PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 41


__ADS_3

"Salam nenek,ayah dan yang lain nya" ucap Bai min dengan sedikit keberanian menatap wajah sang nenek yang terlihat sangat kecewa kepada Bai min, dan juga wajah mentri Huan yang terlihat sangat marah dengan wajah yang sangat lelah setelah perjalanan pulang hari ini.


Mentri Huan baru saja kembali dari tugas nya menangani wabah di daerah utara kekaisaran yang lebih bisa di bilang tugas hukuman nya, awal nya Mentri Huan ingin menenangkan pikiran nya di kediaman setelah lelah mengatasi wabah yang tak kunjung membaik. tetapi semua harapan itu sirna ketika mendengar jika selir Huan xi di buat kecewa oleh putri nya yang telah lancang menolak perjodohan dari Selir Huan xi di kediaman sang selir sendiri. membuat mentri Huan ikut turun tangan dalam masalah ini, mau bagaimana pun rencana perjodohan ini bukan hanya keinginan selir Huan xi saja tetapi berawal dari rencana keluarga nya yang meminta bantuan kepada selir Huan xi.


Namun Mentri Huan dan seluruh anggota keluarga yang lain nya di buat kecewa oleh keputusan Bai min, yang dengan lancangnya menolak perjodohan dari Selir Huan xi, tanpa tahu akhir dari sifat keras kepalanya itu.


"apa kau tahu di mana letak kesalahan mu?" tanya nyonya besar dengan nada menekan.


"tidak nenek, memang apa yang telah aku perbuat hingga membuat kalian terlihat sangat marah padaku?" tanya Bai min dengan polosnya.


"nak, kami semua tidak marah padamu tetapi sangat kecewa terhadap mu, kau telah menghancurkan impian kami semua" ujar menteri Huan seperhatian mungkin agar Bai min dapat memahami apa yang sedang dia jelaskan.


"memang nya aku membuat apa hingga membuat kalian semua kecewa kepadaku?, bukan kah pagi ini semua terlihat baik baik saja?." sangkal Bai min yang tidak mau mengakui kesalahan nya.


"jangan mengelak! bukan kah kau sudah tahu, jika keluarga kita telah merencanakan akan menjodohkan mu dengan pangeran kedua, lalu apa yang telah kau lakukan hari ini?!" marah nyonya besar yang sudah tidak bisa bersabar lagi.


"nenek, bukan aku tidak menginginkan perjodohan ini, tetapi pangeran Hanxi yang tidak ingin di jodohkan dengan ku. lagi pula bukan lah nenek dan ibu juga telah mendukung keputusan ku yang ingin bersama dengan putra mahkota?." kata Bai min terlihat sedih karena merasa di tuduh oleh keluarga nya.


"cukup Bai min! jangan kau salah kan pangeran Hanxi, kami semua telah mengetahui apa yang terjadi di kediaman selir Huan xi hari ini! kami sangat kecewa pada mu" geram mentri Huan.


"tapi ayah apa yang salah dengan keputusan ku itu?." tanya Bai min sedih.


"apa kau tahu seberapa kami berharap pada mu hah?! dengan kau menikah bersama pangeran Hanxi kekuatan keluarga kita akan semakin bertambah dan kau kelak juga akan bisa memiliki peluang besar untuk dapat menaiki tahta kerajaan bersama pangeran Hanxi" jelas mentri Huan.

__ADS_1


"benar apa yang di katakan ayah mu Bai min, awalnya aku memang ingin mendukung keputusan yang kau buat, tetapi setelah ayah mu memberitahu ku tentang hubungan keluarga kita dengan permaisuri yang tidak baik keputusan ku langsung berubah. aku tak mau tau kau harus menikah dengan pangeran Hanxi!." tegas nyonya besar.


"ibu, tuan, biasakan kalian sedikit lembut kepada putri ku, dia terlihat sangat tertekan." kata Quin xie mencoba menetralkan suasana.


"tidak!" jawab kedua orang yang sedang marah secara bersamaan.


"jika keluarga kita bertentangan dengan permaisuri. lalu mengapa Arana bisa bersama dengan pangeran Jikxi? bukan kah pangeran Jikxi sama merupakan anak dari permaisuri?! sedangkan aku? mengapa aku tidak bisa bersama dengan putra mahkota?! bukan kah ini tidak adil! Arana yang seorang pembawa sial dapat memiliki apa yang selalu aku inginkan!. sedangkan aku?! mengapa diriku selalu saja tidak bisa?!." histeris Bai min marah dengan keadaan yang menimpa dirinya.


Bai min sangat iri kepada Arana, yang meski sedari lahir tidak di perduli kan oleh keluarga nya tetapi masih bisa menjalani hidup dengan tenang, sedangkan Bai min sedari kecil hingga saat ini di beri banyak sekali tuntutan oleh keluarga nya dengan alasan cinta dan kasih sayang, terkadang Bai min merasa jika tidak di perhatikan oleh keluarga nya akan jauh lebih baik di Bandingkan selalu di perhatikan.


"Cukup! jangan sama kan dirimu dengan anak pembawa sial itu!. apa kau tahu seberapa beruntungnya dirimu di manjakan oleh keluarga ini?! dia bisa dengan mudah bersama dengan pangeran Jikxi karena pangeran Jikxi memiliki kekuasaan tertinggi di antara para pangeran yang lain, pria itu juga lah yang menginginkan Arana!. sedangkan kau?! apa kau tidak sadar akan dirimu sendiri yang kini di pandang rendah oleh banyak orang?!" marah nyonya besar.


"kami semua mengatur perjodohan ini demi kebaikan mu sendiri nak, dengan kau menikah bersama pangeran Hanxi, kau akan bisa merasakan posisi permaisuri di kediaman pangeran kedua, sedangkan putra mahkota dia telah memiliki putri mahkota masa depan sedari kecil. sedangkan kau tidak akan pernah bisa melawan calon putri mahkota itu." jelas Quin xie dengan lembut agar putri kesayangannya dapat memahami situasi.


"ibu, kau bercanda bukan? bagaimana bisa putra mahkota telah memiliki calon putri mahkota masa depan, bukan kah selama ini putra mahkota terkenal tidak memiliki satu orang wanita pun di sisinya dan lagi seluruh kekaisaran tidak ada yang mengetahui perihal calon putri mahkota itu" ujar Bai min tidak percaya.


"karena hanya anggota keluarga kerajaan saja yang mengetahui hal itu, identitas serta waktu pertunangan kedua nya di rahasiakan dengan baik oleh kaisar agar kelak calon putri mahkota dapat menaiki tahta dengan mudah, dan lagi kekuasaan nya yang besar mampu mendukung posisi putra mahkota untuk bisa menaiki tahta. karena itu permaisuri sangat menjaga calon menantunya itu" jelas Quin xie.


"Apa kau sudah mendengar itu?! jangan pernah berfikir ingin bertentangan dengan calon putri mahkota masa depan!. karena kau tidak akan pernah sanggup untuk melawan nya, kau hanya akan berakhir dengan menyedihkan di tangan orang itu jika kau tetap keras kepala!." ancam nyonya besar lalu pergi dari aula keluarga dengan sangat marah terhadap cucu kesayangan nya yang sangat keras kepala.


"jika kau masih belum memahami apa yang sedang kami jelaskan, baik baik merenunginya di tempat leluhur selama dua Minggu" tegas mentri Huan lalu pergi dari aula keluarga di susul yang lain nya.


Bai min masih tidak memahami apa yang baru saja dia dengar, putra mahkota telah memiliki calon putri mahkota masa depan, bagaimana mungkin? apa semua khayalan indah yang selama ini Bai min bayangkan akan lenyap begitu saja? tidak tentu saja tidak. Bai min akan mencari sebuah cara agar bisa mendapatkan posisi putri mahkota apapun yang terjadi.

__ADS_1


"tapi siapa calon putri mahkota masa depan itu?, jika mereka ada di antara nona bangsawan kekaisaran ini aku rasa, aku jauh lebih unggul di banding kan dengan mereka dari segi apapun sebelum nama ku tercoreng, sudahlah siapa pun dia, tak akan aku biarkan dia merusak segala rencana yang telah ku susun sedari lama" gumam Bai min lalu pergi meninggalkan aula keluarga.


Sedangkan di sisi lain, seseorang yang sedari awal menguping pembicaraan orang orang yang ada di dalam aula keluarga sama terkejutnya dengan Bai min kala mengetahui jika putra mahkota telah memiliki calon putri mahkota masa depan.


"heh itu sangat bagus, setidaknya dia akan menderita suatu hari nanti di kediaman putra mahkota jika terus besar kepala seperti itu" dingin Arana tersenyum sinis.


"tapi aku sangat penasaran dengan sosok putri mahkota masa depan itu, apakah kekuasaan nya bisa melebihi pangeran Jikxi?." gumam Arana penasaran.


"ah mengapa aku harus memikirkan pangeran Jikxi, lebih baik aku mencari tahu siapa sebenarnya sosok calon putri mahkota masa depan itu" ujar Arana lalu pergi dari aula keluarga.


Di sisi lain setelah mentri Huan keluar dari aula keluarga, mentri Huan terlihat sangat gelisah di dalam kamar milik nya, dia bolak balik tidak jelas di dalam kamar dengan dahi yang terkadang mengkerut saat sedang memikirkan sesuatu yang hanya dia yang tahu apa masalah itu.


"Tuan, ada masalah apa?" tanya Quin xie lembut saat melihat suaminya terlihat begitu gelisah di dalam kamar mereka.


"kita harus segera menikah kan Bai min dengan pangeran Hanxi" kata mentri huan dengan pandangan mata mendalam menatap Quin xie.


"iya aku tahu akan kegelisahan tuan terhadap putri kita, tapi tuan tahu bukan akan sifat keras kepalanya, putri kita akan sangat memaksakan keinginan nya, apalagi dapat kita lihat tadi, seberapa bai min sangat menginginkan putra mahkota" ujar Quin xie yang sangat memahami sifat putri nya.


"perjodohan ini, bukan hanya sekedar mengenai kebahagiaan putri kita, tetapi juga keselamatan seluruh keluarga kita" kata mentri Huan serius.


"jika kita tidak secepatnya menjodohkan Bai min dengan pangeran hanxi maka suatu hari nanti, keluarga kita akan benar benar lenyap dari kekaisaran ini."


🍁

__ADS_1


jangan lupa like and komen ya semuanya, terimakasih juga buat kalian yang selalu setia dengan karya karya ku, love you 😘


__ADS_2