PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 35


__ADS_3

Arana sedang berjalan jalan di pasar kota kekaisaran untuk menghilangkan penat di dalam hati dan pikiran nya yang telah sangat di sibukkan oleh urusan bisnisnya, sesekali Arana tersenyum saat melihat toko tokonya yang di penuhi oleh banyak pelanggan yang datang, karena suasana hati Arana sedang baik, dia memutuskan untuk pergi kedalam restoran miliknya sendiri untuk menjadi seorang pelanggan VIP di sana.


Arana duduk manis di raung VIP yang terada di lantai dua, suasana terasa begitu tenang, namun tiba tiba Bai min datang menghampiri Arana dan merusak segala kesan tenang di dalam hati Arana.


"baru saja aku keluar untuk menyenangkan hati, mengapa harus bertemu dengan dia?!." kesal Arana dalam hati.


"Aku baru tahu jika sekarang tuan putri memiliki selera yang bagus, apakah mungkin karena status anda telah berubah tapi sangat di sayangkan bahwa kau sangat tidak cocok berada di sini, kau lebih cocok dengan kehidupan mu di masa lalu" sindir Bai min yang telah duduk di depan Arana.


"aku pun juga tidak menyangka jika status kita akan jauh berbeda sekarang, mungkin dulu hidup ku memang penuh derita karena ada orang munafik yang selalu merasa sangat iri dan tersaingi dengan keberadaan ku, tetapi saat ini tentu saja berbeda, meski orang itu menyimpan sejuta rasa dendam di hati juga tidak akan bisa menggapai diriku" kata Arana dengan tenang.


"mungkin yang putri kata kan benar, tapi bukan berarti semua ini akan bertahan lama, akan ada hari di mana kau akan kembali ke masa lalu, dan aku akan memastikan selamanya kau hanya bisa berada di bawah ku" bisik Bai min sambil menekan Arana.


Lalu entah mengapa Bai min tiba tiba jatuh tersungkur dengan begitu keras di hadapan Arana, padahal Arana tidak mendorongnya sedikit pun, menyentuh tubuh gadis itu juga tidak.


"Hiks aku tau jika tuan putri menaruh banyak dendam pada ku karena masa lalu, tapi haruskah anda mempermalukan ku di depan banyak orang seperti? hiks..." cecar Bai min dengan wajah yang begitu menyedihkan, yang membuat semua orang menjadi salah paham kepada Arana, orang orang juga mulai melayangkan komentar nya kepada Arana dengan berbisik satu dengan yang lain nya, yang pastinya masih dapat di dengan jelas oleh Arana.


"Dia sebenarnya bertingkah untuk siapa?" pikir Arana sambil melihat sekeliling nya.


Lalu Arana tersadar kala melihat putra mahkota yang langsung membantu Bai min, putra mahkota juga langsung membela Bai min di depan umum.


"Putri Araxi, aku tahu kau telah menjadi bagian dari anggota kerajaan, tapi bukan berarti kau bisa menindas saudara mu sampai seperti ini!" kecam putra mahkota yang membantu memapah Bai min untuk berdiri, tetapi kaki Bai min terlihat patah sehingga membuat kedua nya terjatuh dengan posisi saling menatap satu sama lain dengan jarak yang sangat dekat.


"ehem" dehem Arana membuyarkan pandangan putra mahkota dan Bai min, lalu segera putra mahkota langsung mendudukkan Bai min di atas kursi dengan sangat hati hati.


"Awalnya aku mengira kau gadis cerdas yang baik, tapi tidak ku sangka kau begitu keji terhadap saudara mu sendiri!. " hardik putra mahkota dengan tatapan tajam kepada Arana.

__ADS_1


"aku tidak perduli dengan apa yang anda katakan putra mahkota, tapi yang jelas aku tidak melakukan apa yang kau dengan dia tuduhkan kepada ku, dan sampai kapan pun aku tidak akan mengakui hal itu." ujar Arana dingin namun terlihat begitu santai.


"kau! bagaimana adik keenam bisa memilih gadis liar seperti mu?!" marah putra mahkota kala melihat betapa arogan nya Arana di hadapan putra mahkota.


"pilihan ku tidak perlu untuk kau pertanyakan kakak putra mahkota" timpal pangeran Jikxi yang muncul dari balik anak tangga dan langsung berjalan menuju Arana.


"salam yang mulia" ucap Arana sambil berdiri.


"apa kau baik baik saja ra'er?" tanya pangeran Jikxi dengan lembut dan hanya di jawab anggukan oleh Arana.


"adik ke enam seharusnya kau menanyakan hal itu kepada nona Bai min, dia yang sedang terluka oleh ulah putri pilihan mu itu!" ujar putra mahkota sambil menunjuk luka parah di kaki Bai min.


"apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan sebelumnya kakak putra mahkota?" tanya pangeran Jikxi dingin.


"yang mulia pangeran Jikxi, maksud putra mahkota tidak seperti itu, Arana memang menaruh dendam pada ku, aku hanya tidak menyangka dia akan berterus terang dengan menyakiti ku di depan umum dan tanpa di duga putra mahkota melihat nya, semua ini hanya salah paham di antara anda dengan putra mahkota, tetapi apa yang Arana lakukan memang sangat keterlaluan kepada ku." ujar Bai min dengan wajah yang begitu menyedihkan.


"adik untuk apa kau membela wanita keji seperti dia?! lihat lah wanita itu menjadi sangat arogan di hadapan ku! dan tidak menghormati keberadaan ku di sini." ujar putra mahkota yang tidak menyukai tindakan pangeran Jikxi yang terlalu memanjakan tunangan kecil nya itu.


"apa benar kau yang melakukan nya Ra'er?." tanya pangeran Jikxi kala melihat pergelangan kaki Bai min yang terluka cukup parah.


"bukan" singkat Arana datar.


"kau dengar, Ra'er ku mengatakan jika dia bukan yang melakukan nya, dan itu cukup untuk membuktikan jika memang bukan dia pelakunya" tutur pangeran Jikxi.


Mendengar perkataan pangeran Jikxi entah mengapa hati Arana menghangat, sebelum nya sekeras apapun Arana menjelaskan untuk kesalahan yang tidak pernah Arana lakukan, tidak ada orang yang akan mempercayai penjelasan Arana, tetapi pangeran Jikxi berbeda, tanpa Arana jelaskan pun dia langsung mempercayai Arana begitu saja, hal itu membuat Arana merasa terharu.

__ADS_1


"Adik ke enam apa yang dia lakukan juga di lihat oleh banyak pasang mata di sini, tidak ada guna nya dia mengelak, lagi pula dia melakukan hal ini juga menggunakan gelar putri miliknya, hal itu sudah sangat menyalahi aturan kerajaan!." ujar putra mahkota dengan penuh amarah.


Lalu beberapa orang juga mengatakan hal yang sama seperti yang putra mahkota katakan kepada pangeran Jikxi, jika Arana lah yang membuat Bai min menjadi seperti sekarang.


"jadi apa sekarang pendapat mu pangeran?" tanya Arana dalam hati kala melihat betapa banyak nya orang yang menuduh dirinya.


Meski pangeran Jikxi terlihat begitu percaya pada Arana sebelum nya tanpa syarat, tetapi kini banyak orang yang mengatakan iya untuk perbuatan yang tidak Arana lakukan, hal itu membuat Arana menantikan apa yang akan pangeran Jikxi lakukan.


"Cukup, tidak ada yang di perbolehkan untuk mempertanyakan apa yang ingin di lakukan oleh Ra'er ku! selama itu dia maka semua yang di lakukan nya adalah benar! dan jika ada yang mencoba untuk memfitnahnya, maka akan aku pasti kan! aku sendiri yang akan turun tangan untuk menghukum nya!." dingin pangeran Jikxi lalu mengajak Arana pergi dari sana sambil menggenggam erat tangan nya.


"dan kau! ingat statusmu!" ujar pangeran Jikxi yang berhenti sebentar untuk memperingati Bai min.


Melihat hal itu Bai min langsung tertunduk ketakutan dengan ancaman pangeran Jikxi untuk nya, yang membuat putra mahkota merasa iba melihat betapa menyedihkannya Bai min yang harus menghadapi pasangan arogan itu.


"Sudah lah, tidak perlu bersedih, aku yakin cepat atau lambat adik ke enam akan menyadari jika putri yang dia pilih itu salah" kata putra mahkota mencoba menghibur Bai min.


"yang mulia, maaf karena telah membawa anda dalam permasalahan ini" tutur Bai min penuh penyesalan.


"itu bukan salah mu, kau gadis baik, perempuan liar itu yang telah bersalah pada mu dan lagi adik ke enam telah di butakan oleh nya, sampai tidak bisa melihat fakta yang sebenarnya." kata putra mahkota yang terlihat tidak senang dengan Arana di pertemuan kali ini.


Di beberapa pertemuan sebelumnya, sebenarnya Arana telah meninggalkan kesan baik di dalam hati putra mahkota, namun melihat sifat arogan Arana hari ini, membuat semua kesan baik itu hilang seketika, dan Bai min yang melihat hal itu menjadi bahagia karena sedikit demi sedikit putra mahkota akan jatuh kedalam dekapannya.


Putra mahkota mengantar Bai min kedalam kediaman mentri Huan, sepanjang perjalanan putra mahkota di buat kagum oleh sifat Bai min yang terlihat sangat santun dan lembut, benar seperti rumor yang tersebar sebelum kejadian pesta di kediaman mentri Huan beberapa waktu lalu.


Bai min terlihat sangat cantik dengan sifat yang begitu lembut, sangat di sayangkan oleh putra mahkota bahwa nama baik Bai min kini telah tercoreng dengan hal memalukan di malam itu, namun seketika putra mahkota tersadar, dengan kemungkinan Arana lah pelaku di balik tindakan memalukan Bai min di malam pesta hari itu.

__ADS_1


"sungguh gadis cantik yang malang" ujar putra mahkota dalam hati.


🍁


__ADS_2