya." tutur mentri Huan yang berusaha untuk terus menjaga nama baik keluarga nya.


"benar yang mulia, hamba tidak bersalah, ini.. ini semua fitnah yang mulia, mohon anda menyelidiki nya kembali." timpal Bai min yang langsung berlutut.


Jendral Pang melanjutkan interogasi nya kepada semua orang termasuk Arana, dengan desakan dari Bai min yang telah memiliki persiapan matang sebelum melakukan aksinya, yakni mengancam sang pelayan dengan membawa nama seluruh keluarga nya, membuat pelayan yang dia sewa oleh Bai min itu menjadi kambing hitam untuk menyelesaikan permasalahan hari ini.


Kaisar yang marah karena di permainkan oleh seorang pelayan rendahan, langsung memasukan pelayan itu kedalam penjara bawah tanah kerajaan untuk menerima hukuman mati esok hari dan untuk mentri Huan, kaisar menghukum nya dengan mengirim mentri Huan untuk mengatasi bencana di ujung kekaisaran sebagai hukumannya, terakhir semua barang yang telah di berikan kepada Arana di kembalikan oleh kaisar ke kediaman Arana serta meminta maaf kepada Arana karena telah salah menilai calon menantunya itu.


Semua orang yang melihat kejadian itu, merasa sangat malu kepada Arana karena telah salah menilai gadis kecil itu.


Masalah berakhir dengan begitu saja, karena kecerdasan mentri Huan dalam menangani masalah semua terselesaikan jauh lebih mudah dari yang Arana perkiraan kan, Arana merasa kesal karena Bai min tidak ikut di hukum, di sebabkan status Bai min yang berubah dari pelaku menjadi seorang korban.


Arana sangat tidak puas dengan akhir yang seperti saat ini, pelaku utamanya dapat dengan mudah lolos begitu saja, sedangkan pelaku pendamping telah di hukum sesuai dengan keinginan Arana, tapi mau bagaimana pun Arana tetap tidak bisa mengubah akhir dari permainan hari ini.


"Huh, sia sia aku menciptakan sebuah drama jika hanya berakhir seperti ini saja, sungguh sangat mengecewakan." gumam Arana dengan sangat kesal kala telah berada di taman paviliun milik pangeran Jikxi di dalam kerajaan (karena Arana kini merupakan putri Araxi/tunangan resmi pangeran Jikxi, jadi tidak ada tempat yang jauh lebih baik untuk Arana tinggal selain kediaman pangeran Jikxi di dalam kerajaan.)


"sebenarnya tidak berakhir seperti ini saja" sambung pangeran Jikxi yang muncul tiba tiba di belakang Arana.


"maksud pangeran?." tanya Arana tak mengerti.


"berikan aku harga yang sebelumnya kau janjikan terlebih dahulu, baru aku akan mengatakan nya." ujar pangeran Jikxi dengan tatapan penuh lapar terhadap Arana.


"cup." tanpa berpikir panjang Arana langsung mencium pipi pangeran Jikxi secepat kilat.

__ADS_1


"sudah, sekarang katakan " ujar Arana dengan tegas namun kedua pipinya telah berubah merah merona.


Pangeran Jikxi tersenyum sambil memegang pipi kanan nya (bekas ciuman Arana) dengan hati yang berbunga bunga.


"baik lah, karena suasana hati ku yang sedang baik, aku akan mengatakan nya kepada calon permaisuri ku ini." kata pangeran Jikxi.


pangeran Jikxi menjelaskan walau masalah mengenai mahar Arana telah terselesaikan dengan begitu mudah, tetapi sebenarnya jendral Pang juga menemukan hal lain yang tidak di beritahukan kepada semua orang saat berada di ruang penjamuan tadi.


Jendral Pang menemukan beberapa bukti kecurangan mentri Huan dalam beberapa tahun ini yang langsung di berikan kepada kaisar, dan saat ini kaisar sedang menargetkan metri Huan.


Itu sebabnya kaisar mengirim mentri Huan ke daerah ujung kekaisaran untuk mengatasi wabah, dengan tujuan untuk mengingat kan menti Huan siapa orang yang berkuasa di daerah kekaisaran ini.


"jadi bisa di katakan jika kaisar sedang memancing umpan untuk mentri Huan" tebak Arana.


"itu benar, apa kau takut?" tanya pangeran Jikxi sambil menatap Arana penuh kekhawatiran sebab mau bagaimana pun, Arana merupakan putri dari menteri Huan.


"tetapi semua keluarga nya juga akan ikut terseret masuk kedalam jurang kematian bersama dengan nya, jika kaisar telah mendapatkan bukti yang cukup untuk menghancurkan orang tua itu." ujar pangeran Jikxi dingin.


"tapi siapa yang tidak tahu jika sedari lahir, aku tidak pernah di nafkahi oleh orang tua itu, kita hanya ada aliran darah, sedangkan dana yang aku dapatkan hasil dari jeripayah ku sendiri. jika bisa aku ingin segera memutuskan semua hubungan dengan keluarga Huan sebelum hal buruk itu benar benar terjadi." kata Arana dingin namun di mata nya terlihat banyak kepedihan yang selama ini Arana simpan dengan baik.


"dan lagi pula kau telah menjadi orang ku, maka tidak akan ada orang yang akan berani menyentuh mu sehelai rambut pun selain diriku." ujar pangeran Jikxi serius sambil mencium sehelai rambut Arana.


"iya aku tau itu"


Acara pertunangan telah usai dengan semestinya, meskipun terdapat banyak drama di dalam nya Arana kini tetap resmi menyandang gelar putri Araxi, dan pernikahan antara pangeran Jikxi dengan putri Araxi akan di gelar 2 tahun kemudian sesuai dengan apa yang pernah pangeran Jikxi janjikan kepada Arana.

__ADS_1


Kini keluarga mentri Huan telah berada di dalam kediaman mereka sendiri, kecuali mentri Huan yang langsung berangkat menuju ujung kekaisaran untuk menjalankan hukuman nya.


Arana menikmati hari hari tenang milik nya, dengan segala fasilitas yang pangeran Jikxi berikan untuk Arana, namun meski kehidupan Arana kini sangat tercukupi oleh pangeran Jikxi bukan berarti beberapa bisnis milik Arana akan terbengkalai begitu saja, justru dengan adanya tambahan dana dari pangeran Jikxi, membuat Arana lebih mudah untuk membangun atau pun menambah fasilitas untuk mengembangkan berbagai bisnis lain.


Karena hal itu semua bisnis milik Arana jauh lebih cepat berkembang dari sebelumnya, nama Arana pun (sang ratu bisnis) kini telah sangat terkenal dan telah masuk ke dalam salah satu orang yang paling berpengaruh di dalam kota kekaisaran.


Hal itu membuat banyak orang iri kepada Arana, karena meski usia nya baru akan menginjak 14 tahun, gadis kecil itu telah berhasil sukses dalam dunia bisnis dan telah menjadi salah satu orang paling kaya di kota.


Sedangkan Bai min semenjak acara pertunangan Arana dan pangeran Jikxi berakhir, sampai hari ini belum ada tanda tanda akan membuat masalah kepada Arana. bukan Bai min tidak menyimpan dendam apa lagi telah bertaubat untuk tidak mengusik kehidupan Arana lagi?, melainkan Bai min sedang fokus untuk mendapatkan hati putra mahkota.


Meski nenek dan ibu nya berusaha keras menjodohkan Bai min dengan pangeran Hanxi, tetapi Bai min enggan bersama dengan pria pilihan keluarga nya itu, Bai min sangat berusaha keras untuk bisa bersama dengan putra mahkota dan karena melihat hal itu membuat hati nyonya besar beserta Quin xie bimbang dan hanya bisa mendukung keputusan Bai min.


Lagi pula, meski pun putra mahkota tidak memiliki banyak pendukung di belakang nya seperti pangeran Hanxi, statusnya telah jelas lebih dulu gari pangeran Hanxi untuk itu nyonya besar menjadi tidak terlalu mengkhawatirkan posisi yang akan Bai min dapatkan kelak, akan sangat bagus jika putra mahkota bisa langsung naik tahta setelah menikah dengan bai min.


"nenek akan berusaha memberi dukungan kepada putra mahkota jika dia bisa dapatkan cucu ku" ujar nyonya besar dengan serius.


"terimakasih nenek karena telah mendukung ku, nenek tenang saja cepat atau lambat putra mahkota akan bertekuk lutut di bawah kendali ku" tutur Bai min dengan bersungguh sungguh


"bagus bagus, kelak keluarga kita akan di kenal sebagai keluarga permaisuri dan status bangsawan kita akan jauh berada di atas awan, yang terpenting kau harus lebih berusaha untuk mendapatkan putra mahkota" ujar nyonya besar.


"tenang nenek aku memiliki rencana ku sendiri" kata Bai min dengan penuh keyakinan.


Sedangkan Quin xie hanya bisa melihat pasrah dengan ambisi besar putri kesayangannya, memang semua nya akan menjadi sangat baik jika apa yang sedang Bai min usahakan terjadi, tetapi entah mengapa Quin xie merasa kurang yakin dengan hasil akhirnya.


Meskipun mungkin kelak Bai min benar benar bisa bersama dengan putra mahkota belum tentu hasil usahanya akan berakhir seperti yang ada di dalam khayalan indah milik Bai min saat ini.

__ADS_1


🍁


__ADS_2