
Arana kembali dengan suasana hati yang sangat buruk ke dalam kediaman tempat tinggal Arana, yang saat ini berada di salah satu paviliun kediaman utama.
Aura tubuh Arana begitu dingin, mata nya menatap gelap semua yang ada di hadapan nya, setiap kali ada orang yang tak sengaja bertemu dengan Arana di tengah perjalanan, pasti akan langsung menyingkir tanpa berkata apa pun kepada nya, aura yang begitu kuat dalam diri arana saat ini, membuat semua orang terbidik ngeri jika berdekatan dengan Arana terlalu lama.
Brak! sebuah pintu terbuka dengan sangat keras menampilkan seorang gadis muda yang sedang di penuhi hawa membunuh.
Arana ingin melampiaskan segala emosi yang ada di dalam hati nya saat ini.
Arana mengunci setiap pintu mau pun jendela yang ada di sekitar kamar nya, Arana ingin menyendiri tanpa di ganggu oleh siapa pun, termasuk Nobu dan kedua pelayanan lain nya.
Dan Nobu juga mengerti dengan kondisi Arana saat ini, Nobu membiarkan waktu untuk Arana menyendiri sementara waktu, dan memastikan tak akan ada orang yang bisa menggangu Arana saat ini.
Untung lah Darxa dan Xixi tak bersama dengan mereka sekarang, jika tidak, saat kedua gadis itu melihat Arana yang sedang dalam kondisi tidak baik, pasti akan berfikir buruk tentang keluarga Arana, dan secara diam diam akan membalas perbuatan mereka kepada Arana, dalam pikiran Nobu .
Tetapi hal itu memang betul akan terjadi di Darxa dan Xixi melihat kondisi Arana.
Nobu mengerti betul derita yang sedang Arana rasakan, tetapi Nobu tak bisa berbuat banyak, Arana akan sembuh seiring berjalannya waktu dengan sendirinya tanpa harus di balas kan oleh Darxa dan juga Xixi.
Jika Nobu membiarkan Darxa dan Xixi bertindak, justru akan membuat Arana murka dan tidak merasa puas dengan sikap kedua nya, karena Arana ingin membalas semua rasa sakit nya dengan tangan nya sendiri.
Meski Arana tahu, jika drinya pasti akan membutuhkan orang lain untuk membatu membalas kan dendam nya, setidak nya untuk saat ini Arana belum memerlukan nya.
Arana yang sedang di kacau kan oleh keadaan, memilih untuk melihat beberapa laporan tentang bisnis milik nya, serta membuat perencanaan untuk selanjutnya.
Salah satu rencana yang ingin segera Arana wujudkan yaitu membangun sebuah pasukan tersembunyi yang kuat untuk menjadi bawahan Arana.
Sebenarnya Arana telah memikirkan hal ini sedari lama, hanya saja saat itu Arana masih ragu dengan tindakan nya.
__ADS_1
Tetapi saat ini berbeda, Arana tersadar jika dirinya membutuhkan sebuah pasukan siap tempur untuk menjaga bisnis Arana yang terus berkembang dengan pesat di kota kekaisaran ini, terlebih arana sering kali melakukan perjalan bisnis hal ini akan sangat berguna untuk kesehatan arana di perjalanan
Dan lagi nama samaran Arana memerlukan sebuah pembuktian nyata di depan semua orang, dengan kata lain arana harus segera mendirikan sebuah kediaman mewah di tengah kota agar tak ada orang yang berani meremehkan nya.
Untuk itu, Arana harus merancang semuanya dengan matang, agar segalanya dapat berjalan dengan baik.
Di tengah lamunan nya, sosok misterius yang beberapa saat lalu bertemu dengan Arana tiba tiba muncul di hadapan nya, yang bahkan Arana sendiri tak merasakan kehadiran sosok pria misterius itu.
"Selamat malam gadis kecil ku." ucap pria misterius itu dengan lembut sambil meraih tangan Arana lalu mencium punggung tangan Arana dengan begitu lembut.
"ka..kau, bagaimana bisa kau ada di sini?!." tanya Arana yang terkejut dengan kehadiran pria misterius di hadapan nya.
Arana yakin betul jika dirinya telah mengunci setiap pintu dan juga jendela yang ada di dalam kamar nya ini, tidak mungkin pria misterius di hadapan nya dapat masuk tanpa ada orang yang menyadari akan kehadiran nya, jangan kan menyadari, merasakan atau mendengar pergerakan nya saja tidak, tetapi Mengapa pria misterius itu tiba tiba sudah berada di depan arana? apakah pria misterius itu memiliki sebuah ilmu sihir? begitu lah kira kira pemikiran Arana terhadap pria misterius di hadapan nya.
"Aku merasa senang karena kau tidak menolak ku kali ini gadis kecil." goda pria misterius itu yang tak memperdulikan raut wajah terkejut yang di perlihatkan oleh Arana dengan begitu jelas sebab kehadiran nya.
Pria misterius itu hanya memperdulikan tangan Arana yang masih dia genggam tanpa Arana lepaskan.
"Sialan! untuk apa kau kemari!" geram Arana yang tak menyadari perbuatan pria misterius itu sedari awal, jika di ingat pria misterius itu telah sangat tidak sopan kepada Arana, bukan hanya di pertemuan kali ini, tetapi juga di pertemuan sebelumnya.
"jangan begitu galak kepada ku gadis kecil, kedatangan ku semata mata hanya untuk menghibur gadis kecil ku yang sedang bersedih saja." ujar pria misterius itu dengan lembut sambil menatap manja Arana
"Siapa yang sedang bersedih? memang kau tak bisa melihat dengan jelas melalui kedua mata mu itu, jika kondisi ku baik baik saja." elak Arana dingin.
Arana memang tidak sedang merasa sedih, dirinya hanya merasa kesal serta muak kepada seluruh anggota keluarganya, bahkan di dalam hati Arana hanya ada rasa kebencian yang teramat dalam, tanpa ada sedikit pun rasa kasih sayang di sana.
Rasa cinta yang begitu tulus di lubuk hati Arana yang paling dalam untuk keluarga nya, telah sirna sedari Arana menyadari perbuatan keji yang di lakukan oleh keluarga nya untuk Arana sedari arana di lahir kan ke dunia.
__ADS_1
"Baik lah gadis kecil ku, sedang tidak merasa sedih." kata pria misterius itu dengan nada mengalah, lalu tak sengaja pria misterius itu melihat sebuah catatan milik Arana mengenai rencana pembentukan sebuah pasukan serta rumah pribadi di tengah kota kekaisaran yang berada di atas meja, seketika pria misterius itu langsung merebut catatan milik Arana dan mulai membacanya dengan seksama.
"Kembalikan itu!." kesal Arana yang melihat pria misterius itu mengambil kertas milik nya tanpa izin dari Arana.
Dengan segala cara Arana mencoba untuk mengambil kembali kertas milik nya, namun sayang perbedaan tinggi badan mereka membuat Arana merasa kesulitan untuk menggapai kertas itu, dan al hasil, pria misterius itu membaca semua isi catatan milik Arana.
"Kau berencana ingin membangun sebuah pasukan siap tempur?." tanya pria misterius itu dengan tatapan penasaran kepada Arana saat telah melihat seluruh catatan yang ada di tangan nya itu.
"itu bukan urusan mu" kesal Arana yang tak bisa menggapai kertas milik nya dan sial nya telah di baca oleh pria yang tidak Arana kenal.
"jika kau menginginkan sebuah pasukan, aku bisa memberikan nya untuk mu." enteng pria misterius, yang seolah olah mengatakan jika hanya sebuah pasukan saja bukan hal yang besar untuk nya.
"heh, memang kau siapa? bisa memberikan pasukan dengan begitu mudah, dan lagi memang kau memilikinya?." sindir Arana yang tak mempercayai perkataan pria misterius itu.
"jika kau tak percaya, aku bisa membawa mu ke mereka, agar kau bisa memilih sendiri pasukan mana yang kau suka dan akan menjadi pasukan milik mu." enteng pria misterius itu dengan nada serius sambil menatap wajah cantik Arana.
Arana berfikir sejenak, dirinya baru bertemu dengan pria misterius ini hanya melalui dua pertemuan termasuk dengan sekarang, tetapi mengapa pria itu mau memberikan sebuah pasukan untuk Arana?.
"Apa tujuan mu sebenarnya?." tanya Arana yang merasa curiga dengan kehadiran pria misterius yang selalu muncul akhir akhir ini di hadapan nya, yang bahkan kehadiran nya tak pernah bisa arana tebak serta rasakan.
"sudah aku katakan sebelumnya, kau kelak akan menjadi permaisuri ku, sudah pasti semua yang kau ingin kan akan aku penuhi." lugas pria misterius itu tanpa ada keraguan sedikitpun.
"kau bermimpi!" ketus Arana dingin
Arana merasa sangat aneh setiap bertemu dengan pria misterius itu, seperti ada sebuah hal yang tersembunyi di balik pertemuan mereka, namun rasa curiga di dalam hati arana teramat besar sehingga membuat Arana mulai waspada terhadap kehadiran sosok misterius itu.
Apa lagi saat pertemuan pertama mereka, yang secara tiba tiba sosok pria misterius itu datang lalu mengatakan bahwa dia akan menjadi calon suami arana kelak, hal itu sangat tidak masuk akal menurut Arana.
__ADS_1
"Huh, aku akan membuktikan bahwa perkataan ku, akan sesegera mungkin menjadi kenyataan." kata pria misterius itu sambil menghembuskan nafas berat kala melihat keraguan dalam diri Arana melalui sorot mata nya.
🍁