
Hari demi hari mulai berganti, kini kesehatan Bai min jauh semakin membaik dari sebelumnya. waktu pemilihan calon permaisuri untuk para pangeran pun tinggal menyisakan 2 minggu lagi, sebab itu banyak dari kalangan nona bangsawan yang sudah mulai mempersiapkan segala nya untuk dapat menarik perhatian para pangeran yang sedang mereka incar.
Begitu pula dengan Bai min, dia juga telah mulai mempersiapkan segala nya meski kondisi tubuhnya belum di nyatakan pulih sepenuhnya nya, namun Bai min sangat yakin jika dia mampu bersaing dengan para nona yang ingin mencalonkan diri sebagai permaisuri para pangeran terutama untuk gelar sang putri mahkota.
Bai min begitu percaya diri dapat mengalahkan pesona calon putri mahkota masa depan yang sampai saat ini bai min belum juga ketahui identitas nya itu, Bai min mengira jika calon putri mahkota merupakan nona dari kalangan bangsawan kekaisaran Minday sehingga tidak ada yang perlu bai min takut kan, sebab di antara kalangan para nona bangsawan kekaisaran Minday, Bai min terkenal lebih unggul dari mereka semua, dari segi seni, kebijakan, tata krama, kesopanan serta kelemah lembutannya. sehingga Bai min memiliki kepercayaan diri yang penuh untuk bisa mendapatkan hati putra mahkota seutuhnya.
Meski pun Bai min bukan lah nona tercantik di antara para nona bangsawan yang lain namun dengan segala kelebihan yang bai min miliki tentu saja posisi putri mahkota akan sangat cocok untuk dirinya yang begitu terpelajar sejak dini, apa lagi dulu citra Bai min sangat terkenal baik meski sekarang ini sedikit berkurang sebab kejadian waktu lalu, tetapi tetap saja dia masih lebih unggul dari yang lain nya termasuk Arana.
Yah mau bagaimana lagi, Arana lebih suka berbisnis dari pada bersinar di antara para nona bangsawan, sebab menurut Arana semua itu tidak terlalu penting bagi dirinya jika saja Arana menunjukkan segala kebolehan yang dimiliki nya di hadapan banyak orang tentu saja gadis cantik itu akan menjadi pemenang utama nya, sayang nya arana tidak tertarik sama sekali, hanya pangeran Jikxi yang mengetahui semua tentang Arana, tentang kejeniusan nya dan segala kelebihan serta kekurangan yang tentu saja tidak semua orang bisa mengetahui nya.
Bai min sangat bersemangat ingin mendapatkan cinta dari putra mahkota dengan mengerahkan segala yang Bai min miliki untuk memikat hati putra mahkota nanti, dan jika nanti putra mahkota berhasil terpikat akan kecantikan serta bakat yang di miliki oleh bai min, Bai min yakin untuk menjadi seorang putri mahkota itu bukan lah hal yang sulit bagi nya, sebab kebutaan cinta bisa melakukan segala nya untuk meraih keinginan Bai min.
"aku sangat tidak sabar menanti akan datangnya hari itu, hari di mana aku bisa memperbudak putera mahkota dengan cinta nya" gumam Bai min bersuka cita sambil menikmati secangkir teh nya di taman kediaman perdana mentri Huan.
Suasana pagi yang cerah dengan segala khayalan indah yang ada di dalam otak kecil milik Bai min membuat hari nya begitu indah di pagi hari ini, raut wajah senang dan penuh dengan ketidak sabaran tergambar sangat jelas di wajah cantik nya.
"tetapi ku rasa khayalan indah mu itu tidak akan pernah bisa terjadi." dingin Arana yang ternyata berada di taman itu juga, yang langsung menghancurkan hari indah Bai min dalam sekejap.
__ADS_1
"kau anak sialan! urusan kita belum selesai!" geram Bai min kala melihat Arana di hadapan nya. sudah lama Bai min menantikan hari di kana dia ingin menghajar Arana sebab tindakan nya waktu Bai min masih di dalam ruang leluhur waktu itu.
Raut kebencian tergambar sangat jelas di wajah cantik Bai min. dendam yang ada dalam dirinya bergejolak saat menatap tajam Arana.
"cih, tak perlu berteriak seperti itu, mulut mu bau." sinis Arana melihat reaksi Bai min akan kehadiran nya. Arana datang hanya berniat untuk menyalakan api saja, agar rencananya cepat berjalan, yah Arana sangat tidak sabar untuk bisa melempar Bai min secepat mungkin.
"kau!" marah Bai min hendak menampar pipi Arana namun tiba tiba dia teringat akan sesuatu hal sehingga dia mengurungkan niat nya itu.
"ck, tak perlu terlalu berlaga di hadapan ku Arana! aku tau sampai akhir pun kau hanya akan selalu berada di bawah kendali ku, tak ada gunanya kau mendapatkan pangeran Jikxi jika pada akhirnya aku lah yang akan menjadi sang rembulan nya (permaisuri kekaisaran)" kata Bai min dengan nada mengejek Arana.
"kita belum tau siapa yang akan mencapai puncak nya nanti, tapi yang pasti aku yakin jika sang rembulan bukan lah milik mu" dingin Arana.
"sombong sekali kau! kau lihat saja nanti setelah acara pemilihan ini selesai di saat itu di seluruh penjuru kekaisaran akan memanggil nama ku sebagai permaisuri putra mahkota" ujar Bai min bangga.
"namun sepertinya hal itu hanya akan terjadi di dalam mimpi mu saja" sinis Arana.
"Ku dengar putra mahkota telah memiliki calon putri mahkota masa depan nya sendiri, sudah pasti kau tidak akan memiliki keberuntungan itu untuk menjadi sang rembulan di masa kapan pun itu." dingin Arana menatap jengah Bai min yang terlihat sangat sombong di hadapan nya itu.
__ADS_1
"itu hanya masalah waktu, akan ku buktikan bahwa perkataan ku itu merupakan sebuah kebenaran, dan jika aku telah berada di atas sana akan aku pasti kan hidup mu jauh lebih menderita dari sebelumnya bersama dengan tunangan mu itu" sinis Bai min.
"heh sangat menarik seekor burung pipit bermimpi menjadi sebuah burung polemik." dingin Arana.
"hem kita lihat saja nanti, apa yang aku katakan ini merupakan sebuah mimpi atau pun tidak" sinis Bai min lalu beranjak pergi meninggalkan arana dengan emosi yang menggebu gebu.
Bai min merasa sangat di remehkan oleh Arana. dia bertekad akan membuktikan segala yang telah Bai min ucapkan adalah suatu kebenaran, bagaimana pun caranya Bai min harus bisa mendapatkan hati putra mahkota seutuhnya atau nanti Bai min akan di rendahan oleh Arana lagi.
"aku tak akan membiarkan hal itu sampai terjadi" sinis Bai min dalam hati.
Sementara itu Arana hanya tersenyum sinis menatap kepergian Bai min yang terlihat sangat kesal kepada dirinya, mau bagaimana pun Arana harus terus mendorong Bai min agar secepatnya memasuki kediaman putra mahkota sebelum calon putri mahkota datang ke kekaisaran ini.
Arana mendapatkan informasi dari pria misterius yang telah menjadi orang kepercayaan nya, jika kedatangan putra Qesya untuk menjadi putri mahkota kekaisaran Minday itu di percepat dari waktu yang di tentukan, jika menurut kesepakatan dulu putri Qesya akan memasuki kekaisaran Minday satu tahun kemudian, saat ini kedatangan putri Qesya di percepat menjadi 5 bulan kemudian.
Hal itu di sebabkan karena adanya beberapa masalah yang terjadi di berbagai wilayah kekaisaran Minday, yang hanya bisa di atasi dengan memperoleh dukungan dari kekaisaran Qutai Ming, sebab itu pengangkatan putri mahkota harus di percepat dari waktu yang telah di tentukan, apa lagi putri Qesya memang berencana akan mengambil gelar miliknya lebih cepat, kalau pun tidak ada titah dari kaisar kerajaan Minday.
jangan lupa beri dukungan kalian yang sayang ku 😘 maaf banget nih kalo setiap up hanya bisa up dikit dikit soal nya kadang pikiran author mentok hehe😁
__ADS_1
terimakasih yang sudah mau mampir juga❤️