Persimpangan Cinta Rajendra

Persimpangan Cinta Rajendra
PCR 39. Semua Mengejutkan.


__ADS_3

"Rajendra, astaga!"


Rajendra dan Senja terkejut saat mendengar suara seorang wanita yang tak lain adalah Kyara. Wanita itu tampak membulatkan matanya syok melihat pemandangan didepannya. Terlihat Kyara datang bersama Bara yang tak kalah syoknya meski tidak menunjukkan ekspresi apapun.


"Ayah, Ibu," ucap Rajendra benar-benar kaget, tidak menyangka jika kedua orang tuanya akan datang kesana.


Jika ketiga orang itu kaget, Senja apalagi. Ditambah saat mendengar Rajendra menyebut jika keduanya adalah orang tuanya, membuat Senja begitu malu sekali. Ia langsung mendorong Rajendra dengan kasar dan bangkit. Entah apa yang dipikirkan oleh orang tua Rajendra melihat anaknya seperti ini.


Kyara mengerjapkan matanya berkali-kali, ia memandang wanita yang begitu asing itu. Tapi sesaat kemudian matanya kembali membulat saat tiba-tiba saja Senja ambruk dipelukan Rajendra.


"Senja, ada apa denganmu?" Rajendra memekik kaget, karena tiba-tiba Senja yang semula baik-baik saja langsung pingsan.


"Astaga, kenapa dia tiba-tiba pingsan? Coba tidurkan dia dulu," titah Kyara ikut panik melihat anak orang tiba-tiba pingsan seperti itu.


Rajendra mengangguk sigap, ia langsung menggendong Senja dan merebahkan wanita itu disofa. Wajah paniknya itu tidak disembunyikan lagi, dan semua itu tidak luput dari perhatian Kyara.


"Siapa wanita ini? Kenapa kalian?" Kyara tidak sanggup mengatakan hal apa yang telah putranya lakukan.


Kyara malu sendiri rasanya karena memergoki anaknya bermesraan seperti itu. Mengingatkannya pada Bara waktu dulu yang tidak tahu tempat sama sekali.


'Dasar, anak dan Ayah sama saja.'


"Nanti aku akan jelaskan, sebaiknya kita bawa saja dia ke rumah sakit," kata Rajendra benar-benar panik sekali.


Kyara tidak sempat menyahut, tapi Rajendra yang sudah terlampau panik langsung meraih Senja kembali kedalam gendongannya dan membawa wanita itu pergi.


Sesaat setelah kepergiannya, Kyara tampak memandang Bara yang hanya bungkam saja.


"Apa kau tahu sesuatu?" tanya Kyara dengan mata menyipit, curiga jika suaminya sudah tahu tentang wanita asing yang bersama putranya itu.


"Apa yang kau harapkan, Kya? Semua yang terjadi dalam hidup putraku aku tahu," sahut Bara seperti biasa, datar saja.


"Ck, kau ini benar-benar Bara. Kau ingin vertigoku kembali naik? Kenapa malah menyembunyikan masalah seperti ini. Sekarang katakan padaku, siapa wanita itu?" Kyara berdecak kesal, mencoba menyiapkan hatinya untuk mendengar kabar yang akan dikatakan oleh suaminya.

__ADS_1


"Menantumu."


"Apa?"


Kyara tentu sangat terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut Bara. Bagaimana bisa ia tiba-tiba memiliki menantu? Apakah itu juga alasan kenapa akhir-akhir ini Rajendra sering tidak pulang kerumah?


"Mengomelnya nanti saja, sebaiknya kita menyusul Rajendra ke rumah sakit. Perasaanku tidak enak," kata Bara langsung mengambil ancang-ancang saat melihat Kyara akan mengeluarkan jurus mengomelnya. Ia pun masih bingung kenapa anaknya tiba-tiba menikah dengan wanita yang entah darimana asalnya.


Kyara mendesis pelan, ia melirik kesal pada suaminya yang hanya bisa memasang wajah dingin itu.


"Kau hutang penjelasan padaku, Bara."


________


Senja tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Semua rentetan kejadian seolah bergerak sangat cepat tanpa bisa dicegah. Ia yang terlalu kaget saat tahu jika orang tua Rajendra datang, mendadak begitu ketakutan hingga kepalanya tiba-tiba sangat berat. Ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri sampai akhirnya terjatuh kedalam pelukan Rajendra.


Kini, ia tengah diperiksa oleh Dokter dan ditanyai berbagai pertanyaan yang membuat kepalanya semakin berdenyut-denyut.


Namun, Senja yang terlalu syok mendadak ngeblang, kata-kata Dokter itu jelas terdengar di telinganya. Tapi ia seolah ingin menulikan dirinya agar tidak mendengar kabar yang membuat jantungnya berdetak tak karuan.


'Tekanan darah rendah.'


'Vitamin untuk mengurangi rasa pusing.'


'Semoga Nona dan bayinya Sehat.'


Kata bayi itu terngiang-ngiang ditelinga Senja. Jika ada bayi dalam perutnya, itu artinya dia? ...


"Dokter, bagaimana keadaannya?" Terdengar suara Rajendra bertanya dengan panik dari balik tirai yang tertutup.


"Keadaan Nona baik-baik saja, mungkin tekanan darahnya yang cukup rendah, dan hal ini pula yang membuat Nona bisa pingsan secara tiba-tiba. Atau mungkin karena Nona melakukan gerakan yang tiba-tiba dan hal itu memicu reflek dari kondisi Nona saat ini," jelas Dokter itu.


"Kondisi saat ini?" Rajendra mengernyit tidak mengerti.

__ADS_1


"Benar Tuan, setelah saya melakukan pemeriksaan, ternyata dugaan saya benar. Nona sedang mengandung, sekarang usianya mungkin sekitar 4 Mingguan. Selamat ya, Tuan."


Sama halnya dengan Senja, pria itu juga kaget bukan kepalang mendengar penjelasan Dokter itu. Meski ia sudah menduga jika kemungkinan besar Senja bisa hamil karena ingat waktu malam itu, ia tidak menggunakan pengaman dan ia entah melakukannya berapa kali dalam semalam.


'Karena terlalu larut dalam kecemburuan buta dan euphoria keperawanan Senja, malah membuat ia melupakan segalanya, sialan!'


Namun, bukan hanya kehamilan Senja yang membuat Rajendra merasa frustasi. Melainkan kedua orang tuanya yang ternyata mendengar jelas semua penjelasan Dokter tersebut.


"Jadi gadis itu sudah hamil?" Kyara bertanya kaget, seharian ini ia sudah mendapatkan kabar mengejutkan dua kali. Dan keduanya benar-benar diluar pemikirannya sama sekali.


Rajendra hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sekarang sudah tidak ada lagi yang harus ia tutupi. Semuanya bahkan sudah terbongkar dengan cepat.


"Ibu, aku bisa menjelaskan," kata Rajendra harus berhati-hati agar tidak membuat Ibunya kembali sakit karena kabar ini.


"Jelaskan apalagi? Kalau kau sudah menikah dan sekarang istrimu sudah hamil? Keterlaluan, kenapa menyembunyikan masalah sebesar ini dari Ibu? Kau sudah tidak menganggap Ibu ada, begitu?" semprot Kyara benar-benar kesal sekali, merasa sudah dibohongi oleh kedua orang penting dalam hidupnya.


"Tidak seperti itu Ibu, ini semua tidak seperti yang Ibu pikirkan, aku ... ." Rajendra sendiri bingung harus menjelaskannya bagaimana. Apakah ia harus menjelaskan kalau ia dan Senja menikah karena dijebak orang?


"Tidak seperti itu bagaimana? Tega sekali kau dengan Ibu, apa kau malu mempunyai Ibu sampai merahasiakan ini semua?" tukas Kyara memandang kecewa pada putranya, membuat Rajendra merasa sangat bersalah.


"Mana mungkin Ibu? Aku hanya belum sempat saja membicarakan ini semua. Aku-"


"Sudah diam, kau dan Ayahmu memang sama saja. Kalian bertindak seolah apa yang kalian lakukan itu sudah paling benar. Benar-benar keterlaluan," omel Kyara beralih memandang kesal pada suaminya yang masih bertahan untuk diam.


"Maafkan aku," ucap Rajendra menunduk, menunjukkan sikap bersalahnya, paling tidak bisa jika Ibunya sudah marah seperti ini.


Kyara hanya mendengus kecil, inilah yang paling ia tidak suka dari Bara. Pria itu selalu menutupi masalah apapun darinya karena menganggap tidak ingin membebaninya. Sudah berulang kali Kyara mengatakan pada Bara untuk menceritakan apa saja, tapi sayangnya Bara tetap kukuh dengan pendirinya, dan sifat itu malah menurun kepada anaknya sendiri.


"Siapkan saja pembelaanmu nanti, Ibu ingin bertemu dengan gadis yang menjadi menantu Ibu."


Happy Reading.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2