
Gadis kecil nan cantik bak bidadari dengan kulit putih mulus nan kenyal itu, kini terbaring lemah dengan sekujur tubuh yang di penuhi oleh luka cambuk yang terlihat sangat mengerikan, tubuh Arana yang semula putih mulus tanpa celah kini di penuhi sayatan cambuk yang di aliri darah segar.
Nobu menatap penuh kasian kepada nona kecil yang telah dia besarkan sedari bayi itu, tubuhnya yang masih sangat kecil harus menanggung penderita yang berkepanjangan dari keluarga nya sendiri, bukan hanya siksaan luar yang arana rasakan tetapi juga siksaan jiwa karena selalu terabaikan oleh keluarga nya.
Begitu malang nasib Arana, jika anak kecil lain seumur nya masih bergelut manja kepada kedua orang tuanya sedangkan dia hanya bisa memeluk tubuhnya sendiri.
Dengan sangat hati hati Nobu mulai membersihkan setiap luka yang ada di tubuh Arana, setelah nya langsung di olesi obat luka yang telah Nobu minta dari tabib keluarga mentri huan.
"Nona, anda harus tumbuh menjadi gadis kuat, hamba yakin suatu saat nasib anda akan berubah" kata Nobu sambil mengelus pipi mulus Arana, hanya wajahnya yang tidak terluka satu goresan pun, mungkin itu kebaikan dari Mentri Huan yang tak ingin Arana berubah menjadi gadis buruk rupa di masa depan mau bagaimanapun Arana merupakan putri kedua mentri Huan, akan sangat memalukan bagi keluarga mentri memiliki anak yang buruk rupa, tetapi apa kebaikan itu sepadan dengan setiap luka cambuk di sekujur tubuh Arana yang sudah terlampau banyak itu ๐ช memandangnya saja sudah sangat mengerikan ๐.
Arana sebenarnya merupakan gadis yang paling jenius di kediaman mentri Huan bahkan dari seluruh anggota keluarga dan kerabat menteri Huan, tetapi tidak ada yang mengetahui hal itu selain Nobu yang telah mengasuh Arana sedari kecil.
Nobu telah melihat setiap perkembangan Arana, dari yang bisa berbicara ketika berusia 6 bulan hingga berjalan di usia 9 bulan, dan pada usia 2 tahun arana telah membaca berbagai buku pengetahuan yang sengaja Nobu pinjam dari salah seorang guru besar keluarga Huan tanpa sepengetahuan orang lain.
Bakat Arana yang sangat luar biasa membuat Nobu tak henti hentinya mencoba memberikan pendidikan yang terbaik untuk Arana, walau Nobu kerap kali harus menghabiskan uang saku milik nya, di karena kan kediaman Arana yang hanya di beri jatah sekadar nya oleh mentri Huan dan sang istri, namun semua yang Nobu lakukan sepadan dengan hasilnya.
Arana yang terus di beri pendidikan pengetahuan oleh Nobu mulai menunjukkan berbagai bakat tak terduga, hingga membuat orang biasa tak akan pernah menduga dengan semua bakat yang di miliki Arana.
Seiring pertumbuhan Arana yang sangat luar biasa itu, membuat Arana tumbuh jauh lebih dewasa dari umur Arana yang semestinya. jika anak anak seusia Arana akan mengisi hari hari mereka dengan bermain, arana kecil lebih memilih untuk mendalami apa yang telah dia pelajari sedari dulu. begitu pula dengan goresan luka di hati Arana, goresan itu pun ikut tumbuh bersama dengan nya.
ntobu yang telah merawat Arana selama ini mengerti betul, jika Arana suatu hari nanti pasti akan mengobati luka hatinya dengan caranya sendiri, mungkin di saat itu tiba, tak ada satu orang pun di kediaman mentri huan yang akan lolos dari genggaman Arana.
Saat Nobu masih hanyut kedalam fikiran nya sendiri tanpa di sadari Arana telah sadarkan diri.
__ADS_1
"apa yang sedang kau pikirkan Nobu?." tanya Arana yang melihat Nobu sedang hanyut kedalam lamunannya sendiri.
"ah nona anda telah sadar, apa ada yang terasa tidak nyaman?." tanya Nobu senang melihat Arana telah siuman tapi juga khawatir dengan kondisi tubuh Arana yang di penuhi luka cambuk yang sangat mengerikan.
"tenang lah Luka ini tak seberapa." ujar Arana yang tak memperdulikan luka pada tubuhnya.
"jangan berkata seperti itu nona, hati Nobu sakit mendengar nya." kata Nobu sedih, dia tak ingin hal buruk terjadi kepada nona kecil nya itu, Arana telah nobu rawat layaknya putri kandungnya sendiri, meski sebenarnya umur mereka tak berbeda jauh, nobu hanya lebih tua dari Arana 5 tahun
"anda harus segera sembuh, bukan kah sebentar lagi anda akan membuka restoran cabang di desa sebelah." lanjut Nobu membujuk Arana agar tetap bersemangat.
Yah, hanya Nobu yang sangat perhatian kepada Arana selama ini, dan karena itu lah, Arana juga sangat menyayangi Nobu layaknya ibu kandung nya sendiri berbeda jauh dengan istri perdana mentri huan Quin xie yang justru tak pernah dekat dengan Arana selama ini, ibu kandung Arana itu hanya selalu memperhatikan Bai min saja dan terus menelantarkan Arana.
Meskipun umur Nobu hanya selisih 5 tahun saja dari Arana, namun karena pemikiran Nobu yang di paksa dewasa sebelum usia nya, membuat arana dapat merasakan sosok seorang ibu dalam diri Nobu itu lah mengapa Arana menganggap nya sebagai pengganti dari ibu kandung nya.
"ah iya, aku hampir saja lupa, terima kasih Nobu karena mengingat ku tentang bisnis ku itu, jika tidak aku pasti sudah melupakan nya." kata Arana tulus dengan mata berbinar seolah melihat uang di depan matanya.
Selama ini, Arana telah bergelut dalam bidang bisnis sejak dia berusia 8 tahun, tidak ada satu orang pun di dalam keluarga Huan yang mengetahui hal itu selain hanya Nobu dan Arana sendiri, ya karena sejak dulu tak ada yang memperdulikan apa yang sedang Arana lakukan di luaran sana.
Arana bergerak di bidan bisnis kuliner (kalau di zaman modern) dan juga busana, bahkan restoran yang Arana miliki merupakan salah satu restoran bintang 5 di ibu kota kekaisaran Minday yang kerap kali di datangi oleh para bangsawan setempat tak terkecuali keluarga mentri Huan.
Butik yang Arana bangun pun telah sangat terkenal di fashion era zaman kuno, bahkan Anggota kerajaan merupakan salah satu tamu langganan butik milik Arana.
Arana mempelajari dunia bisnis dari berbagai buku yang telah di baca, sebenarnya bukan hanya dunia bisnis yang arana geluti tetapi masih banyak rahasia lain pada diri gadis kecil itu.
__ADS_1
Meski bisnis Arana telah berkembang begitu pesat di ramainya kota kekaisaran Minday, namun nama Arana tak pernah muncul di dalam bisnis bisnisnya karena Arana selalu menggunakan nama samaran dalam membangun berbagai bisnisnya itu.
Para karyawan nya hanya mengenal Arana dengan nama sang ratu bisnis, karena usahanya yang sangat berkembang sangat pesat di dalam dunia bisnis, begitu juga dengan berbagai mitra bisnis Arana, mereka juga hanya mengenal Arana dengan sebutan sang ratu bisnis setiap kali mereka melakukan transaksi menguntungkan.
Semua orang yang bergelut dalam bidang bisnis, tak ada satu pun yang mengetahui jika sang ratu bisnis yang menjadi mitra atau bahkan atasan mereka selama ini merupakan putri kedua perdana menteri Huan, sebab jika di bocorkan sekalipun semua orang tak akan pernah mempercayai hal itu, karena Arana selalu di gosip kan buruk oleh orang kediaman mentri Huan sendiri dan alasan nya sudah pasti tentu, karena Bai min yang sengaja menyebar rumor buruk tentang Arana kepada semua orang agar hanya Bai min saja yang menjadi pusat perhatian.
"Baik lah di mana obat ku Nobu, aku harus segera mengatur strategi agar bisnis ku itu bisa langsung berkembang pesat di desa tetangga." lanjut Arana dengan penuh semangat, mengingat ini cabang ke tiga yang akan arana bangun.
"hamba yakin usaha anda pasti akan berjalan dengan lancar seperti biasanya nona." ujar Nobu sambil menyodorkan obat yang telah dia persiapan sebelumnya, segera Arana langsung mengambil obat itu dan langsung meminumnya habis dalam satu tegukan.
"benar yang kau katakan Nobu, bisnisku pasti akan berkembang seperti yang sebelumnya, tetapi kita juga harus miliki strategi yang matang, karena mau bagaimana pun ini merupakan dunia bisnis bukan tidak mungkin apa yang kita rencanakan akan gagal di tengah jalan, ingat Nobu jangan pernah meremehkan musuh, apa lagi di dunia bisnis, banyak orang yang jauh lebih kejam di bandingkan dengan orang yang ada di kediaman mentri Huan ini." jelas Arana mengingatkan Nobu dengan segala kemungkinan buruk yang akan terjadi jika mereka berdua lengah.
"yang anda katakan benar nona, tetapi kesehatan anda saat ini jauh lebih penting dari pada bisnis kita, jika kondisi anda seperti ini bukan tidak mungkin apa yang anda katakan akan langsung terjadi, jadi istirahat lah, agar nona dapat menjalankan bisnis kita dengan lancar." kata Nobu lembut penuh kasih sayang
"iya Nobu, Nobu memang yang paling Arana sayang." ujar Arana tulus.
Dunia bisnis memang sangat kejam, banyak orang yang akan melakukan segala macam cara agar dapat menguntungkan mereka atau bahkan hanya sekedar memutuskan hasrat gila mereka.
Tak lama mata Arana terpejam dengan sendirinya, terlihat tubuh gadis itu memang sangat lemah namun Arana tak menunjukkan kelemahan nya sedikitpun walau kepada Nobu sekalipun.
"Hamba yakin suatu saat nona akan segera mendapatkan kebahagiaan yang selama ini nona cari." kata Nobu sambil menutupi tubuh Arana dengan selimut.
๐
__ADS_1