
Di sebuah kamar mewah nan megah bergaya elastis dengan nuansa seksual di lengkapi barang barang berharga ala kerjaan kuno terlihat sosok Pria tampan nan rupawan dengan postur tubuh tegap gagah nan tinggi berkulit langsat, pancaran mata datar nan dingin dengan warna hitam keabuabuan tengah duduk di salah satu sudut kamar nya sembari menatap lukisan seorang anak lelaki kecil yang sedang di bantu oleh seorang gadis kecil.
Ada sedikit senyum di sudut bibir pria dingin itu , matanya pun bersinar indah kala memandang pantulan gambar yang ada di hadapan nya.
"sudah sekian lama aku mencari mu Ara, aku sudah tidak sabar menanti pertemuan kita." kata Pria itu lembut sembari mengusap gambar gadis kecil yang ada di dalam lukisan.
Pria itu merupakan pangeran ke enam kekaisaran Minday, pangeran Jikxi han putra kedua dari selir agung xiso mey dengan kaisar Han minday ****xi****, atau lebih terkenal dengan sebutan sang iblis perang, karena dia merupakan seorang pemimpin perang yang sangat hebat dan belum ada yang bisa mengalahkan nya sampai saat ini.
Pangeran Jikxi saat ini baru beranjak usia 17 tahun namun telah memiliki banyak gelar penghargaan dalam medan perang, di usianya yang sangat muda, pangeran Jikxi telah memberi 8 kemenangan untuk kekaisaran Minday dan telah mengikuti perang lebih dari 20 medan tempur.
Pangeran Jikxi telah mulai ikut berperang bersama ayahnya kaisar han saat usia nya masih berusia 5 tahun, saat itu dirinya hanya seorang anak yang bertugas untuk mengumpulkan mayat para prajurit yang telah gugur di medan perang, entah apa yang merasuki anak usia 5 tahun itu, karena sejak kepulangan mereka dari perang pertama nya, pangeran Jikxi yang semula merupakan seorang pangeran yang ceria serta lemah lembut berubah menjadi dingin nan datar dan bahkan tak tersentuh oleh siapapun hingga saat ini.
Banyak orang yang bertanya tanya apa sebab pangeran Jikxi berubah begitu dramatis namun tak pernah ada yang mendapatkan jawaban nya, bahkan sang ayah dan ibu nya pun tak tau apa alasan pangeran jiykxi berubah total, tapi apapun itu, kaisar han merasa bangga dengan segala prestasi yang telah pangeran Jikxi berikan, sebab semenjak pangeran jikxi berubah, ia jauh lebih bisa di andalkan oleh kaisar bahkan bisa di bilang salah satu kaki tangan kaisar han saat ini, hal itu tentu saja membuat para pangeran yang lain merasa iri nan membenci pangeran Jikxi yang selalu menjadi kebanggaan kaisar han, apalagi sampai saat ini kaisar han belum memutuskan siapa yang akan di tunjuk menjadi putra mahkota di antara para pangeran, sudah lengkap alasan para pangeran membenci prestasi pangeran Jikxi.
Walau sejujurnya dalam urusan perebutan tahta pangeran Jikxi tak ingin ikut andil di dalam nya, tapi siapa yang akan percaya dengan segala yang telah pangeran Jikxi dapat kan dengan segala prestasi miliknya.
"Lan." panggil pangeran Jikxi pelan
tak berselang lama sebuah bayangan hitam melesat cepat di hadapan pangeran Jikxi dan menampilkan sesosok pria berpakaian hitam dengan wajah yang tertutup kain sebagai masker.
"hamba yang mulia." kata orang itu yang tak lain merupakan pengawal bayangan Jikxi.
"apa kau sudah mengetahui informasi tetang dia?." tanya pangeran Jikxi sambil terus mengusap gambar gadis kecil di hadapan nya.
"sudah yang mulia, dan mungkin anda tidak akan menduga apa yang telah hamba dapat kan ini" ujar Lan dengan penuh keraguan lalu menyerahkan lembaran kertas berisikan informasi tentang gadis kecil yang sedang tuan nya cari selama ini.
"menarik" kata pangeran jikxi menanggapi apa yang baru saja dia baca dari laporan Lan, pangeran Jikxi terus membaca lembar demi lembar dengan wajah dingin.
Meski wajah pangeran Jikxi terlihat datar namun juga terlihat jelas jika terkadang ada raut wajah menunjukan kemarahan namun terkadang juga menunjuk kan kekaguman.
__ADS_1
"terus awasi dan lindungi dia, aku akan segera menemui nya jika waktu nya telah tiba." perintah pangeran jikxi tegas.
Lan mengangguk dan memberi hormat kepada pangeran Jikxi sebelum melesat hilang dari hadapan pangeran Jikxi secepat kilat.
"tunggu kedatangan ku sayang" kata pangeran Jikxi lembut kearah lukisan gadis kecil di hadapan nya.
Sedangkan di tempat lain, Arana yang telah sembuh dari luka nya mulai di sibukkan dengan segala macam persiapan yang harus segera Arana persiapkan untuk memulai cabang baru nya di desa tetangga, ada berbagai hal yang harus arana urus hingga membuat gadis kecil itu bergadang sepanjang malam.
Belum masalah bisnis yang memusingkan isi otak Arana, dirinya harus berhadapan dengan kemarahan dari Quin xie ibu kandung nya itu yang telah kembali ke kediaman mentri Huan, setalah mendengar cerita dari Bai min, Quin xie langsung naik pitam, dia menghukum Arana untuk merenungkan kesalahan nya, dengan berlutut di dalam ruang leluhur milik keluarga selama 1 bulan penuh.
Namun Arana bersyukur dengan hukuman yang Quin xie berikan kali ini, justru dengan Arana yang di hukum di ruang leluhur selama satu bulan penuh itu, Arana lebih dengan mudah menjalankan persiapan untuk bisnis nya, sebab ada jalan rahasia yang telah arana buat dulu untuk pergi ke luar tanpa harus keluar ruangan melalui pintu atau pun jendela.
"Nobu, apa semuanya telah siap?." tanya Arana yang saat ini sedang menyiapkan segala keperluan di dalam toko yang telah Arana beli sebelum nya.
Sebelum Arana di hukum cambuk oleh ayah nya di waktu itu, dia telah bernegosiasi tentang harga toko yang akan arana ubah menjadi restoran milik nya, toko yang Arana beli merupakan toko lama yang telah usang, banyak orang yang tidak berminat membeli toko itu karena gaya toko yang telah tertinggal jaman dan sang pemilik toko yang bersikeras menjual nya dengan harga tinggi, sebab toko itu merupakan salah satu peninggalan milik keluarga sang pemilik sebelum keluarga nya hancur di tangan para bangsawan.
Dengan berbagai cara Arana akhirnya mendapatkan toko itu dengan harga pasaran yang masih terbilang tinggi untuk si penjual namun tak memberatkan untuk arana sendiri, dan karena arana tahu jika sang pemilik menganggap toko miliknya saat ini sangat penting bagi kehidupannya, arana memutuskan untuk merenggut nya sebagai karyawan restoran miliknya, lagi pula arana belum memiliki karyawan baru di sana, dan sangat merepotkan bagi arana jika harus mencari karyawan baru.
"benar nona semuanya telah siap, hanya perlu anda untuk membuka nya besok." kata Damian yang merupakan anak pemilik toko itu sebelumnya atau karyawan Arana yang baru sekarang.
Arana melihat ke sekeliling restoran baru nya, toko yang awalnya usang dan tertinggal oleh zaman itu, kini telah berubah menjadi restoran berkelas yang sangat menarik perhatian banyak orang, belum juga di buka sudah banyak orang yang penasaran akan isi di dalam restoran itu, hal itu membuat Arana tersenyum puas.
"baik lah, di mana paman Parta?." tanya Arana mencari pemilik toko yang telah dia rubah menjadi restoran itu.
"ayah ada di dalam ruangan nya nona" jawab Damian.
Segera Arana menghampiri sang pemilik toko yang telah menjadi bawahan nya.
"paman." panggil Arana saat sudah menemukan parta di ruang keuangan restoran yang telah Arana persiapan.
__ADS_1
"iya nona, ada yang bisa saya bantu." sahut Parta dengan antusias.
"besok restoran kita sudah bisa di buka, aku hanya ingin anda menjadi orang yang membukanya besok, sebab tugasku hanya duduk di belakang." jelas Arana tanpa basa basi.
"tapi nona hamba merasa tidak pantas, sebab restoran ini merupakan milik nona." kata Parta tak enak hati.
"lakukan saja apa yang aku katakan." ujar Arana dingin tak ingin ada bantah.
"kalo begitu akan saya laksanakan perintah nona, dan terima kasih telah mempercayai saya beserta anak saya." kata Parta dengan tulus.
"hmm sudah seharunya kita sebagai rekan bisnis saling mempercayai satu sama lain." ujar Arana
dan di tanggapi anggukan oleh Parta.
Arana melihat ke sekeliling sekali lagi, setelah benar benar memastikan semua memuaskan, arana berjalan menuju nobu berada.
"Nobu mari kita pulang." kata Arana setelah memastikan semua nya telah matang.
"mari nona." jawab Nobu
"kalo begitu saya dan nona pamit pulang dulu paman Parta dan Damian, semoga kerja sama kita berjalan dengan baik dan lancar, dan ingat! nona sangat membenci pengkhianatan!." kata Nobu tegas.
"kami mengerti nobu, dan terimakasih atas kepercayaan nona Ratu, kita berdua janji tidak akan pernah mengkhianati nona Ratu."jawab Parta dan hanya di angguki oleh Arana lalu bergegas pergi dari restoran di ikuti oleh Nobu di belakang nya.
"Ayah, alangkah beruntungnya kita, mendapatkan majikan yang sangat baik seperti nona Ratu." kata Damian saat menghampiri ayah nya setelah kepergian Arana dan Nobu
"kau benar nak, bukan hanya membeli toko kita yang telah usang ini dengan harga yang mahal, dia bahkan bersedia membiarkan kita mengelola bisnisnya ini." ujar Parta dengan sangat terharu mengingat kebaikan Arana kepada keluarga nya.
"benar ayah, jangan sampai kita mengkhianati kepercayaan Nona ratu ayah." jelas Damian, mulai sejak Arana menawarkan mereka berdua sebagai bawahan Arana dan menjadi kan sepasang ayah dan anak itu sebagai orang terpercaya yang akan mengelola bisnis Arana, Damian telah berjanji akan selalu setia kepada Arana.
__ADS_1
"kau benar nak, nona Ratu telah sangat baik kepada kita, sudah seharusnya kita membalas segala kebaikan nya."
🍁