
Meski Bai min sangat marah dengan keberuntungan Arana hari ini yang selalu di bela oleh pangeran Jikxi dimana pun dan kapan pun itu. tetapi Bai min juga merasa cukup senang karena putra mahkota sudah masuk kedalam perangkap nya.
Kedepannya Bai min akan terus memanfaatkan Arana untuk selalu mendekati putra mahkota dengan berperan sebagai gadis lemah lembut. dan setelah putra mahkota bisa Bai min dapatkan, tentu saja hidup Arana serta pangeran Jikxi akan selalu berada di bawah kendali dirinya, memikirkan hal itu Bai min merasa sangat tidak sabar menantikan nya.
"heh arana, keberuntungan mu akan segera berakhir" sinis Bai min.
Di lain lain selir Huan xi keponakan nyonya besar mengadakan jamuan minum teh di kediaman nya, keluarga Huan juga turut serta di undang termasuk juga Arana yang kini merupakan putri Araxi.
Tujuan dari jamuan minum teh itu untuk menjodohkan Bai min dengan pangeran ke dua (pangeran Hanxi) seperti rencana keluarga huan sebelumnya.
Nyonya besar Huan telah meminta bantuan kepada selir Huan xi agar bersedia menjodohkan Bai min dengan pangeran Hanxi melalui sebuah surat, nyonya besar mengatakan jika putri tertua keluarga Huan bisa mendapatkan pangeran Hanxi tentu dukungan untuk keluarga hutan akan bertambah besar, kekuatan keluarga pun bisa berlipat gada dan hal itu dapat memperkokoh posisi selir Huan xi di dalam kerajaan.
Sebab selir Huan xi tidak memiliki jalan lain untuk memperkuat posisi nya, di karena kan dirinya yang di kabarkan tidak dapat mengandung lagi setelah 5 tahun yang lalu mengalami keguguran akibat di beri racun oleh permaisuri yang cemburu melihat selir Huan xi mengandung anak kaisar, apa lagi saat itu kaisar sedang begitu memanjakan selir Huan xi, membuat permaisuri gelap mata dan langsung mendorong seseorang untuk membunuh janin yang ada di dalam rahim selir Huan.
Namun karena permaisuri merupakan orang yang cerdik, tidak ada satu bukti pun yang mengarah ke arah nya saat kaisar melakukan penyelidikan, tetapi selir Huan xi tahu betul jika itu ulah dari permaisuri yang tidak lagi mendapatkan kasih sayang kaisar, semenjak hari itu selir Huan xi sangat membenci permaisuri dan terus berusaha agar bisa memperkuat posisinya di kerajaan.
Selir Huan xi menyetujui perjodohan Bai min dengan pangeran Hanxi karena melihat adanya keuntungan dari perjodohan itu.
Walau pangeran Hanxi merupakan anak dari permaisuri tetapi tidak ada yang tahu jika pangeran Hanxi sangat membenci ibu kandung nya sendiri. sebab sedari kecil pangeran Hanxi selalu di abaikan oleh permaisuri dan wanita itu hanya memfokuskan diri kepada putra pertama nya saja yaitu putra mahkota sejak di resmikan menjadi calon pewaris tahta kerajaan kelak, karena hal itu pangeran Hanxi lebih dekat dengan selir Huan xi yang selalu merawatnya sedari dia terabaikan.
"Salam kepada selir, semoga selalu di berkahi." ucap bait min dan Arana yang datang beriringan.
"aiyo tak perlu terlalu sopan, kita ini satu keluarga berdiri lah." ujar Selir Huan xi lembut.
"terimakasih selir." jawab Arana.
"ah, bukan kah ini putri Araxi calon permaisuri pangeran Jikxi?" ujar selir Huan xi menatap keponakan keduanya.
"benar yang mulia" jawab Arana.
"kau sangat beruntung karena bisa mendapatkan anak dingin itu" kata selir Huan xi lembut.
__ADS_1
"yang mulia terlalu memuji" ujar Arana.
"mari nikmati apa saja yang sudah di sediakan di sini" kata selir Huan xi sambil meminta seorang pelayan untuk menunjukan jalan kepada Arana dan Bai min.
Arana mengikuti arah pelayan itu menunjukkan tempat yang di sediakan untuk dirinya, begitu juga Bai min yang di tunjukkan tempat lain oleh pelayan.
"huh hari ini aku akan melepaskan mu, tapi tidak dengan lain hari" ancam Bai min di telinga Arana sambil berbisik.
"sayang nya, kau tak ada kesempatan di hari itu" sinis Arana lalu pergi duduk.
Beberapa bangsawan juga hadir di sana, banyak muda mudi yang sedang berbincang dengan hangat satu sama lain, tetapi berbeda dengan Arana yang terlihat menyendiri tanpa mau mendekati orang lain, sesekali ada orang yang mengajaknya berbicara tetapi Arana hanya menjawab singkat dan tidak mengajukan pertanyaan sama sekali, membuat para nona bangsawan merasa bosan kala berbicara dengan Arana.
Sedangkan Bai min dia masih sedikit dijauhi oleh para nona bangsawan setelah hari perayaan waktu itu, tetapi tidak bisa di pungkiri karena reputasinya yang baik sebelum hancur pada satu malam membuat bai min tidak kesulitan untuk mengajak seseorang untuk berbicara bersama, meskipun suasana nya tidak sedekat dulu.
Tak lama para pangeran hadir di acara minum teh, mereka sengaja di undang oleh selir Huan xi kedalam acara penjamuan teh milik nya, terutama pangeran Hanxi.
"Salam yang mulia" kata para pangeran.
"seperti nya kediaman selir mengundang banyak tamu hari ini" sindir pangeran ke tiga ( pangeran Hara)
"kau benar pangeran. silahkan menikmati sajian yang telah di sediakan" ujar Selir Huan xi.
"oh iya pangeran Hanxi, boleh kah anda berbincang sebentar dengan ibunda sebentar" kata selir Huan xi lembut.
"tentu" singkat pangeran Hanxi sambil mengikuti langkah selir Huan xi.
selir Huan xi berbasa basi sebenar dengan pangeran Hanxi sebelum akhirnya mengenalkan Bai min sebagai keponakan nya, lalu meminta kedua nya untuk saling mengenal satu sama lain.
"yang mulia, perkenalkan ini nona pertama keluarga mentri Huan, keponakan hamba" kata selir Huan xi.
"salam yang mulia" ujar Bai min sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"oh bukan kah nona ini yang sekarang sedang terkenal dalam cerita banyak orang" sindir pangeran Hanxi dengan tatapan mengejek.
"benar yang mulia, itu karena kelalaian hamba, yang tidak bisa mengontrol diri kala mabuk." jelas Bai min lembut, padahal dalam hati sangat marah kepada pangeran Hanxi yang membahas masalah memalukan di malam itu.
"sudah tahu tidak bisa minum masih saja meminumnya, lain kali jangan minum terlalu banyak atau kau akan berbuat lebih buruk dari sebelumnya" ujar pangeran Hanxi.
"terimakasih atas perhatian yang mulia, pesan yang mulia akan saya ingat" tegas Bai min sambil mengepalkan tangan nya.
"yang mulia, keponakan saya ini masih sangat muda, wajar saja jika dia ceroboh dan melakukan kesalahan" bela selir Huan xi.
"yang di katakan ibunda selir benar, tapi saya tidak perduli akan hal itu, toh hanya asal bicara saja" santai pangeran Hanxi sambil meminum teh di hadapan nya.
"asal bicara dia bilang! jelas jelas dia sedang menyindir ku" marah Bai min dalam hati.
"adik kau tidak boleh tidak sopan seperti itu, bagaimana pun nona Bai min merupakan nona tertua keluarga mentri, dan lagi mata bisa di tipu" kata putra mahkota yang tiba tiba muncul di tengah tengah perbincangan.
"salam yang mulia" ujar Bai min kala melihat sosok putra mahkota di hadapan nya, apa lagi pria itu kini membela dirinya membuat bai min merasa sangat senang.
"kakak aku hanya bercanda dengan nona Bai min saja, tidak seserius yang kakak putra mahkota bayangkan" enteng pangeran Hanxi.
"terserah kau saja" kata putra mahkota yang tidak bisa berbuat apa apa dengan adik kedua nya itu.
"nona Huan, tolong maafkan perkataan adik saya" ujar putra mahkota tulus.
"tidak yang mulia, seperti yang di katakan pangeran hanxi, beliau hanya sedang bergurau saja dengan hamba" elak Bai min dengan lembut.
"kau memang gadis yang baik" puji putra mahkota, meskipun pada malam itu putra mahkota melihat tingkah buruk bai min tepat di depan mata kepala nya sendiri, tetapi dia sangat yakin jika bai min tidak melakukan nya sedang sengaja, apa lagi bai min selalu menjaga reputasi nya selama bertahun tahun lama nya. (entahlah semenjak kejadian di restoran beberapa hari lalu, pemikiran putra mahkota terhadap bai min menjadi selau positif 😪)
Mereka berempat terus berbincang bincang, sesekali putra mahkota menegur pangeran Hanxi yang selalu menyindir pedas orang lain, walau tak dapat di pungkiri, semua orang telah mengetahui sifat pangeran Hanxi yang suka berterus terang kala berhadapan dengan orang yang tidak dia sukai melalui perkataan nya yang menusuk, tetapi pria itu sebenarnya sangat baik namun kebaikan nya hanya tertuju pada beberapa orang tertentu saja.
Sedangkan di sisi lain, pangeran Jikxi yang baru hadir di acara itu langsung menemui Arana tanpa menemui selir Huan xi terlebih dahulu, pangeran Jikxi takut jika ada orang yang akan mencelakai Arana di dalam pesta minum teh itu, sebab status Arana kini merupakan tunangan nya jadi tentu saja akan ada banyak musuh pangeran Jikxi/ saingan cinta Arana yang akan terus mengincar Arana di mana pun dan kapan pun, hal itu membuat pangeran Jikxi secepat kilat menyelesaikan pekerjaan nya dan langsung bergegas menemani Arana di acara penjamuan teh itu.
__ADS_1
🍁