Pernikahan penuh luka

Pernikahan penuh luka
bab 24


__ADS_3

Tangisan pilu penuh kesakitan dan kegetiran, terdengar di atas ranjang mewah. Tampak terlihat sosok tubuh mungil sedang terkulai lemas tak berdaya dengan tubuh yang tak tertutup sehelai kain pun.


Tubuhnya begitu remuk redam dengan tenaga yang sudah terkulai lemas, sekujur tubuhnya dipenuhi oleh bekas merah lembab. Bukan bekas cumbuan yang terlihat di sana, akan tetapi bekas cengkraman tangan kekar yang tampak di beberapa bagian tubuh mungilnya.


Namun bukan itu yang menjadi poin penting dari segala rasa sakit yang ia rasakan, tapi rasa perih dan sesak di dada yang dominan membuatnya begitu terluka dan tak berdaya.


Apalagi suaminya menggaulinya dalam suasana hati penuh kebencian, dan setiap erangan nikmat yang keluar dari mulut suaminya, hanya ada nama wanita lain yang terucap.


Bisa dibayangkan betapa ngilunya hati dan perasaannya, di saat kehormatan harus diambil paksa oleh suami sendiri dalam keadaan begitu di liputan rasa dendam.


Rasa luka robekan pada area privasinya tidak sebanding dengan perasaan batin yang terluka, bagaikan tersayat-sayat ribuan benda tajam.


Catherine masih menangis nasibnya yang semakin malang, dan menyedihkan. Apalagi, tidak ada tatapan penyesalan di mata suaminya, saat mengambil paksa kehormatannya. Yang ada, hanya tatapan penuh kebuasan dan benci. Setelah pria itu puas, dirinya pun di tinggal begitu saja dalam perasaan hancur.


Catherine merasa dirinya, bagaikan seorang wanita malam yang diabaikan begitu saja, setelah sang pria puas. Apalagi mengingat perlakuan kasar Jeffin kepadanya sepanjang dalam penyatuan.


"Kepada, nasibku begitu menyedihkan," ucap gadis itu lirih dengan pandangan nanar dan kosong terarah ke atas langit-langit kamar.


"Aku, merasa seperti wanita panggilan yang kotor," kembali Catherine berkata lirih dengan tatapan mata yang berkilau oleh genangan air mata yang diterpa sorot lampu.

__ADS_1


"Haruskah, aku pasrah dan terus bersabar? Apa, aku mampu menjalani hidupku yang menyedihkan ini. Aku, pikir dengan menerima perjodohan ini, hidupku akan berubah bahagia, tapi … ternyata semakin menyedihkan." Catherine terus mengeluarkan kata-kata yang bisa menyayat hati seseorang yang mendengarnya.


Catherine tidak mampu lagi untuk mengeluarkan segala macam emosi yang sekarang menumpuk di hatinya.


Ia terlalu lelah dan tak berdaya, ia ingin mengakhiri saja hidupnya saat ini, tapi… itu tidak mungkin. Ia masih memikirkan nama baik kedua orang tuanya dan juga nama baik keluarga Abraham.


Catherine bangkit dari ranjang, dengan tubuh polosnya dan tertatih ia berusaha berjalan ke arah kamar mandi.


Ia mencoba menahan rasa perih menusuk pada area privasinya, dengan menyeret langkahnya.


Kedua kakinya pun masih gemetar bagaikan tak bertulang, berpijak di atas keramik mewah. Ini semua salah pria predator itu, yang menggaulinya berulang kali, sampai ia memohon untuk melepaskan penyatuan tidak sinkron itu.


Dalam guyuran air dingin, Catherine menangis dalam diam. Air matanya luruh bersamaan dengan air shower yang berjatuhan.


………….


"Maafkan, aku sayang. Telah mengingkari janji pernikahan kita. Aku, sudah mengotori tubuhku dengan menyentuhnya, maafkan, aku yang tidak bisa memegang janji," Jeffin terlihat memeluk kedua kaki istrinya dengan menangisi kesalahannya yang sudah, menghianati pernikahan mereka. Apa lagi mengingkari janji kepada sang istri yang akan selalu menjaga hati dan tubuhnya.


Namun entah mengapa malam ini ia begitu terobsesi ingin menghancurkan istri kecilnya itu, dengan melampiaskan segala hasrat yang sudah lama tak tersalurkan.

__ADS_1


Jujur Jeffin pun begitu terkesiap dengan kondisi tubuh istri kecilnya yang masih perawan dan ada tersirat rasa bangga di dalam lubuk hatinya paling dalam saat dirinya yang pertama kali mengambil mahkota berharga istri keduanya itu.


Apalagi baru kali ini Jeffin merasakan sebuah penyatuan yang dalam kondisi masih utuh. Sebelumnya bersama sang istri pertama, Jeffin harus menelan kekecewaan karena bukan dirinya lah' pria pertama yang menyentuh sang istri pertama.


Karena rasa cinta yang begitu besar untuk istrinya itu, Jeffin mengubur dalam-dalam rasa kecewanya dengan menerima sang istri apa adanya.


Dan malam ini ia dapat merasakan hangatnya penyatuan dalam keadaan masih utuh dan kenikmatan itu membuat sisi lain dari hatinya berteriak menginginkan lagi tubuh istri kecilnya itu. Katakan' lah, Jeffin mulai merasa ketagihan dengan penyatuan hangat dengan istri kecilnya. Tapi… rasa ego dan kesetiaannya kepada istri pertamanya membuat Jeffin menelan hasratnya kembali dengan raut wajah frustasi.


"Tidak! Aku, tidak boleh terbuai oleh kenikmatan ini. Aku, hanya mencintai istriku Samantha. Aku, tidak akan membiarkan gadis murahan itu, menghantui pikiranku dengan kehangatan tubuhnya," gumam Jeffin yang kini berbaring di samping istri pertama.


"Akh! Aku, bisa gila kalau terus mengingatnya," erang Jeffin, saat masih merasakan jejak penyatuannya dengan istri kecilnya itu.


Jujur, Jeffin adalah pria dewasa yang memiliki fantasi liar yang berhubungan dengan kehangatan di ranjang. Ia selalu ingin melakukannya dengan Samantha istrinya, tapi… karena rasa tidak tega, Jeffin pun mencoba meredamnya. Dan, malam ini baru pertama kalinya ia mencoba membawa sisi lain dari dirinya itu.


Ia menumpahkan segala hasrat terpendamnya kepada istri kecilnya, yang membuat Jeffin melakukannya berulang kali. Hingga akhirnya ia meninggal istri kecilnya itu dalam keadaan terkulai lemas.


"Maaf, maafkan aku," bisik Jeffin di atas puncak kepala istri pertama dan meninggalkan kecupan sayang.


Sebelum ia memejamkan mata untuk menenangkan tubuhnya yang menginginkan kehangatan itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2