PERMAISURI UNTUK PANGERAN

PERMAISURI UNTUK PANGERAN
CHAPTER 26


__ADS_3

Bai min membawa tubuh pangeran Jikxi yang sedang tidak sadarkan diri, kedalam paviliun yang paling dekat dengan perayaan bertujuan supaya nanti ada akan orang yang bisa mendengar segala nya, jika hal yang Bai min rencanakan berjalan sesuai alurnya.


"jika saja kau memilih ku untuk menjadi istri mu dan bukan wanita pembawa sial itu?, aku tak akan melakukan hal sampai sebesar ini." gumam Bai min yang menyadari bahwa tindakan nya beresiko sangat tinggi ada harga yang akan Bai min bayar nanti, tetapi Bai min tidak perduli akan semua itu, bisa memiliki pangeran Jikxi yang begitu di takuti dalam kekaisaran ini merupakan berkah terindah dalam hidup Bai min, tentu saja Bai min tidak ingin kehilangan kesempatan itu.


Perlahan tangan Bai min mulai menyentuh kerah baju pangeran Jikxi dengan niat hati ingin membuka baju nya, agar mereka dapat berhubungan suami istri dengan dupa perangsang yang telah Bai min hidupkan setelah pangeran Jikxi tersadar nanti.


"setelah ini kau hanya akan menjadi milik ku." gumam Bai min sambil membuka baju pangeran Jikxi.


Namun sebelum Bai min sempat membuka baju luar pangeran Jikxi, sebuah bayangan hitam melesat cepat dan langsung memukul titik kesadaran Bai min hingga gadis itu tidak sadar kan diri.


"Tuan apa anda tidak apa apa?" tanya Hun mei salah seorang pengawal bayangan milik pangeran Jikxi yang datang menolong tuan nya dari wanita tak tahu malu seperti Bai min.


"aku tidak apa apa, lagi pula bukan aku yang meminum arak beracun itu" dingin pangeran Jikxi sambil menatap jijik tubuh Bai min.


...flash back...


Pangeran Jikxi datang ke tempat Mentri Huan tentu saja tidak seorang diri, semua anggota kerajaan/orang yang memiliki kekuasaan pasti lah memiliki seorang pengawal bayangan yang selalu berada di sisi nya. (untuk menjaga keselamatan tuan mereka)


Saat Bai min bernegosiasi dengan pelayan yang membawa arak di dalam perayaan untuk menjebak pangeran Jikxi, semua hal itu tak lepas dari amatan ketiga orang pengawal bayangan milik pangeran Jikxi, tentu saja salah satu dari mereka langsung bergerak melindungi tuannya.


Kala pelayan itu memasukkan bubuk mencurigakan itu, dengan cekatan gelas kedua nya telah di tukar oleh Qun mei (salah satu dari tiga pengawal bayangan pangeran Jikxi) namun efek obat itu di akali oleh Qun mei yang merupakan ahli racun serta pengobatan agar obatnya berjalan lambat, sehingga saat Bai min meminum racunnya sendiri dia tidak langsung jatuh pingsan sebelum bermain dengan pangeran Jikxi.


...flash off...


"Tuan, baiknya kita apa kan dia?" tanya Hun mei.


"karena dia ingin mempermalukan dirinya sendiri maka alangkah baik nya jika kita mengabulkan keinginan besar nya itu" seringai licik pangeran Jikxi.


Tanpa di beritahu Hun mei telah mengerti apa yang di ingin kan oleh tuan nya itu, lalu dengan cepat membawa tubuh Bai min kedalam acara perayaan yang sedang berjalan.


"Apa kau sudah puas melihat nya gadis kecil ku?." tanya pangeran Jikxi dengan santai kepada seseorang yang entah ada di mana?, karena sekeliling kamar terlihat kosong hanya ada pangeran Jikxi seorang di dalam nya.


Namun secara tak menduga Arana muncul di balik kegelapan dengan ekspresi wajah dingin nya.

__ADS_1


"aku pikir kau bodoh karena tidak menyadari rencana nya, namun sepertinya aku terlalu meremehkan mu." sinis Arana sambil menatap pangeran Jikxi.


"tidak baik bagi seorang gadis kecil menuduh hal buruk kepada calon pasangan nya sendiri." kata pangeran Jikxi sambil mendekati Arana hingga jarak mereka cukup dekat.


"heh" Arana hanya mendengus kesal saja tanpa ingin menanggapi perkataan pangeran Jikxi.


"apa kau tak ingin melihat sebuah pertunjukan?." tawar pangeran Jikxi


"tentu saja mau, jangan buang waktu ayo ke sana" ujar Arana berlalu pergi terlebih dahulu baru setelah nya pangeran Jikxi menyusul Arana sambil menggelengkan kepalanya melihat Arana yang sangat terlihat sangat menggemaskan.


Hun mei memberikan obat perangsang racikan Qun mei kepada Bai min (obat itu tak akan bisa terdeteksi oleh tabib biasa hanya tabib sekelas Qun mei saja yang bisa mendeteksi nya) lalu meninggalkan tubuh Bai min di tengah tengah perayaan yang sedang berlangsung.


Detik kemudian setelah Hun mei pergi meninggalkan Bai min, gadis itu tersadar dengan tubuh yang terasa sangat panas hingga secara tidak sadar Bai min mempermalukan dirinya sendiri lagi di depan banyak orang.


Di depan para bangsawan Bai min membuka helai demi helai kain yang menutupi tubuh indah nya, hingga kain yang di kenakan Bai min terlihat sangat berantakan, lalu dengan begitu berani Bai min mendekati setiap pria yang ada di sekeliling nya dengan tatapan lapar nan menggoda layak nya seorang wanita ja***ng yang butuh sebuah sentuhan.


Semua orang mulai mencibir perbuatan tercela Bai min yang terlihat sangat berterus terang dengan nafsu birahi nya.


Para tuan muda dari berbagai kalangan menatap nafsu tubuh mulus Bai min, meski Bai min terlihat cukup cantik namun dengan sikap liar seperti itu sangat tidak pantas menjadi seorang istri sah dalam sebuah keluarga terhormat, dia lebih pantas menjadi seorang simpanan atau istri kedua(selir). begitu lah lontaran para tuan muda bangsawan


Namun faktanya tabib keluarga tidak menemukan sesuatu yang salah dalam tubuh Bai min, Bai min bahkan langsung tersadar dari pengaruh obat perangsang saat telah sampai di kediaman nya, hal itu menjadi terlihat seperti Bai min memang melakukan semua nya dengan sengaja.


Karena tidak bisa menanggung malu yang teramat besar itu lebih lama lagi, Mentri Huan langsung mengakhiri acara yang sedang berlangsung di kediaman milik nya.


Acara yang seharusnya berjalan tiga hari tiga malam harus berakhir dalam sehari, itu pun hanya menyisakan rasa malu dalam benak keluarga mentri Huan.


"Ck, hanya berakhir seperti ini" gumam Arana dengan datar.


"tenang lah, semua ini hanya permulaan saja sayang" ujar pangeran Jikxi menanggapi Arana.


"hem aku tak perduli, tetapi jika kau ingin menyiksa keluarga ini karena putri mereka telah berurusan dengan mu, akan lebih baik jika kau tidak berbelas kasih kepada mereka semakin menyakitkan itu akan semakin bagus" tutur Arana dengan tatapan dingin.


"apa kau tidak merasa kasihan kepada keluarga mu?, jika aku benar benar bertindak sesuai keinginan ku?" tanya pangeran Jikxi dengan datar.

__ADS_1


"aku bahkan tidak perduli jika kau membunuh mereka semua" sinis Arana lalu pergi meninggalkan pangeran Jikxi.


"Aku pasti akan mengabulkan keinginan mu" gumam pangeran Jikxi sambil melihat punggung kecil Arana yang perlahan menghilang dari pandangan.


Keesokan hari nya, para bangsawan kekaisaran telah pergi dari kediaman mentri Huan, kediaman itu nampak terlihat sangat sepi dengan berbagai dekorasi perayaan yang masih berdiri tegak di sana.


Beberapa saat kemudian, baru lah para pengawal serta pelayan mulai terlihat membereskan semua nya, sedang kan di dalam ruang keluarga utama, Bai min terlihat sedang berlutut di hadapan semua anggota keluarga nya, tak terkecuali Arana yang ikut hadir menyaksikan di dalam sana.


"Kau telah mencoreng nama baik keluarga ini dengan perbuatan memalukan mu! apa kau mengakui itu?!" tanya mentri Huan dengan geram.


"ayah aku tak melakukan nya dengan sengaja, aku di jebak ayah, ayah harus percaya pada ku" kata Bai min dengan begitu menyedihkan berharap ayah nya mau percaya dengan perkataan nya.


"di jebak kata mu?! apa kau tahu setelah aku memerintahkan para pengawal untuk membawa mu pergi, di detik itu juga aku langsung memanggil tabib keluarga untuk memeriksa keadaan mu, dan berharap apa yang kau ucapkan itu benar, tapi kenyataannya tidak!" geram mentri Huan dengan amarah yang memuncak.


"tidak ayah, aku mohon percayalah pada ku"


Bai min terus memohon kepada mentri Huan dengan tangis di wajah nya, namun sepertinya mentri Huan tak mempercayai perkataan Bai min sama sekali.


"Ibu, ibu percaya lah pada ku, aku di jebak oleh orang lain, aku tidak sadar dengan apa yang telah aku lakukan hiks" ujar Bai min berusaha meyakinkan Quin xie.


"kau sungguh mengecewakan ku" kata Quin xie dengan marah lalu pergi dari ruangan itu.


Quin xie pergi sebab tak kuasa melihat Bai min yang begitu rapuh di hadapan nya, meski Bai min telah mempermalukan keluarga nya, Quin xie tetap lah seorang ibu yang teramat sangat menyayangi Bai min.


"Nenek, nenek harus percaya pada ku, aku sungguh di jebak nek, aku mohon percayalah pada ku" kata Bai min dengan begitu putus asa kepada nyonya besar kediaman mentri Huan setelah kepergian Quin xie, namun sayang nenek tua itu tidak menanggapi perkataan Bai min.


Nenek tua itu terlihat sangat kecewa dengan cucu kesayangan nya, dia tidak tahu harus berbuat apa jadi memilih pergi tanpa melihat kearah Bai min yang terus memohon kepada nya


Karena kesalahan Bai min telah mencoreng nama baik keluarga mentri Huan di depan para bangsawan, mentri Huan memberi hukuman 20 cambukan kepada Bai min dan menyuruh Bai min merenung di dalam ruang leluhur keluarga selama 3 bulan penuh tanpa ada satu orang pun yang di izinkan untuk menjenguk Bai min dalam masa hukuman nya, setelah mengatakan hal itu mentri Huan langsung pergi meninggalkan ruangan begitu saja.


"Tidak ayah, aku tidak bersalah" teriak Bai min histeris saat mendengar hukuman dari ayah nya.


Sedangkan Arana hanya tersenyum miris mendengar hukuman ringan yang mentri Huan berikan pada Bai min, jika semalam yang melakukan hal memalukan itu dirinya, pasti lah mentri Huan tak akan melepaskan Arana dengan mudah, hukuman nya akan jauh lebih berat dari Bai min, dan bahkan bukan hanya mentri Huan yang akan memberikan hukuman pada arana tetapi nyonya besar serta Quin xie sudah pasti memberikan hukuman tambahan kepada Arana.

__ADS_1


"heh sungguh miris" senyum getir Arana lalu pergi meninggalkan kediaman utama.


🍁


__ADS_2