PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 13


__ADS_3

Arana tak menanggapi perkataan pria misterius itu, apa lagi kecurigaan di dalam dirinya teramat besar kepada pria yang ada di hadapan nya saat ini.


Dalam hidup Arana, dirinya harus selalu waspada terhadap setiap orang yang di temui nya, kehidupan yang penuh dengan luka dan kepedihan membuat Arana enggan mempercayai siapapun selain Nobu seorang, yang telah melewati banyak hal bersama dengan Arana sedari Arana di lahir kan.


Bahkan untuk Darxa dan juga Xixi saja yang kini telah masuk di kehidupan Arana, Arana masih memberi jarak kepada mereka, ada beberapa hal yang bisa kedua orang itu ketahui tapi tak jarang banyak hal yang belum mereka ketahui tentang Arana.


Arana sengaja tak memberi kepercayaan penuh kepada mereka berdua, sebab Arana belum percaya seutuh nya kepada Darxa dan juga Xixi,


Arana harus tetap menjaga kewaspadaan nya, agar hal yang tak Arana ingin kan tidar tejadi di kemudian hari.


Melihat Arana yang begitu merasa waspada terhadap dirinya, pria misterius itu hanya bisa menghela nafas berat.


"apa sesulit iti mendapat kepercayaan nya?" pikir pria misterius itu dalam hati, lalu dia segera mengambil sebuah tindakan.


"sudah lah, tak perlu berpikir panjang." kata pria misterius sambil melangkah kearah Arana hingga hanya menyisakan sedikit jarak di antara mereka berdua.


Dengan cepat pria misterius itu langsung menggendong tubuh mungil Arana, dan membawanya pergi dengan ilmu peringan tubuh milik nya, Arana yang tak memiliki persiapan langsung terkejut setengah mati di buat nya dan langsung mencoba memberontak di dalam dekapan pria misterius itu.


"Hai kau! apa yang sedang kau lakukan?! cepat turunkan aku!." teriak Arana sambil terus berusaha memberontak, agar bisa dengan cepat terlepas pria misterius yang telah lancang kepada nya.


"husft, jangan terlalu terlalu banyak bergerak, nanti kau bisa terjatuh, dan aku akan sangat merasa bersalah jika hal itu sampai terjadi." hardik pria misterius itu dengan tatapan penuh kekhawatiran.


"makanya cepat lepaskan aku! atau aku akan benar benar membuat kita terjatuh bersama!" ancam Arana yang tak mau mengalah dengan pria misterius itu.


"diam lah Arana, bukan kah kau baru saja meragukan diriku, aku hanya ingin membuktikan perkataan ku bahwa apa yang aku ucapkan itu benar adanya, aku akan membawa mu melihat sendiri seluruh pasukan milik ku, jadi diam lah atau kau akan terjatuh ke dataran yang jarak nya puluhan meter di bawah sana." ucap pria misterius itu dengan begitu perhatian kepada Arana.

__ADS_1


Seketika Arana terdiam saat mendengar perkataan pria misterius itu, benar juga jika Arana terus memberontak dirinya akan terjatuh dari ketinggian yang tak terhitung jumlah nya itu, terlebih kecepatan pria misterius itu sangat cepat, bisa di bayang kan jika tubuh arana pasti akan terluka parah saat menghantam tanah.


Karena telah menyadari konsekuensi yang akan Arana dapat kan saat terlepas dari pria misterius itu, pada akhirnya Arana memutuskan untuk memeluk leher pria misterius itu dengan erat, untuk menjaga tubuh nya agar tidak terjatuh ke bawah sana.


Arana masih sangat muda, dan lagi dia memiliki begitu banyak mimpi di luaran sana, tentu saja Arana tidak akan rela jika sampai dirinya mati konyol hanya karena tingkah bodoh nya.


Sedangkan pria misterius itu tersenyum penuh kemenangan saat Arana memeluk leher nya dengan erat, ingin rasanya dia menghentikan waktu agar bisa lebih lama merasakan hal seperti itu bersama dengan Arana, tetapi pria itu tersadar jika arana belum memenuhi umur untuk memikirkan hal hal dewasa yang pria misterius itu pikirkan.


"Cepat lah bertumbuh besar gadis kecil ku, aku sangat tidak sabar ingin segera memiliki mu." kata pria itu dalam hati.


Mereka berdua melesat cukup jauh dari kediaman mentri Huan, lebih tepat nya pria misterius itu membawa Arana menuju kedalam hutan rindang di sebelah timur kekaisaran Minday, sedangkan rumah kediaman mentri huan terletak di sebelah utara kerajaan, bisa di bayangkan berapa jarak yang harus pria misterius itu tempuh dengan membawa serta tubuh Arana.


Arana sedikit kagum dengan pria yang sedang menggendong dirinya saat ini, meski perjalanan telah menghabiskan waktu yang cukup lama, pria itu tidak terlihat lelah sedikit pun, Arana sendiri heran dan bertanya tanya? apakah pria yang sedang membawa nya saat ini tidak memiliki rasa lelah sedikit pun? tapi entah lah? yang terpenting bagi Arana saat ini, dirinya tidak di jatuhkan dengan sengaja oleh pria misterius itu ke bawah sana.


Saat memasuki hutan rindang yang terlihat sangat mencekam kala malam hari itu, entah mengapa Arana tak merasa takut sedikitpun.


Setelah perjalanan yang cukup lama pria misterius itu akhirnya menghentikan langkahnya saat telah berada tepat di tengah hutan, pria itu turun ke daratan lalu menurunkan tubuh Arana secara perlahan.


"Kita telah sampai" kata pria misterius itu saat telah menurunkan tubuh mungil Arana.


Arana melihat sekeliling dengan tatapan bingung, sebab di sekitar mereka berdua tidak ada satu bangunan pun yang berdiri di atas tanah, di sekitar Arana hanya terlihat hutan belantara dengan di penuhi oleh pepohonan rindang dengan di selimuti gelap nya malam.


"Bukan kah, kau mengatakan jika kita akan melihat pasukan mu? mengapa aku tak melihat apapun selain pepohonan rindang di sekitar sini?" tanya Arana bingung sambil terus memperhatikan sekeliling nya.


"Tentu saja kau tak akan menemukan apapun di sini, karena mereka semua ada tepat di bawah kaki kita berpijak." kata pria misterius itu lalu membuka sebuah jalan rahasia yang menuju ke bawah tanah, hal itu membuat Arana terpukau, sebab jalan rahasia itu begitu sulit di lihat atau lebih tepat nya telah di buat sedemikian rupa sehingga hanya orang orang tertentu saja yang dapat menemukan nya.

__ADS_1


"Ini sangat luar biasa." gumam Arana dengan mata yang berbinar.


"pegang lah tangan ku" kata pria misterius itu sambil menawarkan tangan nya, dengan patuh Arana menggenggam tangan pria itu, lalu kedua nya masuk kedalam ruang bawah tanah.


Arana sempat mengira jika ruangan itu akan terasa sempit dan juga sebab, sebab di bangun tepat di bawah tanah atau lebih tepat nya arana membayangkan jika bangunan yang ada di balik jalan rahasia itu akan terlihat seperti sebuah gua, namun nyatanya justru sangat berbeda.


Meski ruang bawah itu di bangun di bawah tanah, keadaan di dalam nya terlihat sangat luas, bahkan lebih luas jika di bandingkan dengan kediaman mentri Huan, Arana terpaku kala melihat isi di dalam nya.


Bangunan itu terlihat sangat rapih, dan di bagi menjadi beberapa bagian, sesuai dengan fungsinya masing masih, Arana menjadi tertarik melihat struktur bangunan itu dan ingin membangun hal yang sama untuk dirinya di tempat lain.


"Semua ini benar benar sangat menakjubkan." gumam Arana penuh semangat, pria misterius itu hanya tersenyum lembut menanggapi perkataan Arana, sedari awal mata Arana begitu berbinar membuat pria misterius itu merasa senang.


Tak lama seorang pria tinggi berbadan kekar dengan wajah yang terlihat begitu sangar datang menghampiri mereka, pria itu membungkuk hormat saat telah berhadapan dengan pria misterius yang ada di sebelah Arana.


"Selamat datang tuan." kata pria kekar itu sambil membungkuk kan badan nya.


"Perintah kan semua pasukan untuk segera berkumpul di halaman, karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan kan!." perintah pria misterius itu dengan nada datar, lalu dengan sigap pria berbadan kekar langsung menjalankan perintah pria misterius itu.


Tak berselang lama, hampir 600 orang berkumpul di hadapan Arana yang berdiri tepat di samping pria misterius itu.


Semua orang yang hadir terlihat memiliki ilmu bela diri yang mumpuni, Arana dapat melihat dengan jelas keahlian mereka, hal itu membuat Arana semakin merasa kagum dengan tepat yang dia datangi.


Arana beralih menatap pria misterius di samping nya, pria misterius itu, bukan lah seorang pria biasa, dia bahkan telah memiliki ratusan prajurit yang tersembunyi di belakang nya, dan lagi para prajurit itu terlihat luar biasa, Arana sangat yakin hanya dengan ratusan prajurit di hadapan nya, pria misterius itu dapat mengalahkan orang yang memimpin ribuan prajurit.


"Sebenarnya apa latar belakang pria misterius ini? hingga dapat membangun sebuah pasukan yang terlihat begitu luar biasa seperti ini?." gumam Arana dalam hati sambil terus memandangi pria misterius di samping nya, yang selalu saja mengenakan sebuah topeng saat bertemu dengan Arana.

__ADS_1


🍁


__ADS_2