
Pangeran Jikxi mengganti penampilan nya dengan baju serba hitam di lengkapi topeng yang menutupi wajah tampan nya, dia ingin mencari keberadaan Arana, wanita yang selalu dia rindukan (apa kalian menebak jika pangeran Jikxi merupakan pria misterius itu? Jawabannya benar🥰)
Jikxi langsung melesat cepat memasuki paviliun Arana dan langsung masuk ke kamar arana dengan sangat mudah tanpa ketahuan oleh siapapun.
Namun Jikxi tak mendapati keberadaan Arana di sana, yang terlihat justru pemandangan kamar yang sangat berantakan berbeda dari kamar arana yang biasanya.
"apa dia sedang dalam suasana hati yang buruk?" tebak Jikxi dalam hati, lalu langsung bergegas pergi mencari keberadaan Arana dengan wajah yang di penuhi rasa khawatiran.
Tak berselang lama setelah Jikxi meninggalkan kamar Arana, Arana keluar dari balik tembok kamar nya dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh nya, suasana hati Arana terlihat sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, hanya menyisakan badan yang perlu di bersihkan dengan segera.
"Nobu" panggil Arana.
"saya nona" kata Nobu yang langsung masuk kedalam kamar.
"aa!!! nona apa yang terjadi?! mengapa kamar anda begitu berantakan seperti ini?!" lanjut Nobu dengan histeris saat melihat keadaan kamar milik Arana yang sudah seperti kapal pecah.
"sudah lah jangan kau hiraukan itu, aku ingin pergi mandi, tolong siapkan air untuk ku, setelah itu baru kau bisa membereskan kekacauan disini " kata Arana.
"baik nona cantik ku, kau terlihat sangat lelah, apakah habis berlatih?." tanya Nobu.
"ya seperti yang kau tebak" ujar Arana.
Nobu langsung menyiapkan air untuk Arana mandi, tak lupa juga dia menyalakan lilin aroma terapi untuk menenangkan pikiran Arana,. Nobu memang tidak tahu di mana Arana lokasi berlatih senjata, tetapi Nobu tahu jika Arana bisa menggunakan senjata dan selalu melatih nya di saat suasana hati Arana buruk, itu semua karena saat kecil Arana akan kembali dengan banyak luka di tubuh nya setelah melampiaskan amarahnya dan Nobu tahu saat mengobati luka itu, Arana menceritakan tentang latihan nya kepada Nobu namun tidak memberi tahu di mana tempat latihan Arana berlatih.
"Nona air nya sudah siap" ujar Nobu dengan senyum mengembang.
"terimakasih Nobu maaf merepotkan mu." ujar Arana sambil berjalan menuju kamar mandi nya.
"tak usah begitu nona, itu memang tugas ku" kata Nobu.
Arana berendam sambil memejamkan kedua mata nya, di dalam air hangat yang di taburi banyak kelopak bunga mawar oleh Nobu, Arana sangat menyukai bunga itu, sebab aromanya yang sangat menawan, di tambah dengan lilin aroma terapi yang Nobu nyalakan untuk merilekskan pikiran Arana, membuat Arana merasa sangat nyaman berendam di sana.
__ADS_1
Sedangkan Jikxi sedang sangat khawatir dengan kondisi Arana saat ini, yang keberadaannya entah ada di mana sekarang?, Jikxi terus berusaha mencari keberadaan Arana, Jikxi takut Arana akan berbuat yang tidak tidak kepada tubuh Arana sendiri, hanya karena Arana sedang dalam kondisi pikiran yang kacau(emosi).
"ck, mengapa aku tak bisa menemukan dia di mana pun?!" kesal Jikxi yang mulai tidak sabar.
Jikxi terus mencari Arana hingga larut malam, namun karena tidak menemukan keberadaan Arana di mana pun, dengan sangat terpaksa Jikxi mengakhiri pencarian nya, dan memutuskan untuk kembali ke kamar Arana dengan harapan Arana telah berada di sana.
Dan benar saja Arana sudah berada di dalam kamar nya lebih tepat nya sedang berendam di kamar mandi.
Awalnya pangeran Jikxi merasa lega melihat Arana sudah ada di kediaman nya dan sedang membersihkan diri, tetapi melihat tidak adanya gerakan dari tubuh Arana, membuat pangeran Jikxi cemas dan langsung mendekati Arana.
Pangeran Jikxi sangat panik ketika melihat Arana yang seperti sedang tidak sadar kan diri.
"Arana! bangun Arana!" ujar pangeran Jikxi panik sambil menepuk nepuk pipi Arana berharapan gadis kecilnya membuka kedua mata indah nya.
"aaaahhhh!!! siapa kau?!" teriak Arana kaget saat terbangun dari tidurnya sebab ulah pangeran Jikxi dan mendapati seorang pria berada di dalam kamar mandi nya.
"ah syukur lah kau tidak apa apa." kata pangeran Jikxi merasa lega saat melihat Arana tidak kenapa napa dan hanya tertidur sana.
"ah hah iya, kau .. kau pakai lah baju mu dulu, aa aku... aku akan keluar." gugup pangeran Jikxi yang menyadari situasi canggung saat ini dan langsung bergegas keluar dari kamar mandi Arana.
"aaahhhh!!! beraninya dia masuk kedalam kamar mandi ku di saat aku begini!." kesal di campur malu yang kini tengah di rasakan oleh Arana.
"Dasar mesum! untuk apa kau kemari?!" tanya Arana dingin serta marah sebab ulah lancang pria misterius yang seperti nya Arana cukup mengenal sosoknya.
"ah tolong maaf kan aku ini semua hanya salah paham saja Arana, percaya lah padaku." ujar pangeran Jikxi yang merasa sangat bersalah.
"aku pikir Barusan kau sedang tidak sadarkan diri, jadi aku berniat untuk menyadarkan mu, aku hanya menghawatirkan mu saja Arana" jelas Jikxi.
"huh, kau pikir aku percaya?." ketus Arana yang masih sangat kesal tanpa mempercayai penjelasan pangeran Jikxi.
"sudah lah tak perlu seperti itu, lagi pula kau masih sangat kecil Arana, aku pun belum berselera saat melihat tubuh kecil mu itu." ujar pangeran Jikxi tanpa berdosa yang membuat Arana merasa sangat malu karena ucapan nya.
__ADS_1
"Ehem, jadi untuk apa kau kesini?" tanya Arana untuk menetralkan keadaan yang cukup memalukan barusan.
"awalnya aku hanya merindukan gadis kecil ku saja, siapa tau aku malah menemukan kamar seorang gadis yang begitu berantakan dan membuat ku berfikir buruk tentang mu, sehingga seperti orang gila yang terus mencari mu ke sana kemari" ujar pangeran Jikxi ala kadar nya.
"heh aku memang seperti ini kasar dan berantakan, tidak seperti nona nona bangsawan di luaran sana, yang kamarnya selalu rapih dan bersih karena banyak pelayan yang melayani nya." ketus Arana sambil menatap sinis pria misterius di hadapan nya.
"aku tau kau tidak seperti itu, jadi gadis ku, apa yang membuat mu begitu marah hari ini?, sampai kau bisa tertidur di dalam bak mandi hingga tengah malam begini?." hardik pangeran Jikxi sambil mendekatkan diri ke Arana hingga tak ada jarak di antara mereka.
"itu bukan urusan mu!" ketus Arana sambil mendorong tubuh pangeran Jikxi agar menjauh dari nya, yang hanya sedang mengenakan hanfu dalam selepas mandi saja.(karena hanya itu pakaian yang ada di dalam kamar mandi😁)
"itu jelas urusan ku, ingat kau gadis kecil ku!" ujar pangeran Jikxi dengan nada tidak suka dengan perkataan Arana.
"sudah lah, bukan masalah yang besar juga." kata Arana tidak ingin menceritakan apa pun pada pangeran Jikxi.
"baik lah, sudah sangat larut, kau cepatlah beristirahat, aku akan menemui mu lagi di lain waktu" ujar pangeran Jikxi lembut sambil mengusap kepada Arana.
"singkirkan tangan mu, dan cepat lah pergi." kata Arana sambil menepis tangan pangeran Jikxi dari rambut nya yang masih basah.
"baik lah, selamat malam gadis kecil ku, cup" ujar pangeran Jikxi sambil mengecup kening Arana lalu menghilang seketika dari hadapan nya, sebelum Arana sempat mengomel marah karena ulah lancang pangeran Jikxi.
"awas kau yah!" marah Arana.
"haha" tawa pangeran Jikxi kala mendengar amarah Arana.
Pangeran Jikxi tentu saja tahu, hari ini telah terjadi sesuatu antara Arana dan anggota kediaman mentri Huan, yang membuat Arana begitu emosional.
"lihat saja kalian semua, berani nya membuat gadis kecil ku sakit hati, aku pastikan hidup kalian akan jauh lebih menderita berkali kali lipat dari yang kalian perbuat kepada gadis kecil ku selama ini!" geram pangeran Jikxi dengan seluruh anggota keluarga mentri Huan, mengingat mereka semua telah menyiksa Arana selama ini.
🍁
jangan lupa beri dukungan kalian terus yah😘
__ADS_1