
Selepas sarapan pagi bersama, semua orang menuju ruang utama acara untuk melangsungkan acara hari ini.
"Terimakasih untuk para tamu undangan yang telah berkenan untuk hadir di acara tahuan dalam keluarga ku, terutama untuk yang mulia putra mahkota serta kedua pangeran, hamba merasa sangat terhormat dengan kehadiran kalian bertiga." kata mentri Huan berbicara dalam pembukaan acara.
"itu sudah seharusnya paman Huan" jawab putra mahkota sopan.
"kau memang sangat beruntung hari ini menteri Huan, karena dapat mendatangkan pangeran Jikxi, pangeran kebanggaan kekaisaran kita, yang bahkan seorang jenderal dan panglima perang saja sulit untuk mengundang nya" timpal mentri Xiao yang merasa iri dengan keberuntungan mentri Huan.
"iya itu benar sekali, sangat sulit untuk mengundang yang mulia pangeran Jikxi" kata mentri More.
"yah kalian semua memang benar, aku sangat beruntung hari ini, karena kehadiran ketiga pangeran kekaisaran kita." ujar menteri Huan bangga.
Namun pangeran Jikxi justru sangat muak dengan pembicaraan para petinggi kerajaan itu, sama hal nya dengan putra mahkota yang geram dengan segala pujian untuk pangeran Jikxi dari para mentri yang ada.
Di seluruh kekaisaran hanya pangeran Jikxi yang terlihat begitu bersinar, putra mahkota begitu iri nan cemburu dengan segala pencapaian pangeran Jikxi, terlepas dari semua yang telah putra mahkota dapatkan sedari kecil karena terlahir dari seorang permaisuri dan menjadi pangeran yang terpilih menjadi putra mahkota beberapa tahun lalu, namun putra mahkota merasa kehidupan nya jauh lebih buruk dari pangeran Jikxi yang hanya anak dari seorang selir dan pernah di asingkan oleh kaisar atau bisa di bilang tak mendapat kan kasih sayang kaisar sedari pangeran Jikxi di lahir kan.
Yah. pangeran Jikxi merupakan anak dari seorang selir kaisar yang telah meninggal lalu permaisuri mengangkat pangeran Jikxi sebagai putra nya, dan kejadian itu hanya keluarga kerajaan saja yang mengetahui nya, bahkan para petinggi kerajaan tidak ada yang mengetahui tentang hal itu.
Namun meski begitu, hidup pangeran Jikxi terlihat berjalan begitu sempurna di mata putra mahkota, pangeran Jikxi yang mampu berhasil mendapatkan banyak gelar serta pengakuan dari banyak orang bahkan kaisar dengan kekuatan nya sendiri, dan juga hubungan antar pangeran yang terjalin begitu harmonis, semua itu membuat putra mahkota merasa iri, ada kala putra mahkota ingin mendekati pangeran Jikxi sebagai seorang kaka tertua namun karena ego dari didikan sang permaisuri yang selalu menjadi dinding pembatas bagi putra mahkota untuk melakukan nya.
Permaisuri begitu khawatir jika nanti tahta putra mahkota yang telah di perjuangkan dengan susah payah oleh nya akan di rebut oleh para pangeran yang lain jika putra mahkota memiliki hubungan yang baik dengan para saudara nya.
"Baik lah mari kita mulai acaranya!." lantang Mentri Huan saat melihat semua orang sudah tak sabar menanti kapan acara akan segera di mulai.
Setelah perkataan lantang mentri Huan, para penari dan pemain seni hadir di tengah tengah para tamu undangan, mereka menampilkan penampilan yang begitu sempurna.
Arana menatap datar semua yang ada di hadapan nya, baginya semua hal di acara ini tidak lah menarik untuk Arana saksikan saat ini, jika tidak ada hal yang sedang Arana tunggu dalam acara hari ini, mungkin saja sedari tadi Arana telah meninggal kan acara itu tanpa memperdulikan kehormatan mentri Huan.
__ADS_1
"Jika tidak ada gadis kecil ku dalam acara ini, sudah sedari awal aku pergi" keluh pangeran Jikxi dalam hati yang sangat tidak tertarik dengan segala yang ada di hadapan nya, pangeran Jikxi hanya sedang memanfaatkan waktu untuk bisa terus memandang Arana di sepanjang pertunjukan berjalan.
Semua orang begitu menikmati acara siang hari ini, hingga tiba saat nya para nona bangsawan untuk menampilkan bakat milik mereka bagi yang berkenan untuk melakukan nya.
Dengan sangat percaya diri nona Karla (putri tunggal panglima hara) menampilkan sebuah tarian anggun kepada semua orang, nona Karla menjadi nona bangsawan yang pertama tampil di sana.
Dan tentu saja, pertunjukan nona Karla bertujuan agar dapat menarik perhatian salah satu pangeran kekaisaran lebih tepatnya pangeran Jikxi, namun sayang seperti nya harapan nona karla tidak akan terwujud, jangankan dapat menarik perhatian pangeran Jikxi, sedikit di lirik pun tidak oleh pangeran Jikxi.
Penampilan nona Karla begitu sempurna membuat banyak putra bangsawan kagum melihat nya, namun meski mendapat tatapan kagum dari para putra bangsawan yang ada nona karla terlihat tidak bahagia setelah tampil. (ya tentu saya alasannya karena pangeran Jikxi tentunya)
Setelah nona Karla selesai menampilkan pertunjukan tarian yang begitu sempurna nan indah, Bai min melangkah ke depan dengan percaya diri.
"Mohon izin ayah, boleh kah aku menampilkan sebuah tarian?." ujar Bai min dengan elegan.
"silahkan putri ku, hari ini semua orang bisa menampilkan semua bakat mereka" kata menteri Huan dengan bahagia di wajah nya.
"apa itu putri ku?" tanya menteri Huan yang tak mengerti.
"aku dengar dari para pelayan Arana adik ku yang cantik itu dia memiliki bakat yang sangat baik dalam hal menari ayah, aku tahu Arana pasti malu untuk menunjukkan kebolehan nya, jadi bolehkah kami menari bersama?" ujar Bai min dengan senyum yang sulit di artikan sambil menunjuk ke arah Arana.
Bai min bertujuan ingin mempermalukan Arana di depan para tamu undangan, Bai min tahu sejak kecil Arana tidak pernah di beri satu orang pun guru untuk belajar apa pun di kediaman mentri Huan, sebab itu Bai min ingin mempermalukan Arana di hadapan semua orang, agar Arana tahu tidak akan ada akhir baik kala arana menyinggung Bai min.
Apalagi hari ini Arana telah mengambil banyak perhatian semua orang dari Bai min, dendam Bai min sungguh membara kala melihat adik yang berselisih 3 tahun dari nya itu.
"Itu terserah kepada adik mu putri ku" kata mentri Huan yang ragu dengan bakat Arana.
Mentri Huan tahu betul jika sedari Arana kecil dirinya tak pernah memperhatikan Arana, lain hal nya dengan Bai min yang memang di beri fasilitas serta guru latihan khusus untuk melatih bakat Bai min agar bisa menjadi kebanggaan keluarga nya kelak.
__ADS_1
"Bagaimana adik ku, bersedia kah kau menemani kaka mu ini menari?" tanya Bai min dengan seringai licik di wajah nya.
Arana bersikap seperti biasa nya datar nan dingin, tetapi melihat Bai min yang mencari kematian nya sendiri, tentu saja dengan senang hati Arana menemani nya bermain.
"sesuai keinginan mu kaka, tetapi maaf aku tidak bisa menampilkan tarian yang lembut" kata Arana a ala kadar nya.
"aku hanya bisa menampilkan tarian yang energik (tarian sejenis tarian pedang dan lain sebagainya yang berbau extrim)" lanjut nya.
"itu tidak masalah adik ku, kaka juga bisa menari tarian energik." ujar Bai min berusaha percaya pada kemampuan yang dia miliki.
Sebenarnya Bai min tidak bisa menari tarian energik, sebab tarian yang Bai min latih dari guru nya hanya tarian yang bersifat lemah lembut serta selalu mengutamakan keanggunan seorang wanita bangsawan.
Semua guru para nona bangsawan selalu menganggap jika tarian energik merupakan tarian kasar yang tidak cocok untuk seorang nona bangsawan yang memiliki martabat sebab itu tak ada satu nona bangsawan pun yang pernah belajar tentang tarian itu, namun karena Arana yang meminta nya, tentu saja Bai min tak ingin kalah dari Arana.
Bai min mengira jika kemampuan Arana tak akan pernah lebih baik dari dirinya yang sudah belajar menari sedari umur 5 tahun.
"bersiap lah Arana, hari ini akan ku permalukan kau di hadapan seluruh bangsawan kekaisaran ini!" bisik Bai min kepada Arana yang berada tepat di sampingnya.
"dan ku pasti kan setelah hari ini, masa depan mu akan jauh lebih suram lagi" sinis Bai min.
Namun Arana tak menggubris omong kosong yang di lontarkan Bai min kepada nya. dengan santai Arana mendekatkan bibir manis nya ke telinga Bai min juga.
"akan ku tunggu sampai akhir, kita lihat siapa yang akan terus tertawa di sini sampai akhir?" singkat Arana.
🍁
jagan lupa lain and komen ya sayang sayang ku 😘 beri dukungan kalian juga kepada novel ku ini🥺
__ADS_1