PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 25


__ADS_3

Arana berbincang dengan pangeran Jikxi mengenai beberapa hal, sampai Arana teringat akan sosok pria misterius yang selalu menemui nya bahkan telah menjadi rekan Arana saat ini.


"Jika pria misterius itu tahu, pangeran Jikxi ingin menikahi ku, apa kah dia akan membantu ku untuk bisa menggagalkan rencana pangeran Jikxi?" tanya Arana dalam hati, kala mengingat pria misterius yang dia kenal juga menginginkan Arana untuk bersama dengan nya, Arana berpikir mungkin saja pria misterius itu dapat membantu Arana supaya bisa terlepas dari pertunangan nya dengan pangeran Jikxi, yang cepat atau lambat dekrit pernikahan pasti akan segera tiba di kediaman mentri Huan ini.


"Ehem, hari sudah semakin gelap yang mulia, bukan kah acara masih akan berlanjut nanti malam?" ujar Arana basa basi agar bisa mengusir pangeran Jikxi secara halus, karena jika menggunakan cara paksa pasti pangeran menyebalkan itu bisa melawan Arana dengan mudah.


"apa kau sedang berusaha untuk mengusir ku?" tanya pangeran Jikxi dengan nada menekan.


"bukan begitu, tiga jam lagi acara akan segera di mulai aku perlu mempersiapkan diri seperti nona nona yang lain nya" jelas Arana.


"jadi kau tak ada niat untuk mengusir ku?." seringai jahat pangeran Jikxi.


"tentu saja hamba tak berani bagaimana pun pangeran merupakan anggota kerajaan" timpal Arana cepat.


"melihat kau yang begitu patuh, aku akan melepaskan mu hari ini" kata pangeran Jikxi lalu pergi meninggalkan kediaman Arana.


"huh, untung saja pria menyebalkan itu cepat pergi" gumam Arana lega.


Selepas kepergian pangeran Jikxi, Arana menulis sebuah surat untuk pria misterius yang Sampai saat ini pun Arana belum mengetahui nama nya.


Surat itu Arana kirimkan melalui prajurit yang di berikan oleh pria misterius beberapa waktu lalu, hanya dengan cara itu Arana bisa menghubungi nya, sebab Arana sendiri tak tau asal usul pria misterius itu. (namanya juga pria misterius tentu saja asal usulnya juga sangat misterius) tetapi sebenarnya bukan karena Arana yang tidak tau asal usul pria misterius itu melainkan Arana yang tak pernah sekalipun bertanya atau membahas mengenai asal usul pria misterius itu kepada orang nya secara langsung, sehingga Arana tak mengetahui apa pun tentang pria itu.


Isi di dalam surat itu menuliskan betapa Arana menolak pertunangan nya dengan pangeran Jikxi dengan alasan ingin memiliki kehidupan yang arana dambakan selama ini. (yaitu kehidupan yang bebas dengan status sebagai pembisnis nomor satu di kota kekaisaran Minday) karena pria misterius itu mengenal baik Arana melebihi semua orang yang Arana kenal, jadi Arana tak ragu untuk mengungkapkan cita cita nya.


Arana meminta pria misterius itu untuk menolongnya supaya dapat terlepas dari pangeran Jikxi yang berkuasa, Arana sadar sampai kapan pun Arana tidak akan pernah bisa berurusan dengan pangeran Jikxi yang notaben nya memang memiliki kekuasaan tertinggi didalam kekaisaran ini di usia nya yang masih begitu muda. (18 tahun) tapi mungkin saja pria misterius itu dapat menandingi kekuatan pangeran Jikxi pikir Arana.


Arana sangat percaya dengan kekuatan pria misterius itu karena telah melihat secara langsung pria misterius itu yang mampu memimpin sebuah pasukan luar biasa seorang diri tanpa di sadari oleh siapapun termasuk Kaisar sendiri, hal itu meyakinkan Arana jika pria misterius itu mampu melawan kekuatan pangeran Jikxi.


"semoga saja pria misterius itu mau membantu ku terlepas dari pangeran menyebalkan itu" ujar Arana penuh harap.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain, surat itu telah sampai di tangan pria misterius yang arana maksudkan, pria itu tersenyum penuh makna sambil terus membaca surat yang ada di tangan nya.


"heh, gadis kecil ku ini sungguh tidak berperasaan sekali" gumam pria misterius itu yang tak lain merupakan pangeran Jikxi sendiri.


"demi untuk terlepas dari ku, dia bahkan rela meminta kepada pria lain, bukan kah ini terlihat sangat menyakitkan?" ujar nya tersenyum getir.


"seperti nya, aku harus memberi sedikit hukuman kepada gadis kecil ku yang nakal ini supaya menjadi anak patuh" seringai licik di wajah pangeran Jikxi sambil membakar surat dari Arana di perapian.


Malam telah tiba, acara kembali di lanjutkan dengan begitu meriah seolah melupakan kejadian yang terjadi tadi siang.


Meski siang tadi begitu banyak hal yang mengejutkan, seperti nya tidak ada seorang pun yang terpengaruh karena nya atau berusaha untuk menghentikan acara yang sedang berlangsung, terbukti kini semua bangsawan telah melupakan kejadian yang terjadi tadi siang dan terlihat mereka semua sedang menikmati perayaan yang sedang berjalan dengan senyum merekah di wajah mereka masing masing.


Para tuan tuan terhormat kerajaan berkumpul bersama para pangeran, sedangkan para nona muda begitu asik menebarkan pesona mereka dalam perayaan seolah merekalah bintang nya, dan para tuan muda bangsawan tentu saja menikmati semua pemandangan menyegarkan di mata mereka.


Semua orang sangat sibuk mengamati serta menilai yang ada di dalam acara, tanpa menyadari ada seorang wanita yang sedang berbincang dengan seorang pelayan sambil menyerahkan sebuah bubuk mencurigakan kepada pelayan itu, setelahnya pelayan itu pergi meninggalkan acara dengan tenang seolah olah tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya.


Namun sayang, interaksi kedua orang itu terlihat jelas oleh Arana dan arana tentu saja tahu bubuk macam apa yang ada di tangan pelayan itu sekarang,melihat itu semua arana hanya dapat tersenyum mengejek ke arah wanita yang menyuruh pelayan itu.


Di satu sisi para pangeran sedang sibuk berbicara dengan para pejabat kerajaan, seperti nya walau sedang dalam acara perayaan percakapan tentang politik tidak dapat di hindarkan, beberapa pria dengan status tinggi itu sangat bersemangat membicarakan hal hal berbau politik.


Orang orang tua yang bekerja di kerajaan itu sedang berusaha untuk mengambil hati pangeran jikxi dengan menyombongkan beberapa hal kecil yang telah mereka lakukan untuk kekaisaran ini. (atau dalam bahasa lain di sebut: membanggakan kontribusi kecil mereka selama menjadi pejabat kerajaan)


Siapa yang tau tentang isi pikiran pangeran Jikxi yang sedang merasa sangat muak dengan keadaan saat ini, niat hati ingin melihat kecantikan arana tetapi malah harus berbincang dengan beberapa orang idiot dalam kerajaan nya.


Suasana dalam acara terlihat sangat tentang serta acara berjalan sesuai dengan keinginan mentri Huan,pria tua itu berharap tidak akan ada lagi kekacauan di malam ini seperti saat siang tadi, mentri Huan sudah merasa cukup malu karena tampilan Bai min yang begitu berani tetapi tidak mampu membuktikan keterampilan miliknya, sehingga malah justru mempermalukan kediaman milik mentri Huan bukan lagi membanggakan seperti tahun tahun sebelumnya, karena hal itu mentri huan berharap semoga acara malam hari ini terus berjalan dengan baik hingga akhir nanti


Namun mungkin harapan mentri Huan akan sirna, di sebabkan oleh seorang wanita yang sedang mengamati sekitarnya dengan seksama sedari tadi.


Melihat keadaan sekitar yang terlihat sangat teratur membuat Bai min bersemangat, dia telah bersiap cukup lama untuk menyambut malam ini, Bai min ingin terlihat sangat cantik untuk pria yang sedang dia ingin kan agar bersanding dengan Bai min selamanya.

__ADS_1


Dengan dandanan yang begitu mewah dan rasa percaya diri yang tinggi Bai min datang menghampiri para pejabat yang sedang berbincang dengan para pangeran, tampil nya yang begitu cantik nan anggun seolah mengisyaratkan kepada semua nona muda bahwa sampai kapan pun Bai min masihlah bintang nya.


Namun tentu saja tujuan Bai min bukan hanya ingin memamerkan apa yang melekat pada diri bai min saat ini, melainkan tertuju kepada pangeran Jikxi, orang yang telah mengambil hati nya sejak lama.


"salam yang mulia, bolehkah hamba bersulang bersama anda" kata Bai min dengan sopan dan terlihat sangat anggun kepada pangeran Jikxi


"tentu" ujar pangeran Jikxi dengan ekspresi datar nya.


Bai min meminta pelayan untuk memberikan dua gelas arak kepada dirinya dan juga pangeran Jikxi untuk bersulang, awal nya bai min takut jika pangeran Jikxi akan menolak ajakan nya untuk bersulang dengan dirinya dan merusak segala rencana yang telah bai min susun dengan rapih sebelum nya, tetapi ternyata semua berjalan seperti yang seharusnya, hal itu membuat bai min sangat bar semangat menantikan hasil dari rencana miliknya.


"Mari Pangeran" kata Bai min sambil mengangkat gelas arak nya lalu meminumnya dengan sekali tegukan tanpa ada rasa ragu sedikitpun.


Tanpa menjawab panggilan Jikxi juga mengangkat gelas anggur nya lalu meminum habis isi di dalam nya tanpa menyisakan setetes pun.


"Terimakasih yang mulia karena telah memberi muka pada hamba yang rendah ini, masih bolehkah hamba berbincang bincang dengan anda" tanya Bai min dengan tersenyum manis


"seperti nya tidak bisa, aku ada urusan lain" dingin pangeran Jikxi lalu bergegas pergi meninggalkan perayaan setelah meletakkan gelas anggur nya.


Melihat kepergian pangeran Jikxi tentu saja Bai min tidak ingin melepaskan nya begitu saja, apa lagi setelah melihat pangeran Jikxi meminum habis arak yang ada di dalam gelas tadi, dengan cepat Bai min mengejar langkah pangeran Jikxi.


"Yang mulia mengapa anda begitu terburu buru?" tanya Bai min yang telah menyamai langkah pangeran Jikxi.


"untuk apa kau mengikuti ku?" hardik pangeran Jikxi dengan sangat dingin seolah tak ingin berdekatan dengan Bai minm


"mengapa anda harus segalak itu kepada ku pangeran Jikxi ku sayang?, lagi pula kita akan bersama dan kau akan menjadi milikku bukan milik si pembawa sial itu." lugas Bai min dengan berani tanpa rasa takut sedikitpun.


"kau!..." pangeran Jikxi sangat marah dengan perkataan Bai min, namun dia tidak bisa melanjutkan kata kata nya saat rasa pusing tiba tiba menyerang kepalanya, dan dapat di rasakan tubuh pangeran Jikxi tumbang dalam pelukan Bai min.


Hal terakhir yang pangeran Jikxi lihat, sebuah senyum licik tergambar jelas di wajah Bai min kala memeluk tubuh nya.

__ADS_1


🍁


__ADS_2