
Pagi yang cerah di iringi hembusan angin yang menyejukkan hati sedang di nikmati oleh seorang Gadis berusia 12 tahun, Gadis itu bernama Arana hananxi putri kedua kediaman perdana mentri Huan, Ia sedang duduk manis di dekat jendela kamar milik Nya, dengan tangan yang menopang wajah cantikNya.
Wajah nya yang putih mulus, dengan hidung mancung serta pupil mata yang indah sangat indah berwarna coklat ke abu abu an, bibir ping alami dengan postur wajah yang begitu sempurna, siapa pun yang memandang nya akan langsung jatuh cinta atau bahkan iri nan cemburu akan kecantikan yang di miliki nya.
Meski Arana masih berusia sangat muda, namun sudah dapat di lihat dengan jelas bahwa kelak saat dirinya telah tumbuh lebih dewasa, kecantikan nya akan membuat banyak wanita iri kepada nya, mungkin lebih tepat nya tidak sampai menunggu waktu itu tiba, karena mulai dari gadis itu bertambah usia pun sudah banyak orang yang mengagumi kecantikan sempurna milik Arana, yang bak seorang dewi lahir di dalam lautan manusia.
Karena hal itu lah yang membuat Bai min xie anak pertama perdana mentri Huan merasa iri dan cemburu terhadap semua perhatian yang di dapat oleh Arana dari semua orang di luaran sana.
Meskipun Arana dan Bai min bersaudara, namun tak ada rasa persaudaraan yang tumbuh di antara kedua nya, ya karena bukan lagi rahasia umum jika kedua nya di perlakukan sangat jauh berbeda oleh kedua orang tua nya.
Bai min xie yang tumbuh dengan kasih sayang penuh dari kedua orang tua nya, semua yang Bai min inginkan selalu di penuhi oleh kedua nya, hidupnya pun bak putri dengan fasilitas yang sangat memadai, hal itu membuat bai min tumbuh dengan sifat yang arogan serta sombong dalam dirinya.
Sedangkan arana, gadis itu tak pernah sedikitpun di lirik oleh kedua orang tua nya, jangan kan kasih sayang, fasilitas yang ia dapat kan di kediaman nya sendiri pun tak jauh berbeda dengan kasta seorang pelayan, hanya saja Arana masih bisa memakai nama Putri kedua perdana mentri Huan, dan menurut kedua orang tua Arana, hal itu merupakan kasih yang sangat besar dan sudah sangat cukup untuk arana.
Semua itu terjadi karena, saat Arana di lahir kan ada seorang Peramal yang mengatakan jika dirinya akan membawa kesialan bagi setiap orang yang dekat dengan nya, sehingga kedua orang tua Arana tidak memperdulikan Arana sedari dia di lahir kan (padahal menurut author yah, alasan itu sungguh sangat tidak masuk logika, tapi apa boleh buat, kisah arana hadir pada zaman kuno😒jadi sudah pasti omongan peramal akan jauh lebih di percaya dari pada logika manusia😪).
Hal itu juga yang membuat seluruh orang yang ada di kediaman mentri Huan membenci keberadaan Arana, bahkan seorang pelayan pun bisa dengan mudah menindas Arana tanpa takut di hukum oleh tuan nya.
Arana yang malang hanya hidup di temani oleh pengasuh nya sedari dia lahir, tanpa ada satu orang pelayan pun atau penjaga yang ada di kediaman milik Arana.
Karena sering di perlakukan secara tidak adil oleh keluarga dan juga pelayan kediaman perdana mentri Huan, Arana kecil tumbuh menjadi gadis dingin yang tak bisa di tebak isi hati nya oleh siapa pun.
Bai min yang tidak tahan dengan segala pujian dari orang di luaran sana untuk adik nya merasa cemburu dan sangat marah kepada Arana yang telah mencuri perhatian banyak orang dari dirinya.
"hagrh!!! seharusnya Aku yang menjadi pusat perhatian semua orang, bukan Si pembawa sial itu!." pekik Bai min sambil membuang semua barang yang ada di dekat nya.
Bai min baru saja pulang sehabis berbelanja pakaian di sebuah butik ternama di kota, namun telinga nya terasa panas saat mendengar begitu banyak orang yang memuji kecantikan Arana, bukan hanya kelas bawah atau menengah saja, bahkan dari kalangan kelas atas pun banyak yang membicarakan nya.
Mengingat hal itu membuat emosi Bai min meledak ledak, hingga ingin rasanya dia langsung melenyapkan Arana dari dunia ini agar tidak ada orang lain lagi yang mampu menyaingi diriNya, tapi mau bagaimana pun Arana merupakan putri kedua mentri Huan, walau Ayah dan Ibu nya tak pernah memperhatikan kondisi Arana, tetapi kedua orang tua nya tidak pernah mengizinkan siapapun membunuh Gadis itu.
__ADS_1
"cek! sialan!." umpat Bai min frustasi.
Tetapi tiba tiba muncul sebuah ide yang sangat berlian di dalam kepalanya, segera Bai min membisikkan rencana nya pada pelayan pribadinya, dan langsung di angguki oleh sang pelayan tanda setuju dengan rencana milik majikan nya.
"pergilah." kata Bai min bersemangat.
"baik nona." ujar sang Pelayan berlalu pergi dari hadapan Bai min.
"kali ini aku akan membuat pelajaran yang tak akan pernah kau lupakan arana haha!." ujar Bai min senang dengan rencana berlian nya barusan.
"siapa suruh Kau mengambil pusat perhatian dari ku, maka jangan salahkan aku berbuat sekejam ini." lajut Nya lagi, sambil membayangkan Arana yang akan berakhir tersiksa karena ulang bai min kembali.
Betul saja, bukan kali pertama Bai min melakukan trik untuk menyiksa Arana, hal ini sudah menjadi salah satu hobi Nya, jika Bai min merasa tidak puas dengan kehadiran Arana di kediaman mentri Huan.
Tanpa berfikir panjang Bai min langsung bergegas pergi menuju tempat yang telah dia rencanakan, dia menunggu Arana yang belum juga muncul di hadapan nya, lewat beberapa menit kemudian Arana muncul dengan mengenakan gaun yang sangat sederhana namun terlihat sangat cantik di kenakan oleh Nya.
Seberapa nya Arana enggan meladeni permainan Bai min yang sudah dapat di tebak oleh Nya, namun karena pelayan Bai min yang sangat memaksa membuat Arana penasaran?, sebenarnya apa yang sedang di rencanakan oleh kaka nya itu kali ini?, jadi Arana memilih menemui nya walau dengan berat hati.
"Jangan bersikap seperti itu kepada ku Arana, mau bagaimana pun aku ini kaka mu!." tegur Bai min mengingatkan arana.
"sudah lah jangan banyak membuang waktu." kata Arana jengah dengan permainan tarik ulur.
"ck, kau sangat tidak sopan, aku hanya ingin kau menemaniku sambil menatap ikan ikan lucu yang ada di kolam itu." ujar Bai min bersandiwara sambil menunjuk kolam yang di penuhi oleh ikan hias di hadapan nya.
"hanya itu?." tanya Arana tak percaya.
"iya hanya itu." kata Bai min meyakinkan.
Tak lama Bai min tiba tiba menarik kedua tangan Arana lalu menceburkan diri Bai min sendiri ke dalam kolam di hadapan nya, hal itu membuat Arana sangat terkejut sekaligus merasa bingung, namun kebingungan nya tak berlangsung lama setelah melihat seorang Pria yang langsung berenang menyelamatkan Bai min yang terlihat akan segera tenggelam, dan ternyata pria itu adalah ayah Arana mentri Huan mei.
__ADS_1
Kini Arana tau nika Bai min sedang berniat ingin menjebak diriNya dengan berpura pura di tenggelam kan oleh nya.
"sungguh bodoh kau Arana, mengapa tidak memikirkan nya sedari awal? sial!." umpat Arana dalam hati mengutuk kebodohannya sendiri.
Mentri Huan terlihat sangat cemas dengan kondisi Bai min, sebisa mungkin mentri Huan memberikan pertolongan pertama untuk bai min agar bisa menyelamatkan Nya, sampai tak berselang lama akhirnya Bai min sadarkan diri dan langsung mengadu kepada Ayah nya seolah olah Ia telah tertindas oleh Arana dengan begitu kejam.
"Hisk Ayah, aku takut sekali, aku pikir aku akan mati tenggelam hiks." adu nya kepada mentri Huan sambil menangis di pelukan Ayah nya.
Sedangkan Arana hanya diam sambil menatap jengah pemandangan menjijikan di hadapan nya, akting Bai min terlampau jelas di lihat oleh mata Arana tetapi entah apa yang membutakan mata Ayah nya sehingga tak dapan melihat hal itu dengan jelas.
"Jangan takut sayang, ayah di sini, sudah yah semua akan baik baik saja." ujar mentri Huan mencoba menenangkan Bai min dengan memeluknya serta mengelus rambutnya agar Bai min bisa kembali tenang.
"Arana mengapa kau mencoba menenggelamkan ku, aku hanya ingin kau menemani ku menikmati pemandangan saja, aku tak menyangka kau bisa setega itu kepada kaka mu sendiri hiks." kata Bai min dengan sandiwara yang sangat menyilaukan mata Arana hingga ingin sekali Arana memuntahkan semua makanan yang ia makan kemarin.
"aku tidak melakukan nya, kau sendiri yang ingin terjun ke dalam sana." dingin Arana tanpa ada rasa bersalah (karena memang buat salahnya).
Mentri Huan yang mendengar jawaban Arana serta mendengar kan perkataan Bai min, langsung melirik tajam ke arah Arana berada.
"Pelayan bawa putri ku ke kediaman nya!." ujar mentri Huan menyerahkan Bai min kepada salah seorang pelayan pribadi Bai min, lalu berjalan cepat kearah Arana.
"ikut dengan ku!" kata mentri Huan sambil menarik paksa mungil Arana untuk mengikuti langkahnya.
Terlihat jelas raut marah tergambar di wajah mentri Huan, dengan tidak berperasaan menarik paksa Arana untuk mengikuti nya.
"Habis lah kau kali ini Arana." senyum licik Bai min saat melihat Arana yang di bawa pergi secara paksa oleh mentri Huan.
🍁
jika kalian suka jangan lupa di dukung ya😘 terimakasih 🥰
__ADS_1