
Hari berganti, siang menjadi malam dan malam menjadi siang, begitu siklus alam terus berputar tanpa henti.
Hari ke hari berjalan dengan begitu tenang, Arana merasa begitu nyaman hidup di dalam paviliun kecil milik nya, apa lagi Bai min masih menjalani masa hukuman nya tinggal di dalam ruang leluhur keluarga dalam waktu 3 bulan ke depan, hal itu membuat hari hari Arana berjalan dengan begitu lancar tanpa ada yang menggangu dirinya.
Tetapi seketika hati Arana sedikit terusik sebab sebentar lagi acara pertunangan nya dengan pangeran Jikxi akan segera berlangsung dan akan di gelar di kerajaan, dan tepat di hari itu juga Bai min sudah selesai menerima masa hukuman nya, hal itu bukan pertanda baik untuk Arana.
Meskipun Arana tidak mengharapkan pertunangan nya dengan pangeran Jikxi yang terkesan terpaksa ini, tetapi jika yang merusaknya itu seorang Bai min tentu saja akan menjadi lain ceritanya, Arana tidak akan membiarkan hidupnya selalu berada di bawah tekanan dari Bai min sudah saat nya Arana mulai berdiri tegak dan melawan balik.
Meski di belakang Arana tidak ada orang yang berkuasa tinggi untuk mendukung nya, Arana sangat yakin hanya untuk menghadapi seorang Bai min saja, kejeniusannya Arana sendiri sudah lebih dari cukup, tetapi untuk menghadapi keluarga nya tentu Arana membutuhkan sosok pendukung dengan jabatan tinggi.
Arana mulai tersadar jika pangeran Jikxi merupakan orang yang sangat tepat untuk di jadikan tameng terkuat di belakang Arana dalam menghadapi mentri Huan sekeluarga, tetapi apakah pangeran Jikxi mau melakukan hal itu secara cuma cuma? tentu saja tidak! Arana bukan orang bodoh, jika Arana menginginkan sesuatu pasti akan ada harga yang harus di bayar oleh nya, segala yang ada di dunia ini tidak ada yang gratis.
"Sudah lah lebih baik aku pergi melihat perkembangan bisnis ku, yang sudah mulai berkembang pesat di kota" gumam Arana menghentikan pemikiran nya sambil melangkah pergi dari kediaman, jika pangeran Jikxi tidak bisa memberi dukungan untuk Arana nantinya, bukan berarti Arana tak memiliki jalan lain bukan? Arana berpikir pasti dirinya bisa menemukan jalan lain suatu saat nanti.
Di sisi lain, selama masa hukuman Bai min terus mengutuk Arana dengan sangat kejam entah di dalam hati atau pun di lisan nya, dia begitu membenci adik nya itu, bukan hanya merebut pangeran Jikxi, Arana bahkan mempermalukan Bai min di depan para bangsawan saat menari pedang kala itu. (meski itu perbuatan Bai min sendiri tetapi bukan Bai min nama nya jika tidak menyalahkan orang lain😪)
"aku pasti akan membalaskan semua ini!" geram Bai min dengan amarah yang sangat memuncak.
Walau Bai min menjalani hukuman nya di kurung di dalam ruang leluhur selama tiga bulan tanpa ada yang boleh menjenguk nya kecuali sang ibu yang bersikeras untuk terus menemui Bai min setiap ada kesempatan, Bai min tetap bisa mendapat semua informasi yang sedang terjadi di luaran sana melalui pelayan setia nya yang di jadikan sebagai pengganti mata dan telinga nya.
Bai min begitu marah kala hari pertama dia menjalani masa hukuman dalam keadaan sakit parah akibat cambukan malah mendengar dekrit pernikahan Arana dan juga pangeran Jikxi dari kaisar telah tiba di kediaman mentri Huan dan telah di terima dengan senang hati oleh mentri Huan sendiri, karena hal itu seketika kebencian muncul di dalam hati Bai min yang terdalam.
__ADS_1
Sedari dulu Bai min telah tidak menyukai Arana sedari lahir, kini dirinya juga harus menambah kebencian nya untuk Arana sebab cinta pangeran Jikxi, sungguh sangat merepotkan, mengapa harus Arana? kenapa bukan dirinya? apa yang bisa di lihat dari anak yang tidak pernah di perduli oleh keluarga nya itu di mata pangeran Jikxi? mengapa pangeran Jikxi memilih Arana? pertanyaan pertanyaan itu Yang selalu muncul di dalam benak Bai min, semakin di pikirkan semakin membuat Bai min membenci Arana.
Bai min tidak bisa menerima semua nya, kala Bai min sedang merasakan sakit yang luar bisa dan masih lagi harus terkurung dalam ruang gelap nan sepi selama tiga bulan ke depan, atas dasar apa Arana bisa mendapatkan pria yang begitu di puja nya dengan begitu mudah?, pria yang memiliki kekuasaan besar serta paras yang paling tampan di seluruh kekaisaran ini, Bai min sama sekali tidak akan merelakan nya begitu saja, Bai min ingin baik Arana atau pun pangeran Jikxi kedua nya merasakan apa yang saat ini sedang Bai min rasakan, yap Bai min berencana akan balas dendam pada dua orang yang telah membuat dirinya menjadi seperti hari ini.
Kebencian Bai min semakin mendalam kepada Arana, walaupun Bai min tahu penyebab dari hukuman yang dia terima itu sebab ulahnya yang telah berani menyinggung pangeran Jikxi, tetapi semua itu Bai min salahkan kepada Arana juga, Bai min membenci untuk segala hal yang menimpa kemalangan nya saat ini.
Arana jelas tidak bersalah tetapi hati manusia memang sangat rumit, sehingga kadang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, tak jarang juga malah sengaja menyalahkan orang lain tanpa merasa bersalah.
Arana pergi mengunjungi restoran miliknya, terlihat restoran yang dulu nya kecil kini telah berubah menjadi restoran bintang 5 yang banyak di kunjungi oleh para bangsawan tingkat tinggi, ada juga para jutawan serta para pedagang dari kekaisaran lain yang mampir ke sana hanya untuk mengisi perut mereka yang lapar setelah menempuh perjalanan bisnis atau para tuan dan nona muda yang hanya sedang meluangkan waktu untuk menikmati makanan favorit mereka di restoran itu.
Melihat pemandangan yang menyenangkan di depan mata nya ini, Arana tak henti hentinya berucap syukur kepada tuhan yang telah memberkahi dirinya dengan otak yang jenius, terlepas dari segala kemalangan yang Arana timpa di dalam kediaman mentri Huan, Arana masih bisa tumbuh dengan sangat baik di luar kediaman itu.
Sejenak Arana berfikir, apakah dirinya bisa hidup lebih baik setelah menyandang status putri beberapa hari lagi?, mengingat pertunangan nya tinggal menghitung hari dan setelah acara pertunangan itu maka status Arana akan berubah menjadi seorang putri kerajaan.
"Nona!" panggil Parta dengan sedikit berteriak membuat Arana tersadar dari lamunannya.
"ah iya, ada apa paman?" tanya Arana ketika melihat yang mengagetkan dirinya itu Parta pengurus Restoran nya.
"apa nona sedang ada masalah?" tanya Parta kala melihat Arana yang terus termenung sepanjang hari, Arana bahkan tidak menjawab kala di panggil oleh parta berulang kali.
"tidak ada, hanya sedang memikirkan hal kecil saja, ada apa paman memanggil ku?" ujar Arana dengan wajah bersahabat namun tetap terlihat datar. (ciri khas Arana datar dan juga dingin seperti pangeran Jikxi)
__ADS_1
"saya ingin menyerahkan ini" kata Parta sambil memberikan buku catatan penghasilan/pengeluaran restoran kepada Arana.
Arana mengambil buku itu lalu mengecek isi di dalam nya, semuanya tidak ada yang salah justru penghasilan bulanan restoran milik nya dari bulan ke bulan semakin naik dan semakin berkembang dengan sangat baik membuat Arana tersenyum puas saat melihat nya.
"Terimakasih paman, kau telah menjalankannya dengan sangat baik" tutur Arana dengan tulus.
"ini sudah menjadi kewajiban saya nona" kata Parta.
"oh ya paman, bagaimana toko di sebelah kita, mana di antara mereka yang bersedia menjual nya?" tanya Arana dengan serius.
Arana berencana akan memperbesar restoran milik nya, walau kini sudah terbilang cukup besar namun daya tampung nya masih kurang jika menerima tamu VIP dari kekaisaran lain atau saat kerajaan sedang mengadakan perayaan tertentu yang akan membuat Restoran miliknya menjadi penuh pengunjung, jadi arana memutuskan untuk memperbesar restoran nya lagi.
"Kedua toko di sebelah kita bersedia menjual tokonya kepada anda nona, namun harga nya masih terbilang cukup tinggi, seperti nya akan merepotkan anda untuk turun tangan nona" jelas Parta yang di angguki Arana.
"Jika kedua nya ingin menjualnya itu hal yang sangat bagus paman, toko di sebelah kanan kita sama besar nya dengan restoran kita ini, tempat itu bisa di kembangkan menjadi penginapan yang sangat layak untuk menerima beberapa tamu bangsawan, dan toko di sebelah kiri kita akan kita jadikan untuk memperbesar restoran kita" ujar Arana dengan serius sambil mempertimbangkan segala nya.
Arana ingin membangun sebuah penginapan bukan tanpa alasan, karena restoran nya sudah cukup terkenal di kota jadi jika menyandingkan sebuah penginapan di sebelah nya itu akan lebih menguntungkan restoran nya, para turis dari kekaisaran lain bisa menginap dan makan di satu tempat yang sama, jika di kelola dengan baik maka hasilnya akan untung besar.
Dalam dunia bisnis tidak ada kata yang jauh lebih baik dari keuntungan, seorang pembisnis harus tahu bagaimana mencari keuntungan dalam bisnis nya, meski pembisnis itu ada kemungkinan mengalami sebuah kerugian hal itu akan tetap di lakukan selama memiliki sepersekian persen kata untung dalam tindakan nya.
Dengan berusaha semaksimal mungkin pasti akan mencapai apa yang di tuju di depan sana, yang pasti tidak ada kata menyerah serta mengeluh jika hal buruk menimpa, karena tidak semua hari akan tetap cerah pasti akan ada masa di mana langit akan menghitam di sertai badai yang tiba tiba menerjang tanpa permisi, untuk itu melakukan segala nya dengan strategi dan taktik yang pas sangat di perlukan, agar dapat memiliki tempat untuk berteduh saat badai menerjang.
__ADS_1
🍁