Persimpangan Cinta Rajendra

Persimpangan Cinta Rajendra
PCR 56. Honeymoon?


__ADS_3

Pasang surut hubungan sudah menjadi hal yang biasa dalam sejarah kehidupan. Ada kalanya kita berada diatas, dan ada kalanya juga kita berada dibawah karena roda kehidupan pun terus berputar.


Tak terasa sudah satu bulan berlalu setelah pertemuan keluarga waktu itu. Hubungan Senja dan Rajendra kini sudah membaik meski Senja masih belum sepenuhnya melupakan kesalahan yang dibuat Rajendra. Senja masih sangat ingat bagaimana dulu Rajendra dengan mudah mencampakkan dirinya. Bahkan Rajendra dengan tega merenggut paksa mahkota miliknya dengan cara yang kasar.


Namun, dengan sikap manis Rajendra yang selalu ditunjukkan, benteng kokoh dalam hati Senja mulai luluh meski ia masih bersikap biasa saja.


"Rajendra, kamu ke kantor nggak hari ini? Mau pakai baju yang mana?"


Seperti biasa, setiap paginya Senja menyiapkan keperluan Rajendra untuk ke kantor. Dari mulai memasak dan juga menyiapkan bajunya. Belakangan ini memang itulah rutinitasnya karena sekarang Senja tidak muntah-muntah seperti saat awal kehamilan.


Kalau dipikir-pikir, memang sih selama ia tidur bersama Rajendra, ia tidak mengalami muntah-muntah hebat seperti dulu.


'Sepertinya benar kata Rajendra, anakku ini sangat suka dekat dengan Ayahnya. Makanya aku sudah tidak muntah lagi.'


"Hari ini aku libur sampai seminggu kedepan," kata Rajendra dari tempat tidurnya, pria itu enggan untuk beranjak karena masih terlalu nyaman.


"Seminggu? Tumben lama banget libur." Senja mengerutkan dahinya.


"Ya, karena ini perintah langsung dari Nyonya besar, aku tidak bisa menolaknya, Sayang." Rajendra menyahut santai.


"Nyonya besar? Maksudnya Ibu kamu?" tanya Senja lagi.


"Siapa lagi kalau bukan Ibu. Daridulu ibuku memang yang terbaik. Sekarang sebaiknya kamu mandi, kita akan pergi," kata Rajendra bangkit dari tidurannya.


"Pergi? Pergi kemana?" Senja yang sebelumnya sedang sibuk menata baju, langsung menoleh. Tapi ia malah kaget saat Rajendra sudah berdiri tepat dibelakangnya.


"Rajendra, awas ah." Senja mencoba menjauhkan dirinya.


"Kalau aku tidak mau?" Bukannya menurut, Rajendra justru meletakkan tangannya diantara kedua kepala Senja, memerangkap wanita itu.


"Kamu ini mau apa? Ingat ya, aku masih marah," kata Senja dengan ketusnya.


"Aku menginginkanmu," sahut Rajendra sekenanya.


"Ha?"


"Apa karena terlalu nyaman denganku sampai tidak mendengar apa yang aku katakan? Aku menginginkanmu," bisik Rajendra tepat ditelinga wanita itu.

__ADS_1


Senja memejamkan matanya, ia tidak boleh terlena dengan mudah. Dengan sekuat tenaga, ia langsung mendorong bahu Rajendra.


"Jangan macam-macam, Rajendra. Ingat, kau juga sudah janji untuk tidak melakukan hal itu padaku sebelum aku memaafkanmu," kata Senja dengan suara tegasnya.


Kali ini ia benar-benar harus bersikap sangat hati-hati, tidak ingin jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.


"Tidak masalah, setelah ini, aku yakin kamu pasti akan maafin aku," ujar Rajendra tersenyum penuh percaya diri.


"Maksudnya?" Dahi Senja semakin berkerut dalam.


"Ya, setelah ini kita akan pergi honeymoon ke pulau Bali. Persiapkan dirimu, aku pasti akan membuatmu tergila-gila padaku," bisik Rajendra memasang wajah sen sualnya.


"Honeymoon?" Senja membulatkan matanya syok. "Siapa yang mau pergi honeymoon? Aku tidak mau ya Rajendra, " kata Senja langsung menolak.


"Tidak masalah, kamu bisa mengatakannya sendiri pada Ibu," sahut Rajendra santai saja, ia sudah yakin kalau Senja tidak akan bisa menolak kali ini.


"Kenapa harus aku? Ya kamulah yang harus ngomong sama Ibu. Aku nggak mau honeymoon," sergah Senja seraya berdecak kesal, siapa juga yang mau berbulan madu.


"Oh tidak bisa, kesempatan emas sudah ada didepan mata. Kalau kamu ingin membatalkan acara ini, silahkan menghubungi Nyonya besar Nona," ujar Rajendra mengerlingkan sebelah matanya, mengulas senyum penuh percaya diri yang begitu menjengkelkan.


"Bagaimana? Masih ingin menolak juga? Pesawat kita masih take off satu jam lagi," celetuk Rajendra semakin membuat Senja kesal saja.


"Jika kamu berpikir bisa membuat aku tergila-gila padamu, lakukanlah. Aku yakin, kamu tidak sehebat itu, Rajendra." Senja melengos seraya berlalu pergi, ia harus membuat jalan Rajendra tidak mudah untuk mendapatkan dirinya.


'Jadi cewek 'kan emang harus jual mahal. Ia memang polos, tapi ia tahu harus bersikap bagaimana menghadapi pria manipulatif seperti Rajendra ini. Ia harus belajar dari pengalaman.'


Rajendra terkekeh-kekeh mendengar ucapan Senja, ia melipat tangannya diatas perut dengan ekspresi sangat percaya diri.


"Kau menantangku, Nona? Baiklah, ayo kita selesaikan sekarang."


____****____


Karena sudah tidak ada pilihan lagi, Senja akhirnya mau pergi honeymoon ke pulau Bali seperti keinginan Ibu mertuanya. Mereka berdua baru sampai di Bali setelah 2 jam menempuh perjalanan udara.


Senja yang merasa lelah habis perjalanan jauh, langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur, merenggangkan otot-ototnya yang sangat pegal.


"Mandi dulu aja biar seger, nanti baru tidur," tegur Rajendra melirik kearah istrinya yang sangat kelelahan itu.

__ADS_1


"Mau tidur dulu." Senja menyahut dengan gumamam rendah.


"Baiklah, aku mandi dulu kalau begitu. Habis itu kita cari makan, kamu pasti laper," ujar Rajendra seraya berlalu ke kamar mandi.


Senja tidak menyahut, ia masih menikmati waktu istirahatnya dengan ditemani angin sepoi-sepoi yang terasa sangat sejuk. Ia baru saja akan jatuh ke alam mimpi tapi tiba-tiba terdengar suara dering ponsel yang memekakkan telinga.


"Astaga, siapa yang menghubungiku?" Senja berdecak kesal.


Dengan malas, ia mengambil ponselnya di tas lalu melihat siapa yang sudah menghubunginya. Ketika melihat nama sang penelepon, Senja langsung kaget hingga terduduk.


"Ibu!"


Senja langsung mengangkat panggilan itu karena Ibu mertuanya yang menelpon.


"Halo Ibu?" ucap Senja.


"Halo Senja, kamu udah sampai belum?" Suara heboh Kyara langsung terdengar memenuhi gendang telinga Senja.


"Iya baru saja sampai. Ada apa memangnya, Bu?" tanya Senja.


"Oh tidak, Ibu hanya ingin tahu kabar kalian saja, Sayang. Have fun ya disana, semoga hubunganmu dengan Rajendra semakin hangat setelah ini," ujar Kyara sangat berharap.


"Hubungan kami baik-baik saja kok, Bu. Ibu nggak perlu khawatir," kata Senja, menutupi segalanya.


Kyara menghela nafas rendah, ia tahu jika selama ini hubungan putra dan menantunya tidak terlalu baik. Untuk itulah ia merencanakan acara honeymoon ini agar hubungan mereka semakin dekat.


"Oh ya, Sayang, kamu udah buka koper yang dari Ibu belum?" kata Kyara teringat sesuatu.


"Koper? Belum Bu, memangnya kenapa?" Senja mengerutkan dahinya tidak mengerti.


"Itu adalah spesial dari Ibu, Sayang. Nanti coba kamu tanyakan pada Rajendra bagaimana pendapatnya. Awas ya, harus dipakai, kalau enggak Ibu bakalan marah," kata Kyara dengan senyum manisnya.


Senja menekuk wajahnya tidak mengerti, ia ingin bertanya lebih lanjut, tapi Kyara sudah mematikan sambungan telepon itu. Senja lun sangat penasaran, memangnya apa isi kopernya sampai Kyara akan marah kalau ia tidak memakainya?


Happy Reading.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2