Persimpangan Cinta Rajendra

Persimpangan Cinta Rajendra
PCR 41. Teramat Menyakitkan.


__ADS_3

Kabar pernikahan tentang Rajendra dan Senja itu tidak bisa ditutupi lagi. Semua keluarga besar Bara sudah tahu karena Kakek Hardi ingin mengadakan pertemuan keluarga. Dan hal itu tentunya sampai ditelinga Steven yang sengaja dihubungi oleh Kakak Hardi sebagai satu-satunya keluarga yang paling penting.


"Kenapa Stev? Ada apa Kakek memintamu untuk datang kesana?"


Rania langsung bertanya saat melihat suaminya itu pulang ke rumah. Dari wajahnya saja Rania bisa menebak kalau ada sesuatu yang cukup mengusik hati suaminya itu.


"Kakek meminta kita semua datang kesana besok," sahut Steven bingung harus menjelaskan bagaimana.


"Memangnya ada apa? Apa ada hal serius?" tanya Rania lagi.


"Kakek bilang Rajendra sudah menikah tanpa sepengetahuan Bara dan Kyara. Kakek ingin memperkenalkan wanita itu kepada kita karena kita satu-satunya keluarga Bara," ujar Steven menghela nafas panjang.


"Rajendra menikah?" Rania begitu terkejut mendengar kabar itu. Tapi sesaat kemudian keterkejutan itu berubah menjadi kecemasan.


"Stev, apa kau benar-benar serius? Rajendra sudah menikah? Siapa wanita itu Stev? Bagaimana dengan Kalea?" cerca Rania teringat akan putrinya yang selama ini begitu mencintai Rajendra, bahkan Rania sering melihat putrinya itu menangis karena tidak bisa menemui Rajendra.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Kalea. Bukankah aku sudah meminta dia untuk melupakan pria itu?" ujar Steven.


"Stev, kau sangat mengenal putri kita. Apakah kau pikir semudah itu dia merupakan Rajendra? Tidak Stev, dia masih memikirkannya dan menangisinya setiap waktu. Selama ini dia hanya berpura-pura baik-baik saja di depanmu karena dia sangat menyayangimu," sergah Rania mengungkapkan segala apa yang dilihatnya selama ini.


Steven mengerutkan dahinya, tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rania.


"Itu hanya pemikiranmu saja Rania, putri kita sudah berjanji untuk melupakan pria itu dan memutuskan hubungan dengannya. Aku percaya putriku tidak akan mengingkari janjinya," kata Steven masih bersikukuh, ia sangat ingat betul jika Kalea sudah berjanji akan melupakan Rajendra setelah kejadian waktu itu.


"Aku yang lebih mengenal putriku Stev, mungkin dia bisa membohongimu, tapi tidak dengan aku. Dia pasti sangat sedih jika tahu kabar ini." Rania mengusap wajahnya dengan kasar, tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya Kalea nanti jika tahu tentang pernikahan Rajendra.


"Dia hanya sedih sesaat Rania, setelah itu dia pasti akan bangkit. Lagipula aku merasa dengan hal ini bisa mempermudah rencana kita," kata Steven lagi.

__ADS_1


"Rencana apa maksudmu?" Rania mengernyit tidak mengerti.


"Aku sudah memikirkannya, bahkan sebelum ada masalah ini Rania. Aku merasa Kalea butuh sosok orang yang bisa menjaganya ketika aku tidak ada nanti, dan aku sudah menemukan orang itu," ujar Steven seraya memandang Rania begitu dalam.


"Apa maksudmu Stev? Kau ingin menjodohkan putri kita? Aku tidak menyetujuinya," sanggah Rania langsung.


Rania adalah wanita yang menjadi korban perjodohan orang tua mereka. Dengan embel-embel kata orang baik dan orang yang tepat, nyatanya tidak membuat Rania bisa merasakan kebahagiaan dalam berumah tangga. Justru yang ada adalah sebuah penghianatan. Dan ia tidak mau hal itu terulang kembali kepada putrinya nanti.


"Rania, dengarkan aku dulu. Kau sudah sangat mengenalnya, dan dia benar-benar pria yang sangat cocok untuk Kalea," ujar Steven mencoba untuk membuat Rania mengerti.


"Apapun alasannya, aku tidak menyetujuinya Stev." Rania membantah dengan suara yang tegas. "Asal kau tahu Stev, terkadang kita sebagai orang tua memang memikirkan apa yang terbaik untuk putri kita. Tapi kita tidak pernah bertanya apakah putri kita bahagia atau tidak. Kau bersikap sangat egois memisahkan Kalea dengan Rajendra, lalu kau ingin menjodohkan ya dengan pria yang menjadi pilihanmu. Sekarang bagaimana jika posisinya di balik? Apakah kau akan menerima itu semua?"


Steven terdiam, merasa tertampar oleh kata-kata Rania itu. Apakah benar ia sekejam itu? Dia hanya tidak ingin membuat putrinya terluka, tapi kenapa Rania malah menganggap semua itu sebuah kesalahan.


"Aku harap, setelah ini Kalea masih bisa tersenyum meski itu hanya sebuah kepura-puraan. Merelakan itu jauh lebih sakit daripada kehilangan, Stev." Lirih Rania tanpa sadar menitihkan air matanya karena teringat akan masa lalunya.


Pranggggggg!!!!


Keduanya terkejut saat tiba-tiba mendengar suara benda yang jatuh. Steven dan Rania saling pandang lalu melihat kearah pintu kamar yang terbuka dan menampakkan sosok Kalea disana.


"Kalea ... ."


Kalea mengigit bibirnya untuk meredam suara tangisannya. Ia mendengar semuanya tanpa terkecuali. Dan ia mendengar dengan jelas tentang pernikahan sosok pria yang masih tersimpan rapat dihatinya itu. Sebuah kabar yang begitu menyakitkan hingga membuat Kalea sesak nafas.


Tanpa mengatakan apapun, Kalea langsung berlari pergi meninggalkan kamar orang tuanya. Ia ingin menanyakan langsung kepada Rajendra jika apa yang didengarnya itu tidak benar.


"Kalea, tunggu Sayang!" teriak Rania langsung berlari menyusul putrinya.

__ADS_1


Steven sendiri tidak menyangka jika Kalea ada disana. Wanita itu pasti mendengarkan semua pembicaraannya dengan Rania tadi.


_______


Kalea langsung pergi membawa mobilnya, tidak mempedulikan Mamanya yang berteriak-teriak memanggilnya dan meminta untuk berhenti. Ia tidak bisa menerima ini semua dan masih berharap jika semua ini adalah mimpi buruknya saja.


"Tidak mungkin, Kak Rajendra tidak mungkin menikah dan meninggalkan aku. Dia sudah berjanji akan menungguku dan kita akan mengikat janji suci pernikahan," ucap Kalea seraya terus menangis sesenggukan.


Bagaimana bisa Kalea menerima semua itu begitu saja. Luka hatinya bahkan masih belum kering karena orang tuanya menyuruhnya untuk berpisah dengan Rajendra, dan ia pun masih mencoba menggenggam harapan yang masih tersimpan rapat dihatinya. Karena Kalea percaya jika hati Rajendra masih miliknya.


Namun, kenapa justru sekarang Rajendra sudah menikahi wanita lain?


"Tidak, semua itu tidak benar. Ini pasti salah, Kak Rajendra tidak mungkin menikah dengan siapapun. Ya, aku yakin itu." Kalea mengusap air matanya dengan kasar, mencoba meyakinkan hatinya sendiri jika semua yang didengarnya itu tidak benar.


Kalea segera menambah kecepatan mobilnya dengan cukup tinggi. Tempat tujuan utamanya saat ini adalah kantor Rajendra. Ia harus menemui pria itu segera dan meminta penjelasan tentang ini semua.


Sesampainya disana, Kalea ingin langsung masuk kedalam. Tapi ternyata bersamaan dengan mobil Rajendra yang terlihat memasuki kantor. Kalea menunggu pria itu turun dan ia ingin langsung menyusulnya.


Kalea terdiam saat melihat Rajendra mengitari mobilnya dan membukakan pintu untuk orang yang berada didalam mobil itu.


Kalea mengerutkan dahinya, cukup penasaran tentang sosok orang yang diperlakukan begitu istimewa seperti Rajendra memperlakukan dirinya.


Namun, saat Kalea melihat sosok wanita lain yang begitu cantik turun dari mobil Rajendra, air matanya langsung meleleh tanpa bisa dicegah. Ia mencoba mencari pegangan untuk mempertahankan kakinya yang mendadak goyah.


Tapi hal itu nyatanya tak lebih menyakitkan dari saat Kalea melihat bagaimana Rajendra memeluk pinggang wanita itu dengan posesif, segenggam harapan yang semula masih tersisa, kini hancur sia-sia dan lenyap dalam sekejap mata hingga menyisakan luka besar yang menganga dihati Kalea.


Happy Reading.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2