
Namun ada fakta yang perlu Arana ingat. jika Pangeran Jikxi tidak memerlukan sebuah dukungan dari seorang wanita jika hanya untuk memperkuat posisi serta kekuasaan nya saja.
Sebab pria itu mampu mendapatkan segalanya, cukup hanya dengan mengandalkan dirinya seorang diri saja. kekuasaan, jabatan, serta kehormatan dapat dengan mudah Pangeran Jikxi raih tanpa memerlukan bantuan dari para pendukung palsu yang kelak akan merugikan Pangeran Jikxi.
Pangeran Jikxi yang tumbuh dan terdidik di dalam medang peperangan. jelas saja membuat Nya tubuh dengan banyak memiliki sebuah pengalaman serta pengamatan dalam, yang membuat Pangeran itu dapat melihat jauh, siapa orang yang bisa dia andalkan dan siapa yang tidak perlu dia pedulikan?.
Tetapi entah motivasi apa yang membuat Pria itu menjadi sangat gigih dalam meraih puncak dengan hanya mengandalkan dirinya seorang diri saja tanpa pernah berfikir ingin memanfaatkan ketampanan yang dia miliki?. namun dapat Arana akui jika Pangeran Jikxi memang sosok Pangeran yang sangat hebat dan tentu saja sangat pantas mendapatkan kehormatan serta kekuasaan yang telah berhasil dia raih. (lamunan Arana)
"Aku menjadi sangat penasaran pada mu Yang Mulia" ujar Arana sambil menatap Pangeran Jikxi
"tentang?" tanya Pangeran Jikxi
"tentang kau yang begitu sangat berusaha keras untuk bisa mendapatkan semua ini, dengan hanya mengandalkan diri mu seorang diri. padahal jika kau mau, banyak hal yang dapat kau raih dengan mudah hanya dengan mengandalkan ketampanan mu saja. dengan hanya mengandalkan wajah mu itu, kau bisa mendapatkan segalanya tanpa perlu mengeluarkan tenaga lebih" jelas Arana
"maksud mu, seperti mendapatkan dukungan dari para wanita yang dengan gilanya sering mengejar ku itu?" tebak Pangeran Jikxi
"yah, bukan kah itu merupakan cara yang lebih singkat untuk bisa mendapatkan segala nya?. kau tampan dan sangat di gilai oleh banyak kaum wanita. aku sangat yakin mereka akan berusaha mati matian untuk bisa memberi mu sebuah dukungan kuat di dalam kerajaan" kata Arana
"mereka akan secara suka rela terus mendukung posisi mu, serta sekuat tenaga akan selalu membela mu dari para pengikut yang akan merendahkan mu kelak." lanjut Nya lagi
"apa yang membuat mu sangat yakin jika aku bisa mencapai puncak hanya dengan mengandalkan wajah ku saja?" tanya Pangeran Jikxi serius
"tentu saja karena banyak Pangeran yang mengandalkan cara seperti itu di kerajaan, dan juga cara itu lah yang paling mudah untuk menarik banyak pihak agar bisa menyokong posisi Seorang Pangeran menjadi lebih kuat dan lebih unggul dari pada Pangeran yang lain nya." kata Arana yang membuat Pangeran Jikxi sedikit kecewa.
"Apa hal itu juga yang akan kau lakukan untuk ku?" tanya Pangeran Jikxi menatap lekat Arana
"oh tentu tidak!. karena aku tidak segila wanita di luar sana pada mu" elak jujur Arana meski di dalam hati nya merasa ada yang salah dengan perkataan nya.
"karena itu, aku tidak membutuhkan mereka. yang aku butuhkan itu yang akan kau berikan padaku" ujar Pangeran Jikxi menggoda Arana
"cih mimpi saja kau sana!" kesal Arana.
"sudah lah kembali ke pembahasan awal saja" lanjut Arana enggan.
__ADS_1
"jadi apa yang akan kau lakukan untuk bisa membuat ku keluar dari kediaman beracun ini?" tanya Arana kembali ke topik pembicaraan mereka
"kau tenang saja, aku akan mengurus segala nya dengan baik. jadi segera lah bersiap karena besok merupakan hari terakhir mu di dalam kediaman ini" santai Pangeran Jikxi
"senang mendengar nya jika begitu" ujar Arana senang
"dan perlu kau ingat juga, setelah kau berhasil keluar dari kediaman ini kau bukan lagi bagian dari keluarga Huan" kata Pangeran Jikxi mengingat kan
"kau tenang saja, aku tidak mempermasalahkan hal itu justru sangat senang saat mendengar kan nya" ujar Arana
"tapi meski begitu kau harus tetap ingat! apapun status mu kau masih lah calon permaisuri ku"
...esok hari nya...
Menteri Huan dan Quin Xie masih menunggu kedatangan Arana di ruang rapat milik keluarga Huan. namun sayang nya anak yang mereka tunggu tunggu tak kunjung datang menemui mereka di sana, sudah hampir dua jam lamanya kedua orang tua itu menunggu Arana.
Pagi ini Mentri Huan dan Quin Xie memutuskan akan memaksa Arana dengan cara mengancam nya. supaya Arana mau menuruti keinginan mereka dengan mengunakan Nobu pelayan yang sangat Arana sayangi sebagai bahan ancaman nya.
Namun hingga siang menjelang Arana masih saja belum menemui mereka, meski Nobu telah berada di tangan keduanya, Arana masih tetap santai berada di kediaman milik nya tanpa memperdulikan setiap utusan yang Mentri Huan kirim untuk memberitahu Arana tentang keseriusan Mentri Huan dan juga Quin Xie.
Beberapa kali Mentri Huan mencoba mengirim bawahan nya untuk memasuki kediaman Arana, namun mereka semua berakhir dengan kekecewaan. sebab Arana yang masih tidak mengizinkan siapapun untuk bisa masuk kedalam kediamannya, meski para bawahan Menteri Huan telah mengatakan jika Nobu saat ini telah berada di tangan Mentri Huan berserta istri nya, yang mungkin saja sewaktu waktu dapat kedua orang itu siksa jika Arana terlambat datang menemui orang tua nya di dalam ruang rapat.
Tetapi Arana bagaikan acuh tak acuh mendengar ancaman yang mereka lontarkan, Arana tak bergeming sama sekali meski banyak laporan yang mengatakan jika Nobu telah mulai di siksa, hal itu membuat Mentri Huan ragu jika Arana putri kedua nya itu memandang penting pelayan pribadi yang sedang mereka tahan itu.
Jika benar Arana sangat menyayangi Nobu, logika nya Arana akan langsung datang menolong Nobu dan akan dengan mudah menyetujui permintaan Mentri Huan dan Quin Xie untuk bisa menarik Pangeran Jikxi kedalam pihak Keluarga Huan.
Tetapi ini berbeda dari dugaan kedua orang itu, Arana justru dengan santai nya berada di dalam kediaman nya tanpa perduli akan apa yang akan di lakukan Mentri Huan dan juga Quin Xie kepada Nobu.
Dan di saat Mentri Huan serta Quin Xie sedang berusaha keras mencari cara agar bisa membuat Arana segera datang, tiba tiba Pangeran Jikxi justru datang berkunjung kedalam kediaman Huan dengan membawa dekrit kaisar. hal itu sontak membuat semua orang merasa bingung dan juga bertanya tanya dekrit apa kiranya yang kaisar berikan kepada kediaman Mentri Huan ini?.
"Salam Yang Mulia semoga selalu di berkati langit dan bumi" kata Mentri Huan menyambut kedatangan Pangeran Jikxi.
"tak perlu basa basi. kedatangan ku kemari hanya ingin menyampaikan dekrit kekaisaran yang di kirim oleh Kaisar untuk keluarga kalian dan juga untuk calon permaisuri ku Putri Araxi" dingin Pangeran Jikxi.
__ADS_1
"panggil kan dia kemari" lanjutnya memberi perintah pada bawahan Nya.
"baik yang mulia" sahut salah satu anak buah Pangeran Jikxi.
"Mohon ampun Yang Mulia, sekiranya apa yang ingin Kaisar sampaikan pada keluarga kami?" tanya Mentri Huan dengan perasaan tidak enak
"lancang! siapa yang memberi mu sebuah keberanian untuk mempertanyakan titah Yang Mulia Kaisar?!" marah Pangeran Jikxi
"mohon ampun Yang Mulia, hamba tidak berani" ujar Menteri Huan langsung berlutut di hadapan Pangeran Jikxi.
Setelah nya ruang rapat sunyi senyap tanpa ada yang berani mengeluarkan suara sedikitpun. Seluruh anggota keluarga Huan telah di kumpulan kan di dalam ruang rapat itu terkecuali Arana yang masih belum hadir juga di sana.
Sudah hampir 3 jam lama nya keluarga Huan berlutut di hadapan Pangeran Jikxi, sebab menunggu kedatangan Arana yang tak kunjung hadir di antara mereka.
"Mohon ampun Yang Mulia. seperti nya Arana tidak akan datang kemari. mohon Yang Mulia maafkan dia yang telah berbuat tidak sopan kepada anda dan bisakah anda langsung membacakan titah dari Yang Mulia Kaisar?" Kata Bai Min yang sudah tidak tahan lagi, juga sangat kesal kepada Arana yang terlalu lama hingga membuat seluruh anggota keluarga Huan harus menunggu kedatangannya, dan karena itu juga Bai Min harus berlutut selama hampir 3 jam lama nya yang telah membuat kaki nya terasa hampir mati rasa.
"apa kau sedang memberi perintah pada ku?" dingin Pangeran Jikxi
"tidak yang mulia, hamba tidak berani" bantah Bai min langsung menyauti perkataan Pangeran Jikxi
"tapi apa yang hamba katakan benar adanya yang mulia, Mungkin saja Arana memang tak memandang tinggi anda, sehingga mengabaikan panggilan anda yang menyuruh nya untuk datang kemari, alangkah..." Bai Min mencoba memprovokasi Pangeran Jikxi
"Seperti nya perkataan nona pertama Huan salah. aku bukan tidak memandang calon suami tampan ku ini, tapi justru karena dia lah aku harus menyiapkan diri sedemikian rupa agar membuat nya merasa nyaman saat memandang ku" timpal Arana yang datang dari balik pintu yang membuat semua orang menatap Arana.
"Apa kau harus berbuat sebegitu rumit hanya untuk berjumpa dengan ku?" goda Pangeran Jikxi saat melihat Arana yang datang dengan pakaian rapih nan riasan yang begitu menawan lalu menghampiri nya.
"tentu saja atau nanti kau akan mudah terhasut oleh wanita lain hanya karena wajah nya yang tak lebih buruk dari ku namun terlihat menyenangkan di mata buayamu" kata Arana cemberut.
Kedua sejoli itu terlihat sangat mesra nan romantis di hadapan banyak orang, namun orang orang yang sedang melihat keharmonisan kedua sejoli tidak sedang memuji kedua nya, justru mereka sedang mengutuk Arana habis habisan di dalam hati mereka masing masing. karena Arana telah membuat mereka semua menunggu hingga hampir mematahkan kaki semua anggota keluarga Huan.
Dan lagi, Pangeran Jikxi justru malah sibuk menggoda Arana yang baru saja datang, tetap memperdulikan keluarga Huan yang masih dalam posisi berlutut, tanpa tau kapan anggota keluarga itu akan terbebas dari siksaan di hari ini.
🍁
__ADS_1