Persimpangan Cinta Rajendra

Persimpangan Cinta Rajendra
PCR 59. Pesona Lautan.


__ADS_3

Cuaca pagi itu cukup terik, tapi karena angin yang cukup kencang, membuat panas matahari tidak begitu terasa. Rajendra terlihat sedang mengecek persiapan alat-alat yang akan ia gunakan menyelam bersama seorang salah satu anak buah kapal itu.


Awalnya Rajendra masih begitu fokus, tapi beberapa saat kemudian ia mendengar suara yang cukup berisik dari beberapa orang. Ia lalu mengangkat pandangannya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Namun, Rajendra justru terkejut bukan kepalang saat melihat Senja datang dengan memakai bikini yang begitu seksi. Bikini itu berwarna hijau tosca dengan model pita besar dibagian dada, lalu ada tali kecil yang menyilang diperutnya. Senja sudah seperti model Victoria secret saat berjalan kearah Rajendra. Sangat seksi dan menggoda, membuat para pria disana tidak bisa memalingkan wajahnya.


Menyadari hal itu, Rajendra langsung bangkit, ia buru-buru menghampiri Senja sebelum wanita itu sampai didekatnya.


"Siapa yang menyuruhmu memakai baju ini?" bentak Rajendra begitu geram, ia langsung menarik tali kimono yang dipakai Senja lalu mengikatnya sangat kuat.


Rajendra juga memberikan tatapan yang sangat tajam pada pria-pria yang berani menatap Senja dengan tatapan lapar. Membuat ia ingin sekali mencolok mata mereka.


"Kamu ini kenapa sih? Katanya kita mau menyelam? Aku harus pakai baju beginilah," sahut Senja tidak mau kalah, ia kembali membuka simpulan yang sudah dibuat Rajendra dan malah sengaja memamerkan tubuhnya.


"Senja!" Rajendra membentak tertahan. "Tidak bisakah kamu menurut saja kali ini? Aku tidak suka melihat kamu pakai baju kayak gini lagi," ucap Rajendra kembali menarik tapi baju itu dan mengikatnya sangat kuat.


"Ish." Senja berdecak kesal, ia langsung melengos lalu pergi meninggalkan Rajendra, padahal ia ingin seperti para wanita-wanita disana yang tampil seksi, tapi Rajendra malah melarangnya.


Senja lalu memilih duduk dikursi sembari menikmati angin laut. Ia merebahkan tubuhnya dengan kaki sedikit ditekuk sehingga paha mulusnya terekspos.


Rajendra semakin kesal, ia kembali mendekati wanita itu lalu menarik kimononya agar paha istrinya tidak terlihat oleh mata-mata liar disana.


"Kamu ini, ingin menggodaku ya?" cetus Rajendra.


"Apa lagi sih," gerutu Senja sangat kesal, kenapa semua yang dilakukannya salah?


"Sengaja memamerkan tubuhmu? Ingin membuat aku mengingkari janji yang aku buat?" dengus Rajendra, ia melirik anak buah kapal yang yang sejak tadi terus menatap istrinya dengan lapar itu.


"Menggoda apa? Aku cuma pengen kayak wanita itu loh. Mereka biasa aja tuh," jelas Senja.


"Aku tidak peduli pada mereka. Mau mereka tidak memakai baju aku tidak peduli. Tapi jika kamu yang melakukannya, aku tidak akan membiarkannya," kata Senja.


"Memangnya kenapa lagi? Bukannya-"


"Karena aku mencintaimu. Aku tidak suka tubuhmu dilihat pria lain selain aku. Senja, tolong kasihanlah hatiku ini, aku bisa mati karena cemburu," ucap Rajendra memandang Senja dengan raut wajah memelasnya. Ia bisa gila jika Senja terus berpakaian seksi seperti itu.

__ADS_1


Senja tersenyum, ia mengalihkan pandangannya agar tidak terlalu kentara. Hatinya benar-benar senang sekali, bahkan lebih senang dari saat Rajendra menyatakan perasannya kemarin.


'Rajendra cemburu? Seorang Rajendra cemburu?'


"Permisi, Tuan. Alat-alatnya sudah siap," ujar anak buah kapal menghampiri Rajendra.


"Baiklah, aku akan kesana." Rajendra mengangguk pelan.


"Ayo." Rajendra lalu mengajak Senja untuk bangkit dan memakai baju khusus untuk menyelam serta alat-alat lainnya.


"Rajendra, bagaimana cara memakainya? Aku tidak bisa," kata Senja dengan wajah bingungnya.


"Akan aku pakaikan," ujar Rajendra.


Rajendra memakai baju selamnya terlebih dulu, lalu ia membantu Senja memakainya. Ia duduk berjongkok didepan wanita itu, lalu Senja perlahan-lahan memakai bajunya dengan bantuan Rajendra.


Rajendra menahan nafasnya, mencoba menormalkan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Napasnya memburu melihat tubuh seksi Senja yang berdiri indah didepannya. Ia lalu mulai menarik resleting baju itu, dari bawah. Menatap setiap jengkal tubuh Senja yang mulus dan putih. Adegan itu sudah seperti adegan 21+ di film-film.


"Sudah," kata Rajendra mengembuskan nafasnya kasar, merasa lega karena kini tubuh istrinya sudah tertutup rapat.


Rajendra hanya menanggapi dengan senyuman, ia lalu meraih tangan Senja dan membawa wanita itu ke bagian samping kapal.


Semua alat sudah terpasang ditubuh masing-masing, dan Rajendra mulai menggenggam tangan Senja lalu menatap wanita itu. Ia mengangguk serta memberikan gestur dalam hitungan ketiga mereka akan melompat.


Senja mengangguk mengerti, ia sebenarnya sangat takut, tapi saat merasakan genggaman tangan Rajendra yang sangat kuat, membuat ia tidak takut lagi.


Dalam hitungan ketiga, Rajendra dan Senja melompat kedalam lautan. Suara riak air terdengar saat tubuh keduanya masuk kedalam air.


Senja sempat memejamkan matanya, tapi ia merasakan Rajendra menepuk lengannya, membuat ia membuka matanya kembali. Dilihatnya Rajendra yang seperti tersenyum lalu menunjuk arah didepannya.


Senja mengikutinya, melihat kearah yang ditunjukkan oleh Rajendra. Untuk sepersekian detik ia begitu kaget, lalu pandangannya berubah takjub melihat keindahan bawah laut. Ikan-ikan kecil tampak berenang disekeliling terumbu karang yang sangat indah.


Selama hidupnya, baru kali ini Senja melihat pemandangan yang begitu menakjubkan.


Rajendra lalu menuntun Senja untuk berenang lebih dalam lagi, menunjukkan pesona laut yang sangat luar biasa. Memang lautan memiliki rahasia yang tidak bisa ditebak oleh manusia. Lautan memang indah, tapi juga menghanyutkan, tampak sangat tenang dan sunyi tapi tanpa siapapun tahu, laut bisa merenggut nyawa kita sewaktu-waktu.

__ADS_1


Rajendra benar-benar membuat pengalaman Senja sangat berkesan. Pria itu menunjukan bagian laut yang paling indah dan tidak akan terlupakan. Setelah dirasa cukup, Rajendra lalu mengajak Senja naik ke permukaan.


"Bagaimana?" tanya Rajendra setelah melepaskan alat selamnya.


"Menakjubkan, disana sangat indah sekali Rajendra," kata Senja tersenyum sangat manis. "Ini adalah hal terindah yang pernah aku lakukan. Aku tidak akan meluapkannya," lanjut Senja lagi.


Rajendra tertawa kecil mendengarnya. "Baiklah, kapan-kapan aku akan mengajakmu menyelam lagi. Kita akan mencari lautan yang lebih indah dari ini," kata Rajendra.


"Yang lebih indah dari ini? Memangnya ada?" Senja bertanya tidak percaya.


"Tentu saja ada, kita akan ke luar negeri," sahut Rajendra lagi.


Senja tidak bisa berkata-kata, memang jika orang kaya 'kan bebas. Mau menyelam saja harus ke luar negeri segala.


"Ayo masuk, disini sangat panas. Istri aku kepanasan gini," kata Rajendra melihat kulit Senja yang sudah kemerah-merahan.


"Apa sih, udah biasa juga," ujar Senja merasa Rajendra ini terlalu lebay.


"Nggak ada yang biasa dari kamu, semuanya pasti luar biasa. Ayo masuk." Rajendra bangkit terlebih dulu, ia lalu mengulurkan tangannya pada Senja.


Senja menyambut uluran tangan itu, lalu ikut bangkit. Ia terus saja menatap Rajendra membuat pria itu mengernyitkan dahinya.


"Ada apa?" tanya Rajendra.


Senja tidak langsung menjawab, ia mendekatkan dirinya, untuk pertama kalinya memberanikan diri untuk menyentuh leher Rajendra yang sangat tinggi. Ia lalu sedikit menjinjit lalu mencium pipi Rajendra sekejap.


"Terima kasih, aku mencintaimu," ucapnya kemudian buru-buru berlalu pergi, merasa malu sekali dengan apa yang dilakukannya.


Rajendra membesarkan matanya, ia mengusap pipinya yang baru saja dicium Senja. Bibirnya otomatis melengkungkan senyum manis, sedetik kemudian menggelengkan kepalanya, lalu kembali tersenyum manis.


"Anak itu benar-benar ...." Rajendra tersenyum-senyum sendiri, padahal hanya ciuman biasa, tapi Rajendra sudah seperti ini.


'Sialan!'


Happy Reading.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2