
"Oh seperti itu." ujar Arana dengan nada kecewa.
"memang untuk apa kau membutuhkan seorang prajurit wanita? bukan kah seorang pria jauh lebih tanggung dan lebih bisa di andalkan?." tanya pria misterius itu dengan penasaran.
"iya seorang pria memang bisa lebih tangguh dari seorang wanita, tetapi mereka tidak akan mampu memahami pemikiran seorang wanita, dan aku butuh para wanita itu untuk melindungi bisnis ku." jelas Arana.
Lalu seketika Arana tersadar, jika selama ini pria misterius di samping nya belum mengetahui tentang bisnis arana sedikit pun.
"aduh mati lah, aku kelepasan bicara pula" ujar Arana dalam hati.
"ma maksud ku..."
"tak perlu di jelas kan, aku sudah mengenal dirimu jauh lebih baik dari siapa pun yang ada di sekitar mu." potong pria misterius itu saat melihat raut wajah Arana yang langsung gugup kala membicarakan tentang bisnis yang di milikinya.
"maksud mu, kau sudah tahu tentang bisnis yang telah aku bangun sejak usia 8 tahun begitu" tebak Arana dengan terkejut dan langsung di angguki oleh pria misterius itu.
"aku bahkan tahu, jika gadis kecil ku ini terlahir dengan otak yang super jenius berbeda dari semua orang yang ada di dataran kekaisaran ini." kata pria misterius itu dengan nada serius.
"Siapa sebenarnya pria misterius ini? mengapa dia bisa mengetahui semua rahasia tentang hidup ku? bukan kah yang selama ini mengetahui semua nya hanya Nobu saja, tidak mungkin kan Nobu membocorkan hal ini kepada orang lain." kata Arana dalam hati.
"Kau tidak perlu secemas itu, meskipun aku mengetahui banyak hal tentang dirimu, aku tak pernah memiliki niat buruk di balik nya, justru sebaliknya aku berniat melindungi mu, menjaga mu dan selalu berada di sisimu, percaya lah pada ku." tutur pria misterius itu yang membaca pikiran Arana.
"Aku tak tahu harus mempercayai mu atau tidak, tapi yang jelas aku yakin jika kau memang tak memiliki niat buruk kepada ku." ulas Arana.
Arana memang tak merasa terancam dengan kehadiran sosok pria misterius itu, terlepas dari semua hal menyebalkan yang pria itu berikan setiap kali bertemu dengan Arana.
"Terimakasih " kata pria misterius itu.
Lalu Arana memilih 30 orang pria yang akan menjadi pasukan khusus milik Arana ke depan nya, sedangkan untuk pasukan wanita Arana harus menunggu beberapa waktu, sebab pasukan wanita pria misterius itu akan di panggil kembali setelah satu Minggu ke depan.
__ADS_1
Setelah semua nya di rasa sudah kelar, Arana kembali ke kediaman mentri Huan dengan di antar kembali oleh pria misterius itu.
"Terimakasih untuk semua nya." kata Arana tulus saat mereka telah tiba di alam kamar milik Arana.
"aku tak menerima ucapan terimakasih mu jika hal itu hanya melalui lisan." kata pria misterius itu dengan tatapan menggoda, apa lagi jarak di antara Arana dan pria misterius itu sangat dekat saat ini, sehingga arana dapat melihat dengan jelas gairah pria di hadapannya itu.
"ya sudah kalau begitu, aku tarik lagi perkataan ku" kata Arana dingin sambil memalingkan wajah nya dengan kesal.
Arana merasa kesal dengan pria misterius di hadapan nya, yang selalu bersikap mesum setiap kali bersama dengan Arana, padahal pria misterius itu tahu jika usia Arana saat ini baru 13 tahun, tetapi pria misterius itu malah sudah mengatakan hal hal aneh tentang menikah serta perasaan dan yang lebih menyebalkan lagi pria misterius itu juga selalu bersikap mesum kepada Arana.
"Kau sungguh kejam gadis kecil ku, tapi tak mengapa aku bisa menagih nya suatu hari ini." kata pria misterius itu sambil membalikan wajah Arana agar berhadapan dengan dirinya, namun hal yang tak terduga malah terjadi
"cup" sebuah ciuman mendarat di pipi pria misterius itu, walau hanya seperkian detik saja, hal itu langsung membuat pria misterius itu terdiam di tempat nya.
"aku tak suka berhutang" kata Arana setelah memberikan sebuah kecupan di pipi pria misterius itu.
"Aku harus melakukan banyak hal untuk nya, agar terus mendapatkan ini." ujar pria misterius itu dengan penuh semangat di dalam hati sambil memegang pipi yang baru saja arana cium.
"Sudah jangan melamun, sana pergi dari kamar ku, ini sudah sangat larut!." usir Arana sambil mendorong tubuh pria misterius itu agar keluar dari kamar nya dan sesegera mungkin langsung menutup pintu kamar nya sebelum pria misterius itu sempat mengucapkan sebuah kalimat dari bibir nya.
"Huh, kau begitu kejam gadis kecil ku, baru saja aku merasa sangat bahagia sekarang sudah di usir keluar begitu saja, gadis kecil ku ini sungguh tak berperasaan" gumam pria misterius itu lalu menghilangkan dari kediaman mentri Huan.
"Untung saja pria misterius itu sudah pergi." gumam Arana saat melihat pria misterius itu telah melesat pergi dari kediaman mentri Huan.
"sudah saat nya aku membangun kediaman ku sendiri" kata Arana sambil mengambil sebuah kertas serta pena untuk membuat sebuah rancangan struktur bangunan rumah yang akan arana tinggali kelak dengan identitas sang ratu bisnis di ibu kota.
...Pagi hari...
Acara penjamuan tahunan para bangsawan akan di mulai dua hari lagi, dan mulai dari hari ini kediaman mentri Huan sudah mulai kedatangan banyak tamu, semua orang sangat sibuk menyambut kedatangan mereka, namun berbeda dengan arana, justru Arana enggan menemui mereka semua, saat di panggil untuk sarapan bersama pun arana menolak nya mentah mentah.
__ADS_1
Di pagi hari yang cerah ini, Arana sedang duduk di taman kediaman utama perdana menteri Huan, dengan di temani secangkir teh serta kue bulan di hadapan nya, hembusan angin segar sesekali melintasi tubuh nya, suasana terasa begitu damai di sana, namun semua nya berubah saat bai min datang menghampiri Arana.
"Enak sekali kau anak sialan duduk santai di sini, apa kau bisa tidak bisa melihat jika semua pelayan di kediaman ini sedang sangat sibuk hari ini!" pekik Bai min saat telah berhadapan dengan Arana.
"oh" jawab Arana singkat dengan wajah yang datar.
"heh kau! seharusnya kau membantu para pelayan itu, ingat kau itu bukan seorang putri yang berharga di kediaman ini! kau harus segera bekerja! cepat pergi!" ujar Bai min dengan nada memerintah.
Bai min sedang berencana ingin mempermalukan Arana di depan banyak bangsawan yang telah datang di kediaman mentri Huan, agar Arana di pandang rendah oleh mereka semua di saat Arana membantu pekerjaan para pelayan, dan jika nanti Arana sudah terlihat begitu menyediakan, Bai min berencana akan berpura pura baik kepada Arana, lalu di saat itu Bai min akan kembali menjebak Arana sehingga semua orang menilai buruk Arana yang telah menyerang kaka nya sendiri yang baru saja menolong Arana.
"Atas hak apa aku harus membantu para pelayan kediaman ini?!" datar Arana yang malas meladeni Bai min.
"karena derajat mu tak lebih tinggi dari seorang pelayan di kediaman ini, jadi tunggu apa lagi, cepat...."
plak!!! belum selesai Bai min berbicara sebuah tamparan keras dari Arana sudah mendarat di pipi mulus Bai min hingga menyisakan memar di sana.
"berani nya kau!" marah Bai min dengan tatapan tajam ke arah Arana, Bai min berniat membalas menampar Arana akan tetapi tangan nya langsung di tangkap dengan mudah oleh Arana.
"ingat satu hal Bai min! aku memang seorang anak yang tak pernah di anggap oleh keluarga ini, tapi kau harus tahu selama nya aku masih lah seorang putri di kediaman ini! dan sebelum aku sendiri yang memutuskan pergi dari ini tak ada satu orang pun yang bisa menindas ku termasuk kau camkan itu!." hardik Arana dengan aura yang sangat menekan hingga Bai min tidak dapat melawan nya.
Arana menghempaskan kasar tangan Bai min hingga membuat kaka nya itu jatuh tersungkur dengan keras ke tanah.
"beraninya kau!, aku akan mengatakan hal ini kepada ayah, agar kau bisa langsung di hukum dengan berat oleh nya" ancam Bai min.
"aku tak perduli" acuh Arana sambil melangkah pergi meninggalkan Bai min.
🍁
jangan lupa beri dukungan kalian yah 🥰
__ADS_1