
"Tapi kak, aku memang mengatakan hal yang sebenarnya." kata Arana dengan penuh kesedihan di tatap sinis oleh semua orang.
"yang mulia anda harus percaya pada ku" ujar Arana menatap penuh harap kepada pangeran Jikxi, Arana di mata orang lain kini terlihat begitu rapuh.
"kau harus membantu ku hari ini" bisik Arana sambil mengedipkan matanya ke arah pangeran Jikxi, berharap pria yang kini telah resmi menjadi tunangan nya itu mau bekerja sama dengan nya.
"itu bisa saja, tapi ada harga yang harus kau bayar nanti." enteng pangeran Jikxi dengan tatapan penuh arti.
"itu bisa di bicarakan nanti, yang jelas kau harus membantu ku, atau reputasi mu akan ikut hancur bersama dengan kehancuran ku" bisik Arana penuh ancaman.
"tenang saja serahkan semua nya pada ku"
"Kau mengatakan jika Arana menerima banyak hadiah sebelumnya hingga dia tidak bisa membedakan mana pemberian kaisar dengan pemberian orang lain?." tanya pangeran Jikxi sambil menatap Bai min penuh arti.
"benar yang mulia" jawab Bai min dengan penuh percaya diri.
"Arana kau harus mengakui hal itu, kaisar akan memaklumi kebodohan mu jika kau mau mengaku Arana, percayalah pada ku." lanjut Bai min sambil menatap Arana dengan penuh pengertian.
"apa kau pikir Arana itu gadis kecil yang bodoh sampai tidak bisa membedakan mana barang berkualitas dengan barang rendahan hah?! jikalau pun dia tidak dapat membedakan itu bukan salah nya melainkan salah kalian!, Arana kecil ku yang polos dan lugu ini sangat mudah untuk tertipu oleh kalian yang berhati busuk!" hardik pangeran Jikxi dengan aura pembunuhan.
"tidak yang mulia, bukan itu maksud hamba" elak Bai min dengan penuh ketakutan di tekan oleh pangeran Jikxi.
"Arana cepat lah mengakui kesalahan mu atau keluarga kita akan dalam masalah besar kali ini!" desak Bai min sambil menatap tajam Arana
"kaka... aku tidak seperti itu hiks... aku benar benar tidak melakukan nya hiks... mengapa kau terus memaksa ku seperti itu hiks... semua yang aku kenakan hari ini memang benar barang yang di antarkan oleh pelayan ayah ke paviliun milik ku, aku sendiri yang menerima nya ada Nobu, Darxa dan juga Xixi sebagai saksi nya " tangis sedih Arana di samping pangeran Jikxi, terlihat jelas bahwa gadis itu sedang merasa tertindas.
"kaisar anda harus memberi keadilan untuk tunangan ku ini! saya tidak ingin ada rumor buruk tentang nya yang akan beredar luas di luaran sana setelah hari ini! mohon di perjelas sesegera mungkin yang mulia!" tegas pangeran Jikxi sambil memeluk erat tubuh mungil Arana yang terlihat begitu menyedihkan.
"Mentri keadilan segera tuntaskan masalah ini!" titah kaisar tegas.
__ADS_1
"yang mulia, izinkan hamba saja yang pergi memeriksa kediaman mentri Huan." kata jendral Pang yang menawarkan diri, dia ingin membuktikan betapa tidak tahu malunya Arana yang enggan menerima perhatian dari Bai min dan juga Mentri Huan yang telah berusaha mengingatkan Arana, agar tidak menimbulkan kericuhan sampai ke tahap pemeriksaan, tetapi seperti nya gadis kecil itu terlalu bodoh sehingga mau tidak mau jenderal Pang harus bertindak untuk menghukum gadis kecil itu sendiri setelah pemeriksaan usai nanti.
Jendral Pang merupakan orang yang paling membenci orang yang bermain tipu muslihat, apa lagi orang itu bermain di depan mata nya, karena itu dia sangat tidak percaya akan semua alasan yang tak masuk akal dari penjelasan Arana sebelum nya, jendral Pang sangat meragukan penjelasan dari Arana karena telah melihat celah yang sangat jelas di setiap perkataan nya, apa lagi barang pemberian kaisar bisa di nilai dengan sekilas mata saja, orang bodoh pun akan tahu perbedaan kualitas barang yang sangat kaisar berikan dengan barang yang orang lain berikan.
Tetapi demi menenangkan semua hati, jendral Pang akan membuktikan nya sendiri, dia ingin tahu seberapa lama Arana dapat bermain trik di depan nya.
"heh, ingin bermain api di hadapan ku, dia masih belum layak." sinis jendral Pang dalam hati.
"pergilah" titah kaisar.
"baik yang mulia" kata jendral Pang dan langsung bergegas pergi meninggalkan kerajaan.
"dan untuk seluruh keluarga mentri Huan tidak di perbolehkan untuk keluar dari kerajaan sebelum penyelidikan selesai!." perintah kaisar tegas.
"baik yang mulia" jawaban anggota keluarga metri Huan.
Acara yang tadinya berjalan dengan baik seketika langsung berubah 180° karena kebodohan Arana.
"Mengapa aku tidak menegur keras gadis pembawa sial itu terlebih dahulu sebelum kesini?! jika aku melakukan nya sebelum datang kemari tentu dia tidak akan pernah berbuat hal bodoh seperti ini! sungguh sial keluarga ku melahirkan keturunan seperti dia!." umpak nyonya besar dengan penuh amarah menatap arana benci Arana.
"ck, mengapa gadis bodoh itu tidak mengakui saja?, jika begini apa yang harus aku lakukan?." kesal Bai min dalam hati yang sedang merasa gelisah dengan hasil yang akan di peroleh oleh jendral Pang nanti nya.
"Arana mengapa kau sangat keras kepala seperti ini? apa kau tau akibat dari perbuatan mu hari ini hah?" tanya mantri Huan dengan tatapan penuh amarah kepada Arana.
"aku tau tapi aku tidak perduli, nama yang akan tercoreng itu nama keluarga mu sedangkan aku,.aku tidak ada di dalam nya, dan lagi pula yang kau berikan kepada ku memang apa yang kini aku kenakan, jika kau tidak percaya kau bisa bertanya kepada putri kesayangan mu itu." sinis Arana menjawab mentri Huan dengan berbisik namun masih dapat di dengar jelas oleh mentri Huan.
Mendengar perkataan Arana, mentri Huan langsung menatap Bai min penuh arti, lalu menyadari jepit rambut yang kini sedang Bai min kenakan terlihat familiar di mata nya dan seketika mentri Huan langsung tercengang karena menyadari sesuatu.
Tentu saja mentri Huan sudah mendapatkan jawaban dari perkataan Arana sebelum nya, tetapi apa lah daya nasi telah menjadi bubur, kaisar pasti tidak akan melepaskan keluarga nya dengan mudah, bahkan untuk marah pun Mentri Huan sudah tidak di beri hak sama sekali.
__ADS_1
"dasar gadis bodoh dan ceroboh, seperti mya aku terlalu memanjakan dirinya!." gumam mentri Huan sambil menatap marah Bai min. tetapi Bai min masih belum menyadari apapun karena jarak di antara Bai min dan mentri Huan terpaut cukup jauh, tidak seperti jarak Arana dengan Mentri Huan yang terbilang cukup dekat.
"Jadi apa dia yang mengambil semua barang milik mu?" bisik pangeran Jikxi sambil menatap dingin Bai min yang terlihat sedang mengepalkan tangan nya kuat, nampak sangat jelas ketakutan terlihat di sana.
"kau akan tahu setelah jendral Pang kembali." enteng Arana.
Tiga jam menunggu akhirnya jendral Pang kembali dengan membawa semua barang yang telah kaisar berikan sebelum nya untuk meminang Arana dan juga beberapa barang dengan kualitas buruk, beserta dengan beberapa orang pelayan kediaman mentri Huan.
"Lapor yang mulia, semua barang ini merupakan yang ada di dalam daftar pemberian anda untuk meminang nona Arana sebelum nya, lengkap dengan pakaian serta perhiasan resmi, namun masih ada beberapa barang lain yang belum di temukan di sana dan yang ini merupakan barang yang nona arana maksudkan beberapa waktu lalu." kata jendral Pang dengan tegas sambil menyerahkan semua barang yang dia dapatkan.
"berdirilah jendral " ujar kaisar.
"sebenarnya Zen tidak memerlukan jendral membawa semua barang ini, karena semua nya telah di berikan kepada nona Arana, namun Zen menanti hal yang telah jendral temukan di sana." lanjut kaisar.
"mohon ampun kaisar, namun hamba harus membawa semua barang ini, agar jauh lebih jelas di depan mata anda yang mulia." tutur jendral Pang.
"baiklah, sesuai dengan penyelidikan mu" kata kaisar.
Jendral Pang lalu mengatakan hasil penyelidikan nya di dalam rumah mentri Huan hari ini, semua barang yang dia bawa di hadapan kaisar tidak ada satu barang pun yang dia ambil dari kediaman Arana, dan bahkan pelayan kediaman Arana tidak mengetahui jika nona nya mendapatkan banyak barang berharga seperti itu.
Ketiga pelayan paviliun Arana mengatakan jika nona mereka memang benar telah menerima mahar yang kaisar kirim kan beberapa waktu lalu melalui pelayan yang di utusan oleh Mentri Huan, namun semua barang yang di tunjuk oleh ketiga nya merupakan barang berkualitas rendah seperti pakaian serta perhiasan yang Arana kenakan hari ini, semua barang itu memang benar barang yang Arana terima dari pelayan mentri Huan tempo hari lalu.
Setelah itu jendral Pang mengatakan jika barang pemberian kaisar sebagian besar berada di dalam kediaman nona pertama mentri Huan (Bai min) dan yang lain nya berada di kediaman mentri Huan sediri, hal itu di perkuat oleh beberapa orang saksi serta pelayan yang merupakan seorang pelaku utusan mentri Huan untuk memberikan barang berkualitas rendah kepada Arana.
Mendengar hasil penyelidikan jendral Pang wajah mentri Huan langsung pucat pasi, tetapi ada aura membunuh dalam pandangan nya.
"mohon ampun yang mulia, hamba yang rendah ini memang benar mengambil beberapa barang yang anda berikan untuk putri hamba, tetapi hamba benar benar memberikan apa yang seharusnya di berikan kepada putri hamba." jelas mentri Huan langsung bersujud memohon ampun di hadapan kaisar.
🍁
__ADS_1