
Hari telah berganti, sesuai siklus alam dengan perlahan bulan pun mulai berputar seiring pergantian siang dan malam.
Tepat di hari ini Arana telah berusia 13 tahun tapi tak ada satu orang pun di dalam anggota keluarga mentri Huan yang mengingatnya, sama seperti tahun tahun sebelumnya dan hal itu sudah biasa bagi Arana, bagai mana keluarga nya mau mengingat hari kelahiran Arana?, sedangkan mereka menganggap hari itu sebagai hari kesialan bagi mereka sekeluarga.
Arana tak mempersoalkan tentang hari kelahiran nya, jika dulu mungkin Arana akan dengan semangat menemui kedua orang tua nya agar membuat perayaan hari kelahiran seperti Bai min, tetapi sekarang Arana lebih memilih melupakan hari itu.
Dalam hari yang sama, di kediaman utama menteri Huan sedang terlihat banyak orang yang berlalu lalang dengan berbagai properti di tangan mereka, semua orang telah sangat sibuk menyiapkan segala persiapan untuk perayaan, perayaan itu bukan untuk menyambut hari kelahiran arana, melainkan acara tahunan kediaman bangsawan, anggota keluarga mentri Huan bahkan telah melupakan kelahiran arana sedari Arana di lahir kan.
Hanya Nobu yang tak pernah melupakan hari kelahiran Arana, jadi saat ini dia dan kedua teman baru nya sedang membuat mie panjang umur untuk menyambut hari lahir Arana.
Sedang Arana sendiri dia sedang menikmati angin segar di atas pohon, dengan mata tertutup sambil memikirkan strategi yang akan Arana gunakan untuk memperluas bisnis milik nya.
Sampai kilatan hitam berhenti tepat di hadapan nya, barulah Arana membuka kedua mata nya dan mendapati seorang pria telah menghimpit tubuh kecil nya.
"siapa kau?!" tanya Arana yang langsung waspada kepada orang misterius, yang tiba tiba muncul di hadapan nya, Arana berusaha untuk melepaskan diri dari pria misterius itu, tapi sayang tenaganya kalah jauh dari pria misterius di hadapan nya.
"aku?, calon suami mu." enteng pemuda itu masih dalam posisi yang sama.
"gila! cepat menyingkir!." celetuk Arana geram.
bagi seorang gadis berusia 13 tahun , sejenius apa pun otak Arana, dia tidak pernah memikirkan mengenai hubungan yang tak berguna seperti percintaan. (menurut Arana ya)
"aku serius." kata lelaki misterius itu lekap dengan mata yang sangat serius.
Lelaki misterius yang ada di hadapan Arana saat ini sedang mengenakan baju serba hitam dengan wajah yang tertutup oleh sebuah topeng, namun entah mengapa Arana dapat melihat ketampanan pria itu di balik topeng, tetapi segera Arana tepis pikiran tak masuk akal itu.
"Menyingkir dari hadapan ku sekarang! atau aku tak akan segan mengambil nyawa mu!." ancam Arana tajam dengan sangat serius, Arana tak suka di intimidasi, apa lagi lelaki itu tak mau melepaskan kedua tangan nya dari pohon yang saat ini sedang menyapit tubuh mungil Arana di tengah tubuh pria itu, hal itu membuat emosi Arana membara dan terus memberikan tatapan permusuhan kepada lelaki misterius di hadapan nya.
"ck, kau galak sekali tapi aku suka." goda pria misterius itu sambil mengusap pipi Arana
__ADS_1
segera arana menepis tangan pria misterius itu dan langsung melayangkan berbagai serangan kepada nya, tapi sayang pria misterius itu dapat menghindari setiap Serangan yang Arana berikan dengan sangat mudah, dapat di lihat jika pria misterius itu memiliki ilmu bela diri yang cukup tinggi, tetapi arana tak perduli dia terus menyerang pria misterius di hadapan nya itu tanpa memperdulikan sekitar, hingga kaki Arana kehilangan keseimbangan di atas pohon dan berakhir terjatuh kebawah, tapi untung pria misterius itu langsung mendekap tubuh mungil Arana dan membalikan posisi mereka, sehingga Arana tak merasa kan keras nya tanah saat terjatuh.
" itu akibat nya jika kau mencari masalah kepadaku." ketus Arana saat mendapati pria misterius itu tengah menahan nyeri setelah terjatuh dari atas pohon dengan tertimpa tubuh Arana juga.
"ck sayang, kau tak berperasaan sama sekali kepada calon suami mu ini." kata pria itu semanja mungkin kepada Arana.
"enyah lah." ujar Arana geram, entah pria itu berasal dari mana hingga datang dan mengganggu kenyamanan Arana di hari ini.
"kau sangat galak tapi aku suka." goda pria itu lagi.
"katakan sekali lagi, aku akan benar benar membunuh mu!." ancam Arana serius.
"haha, kau sungguh menggemaskan" tawa pria itu yang justru sangat suka dengan tingkah Arana.
Jika memungkinkan pria misterius itu ingin lebih lama bersama dengan Arana, tetapi saat mengamati sekitar pria itu menyadari sesuatu lalu dengan cepat mencuri cium di pipi Arana.
situasi yang begitu tiba tiba membuat Arana tak dapat berfikir dengan jelas apa yang baru saja terjadi, hingga beberapa saat setelah kepergian pria misterius itu, baru lah Arana tersadar dan langsung sangat emosi dengan apa yang telah di lakukan pria misterius itu kepada nya.
"awas kau! aku pasti akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri jika kita bertemu lagi!!" geram Arana dengan berteriak dengan keras ke arah hilangnya pria misterius barusan.
Arana marah karena ini merupakan ciuman pertama milik nya walau hanya di pipi, Arana tak pernah sekalipun membiarkan orang lain menyentuh tubuh nya dengan mudah selain orang orang di dekat nya saja.
"nona anda sedang berbicara dengan siapa?." tanya Nobu yang sudah di hadapan Arana, dia sedari tadi memang mencari keberadaan Arana karena pesan dari mentri Huan, dan saat mendengar teriakkan Arana, Nobu langsung bergegas menemuinya.
"bukan siapa siapa hanya seekor lalat." ujar Arana datar.
"apa yang membuat kau kemari Nobu?." tanya Arana saat menoleh kearah Nobu.
"ada pesan dari tuan nona, dia ingin mengundang anda untuk datang ke kediaman utama dan tinggal di sana selama satu minggu penuh." jelas Nobu
__ADS_1
"karena acara tahunan besok?." tebak Arana
"benar nona" jawab Nobu.
Arana sudah menebak nya dari jauh hari, ya karena memang selalu seperti ini, walau tersebar banyak rumor di luar sana yang mengatakan Arana di abaikan serta di asing kan oleh keluarga mentri Huan, tetapi keluarga besar itu sangat licik, demi menjaga nama baik mereka sendiri, saat ada acara, keluarga itu akan membawa Arana hadir di tengah tenga mereka dan memperkenalkan dia sebagai putri kedua kediaman mentri huan tanpa menimbulkan sedikitpun kecurigaan kepada orang luar, namun jika tidak ada hal yang istimewa di dalam kediaman utama maka yang terjadi ya seperti biasa, keluarga utama dan Arana akan hidup masing masing walau masih dalam satu kediaman yang sama.
"Baik lah, Nobu siapkan apa yang perlu aku kenakan di kediaman utama itu besok." perintah Arana
"baik nona" Nobu berlalu pergi dari hadapan Arana.
Arana tahu acara tahunan di tahun ini memiliki tujuan yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya, sebab Bai min kini telah berusia 16 tahun tentu saja acara ini di berikan untuk nya, agar Bai min dapat tampil memukau di hadapan para putra bangsawan kelas atas bahkan para pangeran sekaligus.
"Karena kalian mengundang ku, maka akan ku beri kalian kejutan yang istimewa di hari esok." senyum devil Arana mengingat semua wajah kediaman mentri Huan.
Sedangkan di sisi lain, pria misterius itu sebenarnya belum pergi dari halaman kediaman Arana, dia mendengar jelas perkataan Arana beberapa saat lalu yang ingin membunuhnya namun langsung berubah fikiran setelah mendengar tentang keluarga mentri Huan.
"Ck, gadis kecil ku ini cepat sekali melupakan ku." keluh pria misterius itu yang tak terima.
"sudah lah tuan, lagi pula nona Arana belum dewasa, dia tidak akan menanggapi perkataan anda dengan serius." tegur pria yang ada di sebelah nya.
"jadi kau berfikir karisma ku kurang menarik di hadapan wanita ku begitu." hardik pria misterius itu dengan tatapan tajam ke arah anak buah nya.
"bukan begitu maksud saya tuan, anda hanya harus bersabar lebih lama lagi, menunggu sampai nona Arana tumbuh." jelas pria itu dengan sabar.
"hmm, aku anggap perkataan mu benar." kata pria misterius itu dengan nafas berat.
"cepatlah tumbuh gadis kecil ku, aku tak sabar menunggu hari itu " kata pria misterius itu sambil menatap Arana, setelah nya baru ia berlalu pergi meninggalkan kediaman arana.
🍁
__ADS_1