
Di tempat lain masih di dalam kerajaan, putra mahkota sedang menemui permaisuri di kediaman nya untuk memberi salam padanya sekalian akan membahas mengenai rencana mereka selanjutnya, sudah saat nya bagi mereka untuk segera mulai bertindak agar orang orang yang mereka anggap sebagai batu penghalang dapat segera tersingkirkan.
"ibunda, apakah anda sudah memiliki informasi mengenai pergerakan adik ke enam?" tanya putra mahkota.
"huh bagaimana aku bisa mendapatkan informasi tentang dia, jika bocah tengik itu saja terlalu pintar menyembunyikan segala nya." desik permaisuri marah.
"kita harus secepat nya menemukan titik kelemahan bocah itu, supaya bisa mengendalikan dia dengan menggunakan kelemahan nya, jika kita terus seperti ini cepat atau lambat bocah tengik itu akan segera melampaui kita, kau tau bukan bocah sialan itu sudah memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar jadi sebelum nya." ujar permaisuri dengan nada tidak suka membicarakan pangeran Jikxi.
"anda benar ibunda, Jikxi terlalu pintar dalam mengatur strategi nya, apa lagi kedudukan nya di dalam kerajaan semakin hari semakin meninggi, prestasi yang dia miliki dan citra yang telah dia bangun itu secepatnya akan bisa melengserkan kita dengan mudah jika kita tidak mengambil tindakan segera, atau nanti dia akan mengambil tahta yang seharusnya menjadi milik ku jika dia di biarkan terus seperti sekarang ini." geram putra mahkota dengan nada benci.
"kau benar putra ku, kita harus segera melengserkan posisinya, atau posisi kita yang akan terancam nanti." ujar permaisuri dingin.
"entah apa yang membuat anak itu berubah menjadi seperti sekarang?, jika saja dia masih menjadi seorang bocah penurut seperti dulu, mungkin aku akan berbelas kasih kepada nya suatu hari nanti, tapi nyatanya dia memilih jalan untuk bertentangan dengan ku" ujar permaisuri menyayangkan sikap pangeran Jikxi.
Dulu saat permaisuri mengambil alih hak asuh pangeran Jikxi, pangeran muda itu sangatlah penurut dan juga sangat lemah.
Kala itu permaisuri berencana akan menjadikan pangeran Jikxi menjadi pangeran yang tak berguna di kerajaan ini, supaya pangeran Jikxi tidak menghalangi jalan pangeran pertama untuk bisa menjadi putra mahkota dan akan menaiki tahta. namun selang 3 tahun setelah hak asuh di berikan, tiba tiba sifat pangeran Jikxi berubah drastis dalam sekejap mata, perubahan sifat nya yang secara tiba tiba membuat orang orang di sekitar nya seperti tidak mengenali pangeran Jikxi lagi. jika bertemu dengan pangeran Jikxi mereka akan merasa tidak seperti bertemu pangeran Jikxi yang mereka kenal melainkan orang lain yang begitu asing di hadapan mereka.
Dulu pangeran Jikxi terkenal lemah lembut sopan penurut dan sangat ceria, dalam sekejap berubah menjadi orang yang sangat dingin berwajah datar dan tak pernah tersenyum lagi seperti dulu, bahkan sangat sulit untuk di gapai apalagi di kendalikan.
Pangeran Jikxi yang awalnya lemah dan tidak menyukai seni bela diri karena bujuk rayu permaisuri pun menjadi anak yang paling menggemari seni bela diri, bahkan pangeran Jikxi berlatih dengan sungguh sungguh dan langsung mengajukan diri untuk ikut dalam medan perang kala usia nya yang masih berusia 8 tahun.
Semua orang di buat tercengang dengan perubahan sifat pangeran Jikxi yang berubah dalam sekejap mata. tidak ada yang tahu alasan di balik perubahan sifat nya itu, namun yang pasti pangeran Jikxi menjadi orang yang tak dapat di kendalikan oleh siapapun lagi, hal itu membuat permaisuri tidak menyukai pangeran kecil itu lagi.
__ADS_1
Semenjak perubahan nya pangeran Jikxi menjadi orang yang sangat sulit untuk di dekati atau pun di rayu, ekspresi yang selalu terlihat datar kapan pun dan di manapun membuat banyak orang tidak dapat membaca isi fikiran nya.
Apapun yang pangeran Jikxi rencanakan selalu tersusun dengan sangat baik tanpa celah sedikit pun yang membuat banyak musuh nya tidak pernah bisa menembus titik lemah nya. banyak orang yang mengagumi kepintaran pangeran Jikxi dalam mengatur strategi tetapi banyak pula orang yang iri dan membenci pangeran Jikxi sebab pangeran jikxi yang terlalu teguh kepada pendirian nya sendiri. sungguh sebuah batu giok langka yang sangat mahal, hanya dapat di lihat tidak dapat di genggam atau pun di kendalikan
Permaisuri begitu membenci perubahan pangeran yang telah dia ambil hak asuh nya itu, apalagi setelah melihat banyak prestasi yang pangeran Jikxi raih selama beberapa tahun kemudian setelah perubahan sifat nya, membuat permaisuri semakin membenci nya. parah nya permaisuri tidak dapat melakukan apapun untuk bisa mengontrol anak asuh nya itu, karena pondasi yang pangeran jikxi bangun di buat begitu kuat hingga sangat sulit untuk di tembus oleh siapapun.
Kedekatan di antara kedua nya pun kian hari kian merenggang, bukan permaisuri yang lebih dulu menjauhi pangeran Jikxi, tetapi pangeran muda itu yang langsung menyebarkan bendera permusuhan melalui tindakan nya, sehingga setiap kali mereka bertemu yang ada di antara keduanya hanya berusaha saling menjatuhkan satu sama lain walau tidak ada yang mengetahui akan hal itu.
Di mata rakyat, hubungan pangeran Jikxi dengan permaisuri yang di kenal sebagai ibu kandungnya itu, terlihat sangat dekat dan bahkan sangat sulit untuk di pisahkan satu sama lain. melihat permaisuri yang begitu menyayangi pangeran Jikxi kala di hadapan banyak mata.
"Mai'er segera kirim orang untuk mejadi mata mata di sekitar putri Araxi." perintah permaisuri kepada putra mahkota. (pangeran Dumai Han)
"untuk apa ibunda? dia hanya seorang gadis liar yang tidak pernah mau di didik oleh keluarga nya." ujar putra mahkota tidak suka membicarakan Arana.
"tapi ibunda untuk apa membuang buang uang untuk seorang gadis liar yang tidak berpendidikan seperti dia, aku yakin jika adik ke enam hanya ingin mempermainkan nya saja setelah mereka resmi menikah nanti, adik ke enam hanya ingin menggunakan gadis liar itu untuk mengusir rumor yang mengatakan jika adik ke enam tidak bisa berdekatan dengan wanita" jelas putra mahkota dengan penuh percaya diri dengan apa yang dia katakan.
"kau memang bodoh, pantas saja kau tidak pernah bisa menyingkirkan para penghalang mu tanpa bantuan dari ku" sindir permaisuri dengan tatapan tajam.
"entah apapun yang ingin Jikxi perbuat kepada gadis liar itu? kau tetap harus waspada akan hal yang mungkin di luar otak bodoh mu itu, bagaimana pun Jikxi sendiri yang memilih gadis liar itu, tentu kita harus mengetahui tujuan sebenarnya di balik keputusan yang di ambil oleh Jikxi" ujar permaisuri.
"dalam penyelidikan kita mungkin akan mendapatkan hasil yang berbeda dari pemikiran bodoh mu itu, ini adalah sebuah peluang untuk kita menembus kekuatan yang bocah sialan itu bangun" lanjut permaisuri.
"baiklah ibunda aku akan melakukan sesuai keinginan anda" kata putra mahkota.
__ADS_1
"yah, segera lah kirim mata mata di kediaman perdana menteri Huan.
"baik Ibunda" ujar putra mahkota.
"oh iya ibunda, mengenai pemilihan calon permaisuri untuk para pangeran yang akan di adakan 1 bulan lagi, apakah aku harus mengambil beberapa istri di sana?" tanya putranya mahkota kala mengingat sebenar lagi akan di adakan acara pemilihan di kerajaan.
"tentu saja, untuk memperkokoh pondasi mu" enteng permaisuri.
"aku menginginkan putri pertama perdana mentri untuk menjadi selir ku ibunda." kata putra mahkota sambil membayangkan pertemuan terakhir putra mahkota dengan Bai min.
"apa yang kau lihat dari gadis tengik itu?" tanya permaisuri dengan nada tidak suka.
"ayo lah ibunda, aku tau kau memiliki hubungan yang tak baik dengan keluarga Huan, tetapi bukan kah ini merupakan salah satu cara untuk bisa mengendalikan mereka? ibunda tahu bukan jiga nona Bai min merupakan berlian keluarga Huan." bujuk putra mahkota.
"kau benar, tetapi ada syarat yang harus kau penuhi jika ingin bersama dengan gadis bermarga Huan itu" kata permaisuri dingin.
"apapun itu ibunda" ujar putra mahkota menyanggupi.
"jangan pernah memberikan dukungan kepada nya, ingat menantu tercinta ku memiliki hati yang sempit untuk para pesaingnya." ujar permaisuri mengingatkan putra mahkota tentang putri Qesya.
"tentu saja ibunda, aku juga telah berjanji kepada calon permaisuri tercinta ku itu, lagi pula aku ingin menikahi nona Bai min bukan karena landasan cinta tetapi melihat keuntungan yang akan kita dapatkan jika bisa memiliki nya." dingin putra mahkota tersenyum sinis.
🍁
__ADS_1