
Bai min yang tidak tahu jika orang yang ada di hadapan nya merupakan Arana, dengan hati yang sangat antusias berencana ingin mendekati arana guna menjalin hubungan baik dengan nya.
Dalam pikiran Bai min, jika Bai min mampu menarik wanita muda yang terkenal dengan sebutan sang ratu dalam dunia bisnis, maka status sosial Bai min akan lebih di akui oleh para putri bangsawan lain nya, dan kedudukan Bai min akan lebih tinggi dari pada para putri bangsawan mana pun, dengan segala keuntungan di depan mata ini, mana mungkin Bai min akan melewatkan momen bagus ini begitu saja.
"Aku mendengar jika nona merupakan seorang yang sangat jenius dalam dunia bisnis ini." ujar Bai min mulai basa basi kepada Arana.
"rumor itu tidak benar nona." balas Arana dengan ramah.
"tapi menurut saya rumor itu benar nona, dan saya mengucapkan yang sebenarnya, bahkan bukan hanya saya yang mengakui kejeniusan anda, semua orang di penjuru kekaisaran juga mengakui nya dan bahkan telah mengenal nama anda." tutur Bai min yang mulai berusaha mendekati Arana dengan mengambil hati nya.
"jangan seperti itu nona, saya hanyalah seorang rakyat kecil yang terus berusaha untuk tetap bertahan hidup di kota kekaisaran ini." kata arana tetap merendah diri.
Bai min terus mengikat Arana dengan kata kata manis dari bibir manisnya, tanpa dia tahu orang yang saat ini sedang dia puji merupakan adik kandung yang selama hidupnya selalu di siksa oleh keluarga mentri Huan sebab ulah dari Bai min.
Arana terus meladeni Bai min berbicara sambil mengelilingi seisi butik megah itu, dan tanpa Bai min sadari, Arana tengah memberi kode kepada Nobu yang berada tak jauh dari jarak mereka berada.
"Nona lihat lah gaun ini, apakah sesuai dengan selera anda, gaun ini merupakan salah satu model terbaru di dalam butik kami bulan ini." kata Arana sambil menunjuk sebuah gaun yang sangat indah kepada Bai min.
Bai min melihat gaun yang di maksud Arana dengan mata berbinar, gaun di hadapan nya memang yang paling indah di antara semua gaun yang ada di dalam butik mewah ini.
"tak salah aku mendekati gadis bodoh ini, apa nya yang jenius, dengan beberapa kata manis saja dia telah menjadi orang ku." dalam hati Bai min terlalu mencemooh Arana dengan percaya diri.
Bai min mengira jika arana sedang berusaha mengambil hati nya, dengan menunjukkan gaun yang paling indah di dalam bukit, bai min sangat percaya diri arana akan menjadi orang nya tanpa Bai min harus mendekati nya sendiri.
Sementara di sisi lain Arana yang melihat ikan telah memakan umpannya, tersenyum sinis kearah Bai min yang sedang menatap kagum gaun yang telah di pilihkan oleh arana tadi.
"Gaun ini sangat indah nona, bahkan lebih indah dari gaun yang lain nya." puji Bai min dengan raut wajah yang sangat senang.
"karena gaun ini merupakan model terbaru di butik kami ini nona, dan hanya ada lima di kota kekaisaran ini." terang Arana dalam mode bisnis.
"aku mau gaun ini, tolong kirimkan ke kediaman ku." ujar Bai min dengan bersemangat.
__ADS_1
"tentu nona, senang berbisnis dengan anda." kata arana dengan sangat elegan.
Setelah Bai min menemukan apa yang dia cari, bai min langsung berlalu pergi meninggalkan butik Arana setelah berbicara sesaat dengan Arana guna meninggalkan kesan baik di hadapan Arana.
"Nona apa yang sebenarnya sedang anda rencanakan?." tanya Nobu yang penasaran dengan sikap Arana, menurut Nobu tak seharusnya Arana melepaskan byai min begitu saja, apa lagi memberikan Bai min gaun terindah di butik keluaran bulan ini, sungguh tidak pantas bagi Nobu.
"sudah lah Nobu kirimkan saja gaun ini ke kediaman mentri Huan dan kita akan menyaksikan kejutan yang sangat menarik setelah nya." kata Arana sinis menatap kepergian Bai min yang telah menjauh pergi dari butik nya.
Nobu yang seolah mengerti langsung mengirimkan gaun yang telah di pilih oleh Bai min tanpa bertanya kepada Arana lagi
"Mari kita bermain tarik ulur Bai min, bukan kah itu lebih menyenangkan" sinis Arana dalam hati.
Setibanya di kediaman mentri Huan, Bai min bergegas turun dari kereta tandunya dengan bersenandung riang sambil mengingat gaun indah milik nya, segera Bai min menemui ibu nya.
"Ibu" panggil Bai min dengan ceria.
"ada apa sayang? kau terlihat sangat bahagia hari ini?." tanya Quin xie dengan lembut.
"benarkah sayang?." tanya Quin xie tidak percaya namun terlihat sangat senang.
"tentu saja ibu, hanya dengan sedikit kata kata manis saja, sudah membuat dia menilai tinggi diriku, benar benar orang bodoh." ledek Bai min mengingat percakapan dirinya dengan Arana di dalam butik.
"kau tak boleh berbicara seperti itu sayang, tapi ibu senang kau berhasil dekat dengan nya, ibu dengan ratu bisnis bukan lah orang yang mudah di dekati oleh orang lain" kata Quin xie serius.
"hm, yang aku katakan itu memang fakta ibu, hanya dengan sedikit kata kata manis saja sudah membuat dia terlena, dia benar benar gadis yang bodoh bu, dan hanya orang bodoh saja yang menganggap gadis itu sebagai orang jenius di kota kekaisaran ini" celetuk Bai min dengan sangat sombong.
Quin xie hanya menggeleng kan kepala nya melihat betapa arogan nya putri kesayangannya itu, tetapi meski begitu, di mata Quin xie semua nya terlihat normal, mungkin saja karena dirinya dan Mentri huan yang terbiasa memanjakan bai min sedari kecil.
Setelah butik sudah terkendali dengan stabil, Arana dan Nobu kembali ke kediaman mentri huan, mengingat hari ini seharusnya arana telah berpindah ke dalam kediaman utama, namun karena urusan butik yang sangat mendesak saat sibuk, Arana menundanya hingga sore menjelang malam hari.
Lagi pula tidak ada yang mempertanyakan mengapa Arana tak kunjung pindah ke dalam kediaman utama, semua orang hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri dan saat makan bersama pun tak ada yang menanyakan keberadaan Arana, yang memang tak pernah ada di tengah tengah keluarga mentri Huan selama ini.
__ADS_1
Dengan bantuan Nobu Arana pindah ke dalam kediaman utama, Arana sengaja tidak mengajak Darxa dan juga Xixi, agar tak ada orang yang mengenali mereka berdua, sebelumnya Arana juga telah memberikan arahan kepada dua gadis itu akan rencana miliknya, Karena nya baik Darxa maupun Xixi tak ada yang merasa keberatan dengan keputusan Arana.
malam hari
Arana yang telah berada di kediaman utama di panggil oleh seorang kasim untuk makan malam bersama keluarga utama, dengan santai Arana masuk ke ruang makan yang sangat mewah itu, dan mendapati semua orang telah berada di kursi mereka masing masih dengan tatapan dingin penuh amarah ke arah Arana, karena di dalam ruang makan itu hanya tinggal menunggu kedatangan Arana saja, bahkan nyonya besar pun telah hadir lebih dulu di sana.
Arana memang dengan sengaja datang terlambat, sebab tak ada yang istimewa di dalam ruang makan itu, hanya ada tatapan sinis dan jijik dari semua orang kepada arana selama bertahun tahun arana hidup dalam keluarga ini, dan hal itu membuat arana muak dengan semua anggota keluarga nya setiap kali mereka berjumpa.
"Lancang! siapa yang menyuruh mu duduk!!." teriak nyonya besar dengan sangat kencang kearah Arana, saat melihat gadis kecil yang baru datang itu langsung duduk di bangku milik nya begitu saja, setelah membuat semua orang menunggu kedatangan nya begitu lama.
"lalu seharusnya apa yang harus saya lakukan?." tanya Arana datar.
"adik kau tak boleh tak tahu aturan seperti itu." ujar Bai min dengan nada lembut namun penuh kemunafikan, tetapi Arana tak menghiraukan perkataan Bai min.
"kau telah membuat kami menunggu Arana, jadi sudah pasti kau harus manggung hukuman dari kesalahan mu itu." ujar menteri Huan ikut membuka suara.
"aku tak menyuruh kalian untuk menunggu, lagi pula diriku juga bukan anggota kalian? bukankah kalian terbiasa makan tanpa ku? jadi mengapa aku harus di hukum." celetuk Arana dingin tanpa memperdulikan tatapan orang lain kepada nya.
"lancang!" pitam nyonya besar yang semakin marah dengan keberanian Arana.
"apa begini sifat mu kepada orang yang lebih tua dari mu hah! seharusnya kau sadar kau itu siapa!" pekik nyonya besar dalam kemarahan yang besar.
"cukup! aku sangat tahu aku ini siapa orang tua! dan kau tak berhak mengingat ku!" amarah Arana sudah tidak dapat tertahankan lagi, sorot matanya tajam suhu tubuh nya sangat dingin, siapa pun yang melihatnya saat ini akan merasa tertekan oleh aura arana yang sangat menakutkan.
"kau...!" belum sempat nyonya besar melanjutkan kata kata nya, dia segera di hentikan oleh perkataan menteri Huan.
"Arana ikut keruangan ku sekarang" datar Mentri Huan kepada Arana, dan langsung pergi terlebih dahulu lalu di ikuti oleh Arana.
Sedangkan anggota keluarga yang lain nya hanya menonton saja, Bai min terlihat sangat senang menyaksikan kemarahan nyonya besar untuk arana, sebab semua ini terjadi memang karena ulang Bai min sebelum nya.
🍁
__ADS_1