Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali
Aku Mencintai Mu


__ADS_3

"Aku mencintai mu." bisik Raka di telinga Ririn. Seketika Ririn membalikkan badannya menghadap Raka. Akhirnya Raka mengatakan apa yang selama ini ingin didengarkan oleh Ririn.


"Benarkah ?" senyum terkembang di wajah cantik Ririn menandakan hatinya sedang berbunga-bunga. Raka mengangguk dan mempererat pelukannya untuk lebih meyakinkan Ririn.


"Sejak kapan ?" tanya Ririn lagi yang begitu bahagia malam ini. Sepertinya Ririn sudah kembali ke bentuk aslinya. Si tukang berisik.


Raka bangun dan menyandarkan tubuhnya di tempat tidur, menarik Ririn dalam pelukannya. Ririn membenarkan selimut sampai menutupi dadanya. Dia sangat antusias menunggu jawaban dari Raka.


"Sejak kau selalu memergokiku sedang menangis dan menertawakan ku." Raka terbayang masa lalunya. Saat itu merupakan saat terberat dalam hidupnya. Tapi, sekarang dia bisa menceritakan semua dengan keadaan tersenyum.


"Mengapa kau tidak mengatakan pada ku dari dulu ?" Ririn memukul dada Raka merasa kesal juga bercampur bahagia.


"Aku ingin mengatakannya pada hari terakhir kau melihat ku, tapi sesuatu terjadi pada ayah ku, jadi aku harus pergi dan setelah hari itu kita tidak bertemu lagi." Raka menahan tangan Ririn kemudian mencium tangan itu dengan sayang.


"Jadi mengapa kau baru mengatakan sekarang ?" Tanya Ririn yang tak puas hati dengan jawaban Raka.


Raka mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Ririn. Raka mengubah posisinya ke atas Ririn, mengukunng tubuh Ririn dibawahnya.


"Hei, wanita keras kepala. Apa kau lupa saat pertama kita bertemu kembali ? Kau pura-pura tidak mengenali ku, hemm. Kau bahkan menolak untuk menikah dengan ku." Raka menatap tajam wajah Ririn.


Ririn merasa malu karena ternyata Raka sudah mengetahui jika saat itu dia berbohong pura pura tidak mengenalinya.


"Aku kan ketakutan saat itu." kata Ririn jujur. Waktu itu dia memang benar-benar ketakutan apabila bertemu dengan orang-orang dari Wiratama Grup.


"Apa sekarang kau masih takut ?" Tanya Raka.


Ririn menggeleng, "Tidak, karena sekarang kau sudah mencintai ku." ucapnya tersenyum dan mengalungkan kedua tangannya di leher Raka.


"Dari dulu aku juga sudah mencintai mu."


"Tapikan aku tidak tahu karena kau tidak pernah mengatakannya." Ririn mulai kesal karena Raka terus menggodanya.

__ADS_1


Raka tersenyum melihat tingkah Ririn yang menggemaskan, membuatnya tidak tahan untuk tidak memakannya.


Cup


Akhirnya Raka membungkam mulut Ririn yang sedari tadi terus saja berbicara.


***


Hari ini Ririn seperti di lahirkan kembali. Dia begitu bahagia setelah mendengar langsung pernyataan cinta dari Raka. Tidak ada lagi rasa was-was dalam hatinya. Ririn juga bisa bebas untuk menunjukkan kasih sayang dan cintanya kepada Raka.


Ririn mengantarkan Raka sampai di depan pintu.


"Bersiaplah nanti siang, supir akan mengantarkan mu ke kantor. Kita akan makan siang bersama."


"Baiklah." Ririn tersenyum senang. Hari ini dia akan melihat jalanan.


Raka mencium sekilas bibir Ririn membuat wajahnya merona malu, karena ada Arya di sana yang sedang berdiri membukakan pintu mobil.


Senyum terus menghiasi wajah tampan Raka sehingga dia masuk kedalam mobil. Arya mulai menjalankan mobilnya menuju perusahaan Wiratama Grup.


"Apa ada lagi yang tuan butuhkan ?" tanya Arya sebelum keluar dari ruangan CEO.


"Aku ingin memesan sesuatu untuk istri ku. Bisakah kau menyiapkan sebelum Minggu depan ?" Menatap Arya dengan serius.


"Sesuatu seperti apa yang tuan inginkan ?" Arya mendudukkan tubuhnya di depan Raka. Sepertinya Raka akan membicarakan sesuatu hal yang penting.


Sementara itu di rumah, Ririn sudah siap untuk pergi. Supir sudah menunggu di luar, membukakan pintu mobil untuknya.


"Terima kasih, pak." Ririn masuk ke mobil sambil tersenyum ramah kepada pak supir.


Sepanjang perjalanan rasanya jantung Ririn terus saja dag dig dug. Ini kali keduanya ia akan mendatangi Perusahaan Wiratama Grup. Kemegahan bangunannya selalu membuat Ririn merasa takjub.

__ADS_1


Ririn menetralkan nafasnya ketika memasuki gedung Wiratama Grup. Dia berusaha bersikap setenang mungkin untuk menghilangkan debaran di jantungnya.


David yang kebetulan berada di lobby saat itu melihat kedatangan Ririn dan langsung menyapanya.


"Selamat datang, nona."


Ririn menoleh kearah suara yang menyapanya.


"Eh. Iya." seketika wajah Ririn berubah karena terkejut melihat orang yang menyapanya. Ingatannya langsung kembali ke masa lalu.


Eh, diakan laki-laki itu. Aduuuuhh. Siapa ya namanya ?.


Walaupun sebelumnya pernah bertemu dengan David waktu di kediaman Raka, tapi ketika itu Ririn tidak menyadari bahwa laki laki itu adalah laki-laki yang pernah di jebaknya untuk melaksanakan misi jahatnya dulu.


"Kau pasti ingin menemui Raka, kan ? Mari aku antar kan ke ruangannya." David menawarkan diri.


"I, iya. Terima kasih, tuan." Kini Ririn kembali merasa gugup. Mungkinkah laki-laki ini masih mengingat dirinya ?.


"Panggil saja David." ucapnya ramah. "Silahkan, lewat sini." David melangkah menuju lift khusus petinggi perusahaan di ikuti Ririn di belakangnya.


David memulai membuka obrolan ringan untuk mengusir rasa canggungnya ketika bersama Ririn. Meskipun hatinya masih bergemuruh karena mengingat wanita ini pernah menipunya, tapi sekarang malah menjadi istri dari bos sekaligus temannya.


Raka baru saja keluar dari ruangan untuk menjemput istrinya di bawah setelah mendapat telepon dari supir. Seketika matanya membulat melihat di ujung koridor David dan istrinya keluar dari lift.


"David !"


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung. . . .


__ADS_2