PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 22


__ADS_3

Arana merasa sangat kesal kepada sikap pangeran Jikxi yang sangat menyebalkan itu, hanya karena sebuah pedang saja bisa memicu sebuah drama yang sangat memuakkan, membuat Arana jengah berada di dalam acara yang sangat membosankan itu.


"Jadi yang mulia pangeran apa yang sebenarnya anda inginkan?" tanya Arana yang sudah muak dengan drama panjang yang terasa membosankan bagi Arana itu, Arana ingin segera mengakhiri drama itu agar dapat segera membuat bai min malu di depan banyak bangsawan kekaisaran.


Mendengar perkataan Arana yang terdengar sudah sangat pasrah dan tidak sabar lagi itu, mengukir seutas senyum di wajah tampan pangeran Jikxi walau sangat tipis hingga tak terlihat oleh orang lain.


"aku akan meminjamkan pedang kesayangan ku ini dengan syarat kau menjadi tunangan ku setelah nya dan kita akan menikah di saat dirimu telah cukup umur." tegas pangeran Jikxi yang membuat syok semua orang.


"ya yang mulia apa ini? apa anda benar benar ingin bertunangan dengan adik ku yang bodoh ini? anda sedang bergurau kan?" tanya Bai min dengan tidak percaya.


"itu benar yang mulia persyaratan gila apa yang kau berikan untuk nona Arana itu? apa kau tak tahu rumor yang beredar di luaran sana?" ujar nona Carlin (putri ketiga Jendra Pang) yang tidak menerima persyaratan pangeran Jikxi yang terlihat sangat menguntungkan bagi Arana namun merugikan seluruh gadis yang telah lama menginginkan pangeran Jikxi.


"yang mulia jika nona Arana tak bisa menerima syarat itu, hamba siap untuk menggantikan nya" kata nona Marxa (putri tunggal Mentri Xiao) yang sangat ingin bersama dengan pangeran Jikxi.


Semua nona bangsawan yang hadir menjadi sangat gaduh hanya karena beberapa ucapan pangeran Jikxi kepada Arana, siapa yang ingin melihat pangeran pujaan nya di rebut oleh seorang gadis kecil? apa lagi gadis itu hanya seorang putri yang tak pernah di anggap oleh keluarga nya sendiri.


Sedangkan Bai min, sedari tadi saja sedang bersusah payah menahan rasa cemburu sebab pangeran Jikxi yang tak melepaskan Arana dengan jarak mereka yang terlihat sangat dekat itu di hadapan banyak bangsawan kekaisaran, dan kini Bai min malah mendengar pangeran Jikxi ingin bertunangan dengan Arana, sungguh kabar yang sangat buruk bagi Bai min yang merupakan penggemar berat pangeran Jikxi sedari lama.


"Yang di katakan nona Bai benar yang mulia, mengapa anda melayangkan syarat seperti itu kepada gadis tak tau malu itu?!" timpal nona Karla yang juga tak menerima perkataan pangeran Jikxi.


Semua orang terus melontarkan pendapat mereka sendiri sampai lupa bahwa yang sedang mereka kritik merupakan orang yang paling berbahaya di dalam kekaisaran Minday.

__ADS_1


"Diam!" bukan pangeran Jikxi yang marah melainkan Arana yang terlihat sangat murka dengan aura dingin yang terpancar kuat dari tubuh nya, Arana menatap tajam semua orang yang sedari tadi berbicara merendahkan dirinya tanpa berfikir bahwa Arana ada di hadapan mereka semua.


"apa kalian pikir karena aku masih kecil! kalian dengan begitu santai nya membicarakan ku sesuka hati hah?!" hardik Arana dengan penuh amarah mendengar perkataan semua orang.


"dan kau pangeran Jikxi, aku tahu kau orang yang paling di takuti di seluruh kekaisaran ini juga seorang pangeran yang sangat di hormati! tetapi atas dasar apa kau melayangkan syarat seperti itu hanya karena aku ingin meminjam pedang mu untuk menari?! apa kau ini seorang pria impoten yang selalu menindas wanita dengan kekuasaan mu hah?!" lanjut Arana dengan sangat marah menatap tajam pangeran Jikxi meski posisi mereka masih sama seperti sebelumnya.


"asal kau tahu gadis kecil, saat aku telah berkata sesuatu, maka hal itu merupakan perintah mutlak untuk semua orang dan kau di larang untuk bertanya tentang alasan di balik perkataan ku." enteng pangeran Jikxi dengan aura menekan Arana.


"tapi yang mulia putri kedua ku ini masih sangat kecil dan dia juga tak sebanding dengan kaka nya yang memiliki banyak bakat, bagaimana jika anda mengganti putri kedua hamba dengan putri pertama hamba yang mulia?" usul mentri Huan yang dari awal memang berencana akan menjodohkan Bai min dengan pangeran Jikxi di karena kan Bai min telah jatuh hati kepada pangeran Jikxi sejak lama, alasan lain nya tentu saja karena mentri Huan menginginkan kekuasaan yang di miliki oleh pangeran Jikxi.


Jika pangeran Jikxi menikah dengan Arana mungkin mentri Huan tidak akan mudah mendapatkan apa yang dia inginkan, mengetahui jika sifat putri kedua nya itu sangat keras kepala, namun berbeda hal nya dengan Bai min yang telah Mentri Huan didik sedemikian rupa, pasti akan lebih memudahkan menteri Huan dalam hal memperluas kekuasaan keluarga nya.


Namun kini berbeda, karena pangeran Jikxi ternyata tertarik dengan seorang wanita sehingga memilih Arana tanpa ragu untuk menjadi tunangan nya, bukan kah itu pertanda jika pangeran jikxi bisa bersama dengan seorang wanita? dan rumor yang beredar di luaran saja itu tidak benar?, untuk itu mentri Huan memberanikan diri mengutarakan niat awal nya, agar pangeran Jikxi bisa bersama dengan Bai min dan bukan Arana.


Akan menjadi suatu hal baik jika pangeran Jikxi berada di pihak mentri Huan dengan menikahi Bai min dalam pikiran mentri Huan dan seluruh anggota keluarga nya.


"Yang di katakan anak ku benar yang mulia, cucu pertama ku memilih banyak bakat di banding kan dengan cucu kedua ku yang masih kecil dan bodoh itu." timpal nyonya besar keluarga Huan yang tak ingin posisi cucu kesayangan nya di gantikan oleh Arana. (cucu yang sedari lahir selalu di anggap sebagai pembawa sial oleh nya)


"Diam! apa aku meminta persetujuan dari kalian?! jika aku mengatakan mulai hari ini Arana telah mejadi tunangan ku maka itu yang akan terjadi!" tegas pangeran Jikxi dengan aura yang sangat mengerikan, membuat semua orang bungkam.


"tapi aku menolak!!" ujar Arana tegas.

__ADS_1


"namun sayang nya kau tak bisa menolak ku gadis kecil atau kau ingin seluruh keluarga mentri Huan ini hancur dalam satu malam." enteng pangeran Jikxi dengan seringai licik di wajah nya yang membuat seluruh anggota keluarga mentri Huan bergetar hebat.


Siapa yang tak mengenal kekejaman pangeran Jikxi kala telah mengatakan akan menghancurkan sebuah keluarga dalam satu malam, semua orang tahu ucapan pangeran Jikxi bukan lah omong kosong belaka melainkan bom waktu yang akan segera terjadi jika menteri Huan mengambil tindakan yang salah.


"Jangan yang mulia, ji jika anda memang ingin bertunangan dengan Arana, maka hari ini aku umumkan kepada semua orang bahwa Arana putri kecil ku ini telah resmi menjadi tunangan pangeran Jikxi!" kata mentri Huan secepat kilat setelah mendengar ancaman pangeran Jikxi, meski mentri Huan menginginkan Bai min yang menjadi pasangan pangeran Jikxi tetapi saat ini keselamatan keluarga nya merupakan hal yang paling utama dari pada niat awal nya.


"tidak ayah! aku tidak setuju!" teriak Bai min yang merasa sangat keberatan, Bai min tentu tidak akan membiarkan Arana bisa dengan mudah bersama dengan pangeran pujaan hatinya.


"diam! tidak ada bantahan!" hardik mentri Huan tajam kepada Bai min.


Bai min membatu di tempat kala melihat tatapan tajam dari mentri Huan, hati nya tak menerima dengan keputusan mentri Huan yang langsung berubah pikiran untuk menjodohkan dirinya dengan pangeran Jikxi.


"Apa kau sedang mengancam ku?" tanya Arana sambil menatap lekat mata pangeran Jikxi yang terlihat sangat indah. (dan yah Arana baru menyadari keindahan sorot mata pangeran Jikxi)


"bisa di bilang begitu, dan lagi pula dengan bersama ku, kau bisa melakukan banyak hal yang kau mau, tanpa harus takut saat bertindak ceroboh" enteng pangeran Jikxi sambil berbisik di telinga Arana, seolah mengetahui segala hal tentang gadis kecil itu.


Arana baru sadar akan hal itu, yang di katakan pangeran Jikxi memang benar, jika Arana ingin membalas kan dendam nya kepada keluarga mentri huan, Arana tidak bisa hanya mengandalkan diri nya sendiri, dia juga harus mendapatkan sebuah dukungan kuat di belakang nya, walau sekeras apa pun Arana ingin berjuang sendiri apa akhirnya cepat atau lambat Arana pasti akan segera tumbang oleh keluarga keluarga Huan jika hanya Arana yang berjuang seorang diri dalam balas dendam nya.


"dan ternyata aku harus memilih jalan seperti ini untuk membalas kan dendam ku" miris Arana pada dirinya sendiri dalam hati.


🍁

__ADS_1


__ADS_2