
Bai Min menggerutu di dalam hati melihat kedua sejoli yang terus saling menggoda satu sama lain di hadapan nya. apalagi saat melihat mereka berdua nampak begitu bahagia membuat Bai Min membenci suasana di dalam ruangan. ingin rasanya Bai Min memisahkan Pangeran Jikxi dan Arana secepat mungkin atau paling tidak Bai Min ingin langsung bertindak kepada keduanya.
Tapi Bai Min sadar semua itu belum waktunya. tunggu saat Putra Mahkota berhasil masuk kedalam perangkap Bai Min, yang akan menjadikan Bai Min sebagai Putri Mahkota kekaisaran Minday. di saat itu lah semua rencana Bai Min akan di lakukan secara perlahan, menyiksa serta memperbudak kedua sejoli yang sedang bahagia di hadapan nya itu.
"Awas saja kalian berdua! aku pastikan setelah aku bisa mendapatkan hati Putra Mahkota dan berhasil menempati posisi Putri Mahkota kebahagiaan yang saat ini kalian rasakan, akan ku kikis sampai tidak tersisa sedikit pun! kalian berdua akan hidup menderita di bawah kendali ku selamanya!" sinis Bai Min dalam hati menatap Pangeran Jikxi dan Arana penuh kebencian.
"dasar pasangan tidak tahu malu! sampai kapan mereka akan terus saling menggoda seperti itu?! sungguh sangat menjengkelkan" umpat salah satu kerabat Arana yang sudah sangat tidak nyaman, dengan posisi nya yang terus di suruh berlutut oleh Pangeran Jikxi sedari 3 jam yang lalu.
"sialan sampai kapan kedua orang ini mau terus bermesraan seperti itu?! tak sadarkan mereka jika kaki kami sudah mati rasa di buat nya" kesal saudara yang lain nya.
Begitu banyak umpatan serta sumpah serapah yang di lontarkan oleh anggota keluarga Huan di dalam hati mereka untuk Arana dan juga Pangeran Jikxi. namun tak ada satu orang pun yang berani untuk menyuarakan nya secara gamblang di hadapan Pangeran Jikxi, sampai membuat Mentri Huan harus membuka suaranya terlebih dahulu.
"Mohon ampun Yang Mulia, semua orang telah hadir di sini, mohon kiranya anda segera membacakan titah dari Yang Mulia Kaisar" kata Mentri Huan meski sedikit takut kala melihat tatapan Pangeran Jikxi yang terlihat tidak menyukai perkataan Mentri Huan barusan.
Namun saat Pangeran Jikxi ingin membalas perkataan Mentri Huan dengan cepat Arana menghentikan nya dengan menggenggam tangan Pangeran Jikxi yang sedari tadi mengepal kencang. melihat hal itu Pangeran Jikxi menetralkan emosinya kembali dan menyuruh anak buah nya untuk membacakan titah dari Kaisar untuk keluarga Huan.
Dalam surat mengatakan, "Jika Yang Mulia Kaisar mengabulkan permohonan Putri Araxi yang berencana ingin berpisah rumah dengan kediaman Mentri Huan. hal itu juga di setujui oleh Pangeran Jikxi selaku calon suami dari Putri Araxi. kendati demikian dengan hal ini Kaisar menyatakan, mulai dari hari ini Putri Araxi secara resmi berpisah rumah dari kediaman Mentri Huan, dan untuk hal itu Keluarga Huan di haruskan untuk membekali Putri Araxi yang hendak berpisah rumah sesuai dengan kebutuhan nya sebagai bekal perpisahan terakhir dari keluarga untuk putri kandung nya. dan Kaisar juga mengatakan jika setelah Putri Araxi melangkahkan kaki untuk pergi dari kediaman Mentri Huan maka haknya atas nama nona kedua keluarga Huan akan langsung di cabut. Putri Araxi akan menjalani hidup sebagai rakyat biasa tanpa gelar bangsawan di belakang nya, namun meski demikian statusnya sebagai Putri Araxi dan calon permaisuri Pangeran Jikxi tidak lah berubah." demikian isi surat perintah dari Kaisar yang membuat semua anggota keluarga Huan di buat sangat terkejut tidak percaya akan permintaan Arana yang sungguh di luar nalar pikiran manusia pada umum nya.
__ADS_1
Pasalnya mereka tak pernah berfikir jika Arana akan menginginkan pisah dari kediaman Mentri Huan. bahkan untuk memenuhi keinginan nya itu Arana sampai rela mencabut gelar bangsawan nya meski status nya sebagai calon permaisuri Pangeran Jikxi masih sama. tetapi dengan gelar bangsawan yang terlepas darinya Arana akan sangat sulit baginya saat berada di kerajaan nanti. apa lagi jika suatu hari nanti Pangeran Jikxi memelihara beberapa selir di kediaman nya. setinggi apapun posisi Arana di kediaman Pangeran Jikxi saat dia menikah dengan Pangeran Jikxi, dia akan tetap kalah saat mencoba bersaing dengan para selir Pangeran yang mungkin saja memiliki gelar bangsawan yang cukup tinggi di belakang nya untuk memperkokoh posisi Pangeran Jikxi di kerajaan.
Keputusan Arana ini di anggap ceroboh oleh banyak orang. bahkan secara terang terangan mereka mengatai Arana bodoh karena mau melepaskan gelar bangsawan nya sebelum menikah dengan Pangeran Jikxi, yang mungkin saja setelah ini Pangeran Jikxi akan mulai berfikir ulang jika akan menikahi Arana sebagai permaisuri.
Sedangkan Mentri Huan dan Quin Xie menatap tajam Arana yang telah bertindak terlebih dahulu dari mereka berdua. bahkan tanpa sepersetujuan dari kedua orang tua nya Arana tetap nekad mewujudkan keinginan nya untuk bisa terlepas dari Keluarga Huan.
"anak sialan!" geram Mentri Huan sambil menatap benci Arana.
Arana yang melihat berbagai reaksi dari orang orang di hadapan nya hanya bersikap acuh tak acuh, toh dengan adanya dekrit dari Kaisar itu sudah sangat cukup untuk membuat nya langsung terlepas dari belenggu keluarga Huan secara sah di mata hukum.
Untuk gelar bangsawan Arana tidak perduli, lagi pula Arana juga masih belum yakin jika dirinya akan bersama dengan Pangeran Jikxi selamanya, bisa saja suatu hari nanti Pangeran Jikxi akan berubah pikiran dan mungkin saja meninggalkan Arana karena dirinya hanya seorang rakyat biasa saat ini, tapi entahlah semua itu tidak ada yang tahu.
Ini benar benar berita yang sangat baik untuk Bai Min, dia tak merasa sia sia berlutut selama lebih dari 3 jam lamanya, sebab berita yang di dengar cukup merdu di telinga Bai Min.
"kalian sungguh pasangan bodoh, tapi sangat cocok" cemooh Bai Min dalam hati dengan seringai licik di wajah nya.
Dengan gelar Arana yang telah di cabut oleh keinginan Arana sendiri itu akan mempermudah segala hal yang sedang Bai Min rencanakan. kedudukan Arana yang lemah serta Pangeran Jikxi yang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan dukungan dari keluarga Huan tentu saja merupakan berita baik di hari yang sangat menyebalkan ini bagi Bai Min.
__ADS_1
"setelah hari ini, aku akan memastikan jika Pangeran Jikxi hanya akan memiliki gadis bodoh itu saja! dengan begitu selamanya posisi Pangeran Jikxi di kerajaan tidak akan pernah berubah dan tentu saja hal itu akan membuat ku semakin mudah untuk bisa mempermainkan kedua nya saat telah berada di posisi teratas." sinis Bai Min bahagia.
"Nak, mengapa kau meminta pisah rumah dengan keluarga mu ini? dan mengapa juga kau tak memberitahu kan dulu kepada kami berdua?" tanya Quin Xie sambil menatap Arana sedih seolah tidak ingin berpisah dari putri nya itu.
"aku sudah memberitahu kalian tempo hari" singkat Arana dingin
"tapi kami tidak menyetujui keputusan mu itu Arana!" timpal Mentri Huan marah
"apa gadis kecil ku perlu meminta persetujuan dari kalian untuk memenuhi keinginan nya?!" hardik Pangeran Jikxi tajam
"tapi Yang Mulia, Arana merupakan putri dari keluarga kami sudah seharusnya dia mendiskusikan masalah besar ini kepada kami berdua terlebih dahulu sebelum bertindak." bela Quin Xie
"dia sudah mengatakan kepada kalian jika tempo hari telah mengatakan nya dan itu sudah sangat cukup" ujar Pangeran Jikxi.
"tapi Yang Mulia..."
"cukup! aku tak ingin mendengar ada bantahan lagi" dingin Pangeran Jikxi yang langsung membungkam Mentri Huan dan juga Quin Xie.
__ADS_1
🍁