PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 14


__ADS_3

Arana merasa sangat yakin jika pria di samping nya saat ini memiliki latar belakang yang luar biasa di belakang nya, tetapi mengapa pria misterius itu justru memilih arana dengan terus mengatakan hal hal aneh seperti menikah dengan nya.


Arana tak mengerti jalan pikiran pria misterius di samping nya, bukan kah di luaran sana nama Arana terkenal sebagai putri menteri huan yang tak di anggap, lalu mengapa pria misterius itu tetap mendekati nya? apa pria misterius itu memiliki niat buruk terhadap Arana? ah tentu saja tidak, bagaimana itu bisa terjadi, sedangkan jika di lihat saat ini, pria misterius itu tentu saja mampu mendapatkan apa yang ingin dia dapat kan dengan begitu mudah.


"Kau sedang memikirkan apa?." tanya pria misterius itu saat mendapati Arana yang termenung sambil menatap dirinya.


"aku hanya sedang bertanya pada diriku sendiri? apa sebenarnya yang menjadi tujuan mu, sehingga selalu berusaha mendekati diriku?". kata Arana terus terang sambil menatap lekap kedua mata indah di balik topeng pria misterius itu.


"haha hanya itu?" tawa pria misterius itu.


"yah tentu saja, jika melihat kau yang seperti saat ini, yang bisa memiliki ratusan pasukan yang begitu hebat di belakang mu seperti ini, tentu saja kau bukan lah orang biasa, karena nya aku meras sangat heran, mengapa orang seperti mu ini bisa terus mengganggu ku, dan terus berusaha untuk mendekati ku? apa kau merencanakan sesuatu terhadap ku? sebenarnya apa yang kau inginkan?." cecar Arana dengan begitu banyak pernyataan kepada pria misterius di samping nya.


Sedangkan pria misterius itu menatap Arana dengan begitu gemas, Arana bukan lah gadis bodoh yang tak menyadari jika dirinya sedang berusaha mendekati Arana, tetapi gadis kecil itu sangat polos karena mengira pria misterius itu berniat buruk kepada nya.


"Huh, dengar ini, aku memang memiliki tujuan terhadap mu, dan tujuan ku itu menunggu mu bertumbuh dewasa." jelas pria misterius itu dengan lembut.


Arana tak mengerti apa yang di katakan pria misterius itu, tetapi saat dirinya hendak mengatakan hal lain, seseorang datang menghampiri arana dan juga pria misterius itu.


"Tuan, seluruh pasukan telah hadir, dan siap mendengarkan anda." kata pria berbadan kekar yang sebelumnya telah menyambut kedatangan Arana bersama dengan pria misterius di sebelah nya.


"Ayo kita lihat mereka, bukan kah kau ingin membangun sebuah pasukan?." kata Pria misterius itu lembut kepada Arana setelah mendengar perkataan anak buah nya.

__ADS_1


Pria misterius itu membawa tubuh kecil Arana berharapan dengan ratusan pria tinggi bertubuh kekar, Arana terlihat begitu kecil di hadapan para lelaki itu.


"Aku kesini hanya ingin mengenal kan nyonya kalian, dia bernama Arana hananxi, gadis yang kelak akan menjadi istri ku!" tegas pria misterius di samping Arana dengan suara menggelar sampai dapat di dengar oleh semua orang.


"Kami memberi salam kepada nyonya dan tuan!" kata seluruh pasukan itu serentak sambil menunduk badan mereka.


"Kau!! apa yang kau katakan itu?, aku masih sangat kecil, impian ku masih sangat banyak yang belum terpenuhi, aku tak ada waktu memikirkan hal dewasa seperti menikah!." ujar Arana dengan kesal ke pada pria misterius di samping nya yang telah sembarangan berbicara.


"Kan aku bilang bukan sekarang, aku akan menunggu mu hingga menjadi seorang gadis dewasa." kata pria misterius itu lembut dengan sabar menghadapi tingkah Arana.


Sedangkan seluruh pasukan yang melihat interaksi tuan mereka dengan gadis kecil yang kelak akan menjadi nyonya mereka tersentak kaget di buat nya.


Namun sepertinya gadis kecil yang berada di sebelah taun mereka itu tidak mengenal siapa pria yang ada di samping nya saat ini, mungkin saja tuan mereka memang sengaja belum membongkar identitas asli nya, jika di lihat dari cara berpakaian tuan mereka yang mengenakan sebuah topeng, pikir para anggota prajurit pria misterius itu.


Jika Arana merupakan gadis lain, gadis yang terus menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan pria misterius itu, sudah di pastikan Arana telah hilang bagai di telan bumi.


Pernah suatu kali ada seorang wanita salah satu dari pasukan pria misterius itu, dengan begitu percaya diri mencoba mendekati tempat tidur tuan nya, al hasil wanita itu berakhir dengan sangat tragis di tangan tuan mereka sendiri, bahkan mayat nya di berikan kepada singa yang menjadi hewan peliharaan sang tuan.


Tetapi tuan mereka terlihat sangat berbeda saat berada di sisi gadis kecil itu, tidak ada perkataan dengan nada dingin dan kasar apa lagi tegas, hanya ada kelembutan yang selalu terpancar dari cara tuan nya itu memandang calon nyonya mereka.


Bahkan tuan mereka dengan begitu sabar menghadapi sikap lancang gadis kecil itu, semua orang bertanya tanya apa asal usul gadis kecil di samping tuan nya itu?, sehingga mampu menarik perhatian pria berdarah dingin seperti tuan mereka itu? jawaban nya mungkin hanya tuan dan dewa saja yang tahu.

__ADS_1


"Kau menyebalkan!." kata Arana dengan marah kepada pria misterius di samping.


"sudah lah, bukan kah sekarang bukan waktu yang tepat untuk kau merasa marah gadis kecil ku, ingat kau ku bawa kesini untuk memilih pasukan agar mereka bisa melindungi mu, bukan untuk memarahi ku sepanjang waktu." ujar pria misterius itu.


"ah iya, aku hampir saja lupa" kata Arana dengan mata berbinar.


"eemm, boleh kah aku meminta 50 orang?" tanya Arana menatap penuh harap ke pada pria misterius itu.


"jika kau meminta mereka semua untuk ikut dengan mu pun akan aku perbolehkan." enteng pria misterius itu.


"tidak tidak, aku tidak memerlukan pasukan sebanyak itu di rumah ku, tapi apa pasukan mu hanya terdiri dari seorang pria saja?." tanya Arana dengan ragu.


"dulu aku memilih 200 pasukan wanita tangguh, tetapi karena sebuah alasan aku menyembunyikan mereka di tempat tersembunyi." ujar pria misterius itu.


Padahal, sejak kejadian seorang pengawal wanita yang berani menggoda tuan nya, para pasukan wanita itu di kirim ke pulau seberang, lebih tepat nya pulai di sisi ujung hutan itu, di sana merupakan markas besar tuan mereka untuk menghukum semua musuh musuh nya, orang yang di lempar ke sana akan merasa lebih baik mati dari pada hidup, terapi mereka tidak pernah di perbolehkan untuk mati oleh tuan kejam mereka, sebelum tuan itu merasa musuhnya itu telah membayar lunas semua hutang nya kepada sang tuan.


Bagi tuan mereka, kematian itu terlalu baik untuk para musuh nya, jadi hal yang lebih pantas untuk orang yang berani menyinggung tuan mereka yaitu, menyiksa nya hingga putus asa namun tak bisa mati dengan mudah.


Dan sisi kejam itu hanya para anak pasukan tersembunyi itu saja yang tahu, di kekaisaran tidak ada yang mengetahui jika tuan mereka busa lebih kejam dari yang di rumorkan.


🍁

__ADS_1


__ADS_2