
Di dalam Arana mendengar semua perdebatan ketiga orang di luar sana dengan tatapan sinis mengarah pada Quin Xie yang terlihat sedang sangat marah kepada Darxa dan juga Xixi di luar sana.
"lucu sekali, aku bisa terlahir dari wanita seperti dia!" dingin Arana menatap Quin Xie dari kejauhan yang sedang di buat marah oleh Darxa dan juga Xixi.
Arana tak habis pikir, mengapa Quin Xie begitu mementingkan keluarga Huan? sedangkan dia sendiri bukan murni berasal dari keluarga ini. Quin Xie hanya lah seorang putri menantu keluarga Huan yang statusnya tidak lebih tinggi dari para anggota keluarga Huan yang lain nya, dan bahkan juga semua orang menurut pada peraturan keluarga, kedudukan Arana jauh lebih tinggi dari Quin Xie. namun apapun itu Arana enggan untuk perduli.
Sebab semua nya terlihat wajar di mata Arana saat dia menyadari bagaimana perjuangan seorang anak menantu hingga bisa begitu di percaya di dalam keluarga Huan, dan bahkan bisa memiliki kedudukan yang sama dengan anggota keluarga Huan yang lain nya.
Quin Xie merupakan orang yang sangat berambisi, jadi wajar saja jika dia melakukan banyak hal untuk bisa mencapai tujuan nya (posisi dan martabat yang tinggi)
Jika melihat kebelakang, Quin Xie terlahir bukan dari kalangan bangsawan kelas atas melainkan kelas bawah, status Nya dengan Mentri Huan terbilang sangat jauh berbeda, hanya saja Quin Xie cukup beruntung karena dia dapat memikat hati Menteri Huan sehingga status kebangsaan nya ikut meningkat sesuai dengan status nya yakni istri sah Mentri Huan.
Tentu saja semua itu bukan lah hal yang mudah, sedari Quin Xie menginjak kaki masuk kedalam keluarga Huan, setiap saat dia harus berjalan melangkah dengan banyak strategi atau posisinya akan berubah kapan saja tergantung pada para petinggi keluarga Huan termasuk Nyonya Besar.
Untuk itu Quin Xie selalu berusaha semaksimal mungkin melayani Nyonya Besar demi mempertahankan posisi nya hingga sekarang, jika saja Quin Xie tidak berusaha keras posisi nya akan sangat cepat berubah. apa lagi Quin Xie tidak bisa melahirkan seorang putra untuk meneruskan keluarga Huan, hanya dengan alasan itu saja sudah sangat cukup untuk melengserkan posisi Quin Xie di kediaman Mentri Huan.
Rumah yang penuh dengan siasat setiap saat ini, terlihat sangat indah nan megah di luaran sana, namun begitu suram nan sunyi di dalam nya.
Semua kasih sayang yang terlontar kan hanya lah sebuah kepalsuan demi sebuah gelar dan posisi, rumah yang seperti ini merupakan tempat kelahiran Arana.
"yah, ini lah keluarga ku" miris Arana menatap nalar kediaman Mentri Huan yang terlihat cukup indah namun sangat menyesakkan bagi nya.
Detik kemudian Arana tak lagi memikirkan kekacauan yang ada pada keluarga nya itu, segala nya sudah tidak lagi penting untuk Arana. toh mereka semua merupakan musuh di dalam kehidupan Arana.
__ADS_1
Arana mulai mefokuskan diri untuk rencana pisah rumah nya dengan keluarga Huan (dalam artian Arana tidak akan lagi menjadi bagian dari keluarga kediaman Mentri Huan. yang hanya akan berstatus sebagai kerabat jauh keluarga Huan saja)
"dari segala cara yang ada, yang paling bisa di andalkan hanya meminta bantuan dari pangeran menyebalkan itu saja." gumam Arana mengingat Pangeran Jikxi.
Meski ada pria misterius yang cukup kuat di belakang Arana, tetapi keluarga Huan tidak pernah mengetahui keberadaan nya dan mungkin saja semua orang di dalam kekaisaran ini tidak ada yang mengenal nya, hak itu akan sangat merepotkan jika Arana meminta bantuan dari pria misterius.
Arana hanya akan berakhir di nyatakan kabur dari rumah oleh semua orang dan hal itu akan membuat keluarga Huan mudah untuk menarik Arana kembali masuk kedalam kediaman Huan dan pasti akan melakukan segala cara untuk memaksa Arana agar mau memanfaatkan Pangeran Jikxi demi kepentingan keluarga Huan.
Tetapi semua berbeda jika Arana meminta bantuan dari Pangeran Jikxi untuk membantunya pisah rumah dari kediaman Mentri Huan.
Semua nya akan menjadi legal di mata hukum dan juga masyarakat. tidak akan ada yang bisa memaksa Arana untuk kembali ke dalam kediaman Huan secara terang terangan (di depan umum dengan mudah)
Sebab Arana sangat yakin jika keluarga Huan tidak akan pernah berhenti untuk memaksakan kehendak mereka pada Arana, meski pun Arana pisah rumah dengan bantuan Pangeran Jikxi.
Keluarga Huan akan terus mencari cara agar Arana mau menuruti keinginan mereka. meski begitu setidaknya Arana akan jauh lebih aman setelah terlepas dari kediaman keluarga Huan secara hukum.
Jika nanti Arana berhasil keluar dari keluarga Huan secara sah, Arana dapat meminta perlindungan dari pria misterius untuk melindungi orang orang di sekitar nya, dengan begitu kehidupan Arana akan jauh lebih baik.
Dan jika semua nya telah di pastikan dalam kendali, akan mempermudah Arana untuk aksi balas dendam nya pada keluarga Huan.
...Keesokan harinya...
Arana mengirim Darxa ke kediaman Pangeran Jikxi dengan sebuah undangan untuk pangeran Jikxi agar berkenan datang ke kediaman Arana.
__ADS_1
Tentu saja dengan senang hati Pangeran Jikxi langsung memenuhi undangan dari tunangan kecil tercintanya itu. meski pun Pangeran Jikxi harus mengorbankan segala pekerjaan yang sedang sangat menumpuk di meja kerja nya.
...kediaman Arana...
Arana menjelaskan maksud serta tujuan Nya mengundang Pangeran Jikxi ke dalam kediaman nya, dan dengan senang hati Pangeran Jikxi menyetujui apa yang Arana ingin kan.
"Apa kau tidak merasa keberatan jika aku terlepas dari keluarga ini?" tanya Arana sambil menatap Pangeran Jikxi serius.
Bukan tanpa alasan Arana bertanya demikian, pasalnya dengan keputusan Arana yang ingin pergi keluar dari keluarga Huan mengartikan status nya akan turun menjadi orang biasa (meski gelar Arana saat ini merupakan seorang Putri) dan hal itu akan melemahkan posisi Pangeran Jikxi jika Pangeran Jikxi tetap mempertahankan Arana sebagai calon Permaisuri nya.
Terkecuali jika Pangeran Jikxi berniat akan mengambil beberapa Selir dari kalangan bangsawan di kemudian hari, dengan begitu posisi Pangeran Jikxi akan tetap kuat dan kokoh di kerajaan.
"Apa kau pikir selama ini semua gelar dan kekuasaan ku terbentuk oleh hal memalukan seperti, mempertahankan kekuasaan dengan dukungan dari seorang wanita dan keluarga nya?" tanya Pangeran Jikxi meremehkan pemikiran dangkal Arana.
"tapi bukan kah semua Pangeran seperti itu?" tanya Arana
"tidak semua orang seperti itu, contoh nya diriku" kata Pangeran Jikxi lembut
"kau tau, kekuasaan yang terbentuk dari dukungan palsu sebuah gelar keluarga wanita itu tidak akan pernah bisa bertahan selamanya, jika pun kelak Dia (pangeran) dapat berhasil menaiki tahta dengan posisi menjijikkan itu, posisi nya hanya akan menjadi sebuah boneka begi para pendukung nya dan hanya akan di cap sebagai lelucon di mata semua orang." jelas Pangeran Jikxi yang langsung membuat Arana menyetujui apa yang Pangeran Jikxi katakan.
Memang benar, mencari dukungan dari kedudukan bangsawan keluarga seorang wanita (Selir/Permaisuri) dapat dengan mudah memperkokoh posisi seorang Pangeran dalam merebutkan posisi kaisar dan tahta.
Namun semua dukungan itu tak lain hanyalah sebuah kepalsuan belaka saja, kelak Pangeran itu hanya akan menjadi bahan lelucon dari para pendukung nya sendiri jika posisi Pangeran yang mereka dukung tidak lebih tinggi dari kedudukan para pendukung nya.
__ADS_1
🍁
Maaf Author karena jarang update yaaa🙏🏻🙏🏻 Author sedang ada permasalahan finansial yang cukup merepotkan akhir akhir ini 🥺 jadi mengganggu konsentrasi dalam membuat alur cerita😔 mohon doa dari kalian semua yaaa🙏🏻 agar permasalahan Author dapat segera terselesaikan agar bisa kembali update lancar seperti hari sebelum nya🥺🙏🏻