
Di sebuah ruangan masih di dalam kediaman mentri Huan, terlihat seorang pria sudah tidak lagi muda nampak terlihat begitu frustasi di dalam ruang kerja milik nya.
Ruang kerja yang seharusnya rapih kini terlihat sangat berantakan dengan banyak nya berkas yang berserakan di mana mana. pria itu nampak sangat emosi, meski wajah pria itu telah mulai di penuhi dengan banyaknya berkeriput karena mulai termakan oleh usia namun tidak dapat di pungkiri jika pria itu dulu pernah menjadi seorang pria tampan pada masa jaya nya dulu, postur tubuh yang tegap nan gagah masih tergambar jelas dalam dirinya, kemarahan yang begitu besar membuat aura di sekeliling pria itu menjadi dingin dan menggelap, mungkin saja kala muda dulu pria itu pernah menjadi orang yang begitu mendominasi sehingga bisa menciptakan situasi yang terlihat sangat suram, pria yang di maksud tak lain merupakan mentri Huan.
Mentri Huan terlihat sedang tidak dalam keadaan yang baik, sebab dia sedang di landa masalah yang tidak dapat di katakan kecil.
Bisnis keluarga yang selama ini mentri Huan bangun serta di kembangkan dengan sepenuh hati tiba tiba menurun dengan sangat drastis, akibat ulah dari seseorang yang telah berani menyebarkan perbuatan jahat yang pernah di lakukan oleh mentri Huan dulu. perbuatan buruk nya itu telah lama di tutup tutupi oleh piha keluarga Huan. tetapi entah siapa yang berani membocorkan nya kepada rekan bisnis mentri Huan? yang membuat keadaan bisnis keluarga Huan menjadi rugi besar dalam satu malam.
Entah siapa yang sedang mencoba untuk bermain main dengan keluarga Huan? yang pasti mentri Huan tidak akan pernah mengampuni orang rendahan itu.
Seketika mentri Huan mengingat jika hanya kaisar yang baru baru ini menemukan beberapa bukti kecil tentang apa yang pernah di lakukan oleh mentri Huan dulu, namun seketika pemikiran tak masuk akal itu langsung di tepis jauh oleh mentri Huan, sebab kaisar tidak akan mungkin berbuat hal serendah ini hanya untuk menghancurkan keluarga Huan.
"jadi siapa sebenarnya orang yang sedang ingin bermain dengan ku!" geram mentri Huan marah.
Mentri Huan sangat geram dengan apa yang di lakukan oleh orang itu, menyebarkan kejahatan nya kepada para rekan bisnis nya merupakan hal besar yang beresiko fatal bagi beberapa bisnis keluarga nya, terbukti saat beberapa rekan bisnis nya mengetahui sedikit kejahatan mentri huan di masa lalu, di antara mereka ada yang langsung memutuskan kontrak kerja sama tanpa bertanya terlebih dahulu, walau pun masih ada segelintir orang yang masih tetap bertahan untuk berbisnis dengan nya, namun jika hal ini terus berlanjut bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti bisnis keluarga huan akan bangkrut seutuhnya.
"Aaagghhh!!! siapa yang melakukan ini?!! dasar keparat!!!" marah mentri Huan frustasi sambil membuang segala yang ada di atas meja kerjanya.
"ada apa tuan ku? mengapa anda mengamuk seperti ini?" tanya Quin xie yang langsung masuk kedalam ruang kerja suaminya dengan sangat tergesa gesa kala mendengar kemarahan mentri Huan dari luar.
"kau lihat ini!" kata mentri Huan sambil melempar laporan hasil bisnis keluarga yang di kirim oleh anak buah nya.
Quin xie sangat terkejut saat membaca isi di dalam laporan itu, sesuatu yang sangat buruk sedang menimpa keluarga nya.
"ini sangat buruk tuan" kata Quin xie tidak percaya.
__ADS_1
"secepatnya ba***ngan itu harus ku tangkap! atau bisnis keluarga ini akan dalam masalah besar!." geram mentri Huan marah.
"benar tuan, anda harus segera menangkap orang yang telah menyebar kan berita buruk ini!" marah Quin xie juga.
Segera mentri Huan memerintahkan pengawal pribadi nya untuk mencari siapa dalang di balik semua ini, jika orang itu dapat di temukan tak akan ada kata ampun dari mentri huan untuk nya, mentri huan bersumpah akan membuat orang itu menderita.
"Lalu kita harus bagaimana tuan?" tanya Quin xie khawatir.
"kau tenang saja, aku akan segera menyelesaikan semua ini." kata mentri Huan masih dalam kemarahan yang sama.
"dan ingat jangan sampai berita ini terdengar oleh telinga ibu, atau semua akan lebih kacau lagi" hardik mentri Huan kepada Quin xie.
"baik tuan"
Mentri huayn enggan memberitahu nyonya besar mengenai permasalahan yang sedang menimpa bisnis keluarga sebab hal itu akan sangat merepotkan bagi dirinya, jika sampai ibu nya itu tahu pasti dia akan sangat marah kepada mentri Huan karena tidak becus dalam mengelola bisnis keluarga mereka, padahal nyonya besar telah menaruh harapan besar kepada mentri Huan.
Setelah membaca isi laporan yang sangat buruk itu, nyonya besar sangat syok di buat nya membuat penyakit lama nyonya besar kambuh di karena kan marah, kondisi nya yang memburuk pun sampai ke telinga mentri Huan dan juga Quin xie yang sedang di dalam ruang kerja mentri Huan.
Kedua orang itu sangat tidak menyangka jika orang yang ingin menghancurkan keluarga huan telah lebih dulu bertindak di bandingkan dengan mentri Huan. orang itu bahkan bertindak dalam sekali tindakan saja, sungguh orang yang sangat kejam bagi mentri Huan.
"siapa sebenarnya orang yang sangat ingin menghancurkan keluarga ku ini?!" tanya Mentri Huan marah.
"bersabar lah tuan, kita pasti akan segera menemukan orang itu" ujar Quin xie mencoba menenangkan suami nya yang terlihat sangat mencemaskan kesehatan ibu nya.
"aku pasti tidak akan mengampuni orang itu!" geram mentri Huan kala melihat kondisi buruk ibu nya.
__ADS_1
"ada apa ini ayah?" tanya Bai min yang datang ke kamar nenek nya dengan begitu tergesa gesa, Bai min sangat khawatir saat mendengar neneknya jatuh sakit secara tiba tiba padahal beberapa saat lalu nyonya besar bersama dengan Bai min dalam keadaan yang baik baik saja.
"segera siapkan rapat keluarga!" perintah mentri Huan kepada anak buah nya dan langsung pergi menuju ruang keluarga setelah mengatakan hal itu, tanpa menjawab pertanyaan Bai min.
"ibu ini ada apa? bagaimana dengan kondisi nenek?" tanya Bai min khawatir.
"kondisi nya sangat buruk" jawab Quin xie sambil menatap ibu mertua nya yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"sayang kau jaga dulu nenek mu ini yah, ibu harus menghadiri rapat keluarga" kata Quin xie lembut kepada Bai min.
"baik ibu, aku pasti akan menjaga nenek dengan baik" kata Bai min yang juga sangat khawatir dengan kondisi nenek nya.
Tanpa menjawab Quin xie langsung pergi menuju ruang rapat keluarga, hati nya begitu berkecamuk melihat segala situasi yang terjadi di dalam keluarga nya saat ini.
"siapa sebenarnya orang yang ingin menghancurkan keluarga ku ini? mengapa dia bisa begitu kejam kepada keluarga ku? jika saja tuan menemukan orang itu aku pun tidak akan pernah memaafkan nya!" gumam Quin xie dengan marah.
Meski Quin xie merupakan seorang menantu di dalam keluarga huan tetapi dia lah orang yang telah mengurus kediaman mentri Huan selama bertahun tahun lama nya, tentu saja kehancuran keluarga ini merupakan kehancuran terbesar untuk Quin xie juga, apa lagi ibu mertua nya merupakan orang yang paling menyayangi Quin xie selama dia menjadi menantu di dalam keluarga ini, Quin xie sangat tidak terima jika ada orang yang berniat ingin menyakiti keluarga serta ibu mertua nya.
Setelah semua orang terkumpul di ruang rapat, rapat keluarga pun segera di mulai oleh mentri huan yang menjadi pemimpin dalam rapat keluarga itu.
Mentri Huan menceritakan semua permasalahan yang sedang menimpa keluarga nya kepada para anggota keluarga Huan yang lain nya, berharap para saudara nya mau membantu dirinya agar dapat segera menemukan orang di balik semua kejadian buruk ini.
Orang orang yang mendengar cerita dari Mentri Huan pun sangat geram kepada orang itu, sebab bisnis keluarga Huan juga merupakan bisnis mereka dan lagi nyonya besar merupakan ibu serta mertua mereka juga, hal ini tidak boleh di biarkan begitu saja, harus segera di atasi, Jika tidak mungkin hal buruk lain nya akan segera menyusul.
Sedang kan seorang wanita cantik yang juga berada di dalam ruang rapat itu, tersenyum sinis menatap semua orang yang sedang terlihat sangat marah di hadapan nya itu.
__ADS_1
"ini hanya permulaan untuk kalian!." sinis nya dalam hati.
🍁