
Untuk menenangkan gejolak hati nya, Arana pergi melatih diri hingga larut malam di dalam ruang rahasia miliknya, Arana juga tidak mengizinkan siapapun untuk masuk kedalam kediaman nya.
Arana memerintahkan Darxa dan juga Xixi untuk berjaga di luar, dan jika ada seseorang yang memaksa untuk menerobos masuk kedalam, Arana meminta agar kedua gadis itu tidak berbelas kasih.
Beberapa kali mentri Huan mencoba masuk kedalam paviliun milik Arana untuk menemui gadis itu karena ada hal yang harus dia bicarakan kepada putri kedua nya itu, tetapi Darxa dan Xixi tidak mudah untuk di hadapi oleh menteri Huan yang membuat dia menyerah untuk bertemu dengan Arana.
Sekian lama berlatih pedang, kegiatan Arana terhenti saat sebuah tangan mengambil pedangnya secara paksa dan memaksa tubuh Arana untuk masuk kedalam dekapannya.
"lancang!!! siapa kau?! cepat lepaskan aku!" teriak Arana dengan penuh amarah sambil berusaha mendorong pria yang telah lancang menerobos ruang rahasia milik Arana.
"husft diam lah, aku tahu hati mu sedang terluka" ujar pria misterius itu sambil mempererat pelukan nya.
Suara pria misterius itu terdengar sangat familiar di telinga Arana, ingin rasanya Arana segera melepaskan pelukan pria itu tetapi kekuatan nya masih kalah besar dengan kekuatan pria yang sedang memeluk nya, al hasil Arana hanya bisa membiarkan pria itu untuk terus memeluknya dengan erat dan menunggu agar dia mau melepaskan tubuhnya dengan sendirinya, sebab Arana merasa tidak nyaman dalam dekapan pria misterius itu.
"Apa sudah jauh lebih tenang sekarang?" tanya pria misterius itu dengan wajah yang di penuhi kekhawatiran setelah melepaskan pelukan nya.
"terimakasih atas perhatian yang mulia, tetapi hamba tidak memerlukan nya, lagi pula hamba tidak selemah yang mulia pikiran" kata Arana datar menatap pangeran Jikxi.
Pria yang memeluk artana adalah pangeran Jikxi, pangeran Jikxi mendapat kan informasi dari Darxa. (yang merupakan pengawal bayangan yang di letakan di sisi gadis itu oleh pangeran Jikxi) Darxa memberi tahu tuan nya tentang perilaku keluarga mentri Huan kepada Arana hari ini yang telah sangat keterlaluan.
Meski pangeran Jikxi tahu Arana merupakan gadis kecil yang sangat tangguh tetapi tidak ada yang tahu jika hati gadis itu begitu rapuh selain pangeran Jikxi saja yang mengetahui nya, karena merasa khawatir dengan gadis kecil nya tanpa berpikir panjang pangeran Jikxi langsung mendatangi arana, dan ketika melihat Arana sedang melampiaskan amarahnya melalui latihan pedang dengan cepat pangeran Jikxi langsung merampas pedang itu, karena khawatir Arana akan terluka saat memainkan pedang itu dengan amarah pada dirinya.
__ADS_1
"Iya aku percaya kau merupakan gadis yang sangat tangguh, tetapi pedang akan jauh lebih berbahaya saat di main kan ketika marah." kata pangeran Jikxi sambil memandang Arana setelah menaruh jarak di antara mereka.
"yang mulia terlalu meremehkan saya" sinis Arana na dengan tatapan dingin.
Arana paling tidak suka jika ada orang yang remehkan dirinya, apa lagi oleh orang yang telah berbuat seenaknya kepada Arana, sudah pasti Arana tambah tidak menyukai nya.
"aku tidak meremehkan mu, kau sendiri yang berpikir terlalu rendah" kata pangeran Jikxi dingin dengan tatapan acuh.
"tunggu dulu! mengapa yang mulia bisa mengetahui tempat ini?! setahu ku, tidak pernah ada orang yang mengetahui tempat rahasia ini selain diriku sendiri?!" hardik Arana dengan tajam penuh curiga kearah pangeran Jikxi.
"itu hal yang mudah" enteng pangeran Jikxi tanpa perduli akan tatapan membunuh Arana kepada dirinya.
"sudah lah tak perlu menatapku seperti itu, aku datang kemari hanya ingin memastikan jika gadis kecil yang akan aku nikahi ini tidak berbuat hal bodoh yang dapat melukai dirinya sendiri hanya karena beberapa ekor semut saja" dingin pangeran Jikxi dengan tatapan mendalam.
"tentu saja aku perduli, kau merupakan calon permaisuri ku kelak, dan beberapa hari kemudian kita telah resmi menjadi tunangan, aku tak ingin ketika kau resmi menjadi permaisuri ku kelak, tubuhmu memiliki banyak cacat karena ulah bodoh mu sendiri, apa kata orang nanti saat mengetahui permaisuri seorang pangeran tampan seperti diriku ini ternyata memiliki banyak cacat karena terlalu bodoh!" ejek pangeran Jikxi dengan tatapan merendahkan.
"yang mulia tentang saja, tumbuh ini tidak akan cacat hanya karena bertentangan dengan seekor semut, tetapi akan jauh lebih baik jika yang mulia memikirkan masa depan yang mulia sendiri, belum tentu tubuh indah yang ku miliki ini bisa menjadi keindahan di dalam kediaman yang mulia, mungkin saja kelak tubuh indah ini akan menjadi racun yang mematikan di dalam kediaman yang mulia!" sinis Arana dengan raut wajah benci.
"aku justru sangat menantikan hal itu, aku ingin tahu seberapa jauh kemampuan gadis kecil yang ku pilih ini, kelak jangan mengecewakan ku." ujar pangeran Jikxi dingin lalu melesat pergi dari hadapan Arana.
"kau tenang saja, kediaman mu itu akan aku buat seperti neraka!!" kata Arana sambil berteriak.
__ADS_1
Arana sangat marah dengan ulah pangeran Jikxi yang sangat meremehkan dirinya, meski Arana sadar jika dirinya tidak bisa melawan pangeran Jikxi, tetapi bukan berarti Arana akan diam saja saat di tindas oleh pria menyebalkan itu, Arana berjanji kelak saat mereka hidup bersama, Arana akan mengobrak-abrik kediaman pangeran Jikxi hingga pria itu menyerah untuk Arana.
Hari pertunangan akan di gelar esok hari, banyak barang yang telah di kirim oleh kaisar untuk meminang Arana dan telah sampai di kediaman mentri Huan, semua barang itu berada di tangan mentri Huan belum ada satu benda pun yang Arana terima, meski begitu Arana tak ambil pusing lagi pula seberapa banyak benda yang di ambil oleh keluarga ini maka sebanyak itu lah kelak Arana akan menuntut nya, dan jagan lupa Arana akan menagih beserta dengan bunga nya juga, jangan lupa arana merupakan seorang pembisnis tentu saja hutang akan di hitung dengan bunga nya juga😁
Tak lama pelayan mentri Huan datang memberikan beberapa barang kepada Arana, Arana dengan cermat melihat barang barang itu meskipun terlihat sedikit bagus tetapi tentu saja Arana mengetahui jika barang yang mentri Huan berikan kepada dirinya itu bukan lah barang asli yang kaisar berikan untuk Arana.
Sebab itu Arana datang menemui mentri Huan, dengan maksud ingin melayangkan sebuah protes kepada orang tua itu, terapi dalam perjalanan Arana justru mendengar hal yang lebih menyenangkan di telinga nya dari pada menjumpai orang tua itu.
"Apa dia telah menerima barang yang kau berikan?!" tanya Bai min kepada pelayan ayah nya yang beberapa waktu lalu mengirim barang kepada Arana.
"semuanya telah di berikan nona, sesuai dengan keinginan anda." kata pelayan itu.
"bagus, ini untuk mu" ujar Bai min sambil memberikan koin emas kepada pelayan itu, setelah menerima koin emas pelayan itu langsung bergegas pergi meninggalkan Bai min.
"Arana kau pikir, karena telah berhasil mendapatkan pangeran Jikxi maka kau layak mendapatkan apa yang di berikan oleh kaisar, heh aku tidak akan membiarkan kau memiliki satu barang pun dari semua barang berharga ini, kau sama sekali tidak layak" sinis Bai min sambil melihat barang barang berharga yang di berikan oleh kaisar untuk Arana yang kini berada di tangan Bai min.
Bai min menukar semua barang berharga pemberian kaisar dengan barang kualitas rendah lalu di berikan kepada Arana, Bai min tidak rela jika Arana memakai barang yang jauh lebih indah dari yang Bai min miliki, jadi saat mengetahui kaisar memberikan banyak barang berharga untuk Arana, segera Bai min mengambil semua barang itu.
"Arana kau sangat tidak layak memiliki semua barang berharga ini."
Arana yang mengetahui hal itu tidak jadi pergi menemui mentri Huan, sebab Arana memiliki rencana lain untuk membalas perbuatan lancang kakaknya itu, karena Bai min sangat berani mengambil barang milik Arana maka Bai min harus siap menanggung resikonya.
__ADS_1
🍁