
"Selain bisa mengontrol keluarga Huan, kita juga bisa mendapatkan dukungan dari kekuatan keluarga itu, karena wanita yang ku nikahi merupakan putri tercinta mereka." kata putra mahkota degan penuh percaya diri.
"bagaimana jika mereka tidak memberikan dukungan mereka padamu? melainkan kepada menantu dari putri kedua mereka?." tanya permaisuri membicarakan kemungkinan terburuk dari rencana putra nya.
"apa susah nya? kita ambil paksa saja dan biarkan putri tercinta mereka yang akan melakukan nya untuk kita, dan lagi pula dengan sifat adik ke enam dia tidak akan memberikan keuntungan bagi mentri huan dalam posisinya dengan kekuatan yang dia miliki, dapat di pastikan mentri huan pun tidak akan mudah memberi kan dukungan dari keluarga nya untuk adik ke enam terlebih putri yang akan adik ke enam nikahi itu merupakan aib terbesar dalam keluarga itu, sudah pasti suatu saat orang tua itu akan mencari orang lain untuk mendukung posisinya dan kita akan memanfaatkan putri tercinta mereka." santai putra mahkota.
"pintar, tak salah aku memilih mu untuk ku tuntun menjadi seorang penerus tahta, memang layak menjadi anak kandung ku." kata permaisuri dengan bangga.
"tentu saja ibunda, semua ini juga atas dasar dari pelajaran yang selalu ibunda ajarkan kepada ku" ujar putra mahkota.
Di satu sisi Bai min sedang menjalan kan drama yang dia buat agar dapat keluar dari ruang leluhur. Bai min tidak memakan makanan nya selama 5 hari lamanya hingga tubuh gadis itu terkulai lemas di dalam ruangan itu.
Keadaan Bai min yang semakin kritis di laporkan oleh pelayan yang bertugas untuk mengantarkan makanan kepada mentri Huan dan anggota keluarga yang lain nya.
Mengetahui jika Bai min dalam keadaan buruk Quin xie langsung memerintahkan para bawahan nya untuk mengantar kan bai min kembali ke kediaman nya dan segera memanggil tabib untuk memeriksa kondisi tubuh nya yang terlihat sangat lemas, dengan muka pucat serta nafas yang sedikit tidak teratur badan nya pun amat sangat panas, ibu mana yang akan tega melihat kondisi buruk putri tercinta nya. hancur itu lah yang tergambar kan dari raut wajah semua orang terkecuali Arana, yang hanya menampilkan ekspresi wajah dingin dan datar seperti biasanya.
__ADS_1
Tabib mengatakan jika tubuh nona pertama keluarga Huan tidak terlalu baik, sebab dalam waktu 5 hari kebutuhan nutrisi nya amat sangat kurang karena bai min tidak memakan makanan nya dan bahkan buruk nya tabib mengatakan jika seperti nya bukan 5 hari bai min kekurangan nutrisi dari makanan yang dia makan melainkan lebih dari itu, lebih tepatnya selama masa hukuman btai min berlangsung, kebutuhan nutrisi gadis muda itu tidak terpenuhi dengan baik, tabib juga mengatakan ada beberapa luka dalam akibat benturan keras ke dinding serta luka lebam yang sudah hampir sembuh di leher bai min,tabib juga mengatakan jika kondisi mental bai min juga terguncang sehingga memperburuk kondisi kesehatan nya.
Tabib menyarankan untuk seluruh anggota keluarga Huan agar tidak memperburuk kondisi mental gadis kecil itu, jika ada sesuatu yang menjadi penyebab kondisi mental nya terganggu seperti sekarang alangkah baik nya jika hal itu segera di selesaikan atau kondisi mental bai min akan semakin buruk dan berakhir menjadi orang yang kehilangan mental nya secara permanen atau bisa di sebut sebagai orang gila.
Mendengar penjelasan tabib semua orang merasa amat sangat bersalah karena telah terlalu memaksa bai min sebelum nya, selama ini bai min selalu hidup dengan penuh kasih sayang dari mereka semua itu sebab nya Bai min tidak akan pernah bisa menahan sedikit pun goncangan yang hadir di kehidupan nya.
Perbuatan mereka sudah sangat kelewat batas bagi Bai min yang terlahir sebagai nona bangsawan yang selalu di manjakan , meski bagi mereka hal yang mereka perbuat demi kebaikan bai min sendirian tetapi faktanya bai min tidak bisa melewati hal itu walau hanya sehari pun, ini semua terjadi karena kesalahan keluarga mentri huan yang terlalu memanjakan nya hingga bai min tumbuh menjadi gadis lemah mental seperti itu.
"Maafkan ibu sayang, ibunda berjanji tidak akan memaksa mu lagi, tapi tolong bangun lah nak, ibunda sangat bersalah pada mu ibu menyayangi mu." kata Quin xie dengan sedih sambil menggenggam erat tangan Bai min.
"ibu, aku rasa kita harus mencari cara lain untuk mengatasi permasalahan ini." kata mentri Huan dengan wajah yang terlihat sangat lelah dan pusing dengan permasalahan yang menimpa keluarga nya.
"kau benar, kita tidak bisa memaksa anak itu untuk melakukan hal lebih, dia terlalu lemah karena didikan mu yang tidak becus." desik nyonya besar jengah.
" ibu, kita juga tidak bisa menyalahkan Bai min atau hanya diriku seorang diri saja, sebab kita semua berperan dalam hal ini, otak kecil Bai min sedari dia lahir telah di sediakan banyak kasih sayang oleh kita semua, kita semua sangat memanjakan nya hingga dia menjadi seperti sekarang ini, gadis itu terbiasa dengan keinginan yang selalu terpenuhi tanpa pernah merasakan keinginan yang selalu di tolak, itu sebabnya Bai min tumbuh menjadi gadis lemah yang akan selalu manja, otak kecil nya itu tidak akan mampu untuk memikirkan masa depan keluarga kita." kata mentri Huan lelah, ada sedikit kekecewaan yang terlihat di raut wajah nya kepada Bai min.
__ADS_1
"tetap saja ini semua merupakan salah kalian yang terlalu memanjakan anak itu, sampai menjadi orang yang tidak berguna seperti sekarang." marah nyonya besar.
"iya ibu ini semua salah kami, tapi tetap kita tidak bisa mengandalkan bai min untuk permasalahan yang sedang keluarga huan alami, yang bisa kita lakukan hanya mencari cara lain untuk segera menyelesaikan nya secepat mungkin, tolong jangan terus berdebat dengan ku mengenai mental Bai min, aku sudah cukup lelah melihat kondisi tubuh nya yang sedang dalam keadaan kritis" kata mentri Huan jengah.
"kau pikirkan lah cara lain, untuk anak mu itu terserah dia mau berbuat apa nanti, tapi yang pasti dia tidak boleh menyesali keputusan nya itu di kemudian hari, karena keluarga ku tidak akan menerima nya" tegas nyonya besar lalu pergi meninggalkan mentri Huan seorang diri.
"jalan satu satu nya adalah menarik pangeran Jikxi kedalam pihak keluarga ku." gumam mentri Huan dengan wajah yang tidak enak untuk di pandang.
Mendapatkan pangeran Jikxi sebagai pihak yang memihak merupakan keuntungan besar bagi siapapun yang di pihaki oleh pangeran Jikxi terlebih lagi mentri Huan yang sedang di rundung masalah berat.
Dengan ada nya pangeran Jikxi di pihak mereka, sama saja dengan berlindung di balik pisau yang tajam tidak akan ada orang yang berani untuk melewati ketajaman dari pisau itu, jikalau pun ada orang itu memaksa yang dia dapatkan bukan lah keuntungan melainkan nyawa nya sendiri.
Tetapi semua nya juga tidak seindah yang mentri huan di bayangkan, jika pangeran Jikxi enggan bersekutu dengan Mentri Huan, sama hal nya dengan mentri Huan menarik pisau tajam itu untuk mengarah ke arah nya, keuntungan tidak di dapat malah mendapat luka dalam.
🍁
__ADS_1